
POV RAKA
" sial, kenapa perjalanan ku bisa bocor ke telinga musuh " kata raka saat melihat tiga mobil hitam yang mengikuti mobilnya dari belakan.
" hallo, katakan? " kata raka yang langsung to the point kepada gilang sang asisten di seberang telpon itu
" maaf bos ada mata - mata di markas dan sepertinya dia yang membocorkan perjalanan anda kali ini. " kata gilang yang langsung menjawab pertanyaan bosnya itu.
" bereskan mata - mata itu dan suruh anak buah kita menyusulku sekarang. " kata raka yang langsung memutuskan sambungan telpon itu tampa menunggu jawaban dari seberang sana.
Karna bala bantuan belum datang kini raka harus terpaksa melawan semua orang yang ada di dalam mobil lawan yang berhasil memblokir jalan mobil raka. Perkelahianpun tidak bisa di hindari lagi hingga raka harus bertarung satu lawan dua puluh orang sekaligus, hingga lima belas menit kemudian raka berhasil melumpuhkan semua lawanya tetapi dia harus lari karna raka melihat bala bantuan dari musuh telah datang.
" brengsek mereka mengirim bala bantuan. " kata raka sambil berlari menuju hutan
Dor dor dor
Suara peluru yang di tembakan ke arah raka membuat raka harus sesekali berasembunyi dari balik pepohonan.
" sial gue lupa bawa pistol " kata raka lagi yang tidak berhentinya memberikan sumpah serapah kepada lawannya itu.
Raka terus berlari sampai dia berada di pinggir pantai dan melihat ada cafe di sekitar sana dan kebetulan salah satu pengunjungnya akan pergi dari cafe itu.
" hei anda siapa? kenapa naik ke motor Saya? " tanya klara saat raka sudah berada di job belakan motornya.
" ayo cepat jalan, saya di kejar dan mereka ingin membunuh saya " kata raka yang ada di belakan klara.
" huh menyusahkan, yah sudah pegangan " kata klara yang akan menjalankan motornya dengan kecepatan di atas raya - rata
Rakapun bernafas lega karna pemilik motor yang di naikinnya adalah orang yang baik sehingga dia mendapatkan tumpangan untuk melakukan diri dari orang - orang itu. Sampai mereka sudah jauh dan orang yang mengejarnya sudah tidak ada motor pun berhenti dan rakapun turun dari motor.
Pada saat helem yang di gunakan pengendara motor itu terlepas raka yang melihat bahwa dia seorang perempuan menjadi sedikit shok dan terpesona secara bersamaan
" cantik " kata raka di dalam hatinya tampa mengedipkan matanya sedaritadi
" apakah kakak akan terus ikut dengan saya atau perlu di antar pulang? " tanya klara setelah melepaskan helem full facenya.
" suara yang merdu dan seksi " kata raka di dalam hati saat mendengar suara klara dan belum tersadar dari keterpesonaannya.
" kak! hallo, kakak tidak apa - apakan? " tanya klara saat dia tidak mendapatkan respon dari laki - laki itu dari tadi.
" bisakah kamu mengantar saya pulang? karna mobil saya tertinggal di sana saat mereka menyerang saya tadi dan kebetulan rumah saya sudah dekat dari sini. " kata raka setelah tersadar dari rasa terpesonanya setelah mendengar perkataan klara.
" baik lah kak, tapi bisakah kalau anda saja yang membonceng Saya! karna saya tidak terlalu tau jalan disini. " kata klara yang menawarkan raka untuk memboncengnya.
__ADS_1
" baik lah, biar saya yang membawa motor. Bisakah aku meminjam helemmu? " tanya raka kepada klara.
" astaga maaf kak klara lupa, kebetulan ini ada helem lebih kakak bisa pakai ini saja karna helem saya ukuran kecil takutnya ini tidak muat di kepala kakak. " kata klara sambil menyerahkan helem kepada raka
" terimakasih " kata raka sambil memasang helem yang di serahkan kepadanya.
" ayo naik " kata raka lagi setelah menaiki motor klara.
Merekapun melanjutkan perjalanan yang sempat berhenti karna pertanyaan klara. Kini motor itu melaju ke mansion raka yang di selamatkan oleh klara tadi.
...****************...
" Klara Anastasya Mahesa, nama yang bagus dan orangnya juga cantik dan imut " kata raka saat mengingat klara yang mengantarnya ke mansion.
tok tok tok
" masuk " kata raka yang mempersilahkan orang 6ang di depan pintu untuk masuk.
" permisi tuan, saya ingin melaporkan bahwa kami berhasil melumpuhkan semua musuh yang mengejar anda tadi dan kami sudah membawanya ke markas. " kata gilang sang asisten yang melapor kepada raka setelah memasuki ruang kerja raka.
" bagus, dan bagaimana dengan mata - mata yang ada di markas? " tanya raka kepada gilang tampa menatap ke arahnya karna saat ini raka masi sibuk dengan urusan kantornya.
