
" huf panas " kata klara sambil mengerakkan tangannya untuk melap keringatnya yang ada di dahinya karna cuaca yang agak panas membuat klara cepat berkeringat sàat melawan ke enam laki - laki itu. Tampa mereka sadari klara mengeluarkan pistol yang ada di saku jaketnya dan langsung menembak lima orang secara langsung di beberapa titik fital yang bisa langsung memàtikan semua yang mendapatkan tembakan dari klara.
Sekali lagi mereka yang tersisa membeku di tempat mereka masing - masing saat ingin menyerang klara. " a.. ap.. apakah dia monster bermuka malaikat " kata salah satu dari mereka yang tersisa.
Saat mereka belum tersadar dari rasa terkejutnya klara langsung mengisi kembali pistolnya dengan peluru yang selalu dia bawa dan langsung saja menembaki kaki musu yang tersisa untuk melumpuhkan mereka agar klara mempunyai sanderah untuk di interogasi, untungnya mereka berkelahi di tempat yang sepi sehingga tidak ada satupun orang yang melihatnya bahkan di daerah itu tidak ada satupun terdapat cctv jalanan.
Drrt drrt drrt
Suara telpon klara yang sedang menelpon seseorang untuk membantunya membawa beberapa orang yang masi hidup dan membereskan kekacauan yang di buatnya.
" hallo nona muda, ada yang bisa saya bantu? " kata orang yang ada di seberang telpon sana setelah dia mengangkat telpon dari klara.
" ke lokasi dan bereskan semuanya, bawa yang hidup ke penjara bawa tanah " kata Klara dan langsung mematikan panggilan itu.
Tut Tut Tut
Sedangkan yang ada di seberang sana hanya bisa melihat hpnya yang sudah terputus telponya dengan nona mudahnya itu dan segera bergerak ke arah titik dimana nona mudanya telah mengirimkan lokasinya setelah mematikan telpon itu.
...****************...
__ADS_1
" momy, Dady. Klara pualang..... " kata Klara setelah sampai di mansionya sambil berjalan masuk ke dalam dengan menenteng jaket yang dia gunakan tadi.
" kenapa kamu lama pulang sayang? " kata Angel saat melihat Klara masuk ke dalam ruang keluarga yang dimana di sana ada Dady, momynya, dan Laras yang sedang asik memakan cemilan yang ada di tanganya.
" hehehe tadi Klara kena macet mom jadinya Klara telat deh pulangnya " kata Klara dan lekas melangka ke arah sofa yang di dudu Ki Laras dan Tampa dosa dia juga langsung merampas cemilan Laras yang sedang asik memperhatikan Drakor yang sedang di nontong di tv ruang keluarga itu.
" eh eh eh, kak... Itu punya Laras " kata Laras sambil berusaha mengambil kembali cemilanya dari tangan Klara. Sedangkan Klara hanya asik memakan cemilan itu sambil sesekali menghindari tangan Laras yang ingin mengambil kembali cemilannya.
" ih kembalikan kak.. " kata Laras yang masi belum menyerah untuk mengambil kembali cemilannya yang di rampas ole Klara.
" bagi dikit dek " kata Klara sambil terus mengunnya cemilan yang dia masukkan ke dalam mulutnya Tampa dosa dan sesekali menghindar dari Laras yang ingin mengambil cemilannya itu.
" malas, kamu aja yang pergi ambil lagi dek. Sekalian ambilkan kakak minum sama eskrim " kata Klara yang menghindar dari Laras dan sembunyi di balik sofa yang di duduki kedua orang tuanya.
" kalian itu kenapa sih, bikin pusing momy saja liat kalian yang saling kejar - kejaran tidak jelas begitu gara - gara cemilan " kata Angel yang sudah mulai jengah dengan kelakuan dua anak gadisnya itu.
" iya Dady juga pusing liat kalian " kata Bram yang menyetujui apa yang di katakan angel
" kak Klara tuh mom dad yang mulai duluan " kata Laras yang mengadu ke pada kedua orang tuanya berharap di bela keduanya agar Klara mengembalikan cemilannya itu.
__ADS_1
" Klara jangan ganggu adeknya, lihat tuh jadi nggambekkan " kata Bram yang membela Laras saat melihat Laras memasang muka cemberutnya sambil bersedekap dada dan berhenti mengejar Klara yang masi asik memakan cemilan itu.
" iya sayang jangan ganggu adeknya, lihat tuh mukanya sudah jelek karna di tekuk " kata anggel yang juga ikut membela Laras tapi dengan menyelipkan godaan buat Laras yang sedang marah.
" ih mana ada mom, imut gini di bilang jelek " kata Laras yang tidak setuju dengan apa yang di katakan anggel
" hihihi iya kamu jelek dek kalau lagi mara gitu " kata Klara yang ikut menggoda Laras yang sekarang semakin marah.
" huh au ah, Laras mara sama kalian bukanya belain Laras ini malah mengatai Laras jelek " kata Laras sambil berjalan ke arah sofa dengan menghentak - hentakkan kakinya dan duduk dengan cara menghentakkan bokongnya dengan keras ke sofa.
" iya deh ini kakak kembalikan " kata Klara sambil memberikan tempat cemilan yang dia rebut dari Laras tadi. Laraspun menerimanya dengan senyum cerah dan lekas kan memakan kembali cemilannya tapi saat dia ingin meraih cemilannya ternyata sudah tidak ada lagi yang tersisa di dalam sana Karan Klara sudah menghabiskannya.
" IH KAK KLARA, INI SUDAH TIDAK ADA LAGI. KAKAK TEGA SIH NGEHABISIN, PADAHALKAN INI KESUKAAN LARAS HUH " kata Laras yang berteriak kepada Klara yang tenyata sudah berlari ke arah dapur sambil tertawa saat mendengar teriakan kencang dari Laras.
" Astaga sayang suara kamu cempreng sekali " kata Bram yang mengatakannya secara spontang saat Laras berteriak kencang dan dia dengan anggel langsung menutup telingan mereka yang terasa sakit karna mereka dekat dengan Laras. Anggel yang mendengar apa yang di katakan Bram lekas memukul lenganya saat melihat tatapan marah Laras.
" jangan bilang begitu ih, lihat tuh anaknya " kata anggel sambil menunjuk Laras yang melihat ke arah mereka dengan nyalang.
" Huh intinya Laras ngambek, by " kata karas dan langsung pergi ke kamarnya karna kesal dengan kejailan kakaknya itu.
__ADS_1