Transmigrasi Mendadak Kaya

Transmigrasi Mendadak Kaya
TMK 07


__ADS_3

"woah, santai dong main siram-siram aja," emosi Salsa.


"Diem bangsat, gue gada urusan sama Lo!" Sentak Galbino.


"Lo emang ga punya urusan sama gue, tapi Lo ngusik Meira sama aja itu Lo ngusik kita," sarkas Salsa.


Fabio dkk mengabaikan itu semua, "Lo apain Ira bangsat," bentak Fabio sembari menatap tajam Meira.


Sedangkan yang ditatap hanya diam dan melanjutkan aksi makannya, membuat geram Fabio.


"Jawab bangsat sekali lagi gue tanya, Lo apain Ira bangsat," bentaknya.


Meira yang merasa di tatap pun berdiri dan menatap Ira dari atas hingga bawah, "habis kecemplung dimana Lo?" Ejek Meira.


Ucapan Meira mengundang gelak tawa dari teman-temannya, "kecemplung di kali Ciliwung hahaha," bukan Ira yang menjawab, melainkan Intan.


"Eyuhh, jangan deket-deket dia guys bau comberan," imbuh Dista.


"Bau comberan ga tuh, iiii jbl jbl jbl jijik banget loh," ucap Dion.


"Sekali lagi gue tanya, Lo kan yang bullying Ira?" Bentak Galbino.


"Emang kalau gue kenapa? Dan kalau bukan gue kenapa?" Tanya Meira.


"Emang bener ya sekalinya anjing tetap anjing," geram Elvan, "udah pernah gue peringati berkali-kali, jangan.pernah.usik.Ira.lagi," lanjutnya.


"Woah, ternyata ratunya mengadu ke pangerannya utututu takut," ejek Meira.


"Emang Lo ada bukti apa kalau gue yang bully ratu lo itu?" Lanjutnya sembari menunjuk Ira.


Sedangkan yang di tunjuk hanya menundukkan kepalanya, dan semakin terisak membuat banyak orang menatapnya kasihan, "udah ngomong aja, siapa yang bikin kamu kaya gini, ngomong aja ada aku," ucap Fabio yang berusaha menenangkan Ira.


"Woah, ada pangeran kesiangan guys," ejek Alifiya.


"Diem Lo bangsat!" Sentak Elvan sembari menunjuk ke arah Alifiya.


Suasana kembali hening untuk beberapa saat, hingga akhirnya Ira mengeluarkan suaranya, "ta-tadi Ka Meira nyu-nyuruh or-orang bu-buat bu-li aku," ucapnya lirih sembari menunduk tak berani menatap wajah Meira.


"Ouh ya? Emang siapa yang gue suruh buat bully Lo?" Tanya Meira.

__ADS_1


"Ak-aku ga ken-kenal orangnya," jawabnya.


"Harus berapa kali sih gue peringati lo buat ga ganggu Ira lagi?" Ujar Alister.


"Wow, pangeran kodok akhirnya bersuara juga hahaha," ejek Putri, "emang kapan Meira bully Lo?" Tanyanya.


"Ta-tadi sebelum istirahat," jawabnya dengan nada gemetar.


Seluruh XI-MIPA 2 menatap satu sama lain sebelum tawa mereka pecah, "hahaha lagi ngelawak lo, *****? Dari tadi Meira diem di kelas dan baru keluar waktu istirahat aja ye," ujar Bian.


"Tau tuh, nih ya gue kasih tau sendari tadi tuh Meira bareng kita terus, jadi ga usah nuduh orang bangsat," ujar Putri.


Sedangkan Fabio dkk menatap Ira seolah bertanya siapa yang benar, Ira yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Sedangkan Meira yang memang sudah bosan dengan semuanya, pergi meninggalkan semuanya tak lupa mengajak teman-temannya.


"Goodbye loser," ejek Dista.


Tinggalah Fabio dkk, Gabino yang sendari tadi diam pun akhirnya mengangkat suara, "udah mending sekarang Lo beliin baju buat Ira dan bawa ke UKS."


***


Selama berjalan di koridor kelas XI-MIPA 2 saling melemparkan lelucon, membuat semua tertawa riang di koridor hingga celetukan sang ketua kelas membuat mereka semua harus berakhir di lapangan basket dengan terbanginya 2 team diantaranya:


Sedangkan di team 2 ada Ezra, Boby, Arka, Samuel, dan Hito 2 team yang beradu kali ini adalah para atlet basket hingga leader basket SMA Kebangsaan.


