
Seakan mereka bisa bertelapati lewat mata klarapun menampilkan pandangan seolah bertanya " kenapa kau ada di sini? "
Raka yang melihat mata klara juga menampilkan tatapan mata seolah menjawab pertanyan klara " karna kalau ingin melihatmu yang susah sekali di temui " dan begitulah seterusnya sampai terdengar suara mc panitia yang menginstruksikan bahwa babak final akan segera di laksanakan.
" di babak final ini akan ada 5 pertanyaan yang akan berlangsung seperti halnya dengan babak ketiga tadi, tapi di babak final ini nilai point dari masing - masing soal akan sesuai dengan tingkat kesulitan soal. " kata panitia mc yang lagi - lagi menjelaskan bagaimana jalannya babak final akan berlangsung.
" nilai ponit pada soal pertama terdapat 50 point, soal ke dua 100 point, soal ke tiga 200 point, soal ke empat 350 point, dan soal ke lima 400 point. Jadi apakah kalian siap untuk babak final ini? kata panitia itu yang memberitahu tentang tingkatkan point pada setiap soal.
" SIAP " teriak semua orang yang ada di tempat itu termasuk ke dua peserta kecuali klara yang hanya diam sambil menyimak perkataan panitia itu yang seketika dia memiliki ide agar dia tidak terlalu lelah menjawab soal - soal itu dan raka yang juga hanya diam sambil terus memperhatikan klara yang menurutnya itu lebih menarik di pandang daripada yang lain.
" ok ayo kita mulai babak final ini " kata panitia itu yang akan memulai babak final yang di tunggu - tunggu itu dan babak finalpun di mulai.
Babak final itupun berjalan dengan baik dan lancar, tetapi yang membuat beberapa orang heran adalah klara yang sangat santai dan hanya duduk diam selama soal pertama sampai soal kedua yang berjalan saat ini klara hanya diam tanpa ada minat untuk menjawab ataupun mencorek - corek kertas yang di berikan kepada peserta untuk mencari Jawaban soal pada babak final ini.
Samapai di soal ketigapun klara hanya diam sambil memperhatikan jalannya babak final dan ke dua peserta yang saling berebut untuk menjawab soal ke tiga itu, sikap tak pedulinya klara membuat ibu tika yang berada di tempat duduk para pembimbingpun menjadi panik dan was - was karna dia mengira bahwa soal - soal yang di bacakan panitia mungkin terlalu sulit untuk klara sehingga klara hanya diam.
Di soal ketiga klara hanya terdiam dan Sikap acuh tak acuhnya yang melihat semua peserta yang berlomba-lomba untuk menjawab soal yang diberikan oleh panitia pembaca soal Olimpiade. Pada soal ke tiga ini kedua peserta yang berlomba untuk menjawab kecuali klara yang masi hanya menonton kedua peserta itu di tempatnya, tidak ada di antar mereka berdua memberikan jawaban yang benar sehingga panitia melempar soal itu ke klara.
__ADS_1
" sayang sekali jawaban anda juga salah, baik bagaimana dengan peserta nomor satu apakah bisa menjawab soal ke tiga ini? " tanya panitia kepada klara yang sedari tadi hanya menonton jalannya babak final dari tempat peserta yang di sediakan oleh para panitia.
Klara yang mendengar apa yang di katakan panitia itupun lekas maju ke arah papan tulis tampa menjawab pertanyaan dari panitia, klara lekas menulis jawaban soal ketiga yang di bacakan oleh panitia tadi dan setelah menulis jawabannya klara lekas kembali ke tempat duduknya tampa mengatakan apa - apa.
Semu orang yang melihat apa yang di lakukan klara hanya diam karna sàat ini klara menampilkan muka datar dan dinginnya, entah ada apa dengan klara seakan tidak mau di ganggu oleh siapapun. Panitiapun lekas melihat jawaban klara dan mengumumkan bahwa jawaban klara benar dan klara mendapatkan 200 point pertamanya.
Babak final itupun di lanjutkan dengan panitia membacakan soal ke empat dan kelima, pada kedua soal itu kedua peserta yang menjadi rival klara, lagi - lagi mereka berdua tidak bisa menjawab atau lebih tepanya jawaban mereka berdua itu salah katna kedua soal yang menurut mereka mereka berdua, soal itu terlalu sulit untuk di pecahkan.
Berbeda halnya dengan klara yang langsung memencet tombol yang ada di depannya dan langsung maju ke depan tampa menunggu panitia mempersilahkanya maju terlebih dahulu dan langsung menjawab soal nomor empat dan lima dengan cepat, tepat dan benar.
Semua orang yang berada di tempat olimpiade itu ada yang melihat klara dengan perasaan kagum, bangga, iri, dan benci. Berbagai perkataan yang mengolok - olok klara serta mengagumi kepintaran klara yang masi bisa klara dengar walau mereka berbisik - bisik secara berkelompok.
" iya sih keren tapi kok kesannya sombong sekali sih, iya ngak sih? "
" sombong bagaimana maksudnya! "
" lo perhatiin ngak sih kalau dia itu baru mau jawab soal - soal sulit doang, padahal di soal nomor satu dan dua dia malah hanya santai - santai tampa ingin bergabung untuk saling berebut dengan peserta lain. "
__ADS_1
" iya sih, tapi sikapnya itu loh yang membuat dia keren "
" idih, iya keren tapi kalau nyatanya dia bisa menjawab kalau dia suap salah satu panitia bagaimana! apakah dia masi keren? "
" yah ngak lah, emang kamu tau dia menyuap salah satu panitia dari mana? "
" yah elah kan gue bilang itu hanya sekedar andai, bukannya dia menyuap salah satu panitia betulan.
Begitulah kiranya berbagai bisik - bisikan yang di dengar klara yang dimana pemerang utama yang sedang di gosip hanya terlihat acuh tak acuh dengan semua bisik - bisikan itu, seolah - olah bukan dia yang sedang di bicarakan.
...****************...
" babak final telah selesai, seperti yang kita lihat total point masing - masing peserta yaitu peserta nomor 3 mendapatkan 50 point dengan berhasil menjawab soal nomor satu, peserta nomor 2 mendapatkan 100 point dengan berhasil menjawab soal nomor 2, dan peserta nomor 1 mendapatkn yang berhasil menjawab 3 soal berturut - turut yaitu soal nomor 3, 4, dan 5 dengan jumlah point 950. " kata panitia yang mengumumkan jumlah point dari masing - masing peserta.
prok prok prok
Tepuk tangan dari penonton saat panitia mengumumkan jumlah point masing - masing peserta.
__ADS_1
" berdasarkan jumlah point dari masing - masing peserta yang saya bacakan bisa kita simpulkan, juara ke tiga kita adalah peserta nomor 3. Silakan peserta nomor tiga untuk maju ke depan untuk menerima piagam dan hadis yang akan di berikan oleh investor utama kita yaitu tuan muda raka. " kata panitia itu lagi yang mempersilahkan peserta nomor 3 untuk maju agar menerima piagam dan hadis yang akan di berikan secara langsung oleh investor utama olimpiade itu yaitu raka.
Raka yang mendengar namanya di sebutpun langsung berdiri dari tempat duduknya dan lekas berjalan menuju ke panggung untuk memberikan piagam dan hadia kepada peserta. Saat raka menaiki panggung, semua investor yang ingin mengambil perhatian raka lekas menyambut raka dengan berbagai pujian kepada raka.