Karna bukan hanya bergelut di dunia bawah, Raka juga mempunyai perusahaan terbesar di dunia bernama RA KUSUMA GRUP dan merupakan mafia yang di kenal dingin dan terkejam di dunia. Karna ketampanan dan kekayaannya itu banyak wanita yang mengilainya tetapi raka tidak pernah meperdulikannya karna menurutnya perempuan itu menyusahkan dan serakah sehingga dia tidak mau berurusan dengan perempuan ataupun terdapat skandal dengan perempuan.
" saya sudah mengurung mereka juga di markas tuan " jawab gilang.
" baik bos " jawab gilang lagi
" oh dan cari tahu semua tentang Klara Anastasya Mahesa, tidak boleh ada yang terlewatkan sedikitpun dan saya mau itu sudah ada di meja kerja saya besok. " kata raka lagi yang menyuruh gilang untuk mencari tahu tentang klara.
" baik tuan " jawab gilang lagi sampai dia keluar dari ruang kerja raka dia baru menyadari sesuatu.
" tunggu KLARA ANASTASYA MAHESA! bukankah itu seorang perempuan? kepana tuan tiba - tiba ingin mencari tahu tentang perempuan? " kata gilang yang herang dengan bosnya karna setahunnya bosnya itu tidak pernah tertarik dengan mahluk yang bernama perempuan.
" apakah kutub utara sudah mulai mencair? " kata gilang lagi yang langsung melanjutkan langkahnya untuk mengerjakan apa yang di butuhkan oleh raka sebelum mendapatkan amukan dari bosnya itu.
...****************...
tak tak tak
Bunyi langkah kaki yang terdengar di lorong yang sempit dan pengap karna bau anyir dara yang tercium setelah melangkah memasuki lorong itu.
" selamat malam bos " sapa semua orang yang berjaga di depan pintu jeruji itu
__ADS_1
" hmm, buka " kata raka yang menginstruksikan mereka untuk membuka pintu itu.
cklek
Pintupun di buka dan raka serta gilang yang selalu mengikuti di belakan kini memasuki tempat penyiksaan yang ada di markas raka.
" siram mereka dengan air es " kata raka setelah melihat orang - orang yang mengejarnya tadi pingsang karna penyiksaan yang di berikan oleh anak buah raka.
byur
" akss sst dingin " kata meliana orang yang menjadi tawanan raka karna yang lainya sudah di bunuh oleh anak buah raka.
" katakan siapa yang menyuruh kalian " tanya raka kepada mereka.
" sudah ku katakan bahwa kami tidak akan berkhianat kepada bis kami " kata salah satu dari mereka.
" baiklah terserah kalian, belati ku " kata raka yang meminta belati kesayangannya.
" ini bos " kata gilang sambil menyerahkan belati kepada raka.
slep slep jlep
Bunyi suarah sayatan dari belati yang di pegang raka dan kulit dari orang yang menjawab pertanyaan raka hingga orang itu tidak bisa berteriak lagi karna banyaknya sayatan yang di berikan dan suaranya yang sudah habis.
" ambil air asam dan siram ke dia " kata raka setelah puas bermain dengan belatinnya.
Sesuai dengan yang di perintahkan oleh raka orang itupun di siram dengan mengunakan air asam sehingga dia mati karna dasyatnya rasa sakit yang di rasakannnya.
Akh sakit kah huk huk akh..
" bagaimana apakah kalian ada yang ingin bicara? " tanya raka kepada mereka lagi yang tinggal berempat.
" saya akan bilang, kami anak buah dari Black Lotus dan kami di suruh untuk membunuh anda saat melakukan perjalanan itu karna anda sendirian saat itu " kata salah satu dari mereka yang sudah merasa ketakutan saat melihat temannya mati mengenaskan.
" gilang kamu urus ini " kata raka dan langsung berlalu pergi dari tempat itu
" baik bos " kata gilang sambil memberikan hormat kepada raka sebelum raka menghilang di balik dinding itu.
" selamat jalan bos " kata serempak semua anak buah raka yang berjaga di depan pintu bawah tanah itu.
...****************...
Kembali lagi ke klara, kini klara sudah terbangun dari tidurnya setlah melihat jam di nakas samping tempat tidurnya yang sudah menunjukkan jam setengah lima. Setelah klara bersih - bersih kini klara turun ke lantai bawah untuk membuat sarapan.
__ADS_1
" pagi ini enaknya sarapan apa yah? " kata klara sambil menuruni tangga satu persatu.
" aha kayaknya pagi ini enaknya makan nasi kuning ayam kecap deh, sip gasken lah " kata klara sambil berlari menuju ke dapur setelah menimbang - nimbang mau memasak apa. Sampai lima belas kemudian ayam kecapmnya sudah jadi tetapi nasi kuningnya belum matang sehingga klara meninggalkannya terlebih dulu untuk pergi mandi.