Sudah banyak murid yang berjejer rapi di samping lapangan ingin menonton pertandingan dadakan itu, tak hanya disamping lapangan ada juga yang menonton dari atas dimana kelas mereka berada.


"Baiklah mari kita mulai, Pritt."


Peluit telah berbunyi dengan team 1 yang memulai menggiring bola, dan team 2 yang berusaha merebut bola. Permainan semakin meriah, sorak-sorai penonton yang memberikan semangat membuat permainan semakin panas.


"Ayo team satu pasti kalian menang,"


"Ayo Bob jangan mau kalah, Boby semangat."


"Bimbim keluarin kekuatan super mu, ayo bim."


"Samu cepet rebut bolanya lagi, ayo samu."


"Yey, ayo terus jangan mau kalah sama team dua guys."

__ADS_1


Permainan pun selesai dengan skor akhir 22-20 dimana artinya pertandingan dimenangkan oleh team 1, banyak supporter yang memberikan selamat terhadap kedua team.


"Wah, emang the best sih kalian semua." Ujar Putri.


"Jelas, kita mah jago." Jawab Bian.


"Nih, minum buat kalian semua," ucap Sinta sembari menyodorkan satu botol minum berukuran besar.


"Thanks guys," ucapan Boby yang dibalas anggukan kepala.


Setelah permainan singkat itu seluruh kelas XI-MIPA 2 kembali ke ruang kelas, permainan yang cukup melelahkan. Untung saja setelah istirahat jam Bu Ani kosong sehingga mereka bisa beristirahat sejenak, ada yang bercanda ria, ada yang bermain game online, ada juga yang lagi manicure padicure, dan masih banyak kegiatan lainnya yang mereka lakukan.


***


Bel berbunyi pertanda waktu pulang telah tiba, semua murid berbondong-bondong untuk kembali kerumah hanya sekedar melepas penat, sama seperti Meira dia juga ingin segera pulang dan tidur mengistirahatkan tubuh dan otaknya. Setelah semua di rasa tidak ada yang tertinggal, Meira pun berjalan keluar dari kelas.


Jam sudah menunjukan pukul 16.25 tak ada satupun angkot yang lewat di depannya, Meira menghela nafasnya lagi hingga akhirnya sebuah deru mesin terdengar di telinganya. Ia menoleh untuk melihat siapa orang yang akan melintas di depannya, dan Dewi keberuntungan berada di pihaknya sekarang sang pengendara motor tersebut berhenti tepat di depannya.


"Belum dapat angkot Mei?" Tanyanya yang di balas gelengan kepala.


"Mau bareng aja?" Tanyanya lagi.


"Emm, tapi ngerepoti kakak atau engga?" Tanya Meira.


Sang lawan bicara pun tersenyum dan mengacak pelan rambut Meira sembari berbicara, "santai aja kali Mei, kita juga searah udah bareng aja dari pada nunggu angkot yang belum tau datang kapan."


Meira pun berfikir keras, hingga akhirnya dia menerima ajakan itu, suasana hening selama diatas motor tak ada percakapan apapun hanya ada suara motor dari pengendara lain.


Sesekali menatap bidadari cantik yang sedang ia bonceng, "bahagia slalu ya Mei, semoga Tuhan semakin menguatkan pundak mu untuk menampung semua beban dan masalah," batinnya.


Sedangkan Meira menatap langit sore yang begitu indah dengan mata yang berkaca-kaca, "andai kakak masih disini, Mei pasti punya tempat curhat dan tempat keluh kesah ka, Mei kangen sama ka Eca bahagia terus ya ka disana, jangan lupa datang ke mimpi Mei," batinnya.


Langit, bintang, dan hujan adalah hal yang paling Meira dan Meisya sukai, jika hujan pasti mereka akan bermain hujan hingga sang mama memarahinya karna pasti setiap hujan mereka berdua akan terserang demam, langit mereka suka karena langit membuat ketenangan tersendiri bagi mereka, dan terakhir bintang, salah satu tata Surya yang selalu memancarkan cahaya terang untuk bumi, membuat keduanya ingin menjadi bintang yang slalu dapat menerangi dunia tanpa terkecuali.


Keheningan terjadi, hingga sebuah suara menyadarkan Meira dari lamunannya, "Mei, mau mampir makan dulu ga?"


"Emm, ga usah deh ka. kita langsung pulang aja, kasihan kakak pasti udah capek banget," ujarnya.


"Oke, pegangan ya Mei," ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2