
" bagus, ayo kita berangkat " kata Raka dan merekapun lekas pergi menuju ke bandara.
Selama di perjalanan menuju ke bandara Raka hanya diam sambil memikirkan beberapa hal sedangkan Gilang diam Karna pusing dengan berbagai jadwal padat Raka yang harus dia rombak.
" maaf tuan muda saya lancang, tapi saya hanya ingin tanya kita di Indonesia berapa lama yah? " kata Gilang yang memberanikan dirinya bertanya setelah lama berperang dengan pikirannya.
" kapan Klara akan pulang? " tanya Raka yang tidak langsung menjawab pertanyaan Gilang.
" kalau tidak salah sekitar dua Minggu tuan " kata Gilang yang hanya pasrah saat mendapatkan pertanyaan seperti itu Karna dia tahu jika tuannya itu akan mengikuti kapan Klara akan pulang.
" berarti kamu sudah tahu jawabannya kan " kata Raka tampah mengalihkan pandangannya ke Gilang yang ada di depannya.
" iya tuan muda, tapi.... " kata Gilang yang tidak langsung melanjutkan perkataannya sebelum dia melihat ekspresi dari Raka Karna dia takut menyinggung Raka.
" tapi apa? " kata Raka yang mengernyitkan dahinya setelah mendengar kata tapi dari Gilang.
" anda punya banyak pertemuan penting dari beberapa investor dan klien penting tuan muda " kata Gilang yang melanjutkan perkataannya dengan sedikit keberanian yang dia kumpulkan.
" lalu menurutmu masa depanku tidak penting begitu hah " kata Raka yang nasi berada di mood booster-nya Karna Masi merasa cemburu dengan keempat teman laki - laki Klara yang ada di Indonesia.
" ma... Maksudnya tuan? " kata Gilang yang tidak paham dengan apa yang di katakan Raka.
" Klara, kita harus menangkapnya " kata Raka dengan pandangan dinginnya yang lurus ke depan
Gilang yang mendengar apa yang di katakan Raka semakin membuatnya bingung dan mengerutkan keningnya. ' apa maksud tuan muda? Tentang masa depannya dan apa hubungannya dengan nona Klara sehingga kita harus menangkapnya? ' kata Gilang yang hanya bisa mengatakan itu semua di dalam hatinya.
" kenapa? Kau tidak paham? " kata Raka yang paham dengan tatapan dari Gilang yang tidak bisa dia tutupi dengan ke keliruannya.
" sa... Saya paham tuan muda " kata Gilang yang hanya bisa berpura - pura paham akan apa yang di katakan Raka.
__ADS_1
" sudahlah kamu diam saja, jomloh sepertimu mana bisa mengerti " kata Raka yang tidak sadar dengan dirinya sendiri.
' lalu anada apa? Bujang tua gitu ' kata Gilang yang seakan - akan ingin berteriak keras di depan telinga Raka. Namun semua itu hanya bisa dia katakan di dalam hatinya.
...****************...
" hati - hati, dan jika ada apa - apa hubungi aku " kata Klara yang saat ini sedang di bandara bersama putra, Angga dan sandi yang ternyata mereka bertiga akan melakukan misi yang berbeda di negara yang sama namun hanya di daerah berbeda.
" iya princes, kamu dan Irman juga harus berhati - hati, ingat tetap waspada dan jangan percaya sama siapapun yang di organisasi kecuali orang kita " kata Angga yang mengingatkan kepada Klara tentang kekacauan yang terjadi di organisasi.
" iya aku sudah paham " kata Klara dengan malas Karna selalu di ingatkan itu - itu terus seakan Klara adalah seorang pelupa. Tapi Klara memang tidak menyadarinya bahwa dia memang kadang - kadang pelupa.
" paham, paham nanti palingan lupa lagi " kata sandi yang memang mereka sudah hapal dengan kelakuan Klara yang di luar nalar itu.
