Transmigrasi Tania

Transmigrasi Tania
BAB 26


__ADS_3

" ASTAGA KLARA " kata anggel dan klarapun langsung berlàri menaiki tangga sambil memegang paha ayam yang di ambil nya sebelum lari menuju tangga.


...****************...


" hallo dad " kata klara yang sedang menelpon bram di kamarnya setelah selesai mandi.


" iya sayang ada apa! tumbeng kamu telpon dady di jam segini " kata bram di seberang telpon.


" hehehe ngak apa - apa kok dad, dady masi di kantor? " tanya klara.


" iya dady masi di kantor sayang, kenapa! kamu mau ke sini? " kata bram yang bertanya balik kepada klara.


" iya dad, klara boleh main ke kantor dadykan? " tanya klara lagi yang meminta persetujuan kepada bram.


" boleh kok sayang, kapanpun kamu mau kamu boleh kesini " kata bram yang memperbolehkan klara untuk datang ke kantor.


" tapi klara tidak menganggu kan dad? " tanya klara lagi yang takut menganggu pekerjaan dadynya.


" tidak ko sayang, malahan dady senang kalau kamu mau ke sini " kata bram lagi.


" ok deh dad, klara otw ke kantor dady yah " kata klara lagi yang memberitahukan kepada bram bahwa dia akan ke kantor dadynya sekarang.


" ok sayang sampai ketemu di kantor dady " kata bram juga.


" ok dad, by.. " kata klara dan telpon itupun terputus.


...****************...


" mom klara izin ke kantor dady yah " kata klara saat telah sampai di ruang keluarga dan melihat anggel yang sedang menontong tv.


" kamu tidak makan siang sama momy dulu sayang? " tanya anggel saat melihat penampilan klara yang siap untuk pergi.


" mungkin lain kali aja mom soalnya klara tadi habis makan siang sama guru pembimbing klara. " kata klara sambil berjalan menuju ke anggel dan berpamitan untuk pergi.


" yah sudah, kamu hati - hati yah " kata anggel


" oh iyah kamu mau momy bantu ke masing barang - barang bawaan kamu tidak? " tanya anggel yang mengingat bahwa klara akan pergi menginap di hotel.

__ADS_1


" tidak perlu mom, klara tadi sudah mengemasi barang - barang bawaan klara kok " kata klara yang memberi tahu anggel bahwa dia telah selesai mengemasi barang - barangnya.


" baiklah kalau begitu, kamu hati - hati yah saat bawa motor " kata anggel lagi.


" sip mom " kata klara dan langsung berjalan keluar dari mansion besar keluarganya.


...****************...


Brum brum brum


Setelah sekitar tiga puluh menit klara bermotor ke kantor dadynya kini klara telah sampai di parkiran perusahaan dadynya dan berniat untuk langsung naik ke ruangan dadynya dengan berbekal ingatan yang klara miliki.


Klarapun masuk ke dalam perusahaan tampa memperhatikan sekitarnya dan memasang muka datar. Yah klara akan hangat dan cerewet kepada keluarganya saja dan akan membentengi dengan muka datar dan dingin jika bertemu musuh dan orang yang tidak di kenal nya. Banyak bisik - bisikan kagum dan terpukau dengan penampilan klara serta beberapa yang iri dengan klara, klara mendengar semuanya walaupun dia menuliskan pendengarannya dan tidak ambil pusing dengan itu semua.


tok tok tok


" masuk " kata orang yang ada di dalam ruangan yang bertuliskan CEO.


Klarapun langsung masuk ke dalam ruangan itu setelah mendapat persetujuan dari dalam.


" hai sayang, ayo kamu masuk dan duduk duluh Yah. ada beberapa hal yang harus dady kerjakan dulu. " kata bram yang menyuruh klara duduk di sofa yang ad di ruangan itu.


" pak kata di bidang IT masalahnya semakin parah pak, mereka tidak ada yang bisa melawan virus yang di kirimkan penyerang itu pak " kata salah satu pegawai laki -laki yang ada di samping dadynya klara.


