Transmigrasi

Transmigrasi
Niko


__ADS_3

Brak


"Kenapa kamu pukul Mela?" kata Kevan dengan nada tinggi


Karena Kevan memukul meja Reina yang sedang meminum susu coklat nya pun langsung menatap Kevan tajam.


"Kamu gak pernah di ajarin sopan santun ya" kata Reina, sambil menatap Kevan dingin


"Kamu kenapa bully Mela sih?, dia gak kan salah apa apa sama kamu" kata Kevan dengan nada tinggi


"Jangan kan bully dari tadi Reina bareng kita, ya gak" kata Raka


"Iya dari tadi Reina sama kita" sahut yang lain


Mendengar itu Kevan pun langsung melihat Mela, Mela yang di tatap oleh Kevan pun langsung takut.


"Mela, bener Reina gak mukul kamu?" tanya Kevan dengan nada lembut dan teman sekelas Reina pun rasa nya ingin menendang Mela


"Be-bener kok" jawab Mela dengan terbata bata


"Tuh denger kan Mela bilang apa, kalau kamu yang bully dia" kata Kevan dengan menarik kasar tangan Reina


"Kamu apa apa an sih main tarik tarik aja" kata Reina yang langsung menepaskan genggaman tangan Kevan


'Penampilan aja yang berubah tapi tetap aja bodoh'


'Culun sih culun tapi kok hobi nya bully orang'


Dll


Begitulah bisik bisik di kantin


Mendengar keributan di kantin Niko yang masih di ruang guru pun langsung keluar dan pergi ke kantin.


Saat sampai di sana dia melihat perempuan yang sedang berkelahi dengan Kevan, dia merasa perasaan yang dekat saat melihat perempuan itu jadi dia langsung mendekat.

__ADS_1


"Ada apa ribut ribut?" tanya Niko yang baru saja datang


"Dia sudah berani bully Mela" jawab Kevan dengan sopan, karna dia tau Niko adalah anak pemilik sekolah ini


Melihat kedatangan Niko mata Reina terasa panas karna tidak kuat dia langsung memelihara Niko dengan erat dan Niko pun merasa nyaman.


"Nik, kakak kangen" kata Reina sambil menangis dan Niko yang mendengar kata kata Reina yang mematung


"Ini beneran kakak?"tanya Niko dengan yang masih tak percaya


"Iya Niko kembaran nya Riko" jawab Reina kesal


"Kakak kenapa gak langsung ke markas aja?" tanya Niko


"Males nanti di fitnah lagi sama kakak kakak lucnut" jawab Reina


"Hey! masalah kita belum selesai" teriak Kevan yang mengira bahwa Reina hanya sok akrab dengan Niko


"Oke kita kelahi di tempat latihan bela diri" kata Reina yang langsung berjalan menuju tempat berlatih bela diri dengan di gandeng oleh Niko


"Gila, si Reina kenal sama kak Niko kok gak ngenalin kak Niko ke kita" kata Melati


"Reina kayak nya udah kenal lama sama kak Niko" kata Sandra


"Iya kayak akrab banget" lanjut Ana


Di sisi lain Reina sudah berada di ruangan tersebut dan di ikuti Kevan dkk, lalu orang orang yang tadi menonton di kantin.


"Kamu duluan" kata Reina


"Kamu aja takut nya nanti kamu kalah lagi terus nangis" ejek Vino dan di benar kan oleh Reno


"Oke lah kalau begitu" kata Reina, lalu dia langsung bergerak dengan cepat dan langsung meninju perut Kevan melihat itu semua orang pun meringis


"Udah mirip kayak Himawari waktu naruto di lantik jadi Ho-kg" kata Yanto (teman sekelas Reina)

__ADS_1


Dengan satu tinju Kevan langsung terjatuh dan terpental 5 meter, dia merasa kesakitan dan dia pun mengalah.


Niko yang melihatnya pun sudah menebak kalau kakaknya lah yang akan jadi pemenang nya.


Niko langsung menghampiri kakak nya di ikuti oleh teman sekelas Reina.


"Keren banget tadi, ajarin aku dong" kata Yanto


"Iya keren si Knalpot langsung terpental" sahut Raka


Bel pulang pun berbunyi semua orang pun bersiap siap untuk pulang, tadi Niko menawarkan kakak nya untuk diantar pulang tapi Reina malah memilih menggunakan motor nya.


Reina pun langsung menuju ke tempat parkir motor dan di sana ada Andra teman sekelas Reina yang sedang di bully.


"Pangecut cuma berani nya keroyokan" kata Reina dan orang orang itu pun langsung melihat ke arah Reina begitu pula dengan Andra


"Heh lo itu cewek jangan sok jadi pahlawan ke siangan deh" kata salah satu pemuda tersebut tanpa pikir panjang Reina langsung menendang kaki mereka satu satu alhasil mereka terjatuh dan langsung pergi


"Makasih ya" kata Andra


"Iya sama sama" balas Reina


"Ayo ikut takut nya nanti takutnya kalau kamu di liat sendiri lagi, di keroyokan lagi nanti" kata Reina dan Reina pun membonceng Andra


Reina melajukan motornya dengan kecepatan tinggi yang membuat Andra teriak teriak.


"Reina jangan cepat cepat" kata Anda tapi Reina tak mendengar kan


Tak beberapa lama kemudian mereka berdua pun sampai di depan rumah Andra dan Andra pun berterimakasih lalu masuk ke dalam rumah.


Reina pun langsung melajukan motornya untuk pulang karna langit sudah mulai gelap dia tidak mau harus berdebat dengan si twins.


Bersambung


***Apa twins ada di rumah? Atau sedang bersama Kevan?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ya***


__ADS_2