Transmigrasi

Transmigrasi
Kenapa dengan Kevan


__ADS_3

Setelah Reina sampai di rumah dia langsung memarkirkan kan motor nya di dekat taman rumah karena di depan rumah sudah ada motor Kevan dkk.


Tanpa mengucapkan salam Reina langsung masuk tapi sudah ada Rama yang berdiri di pintu kamar.


"Tadi malam kenapa gak pulang?" tanya Rama karna Rama pulang jam 4 jadi si twins sudah tidur dan tidak bisa memberikan tau Rama


"Aku sudah bilang sama kak Regan, tanya sendiri sana" jawab Reina yang langsung masuk ke dalam lalu rebahan di sofa


Karna merasa gerah dia pun memutuskan untuk mandi.


"Tumben banget kak Revan manja kayak tadi malam" kata Reina


"Mungkin karena kangen banget" lanjut nya


"Tapi kok aku ngerasa gemes ya, pingin cubit pipi nya kak Revan rasa nya" kata Reina sambil berjalan menuju ruangan tempat memakai baju


Setelah selesai memakai baju dia langsung pergi ke bawah karna dia ingin berbelanja.


Tapi saat dia ingin keluar dari pintu utama dia malah di cegah oleh Rama yang menatap nya dingin.


"Mau kemana?" tanya Rama


"Belanja" jawab Reina


"Mau beli apa emang nya?" tanya Reno


"Snack" jawab Reina dan langsung di beri kan jalan oleh Rama


Dia pun menaiki motor nya dan lah pergi menuju X mart yang berada sedikit jauh dari rumah nya.


Setelah sampai dia pun membeli beberapa minuman dan snack kesukaan nya lalu tidak lupa dia membeli kan stok snack untuk di simpan di dalam lemari makanan yang ada di dalam kamar nya.


"Segitu aja deh" gumam nya


Dia pun pergi menuju kasir tapi saat di kasir dia bertemu dengan Devan tapi dia tidak menyapa nya karna kata Revan, Devan sedang tidak bisa di singgung tentang Xera.


Ceritanya seperti ini


Setelah pemakaman Xera selesai Devan yang baru saja pulang dari luar kota langsung menanyakan keadaan Xera.


"Kak Revan, gimana keadaan Xera?" tanya Devan dengan ekspresi khawatir di wajah nya


"Itu hiks hiks Xera...." kata Revan terputus karna Revan malah menangis


"Xera kenapa? Kok kakak malah nangis?" tanya Devan karan dia ada liburan sekolah ke luar kota jadi di khawatir saat mendengar kalau Xera kecelakaan


"Xera udah gak ada kak hiks...hiks.." jawab Niko yang ikut menangis juga dan bukan mereka berdua saja yang menangis tapi semua orang yang berada di rumah semua nya menangis


"Kamu bohong, kamu pasti bohong ?Xera gak apa apa kan? Kamu pasti cuma mau kerjain aku" kata Devan


"Tapi emang udah kenyataan nya gitu hiks..hiks.." kata Niko dan tiba tiba...


Prang...


Devan memukul meja kaca yang ada di depannya dan darah pun mengalir dari tangan nya tapi dia tak peduli karna dia merasa gagal melindungi adek kesayangan nya.


Karena hati nya sangat kacau dia langsung pergi dari rumah dia pergi ke markas The Noble karna di sana lah Xera akan pergi ketika hati nya sedang sedih.


"Aku benar benar tidak ber guna" kata Devan sambil menatap foto Xera


Berbeda dengan kembaran nya David yang sekarang lebih dingin dan jarang berbicara bahkan jika di ajak bicara jawaban nya hanya 'hm'.


Begitu lah cerita nya.


Reina pun mengantri di belakang Devan sebenarnya sekarang dia ingin sekali memeluk Devan tapi dia menahannya.


Setelah Devan selesai membayar minuman yang di beli nya Reina pun mulai membayar belanjaan nya.