" diam Lo " kata Klara sambil menatap tajam ke arah sandi yang sedang menampakkan muka menyebabkannya.
" oh iya Irman Diaman? Kok tidak ikut ngantar sih? " kata sandi yang baru sadar jika Irman tidak ada di sana.
" ini perasaanku saja atau memang organisasi ingin membuat kita kelelahan dan sibuk? " kata sandi yang merasa jika organisasi ingin mempersulit kelompoknya.
" kamu baru menyadarinya? " kata putra yang merasa kasihan kepada sandi tang memiliki otak yang agak lambat berpikir dan tidak memiliki kepekaan tinggi seperti mereka berempat.
" tapi kenapa! Kan mereka sudah berhasil menyingkirkan Tania kita " kata sandi lagi yang mengingat pertama kali mereka mengetahui jika Tania telah meninggal dalam melakukan misi.
" yah Karna kalian ada di pihakku, sehingga mereka mengawasi kalian selalu keluarga angkat ku" kata Klara yang menjawab kekeliruan sandi.
" oh iya juga yah " kata sandi yang baru menyadarinya, sedangkan ketiga orang yang melihat muka polos dan Tampa dosa membuat mereka semua merasa jengah dengan kelakuan abstraknya.
Tidak terasa mereka mengobrol bersama sampai pengumuman keberangkatan pesawat mereka telah di umumkan sehingga mereka bertiga terpaksa harus meninggalkan Klara dengan para bodyguard yang di sediakan oleh Bram untuk Klara.
__ADS_1
" jalan " kata Klara yang menyuruh bodyguard yang menjadi sopirnya untuk menjalankan mobil itu.
" baik nona, maaf sebelumnya nona ini kita langsung pulang atau anada akan ke suatu tempat terlebih dahulu? " tanya bodyguard yang menjadi sopir itu sebelum melajukan mobil yang dia akan bawa.
" pulang" kata Klara singkat Tampa mengalihkan pandanganya dari kaca jendela mobil yang ada di samping kanannya.
" baik nona " kata bodyguard itu dan diapun menjalankan mobil itu menuju ke mansion yang selama ini mereka tinggali di Indonesia.
Klara yang sedang melamun dengan memikirkan banyak hal di kepala kecilnya dan merasa damai selama tiga hari di Indonesia Tampa ada gangguan pun membuatnya nyaman sampai tiba - tiba mobil yang dia tumpangi berhenti di tempat yang sepi Tampa ada yang lalu lalang.
" ada apa? " kata klara yang merasa herang dengan apa yang terjadi sehingga mereka berhenti di sana.
" ada tiga mobil yang sedang menghadang jalan kita nona " kata bodyguard itu saat melihat tiga mobil yang sedang menghadang mobil mereka di depan sana.
" periksa " kata Klara yang menyuruh bodyguardnya itu ikut keluar untuk memeriksa apa yang sedang terjadi di depan sana.
" tapi nona... Nanti tidak ada yang menjaga anda jika saya keluar " kata bodyguard itu yang tidak berani meninggalkan Klara sendirian di sana.
" saya bisa jaga diri sendiri " kata Klara yang ingin meyakinkan bodyguard itu agar keluar Tampa memikirkan dirinya.
" biar saya sendiri saja yang keluar nona " kata bodyguard yang satu di samping pengemudi Karna dia juga tidak mau jika Klara sendirian Tampa pengawasan.
" kalian berdua saja " kata Klara yang mengambil posisi malas.
Buk buk buk
bunyi baku hantam yang terjadi di depan mobil bodyguard Klara yang ada di depan mobil mereka saat mereka keluar.
" cepat batu mereka " kata Klara lagi yang menyuruh keduanya untuk membantu teman mereka yang ada di mobil depan itu.
__ADS_1
" baik nona " kata bodyguard itu yang pada akhirnya menuruti perkataan dari Klara setelah melihat teman mereka kalah jumlah dari musuh