
rian dan chia hanya diam karna tidak mengenal satu sama lain.sampai seorang suster masuk kedalam kamar itu untuk memeriksa kembali lia,selesai memeriksa suster itu menghampiri Rian dan chia.
"jika pasien sudah sadar,tolong berikan obat ini"ucap suster bernama gina dari name tag nya.
"ini obat apa sus?"tanya chia.
"ini obat penenang,karna kata dokter Zia pasien memiliki syok berat yang memungkinkan ketika pasien sadar,akan ketakutan atau melakukan hal-hal tak wajar lainnya"jawab gina.
"kayak orang gila aja jadinya"gumam Rian.
Chiara yang mendengar itu tak terima karna sahabatnya dikatakan gila oleh Rian,chia memijak kaki Rian dengan sekuat tenaga.
"awww....sakit onyon,Lo ngapain mijak kaki gue!"ringis Rian kesakitan.
"makanya kalo punya mulut itu dijaga,Lia itu gak gila.jangan ngatain sahabat chia tahu!"ucap chia ketus.
"ya kan emang fakta!"sahut Rian sewot.
__ADS_1
ya, Riandra Steven liou sama sekali tidak pernah mau mengalah kepada seseorang walaupun itu tua atau muda.ia hanya akan mengalah kepada paman dan bibi angkatnya yang menjaga dirinya dari kecil hingga besar.
"dibilangin jangan ngatain juga,chia masih punya sopan santun ya kak.jangan sampe mulut chia keluar kata-kata mutiara buat kakak!"ucap chia menahan diri agar tak memaki.
"bodok,dasar masih bau kencur aja banyak gaya"sewot Rian.
"suster gina,bisa keluar dulu gak?"tanya chia.
"oh..yaudah lanjutin aja,tapi ingat jangan sampe main tangan"jawab suster gina lalu keluar dari ruangan Lia dan menutup kembali pintunya.
Rian lalu menatap remeh chia dan melipat kedua tangannya di d**a.ia yakin bahwa anak polos dihadapannya ini gak bakal berani ngomong kasar,sedangakan kalau dia ngomong aja gak pake gue-elo tapi aku-kamu.
"KALO KAKAK TAHU,KAKAK ITU KAYAK $@-#8#!#+$!$+9#)#?#;#-+#)@?#!+#-$&26+#;$;;$ TERUS KAYAK +#+(7272-;$;$;!$!@?; PUAS HAH?!!!"pekik chia kesal dan mengeluarkan semua kekesalannya dengan kata-kata mutiara yang hanya orang-orang tertentu yang dapat mendengarkan kata-kata mutiara chia.
Rian menatap chia dengan muka watados yang pengen ditabok,ia benar-benar tidak menyangka bahwa anak polos itu bakal mengatai dirinya.sedangkan ia tidak pernah sama sekali dikatai kecuali sama Mark dan sahabatnya si kutub Alfred.
sedangkan itu di atas kasur pasien,Lia menganga tak percaya bahwa sahabat terpolos dan terwaras di antara sahabat-sahabat nya itu akan mengucapkan semua kata-kata itu karna tak terima dirinya dikatakan gila oleh Rian.
__ADS_1
sahabat gue emang yang terbaik,I like it, I like it very much!!!'batin Lia yang terus memuji chia.
chia menghempaskan kasar b***ng nya, Rian masih menganga tak percaya dengan pikirannya tentang chia,sampai dering handphone Rian berbunyi.tertera nama 'bibi cantik' di layar handphone nya.
"halo ada apa,bi?"tanya Rian.
"kamu sakit?kata Mark kamu ada dirumah sakit sekarang"cemas seorang wanita di sana.
"enggak kok,tapi coba bibi ke rumah sakit keluarga sekarang VVIP 1.bibi pasti terkejut sampe bilang beribu-ribu makasih Ama Rian"ucap Rian yang sudah ada di depan pintu agar orang lain tak mendengar.
"yaudah,bibi kesana nanti sama bibi kembar"ucap wanita itu.
"oke"
telfonan itu diakhiri oleh Rian.
🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
jangan lupa untuk like, komen, rate, vote and favorit ya readers 😊
maaf karna pendek,author bingung mau nulis apa kalau kalian punya ide silahkan komen ya👇🏻*