Tapi setelah dia selesai membayar belanjaan nya Reina baru sadar bahwa yang di beli kakak nya tadi adalah minuman yang mengandung alkohol dan dia langsung pergi menyusul Devan yang duduk di bawah pohon.


"Kak jangan minum minuman keras" kata Reina tapi karna David terlanjur minum dia sekarang sedang mabuk


"Siapa kamu seenak nya atur atur aku" bentak nya dan Reina langsung memapah kakak nya karna Devan berjalan dengan tidak benar


"Jangan pegang pegang" kata Devan


"Kak Avid bisa diam gak" kata Reina yang kesal karena kakak nya itu selalu memberontak

__ADS_1


"Jangan sok akrab" kata Devan dan Reina pun langsung memhela nafas panjang


Hufftt.....


"Ya deh aku sok akrab" kata Reina dan dia pun langsung menelfon supir pribadi nya yang biasa nya di panggil Mang Dadang


"Aduh mang Dadang cepet jawab" kata Reina karna Mang Dadang tidak mengangkat telfon nya


Dan telfon pun tersambung


"Halo ada apa non" (Mang Dadang)


"Mang Dadang jemput aku di X mart" (Reina)


"Bukannya non bawa motor" (Mang Dadang)


"Cepet dan jangan lupa bawa kak Regan juga" (Reina)


"Oke siap non" (Mang Dadang)


Dan telfon pun terputus.


Beberapa menit kemudian mang Dadang pun datang dengan Regan.


"Non ini siapa?" tanya mang Dadang


"Nanti aku kasi tau" jawab nya


"Kak Regan tolong bawa motor nya kak Devan ini kunci nya" kata Reina


"Dan mang Dadang bawa motor nya aku" lanjut Reina sambil memberi kan kunci motor nya kepada mang Dadang


"Oke" jawab Regan


"Terus mobil nya?" tanya mang Dadang


"Aku yang bawa" jawab Reina lalu membawa Devan masuk ke dalam mobil


Beberapa menit kemudian mereka berempat pun sampai di rumah dan Reina langsung memapah kakak nya menuju kamar nya.


Setelah menidur kan Devan di kasur nya Reina pun langsung ke bawah karna Regan ingin meminta penjelasan nya awal nya dia malas tapi demi Devan dia akan mengarang cerita.


"Siapa cowok tadi?" bukannya Regan yang bertanya malah Rama yang bertanya dan di tonton oleh Kevan dkk


"Dia kakak aku" jawab Reina


"Maksud nya?" tanya Reno


"Dia aku udah anggap sebagai kakak aku" jawab Reina


"Terus?" tanya Regan


"Dia adek nya kak Revan" jawab Reina dan mereka semua pun mengerti


"Kok gue gak ngerti ya" kata Vino


"Kalau lo gak ngerti ya diem aja, nanti tanya aja sama yang ngerti" kata Darren


"Jangan ribut bisa?" kata Kevan yang kesal mengingat kedekatan Revan dan Reina tadi malam


"Reina" panggil Vino


"Hmm.." di balas deheman oleh Reina


"Ini bos Kevan lagi galau" kata Vino


"Galau kenapa?" tanya Reina


"Biasa cemburu liat Kamu sama Revan peluk pelukan tadi malam" jawab Darren


"Terus urusan nya sama aku apa?" tanya Reina dan Kevan dkk pun langsung ketawa (-Kevan)


"Ternyata Reina udah move on" kata Regan


"Kapan udah mulai move on?" tanya Reno


"Siapa juga yang suka sama Kevan" jawab Reina yang langsung balik ke dalam kamar nya

__ADS_1


Sesampai nya di kamar nya dia melihat kakak nya keringatan jadi dia mengambil kan baju nya untuk di pakai oleh Devan karna baju nya sangat cocok untuk di pakai oleh laki laki.


"Kasian kak Devan" kata Reina


"Maafin aku ya kak" gumam nya lalu Reina pun membuka baju kakak nya dan langsung mengganti baju kakak nya


Siang pun tiba Devan pun sudah bangun dan dia panik karena baju nya sudah di ganti dia juga bingung sedang berada di mana.


