
"Devan kamu jangan bercanda deh mana ada yang begituan" kata Dady Alvaro
"Tapi itu memang nyata dad" kata Devan
"Hahaha... waw hebat" kata Dady Alvaro dan itu membuat Revan juga Devan merasa bingung
"Apa nya yang hebat dad?" tanya Revan
"Dady kira transmigrasi itu cuma ada di novel yang suka di baca momy kamu hahahaha" jawab Dady Alvaro
"Nanti kalau dady cerita momy mu percaya gak ya" kata Dady Alvaro memikirkan reaksi isti nya
"Pasti bakal ketawa atau marah" kata Devan
"Ya juga sih, kalau begitu bawa dady ketemu Xera besok" kata Dady Alvaro dengan senyum lebar
"Siap dad" jawab mereka berdua secara bersamaan
"Kapan kita mau ketemu sama Xera?" tanya Revan
"Besok sore di markas The Noble" jawab Dady Alvaro
"Di markas?" tanya Devan
"Iya, sekalian bawain makanan ke anggota The Noble" jawab Dady Alvaro dan tiba tiba....
Tok tok tok tok
"Masuk" kata Dady Alvaro
"Ada apa David?" tanya Dady Alvaro
__ADS_1
"Kenapa kalian ngomongin Xera?" tanya David
"Revan jelas kan" kata Dady Alvaro dan Revan pun hanya bisa pasrah
"Tapi janji kamu jangan mukul kakak dan kamu harus percaya sama apa yang kakak bilang ke kamu" kata Revan
"Oke" kata David
"Xera masih hidup" kata Revan dan itu membuka David tertawa
"Kakak gak bohong kan?" tanya David dan di balas anggukan dari Revan, Devan dan dady Alvaro setelah itu David langsung keluar dari ruang kerja dady nya dan langsung mengambil helm dan memacu motor nya dengan kecepatan tinggi
"Dad, David keluar" kata Momy Renata ,ketiga baru saja masuk ke dalam ruang kerja dengan wajah khawatir
"Devan telfon Xera dan Revan kamu susul David sama dady" kata Dady Alvaro dan mereka pun langsung serempak bergerak
Devan pun cepat cepat membuka password handphone nya yang terdiri dari 8 digit angka, setelah selesai dia langsung menelpon Xera.
Telfon pun tersambung.
"Xer, cepat ke markas" kata Devan karna dia tau jika sedang seperti ini David akan duduk di genteng markas The Noble yang berlantai 10
"Kenapa?" tanya Reina
"Cepat ini darurat" jawab Devan lalu dia pun segera pergi ke markas The Noble
Dan telfon pun terputus.
Di sisi lain Reina langsung mengganti baju nya dan mengambil kunci motor nya dan langsung turun ke bawah.
"Mau kemana kok panik gitu?" tanya Reno yang menghalangi pintu
__ADS_1
"Minggir kak ini darurat" jawab Reina
"Mau kemana keluar malam malam begini?" tanya Regan
"Ayo lah kak tolong kasi aku pergi please" jawab Reina
"Gak kamu gak boleh pergi" kata Rama dan itu membuat Reina menjadi kesal lalu menggeser Reno dari pintu dan dia pun keluar
"Kalau kamu keluar jangan masuk lagi" ancam Rama tapi Reina tak mendengar kan nya
"Reina" teriak Rama
"Sudah kak mungkin dia lagi ada urusan penting" kata Regan
"Tapi seenggak nya dia ngasih tau donk mau kemana" kata Reno
"Kak, kakak inget gak waktu mama sakit dan nenek mengancam papa kalau papa keluar dari rumah nenek papa jangan pernah masuk ke dalam rumah nenek lagi" kata Regan dan itu membuat Rama langsung terdiam
"Reina pasti punya urusan yang penting banget jadi dia kayak tadi" kata Daniel sambil menaruh tangannya di bahu Rama
"Seharus nya kakak bisa mengerti dari raut wajah nya yang keliatan nya khawatir banget" kata Daniel dan Regan pun mengangguk anggukan kepala nya
"Tumben banget si kulkas ngomong nya panjang banget" kata Vino
"Ssstttt kamu jangan rusak suasana donk" kata Darren
"Hehehe sorry sorry" kata Vino sambil cengengesan
"Maka nya kalau jadi orang itu jangan ceplas ceplos tanpa tau kondisi sekitar" kata Samuel dan Vino tetep cengengesan
Bersambung
__ADS_1