Transmigrasi

Transmigrasi
eps.31


__ADS_3

"Buah nya saya beli anggur,apel, kelengkeng, jambu biji,dan jeruk nya masing-masing 1 kg sama semangkanya 3 aja deh" jawab liora. "Oh iya untuk rotinya semua yang ada disini 1 macam masing-masing 3 ya Tante"tambahnya.


"Oke neng,tapi panggil mbok Ratih aja gausah panggil Tante gak enak dengernya"ucap mbok Ratih.


"Oke mbok,oh iya mbok disekitar sini kok cuman warung mbok Ratih aja yang buka?" Tanya liora.


"Iya neng,dulu sih disini itu permukiman warga tapi karena banyak bencana alam kayak longsor udah banyak yang pergi ke desa di sebelah sana neng. Disini sih yang tinggal cuman saya sendiri neng buat bertahan hidup yah harus jualan"jawab mbok Ratih sambil memasukkan pesanan liora ke plastik merah yang cukup besar.


"Kenapa mbok Ratih gak pindah juga?"tanya liora.


"Gak ah neng,ini rumah udah turun temurun dari kakek saya neng. Saya generasi ke-4 yang menjaga rumah ini,terlalu banyak momen-momen saat ibuk bapak saya idup jadi berat aja neng kalo harus ditinggalkan" jawab mbok Ratih tersenyum.


Liora hanya mengangguk paham,setelah mbok Ratih selesai memasukkan semua buah dan roti yang liora pesan,liora memasukan buah-buahan nya kedalam kursi belakang sedangakan untuk rotinya ia taruh di kursi sebelah nya agar ia mudah memakannya.


"Berapa mbok?"tanya liora.


"250 ribu aja neng"jawab mbok Ratih,liora lalu mengeluarkan uang dari amplop coklat yang berada di tas nya dan mengeluarkan uang 400 ribu rupiah lalu memberikan nya kepada mbok Ratih.


"Kebanyakan ini neng,saya ambil kembaliannya dulu yang neng"ucap mbok Ratih.


"Gausah mbok,mbok ambil aja buat nambahin modal jualan itung-itung sedekah. Saya pamit dulu mbok"sahut liora lalu melajukan mobilnya.


"Alhamdulillah,makasih banyak ya neng!"teriak mbok Ratih dan liora mengeluarkan tangannya dari jendela dan mengangkat jempolnya.

__ADS_1


______


Setelah sampai di panti asuhan,liora terkejut karna melihat ada sebuah truk kontainer dan juga alat-alat besar lainnya di depan panti asuhan ceria.liora keluar dari mobilnya sambil memakai kaca mata hitam karna matanya silau saat melihat pantulan cahaya matahari dari kaca alat-alat besar itu.


"Pak,saya mohon biarin saya sama anak-anak tinggal lebih lama pak.saya janji saya bakalan lunasi hutang-hutang ibuk saya"mohon seorang gadis kepada mandor bangunan yang hanya menatap jengah gadis di hadapannya ini.


"Heh,kamu udah kita kasih waktu sampe 1 bulan tapi apa? Kamu Ndak juga bayar kan. Mangkanya kalo punya utang itu di bayar jadi gak usah gaya-gayaan mau dipake buat anak-anak itu"ucap mandor itu dengan lantang sambil menunjuk ke sekelompok anak-anak kecil yang menangis dibelakang gadis muda itu.


Gadis muda itu sudah tidak tahu mau meminjam uang kemana lagi,karna panti asuhan yang sudah lama ibuk nya bangun malah bangkrut karna uangnya dibawa kabur oleh salah satu anak panti yang sudah dewasa dan anak itu juga tumbuh bersama-sama dengan dirinya. Padahal anak panti itu dari kecil sampai dewasa selalu diberikan perhatian kepada pemilik panti tetapi anak itu tak tahu terima kasih dan akhirnya kabur sambil membawa uang tunai senilai 5 juta pergi.


Liora mendekat ke arah mandor itu dan kedatangan liora mampu membuat semua orang terpikat akan sosok liora bak seorang bidadari turun dari khayangan. Mandor itu lalu mengucek matanya ia pikir itu adalah khayalan nya saja tetapi Gadis cantik dihadapan nya ini bukanlah khayalan.


"ya ampun, iki malaikat opo menungsa sing ayu banget?"tanya mandor itu yang tak henti-hentinya menatap liora.


"Kakak siapa?kok tahu nama aku?"tanya balik wanita itu.


"Ini gue Lia,anak yang dulunya diasuh sama kakek Suhardi"jawab liora dan perkataan liora mampu membuat jina terbelalak.


"Mbak Lia?mbak Lia apa kabar?"tanya jina lalu memeluk liora.


"Baik,baik banget malahan. Ini kenapa rame-rame gini?"tanya liora.


"Dik, jina iki duwe utang karo bosku. Nanging aku diwenehi wektu tinimbang mbayar, aku nyilih maneh, bosku nesu lan yen dia ora bisa mbayar, panti asuhan iki pengin digusur dadi kebon kates"jawab mandor itu dengan bahasa Jawa yang tidak dimengerti oleh Lia.

__ADS_1


"Jin,bapak ini ngomong apa? Gue gak ngerti bahasa alien"bisik liora kepada jina.


"Ibuk punya utang sama bos nya bapak ini,dan karna ibuk Ndak bisa bayar dan seminggu lalu ibuk baru aja ninggal. Jina Ndak punya uang untuk biaya pemakaman ibuk jadi jina minjam lagi sama bos nya tapi malah Ndak dikasih karna utang ibuk udah terlalu banyak dan akhirnya karna Ndak bisa bayar,panti asuhan ini mau di gusur dan dijadikan kebon kates mbak"lirih jina.


NOTE: kates itu pepaya ya,kalo orang-orang kampung itu kan bilang nya kates.


"Emang berapa hutang-hutang nya pak?"tanya liora kepada mandor itu.


"8 juta neng"jawab mandor itu cepat.


"Ini didalam amplop ada 8 juta lebih,silahkan diambil jadi hutang jina lunas dan panti ini gak boleh digusur!"ucap liora penuh penekanan sambil memberikan amplop yang tadi ia cairkan uangnya.


"Mbak gausah mbak,8 juta banyak banget"tolak jina.


"Gpp gak banyak kok,yaudah kalian semua out dari sini dan jangan pernah balik-balik lagi atau gue santet Lo pada!"ancam liora.


Dan akhirnya semuanya terselesaikan dengan baik,jina tak henti-hentinya mengucap terimakasih dan syukur sama seperti anak-anak lainnya yang juga bersyukur karena masih memiliki tempat tinggal.seorang anak laki-laki berumur 6 tahun hanya menatap dingin liora karna ia tak begitu menyukai kehadiran liora.


🥀🥀🥀🥀🥀


Jangan lupa like, komen, rate, vote, and favorit ya readers 😊


__ADS_1


__ADS_2