" ayo kita ke sana, sebisa mungkin suruh mereka untuk mengamankan data - data penting perusahaan agar kita tidak rugi besar " kata bram sambil berdiri dari duduknya.


" dady boleh aku ikut? " kata klara yang ingin ikut dengan dadynya.


" boleh sayang, ayo kamu ikut saja daripada kamu di sini sendiri duduk sampai bosan. " kata bram yang memperbolehkan klara untuk ikut ke ruang IT.


Saat perjalanan menuju ke ruangan IT klara hanya diam dan mendengarkan secara diam - diam yang mereka bicarakan sehingga klara paham apa yang sedang melanda kantor dadynya. Merekapun sampai di ruangan IT dan di dalam sana terlihat banyak orang yang mondar mandir kesana kemari.


" salam bos " kata mereka setelah menyadari bahwa bram ada di sana.


" hmm bagaimana perkembangannya? " tanya bram yang langsung menuju ke monitor terbesar yang ada di ruangan itu.


" kami hanya mampu mempertahankan beberapa berkas penting bos dan beberapa proyek kita yang belum di luncurkan. " kata salah satu karyawan di sana yang menurut pengamatan klara bahwa dia adalah bos di ruangan itu.

__ADS_1


" apakah tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengambil kembali yang telah mereka ambil dan menyerang mereka? " tanya bram sambil melihat smua orang yang ada di ruangan itu sehingga mereka semua hanya terdiam dengan pertanyaan bram.


" perusahaan dady lagi di serang hacker? " tanya klara di tengah - tengah kesunyian di ruangan itu karna pertanyaan bram tadi.


" iya sayang, perusahaan dady di serang, dan sudah banyak berkas rahasia dan beberapa proyek yang belum di luncurkan dia ambil oleh mereka. " kata bram yang menjawab pertanyaan klara.


" mereka! apakah yang menyerang kantor dady ada beberapa orang? " tanya klara lagi saat mendengar apa yang di katakan bram.


" iya sayang, ada sekitar sepuluh akun yang menyerang kantor dady. " kata bram lagi.


" apakah kamu kenal seseorang yang bisa membantu dady sayang? arau mungkin teman kamu ada yang bisa membantu dady? " tanya bram kepada klara yang berharap bahwa klara bisa memberi dia jalan keluar.


" suruh kak angga kesini saja dad, dia bisa membantu dady kok. " kata klara yang menyuruh dadynya untuk memanggil angga.


" memangnya kakak kamu bisa sayang? " tanya bram yang tidak terlalu yakin dengan perkataan klara.


" kak angga bisa membantu kok dad " kata klara yang meyakinkan dadynya.


" baiklah, dady aka menyuruh orang untuk menjemput kakak mu secepatnya. " kata bram sambil mengambil hpnya yang ada di dalam saku jasnya.


...****************...


" ada apa dad! kenapa dady suruh orang untuk menjemput angga? " tanya angga setelah dia sampai di perusahaan dan memasuki ruang IT setelah menempuh perjalan selama lima belas menit dari sekolah.


" angga bisa bantu dady untuk melawan para hacker yang menyerang kantor dady? " tanya bram sambil melihat ke arah angga.


" memangnya ada berapa hacker dad? " tanya angga saat mendengar kata beberapa dari bram.


" sekitar sepuluh orang nak " kata bram yang berharap kepada angga.


" walaupun angga bisa melawan mereka, tapi angga hanya bisa melawan minimal tiga atau dua dad " kata angga sambil memperhatikan layar besar yang ada di depan merek.


" tenang aja kak, kak angga hanya akan melawan dua orang dan sisanya biar klara yang ngelakuin " kata klara yang dari tadi hanya diam sambil memperhatikan komputer yang mati di depannya.


Perkataan klara sontak membuat semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arahnya yang sedang asik mengetik sesuatu pada keyboard komputer yang layarnya mati.


" maaf nona, tapi komputer itu sudah mati dari tadi karna terserang virus yang di kirim para hacker. Kamipun tidak ada yang bisa memperbaikinya lagi. " kata salah satu karyawan laki - laki yang berdiri di belakan kursi klara.

__ADS_1


__ADS_2