Transmigrasi

Transmigrasi
eps.34


__ADS_3

hari ini adalah hari yang berat bagi liora, seorang bunda yang selalu memberikan kehangatan, kasih sayang, dan cinta penuh kasih dari seorang ibu yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan sebelumnya, malah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. banyak orang yang berbela sungkawa atas kepergian liou Fei.


tok....tok...tok...


pintu kamar liora diketuk, tidak ada sahutan dari siapapun. liou Ying lantas membuka pintu itu dan melihat seorang gadis dengan penampilan yang berantakan tengah duduk diatas kasurnya dengan tatapan kosong. ia lalu menghampiri liora yang sama sekali tidak memperdulikan kehadiran dirinya.


"Jangan terlalu sedih, kita semua sama. sama-sama kehilangan sosok wanita yang begitu berharga di hidup kita, awalnya memang begitu menyakitkan, tapi pada akhirnya pasti kita juga akan merelakan" ucap liou Ying sambil mengelus puncak kepala liora pelan.


hening...


tidak ada sepatah katapun yang liora lontarkan sejak kematian liou Fei, entah kenapa dirinya saat ini benar-benar hancur. entah semua rasa hancur ini ia dapat dari pemilik tubuh asli ini, atau memang dirinya yang begitu merasa kehilangan, liora tidak tahu.


"paman tahu ini sulit, tapi ... kamu harus tahu. di setiap peristiwa itu ada cerita dibaliknya, cerita tentang kita harus belajar untuk merelakan dan mengikhlaskan. paman keluar dulu ya" ucap liou Ying lalu meninggalkan liora dikamarnya.


liora lalu menatap keluar jendela, dimana cuaca saat ini sedang mendung.


"bahkan alam saja juga bersedih..." lirihnya.


brak!!!


"HELLO EPRIBADEH, KEMBARANNYA HEEJIN LOONA IS KAMBEK!!!"teriak Dita lalu memeluk sahabatnya.


"Lo gak boleh kayak gini terus, Lo harus kembali kayak dulu lagi. Lo harus balik kayak dulu lagi, kita harus sama-sama lagi, sedih sama-sama, senang sama-sama, nanti kita juga harus ngutang sama Bu kantin sama-sama lagi, bolos sama-sama, gibah sama-sama, dan kita harus sama-sama buat modusin anak orang lagi, oke?" tanya Dita yang mencoba menghibur liora yang sedang duduk dihadapannya.


"Gilak Lo" sahut liora.


setelah berapa lama liora uang tidak berbicara, kini ia berbicara. walupun yang keluar dari mulutnya begitu menusuk dada, tapi Dita tetap senang.

__ADS_1


"gue emang Gilak, tapi enggak segilak Sena sama kaisar yang bucin-bucinan kan?" tanya Dita lagi dengan muka watados yang minta ditabok.


liora hanya sedikit menaikkan sudut bibirnya, dan mampu membuat Dita teriak-teriak kayak orang gila.


"YEAY, ANAKKU SENYUM LAGI, UHUY!!! SENANGNYA!!!" teriak Dita sambil lompat-lompat diatas kasur liora.


"gue bukan anak Lo" ucap liora dingin.


"ululu~ dedek mau makan bubur ayam? mie ayam? ceker ayam pedas? bakso ayam? atau ayam goreng?"tawar Dita.


"gue gak ada selera buat makan"


keheningan datang lagi, liora dan Dita berbaring diatas kasur sambil menatap langit-langit.


"gue udah berusaha buat lupain luka ini, tapi kenapa enggak bisa? apa gue harus bunuh diri dulu baru bisa nyembuhin luka in?"tanya liora lirih.


"sulit ... lebih sulit menyembuhkan luka dihati kita daripada bedah anak orang" jawab liora dan membuat Dita melotot.


"Lo udah pernah bedah anak orang?"tanya Dita yang masih dengan mata melotot.


"hm... udah ratusan kali, mungkin" jawab liora tanpa sadar.


"WHAT'S?!!"


"becanda, maksudnya tadi itu bedah nya di alam mimpi, iya didalam mimpi!" sahut liora cepat sebelum sahabatnya ini mengajukan pertanyaan yang nyeleneh.


"mencurigakan" ucap Dita yang menelisik wajah liora.

__ADS_1


"Sena mana?"tanya liora yang mengalihkan topik.


"nah, gue baru inget. masa nih, tadi Tante Fira bilang mau nikahin Sena sama kaisar pas mereka tamat kuliah. mama sama papa Sena malah mengiyakan tuh, sedangakan Sena ama Kaisar cuman bisa bungkem doang. Sena pen nolak, alasannya kan mereka berdua lagi berantem, kalo Kaisar gak habis pikir sama permintaan mama Sena!" terang Dita, semangat pen gibah.


"Emangnya mama nya Sena minta apa?"tanya liora yang ikut penasaran.


"mamanya Sena minta ... MINTA DIBUATIN CUCU!!!"


"WHAT? CUCU? BENERAN?"tanya liora yang pengen ngakak.


"bener, sumpah tadi pagi itu ngakak banget. gue Ampe guling-guling di lantai karna ngakak nya, sama kayak kak Rion yang ikutan ngakak!"jawab Dita.


"kak Rion ngapain disana?"tanya liora.


"niatnya dia mau manggil kita bertiga buat menghibur elo, tapi niatnya ilang pas denger percakapan tadi pagi. karna Sena sama kaisar masih gak habis pikir sama kelakuan orang tua mereka, makanya cuman gue yang kemari"jawab Dita.


"btw, coba Lo pikir-pikir. kaisar kulitnya kan warna coklat-coklat kehitaman gitu karna dianya suka ngelayap kemana-mana, sedangakan Sena kulitnya putih bening ayu berseri-seri,trus ntar kalo mereka punya anak nih. anak mereka kulitnya warna apa?"tanya liora.


"hitam putih dong, kayak t*i cicak!!!" sahut Dita.


dan akhirnya dua gadis gaada akhlak itu pun ketawa-ketawa gak jelas sambil terus mengejek-ejek kaisar dan Sena.


🥀🥀🥀


jangan lupa like, komen, rate, vote, and favorit ya readers 😊


ada yang mau ngasih tips buat alur selanjutnya? komen ya😊

__ADS_1


__ADS_2