"Aku dimana" kata Devan di dalam hati Tapi tak lama setelah itu Reina pun keluar dari tempat memakai baju


"Kapan bangun nya?" tanya Reina dan Devan hanya siapa siaga kalau yang di depan nya ini adalah musuh


"Siapa kamu?" tanya Devan


"Reina Elvan Alexa atau yang asli Xera Renata Reylandra" jawab Reina dan itu membuat Devan menaik kan satu alis nya


"Bohong" kata Devan karna dia melihat sendiri makam dengan batu nisan yang bernama Xera Renata Reylandra


"Tapi kenapa aku ingin sekali memeluk dia" kata Devan di dalam hati namun masih dengan ekspresi dingin


"Jujur kamu siapa?" tanya Devan


"Reina yang berjiwa Xera" jawab Reina


"Aku gak percaya sama kamu" kata Devan tapi sekarang dia seperti ingin sekali untuk memeluk Reina tapi dia tak tau kenapa


"Ya terserah kak Avid aja" kata Reina mendengar panggilan Reina kepada nya Devan pun langsung menangis


"Kamu kenal Xera?" tanya Devan dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya lalu Reina menghapus air mata Devan


"Aku Xera kak" jawab Reina


"Kamu gak bohong kan?" tanya Devan yang sudah mulai percaya dan di balas anggukan dari Reina, melihat itu Devan langsung memeluk Reina dengan erat dan tidak mau melepas kan nya


Hiks ...hiks...


"Maafin kakak gak bisa jagain kamu" kata Devan sambil menangis di pelukan Reina


"Kakak gak salah tapi aku yang gak waspada" kata Reina


"Maksud nya?" tanya Devan dan Reina pun duduk di samping Devan


"Jadi ceritanya itu......." Xera (Reina) pun menceritakan kronologi kecelakaan yang di alami nya sebelum bertransmigrasi ke tubuh Reina


"Kurang ajar kakak akan cari orang itu sampai ketemu" kata Devan dengan kesal tapi dia tetap tidak mau melepas pelukan nya


"Kak bisa lepas gak" kata Reina


"Kenapa?" tanya Devan


"Aku sudah di peluk sama Angga dan Riko tadi malam terus kak Revan datang terus peluk aku sampai tadi pagi" jawab Reina menjelas kan panjang lebar


"Jadi inti The Noble dan kak Revan sama Niko sudah tau?" tanya Devan


"Iya, cuma mereka gak mau kasi tau kakak dulu karena takut kakak nyakitin diri kakak sendiri" jawab Reina tapi Devan tetap memeluk nya tapi sedikit di longgar kan


Sedang kan di lantai bawah Kevan dkk (-Kevan ) sibuk mengoda Kevan yang seperti nya sedang galau karna Xera mengata kan bahwa dia tidak pernah menyukai Kevan.


"Sudah Van kan ada Mela" kata Regan


"Kenapa gue ngerasa kehilangan ya" kata Kevan di dalam hati


"Terkadang orang akan merasakan kehilangan jika orang yang sebenar nya di sayang nya pergi menjauh dari nya" kata Daniel dan itu membuat semua bingung (-Rama, Kevan)


"Maksud nya?" tanya Vino


"Kevan" jawab nya dan itu membuat orang seperti Vino tidak mengerti


"Sekarang lo baru ngerasa kehilangan kan" kata Darren


"Penyesalan selalu datang belakangan" kata Vino yang sudah mengerti apa yang di maksud oleh Daniel


Kevan hanya bisa terdiam mendengar ocehan teman teman nya, kini dia merasa kehilangan sesuatu yang paling dia sayang namun dia berusaha untuk terlihat biasa biasa saja.


"Regan, gue pulang duluan" kata Kevan lalu pergi dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang


"Kenapa hati gue ngerasa sakit, apa mungkin gue suka sama Reina?" kata Kevin di dalam hati

__ADS_1


"Tapi gak mungkin, gak mungkin lah gue suka sama orang modelan Reina" lanjut nya


Bersambung


__ADS_2