
" kepada para kepala sekolah dan guru pembimbing masing - masing ketiga peserta di persilakan untuk maju ke depan untuk mengambil sesi foto bersama " kata panitia yang mempersilahkan kepala sekolah dan guru pembimbing dari ketiga peserta itu, sesi berfoto berlangsung dengan berbagai foto yang di ambil oleh para panitia.
POV KLARA ON
" ah sial, kenapa harus datang bulang sekarang sih " kata klara saat ingin berangkat ke tempat olimpiade di langsung kan.
" cih, gara - gara ini gue jadi bad mood kan " kata klara lagi sambil berjalan menuruni tangga untuk turung ke lantai bawah dengan menampilkan muka datarnya sambil mulut yang berkomat kamar entah apa yang di katakan klara hànya dia yang tahu, sampai dia di lantai satu dan langsung menuju ke ruang makan untuk sarapan sebelum ke tempat olimpiade di laksanakan.
Jika kalian bertanya kenaoa klara tidak kembali ke hotel, jawabannya hanya satu yaitu oeang tuanya tidak mau ke golongan lagi soal makanan klara sehingga momynnya klara meminta kepada raka agar klara tidak perlu bermalam di hotel.
Kembali lagi ke klara yang langsung meminum susu coklatnya dan memakan roti panggang selai coklat yang ada di piringnya tampa mengatakan apapun sampai dia menghabiskan sarapannya dan berjalan ke arah kedua orang tuanya dan lekas menyalinlmi tangan keduanya tampa mengatakan apapun dan lekas pergi dari ruang makan menuju ke luar dan langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya ke tempat olimpiade di laksanakan.
" ada apa dengan klara dad? " tanya anggel kepada bram yang herang dengan sikap klara yang hanya menampilkan muka datarnya tampa mengatakan apapun sampai dia pergi dari meja makan.
" lah mana dady tahu, malahan dady mau tanya sama momy ada apa dengan klara! " kata bram yang juga tidak tahu apa yang terjadi oleh klara.
" momy juga tidak tahu dad " kata anggel dan langsung melihat ke arah kedua anaknya yang masi asik memakan sarapan mereka berdua.
" kalian berdua ada yang tahu apa yang terjadi sama klara? " tanya anggel kepada kedua anaknya itu.
" laras tadi dengar kak klara marah - marah karna dia kedatangan tamu hari ini " kata kata yang memberitahukan kepada mereka yang ada di meja makan kenapa klara bisa menjadi seperti itu.
" oalah, pantas saja itu muka datar terus. Kedatangan tamu toh " kata anggel sambil menggeleng - gelengkan kepalanya dan melanjutkan sarapanya.
__ADS_1
" kedatangan tamu bulanan? maksudnya apa mom? " kata angga saat mendengar perkataan momynnya dan laras.
" urusan perempuan sayang " kata anggel yang mengetahui kebinggunan anaknya.
" oh, aku selesai. mom, dad aku berangkat " kata angga dan lekas pergi dari ruang makan setelah menyalim kedua tangan orang tuannya.
" hati - hati sayang " kata anggel saat angga telah melangkahkan kakinya keluar dari mansion.
" laras juga pamit yah mom " kata laras yang mengikuti angga menyalimi kedua orang tuanya dan keluar.
...****************...
Saat ini klara telah berada di gedung tempat olimpiade akan di laksanakan dan langsung saja dia melangkah ke arah ruangan tempat olimpiade itu dengan tetap mempertahankan muka datarnya.
" Bu, klara mau makan coklat " kata klara saat telah sampai di depan tempat duduk ibu tika yang di sediakan untuk guru pembimbing peserta olimpiade.
" coklat? " kata ibu tika yang bertanya kepada klara untuk memastikan pendengarannya tidak salah.
" iya bu, coklat " kata klara sambil menunjukkan pupy elsnya berharap permintaannya di turuti.
Ibu tika yang mendengar apa yang di katakan klara dan melihat betapa lucunya klara, ibu tika langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karna tidak kuat saat melihat klara yang mengemaskan. Pada saat ibu tika mengalihkan pandangannya ke arah lain, tampa sengaja dia melihat ke arah kedua peserta yang lainnya yang sedang serius belajar dan mendengarkan nasehat para guru pembimbing mereka masing - masing sehingga dahinya mengerut keherangan.
" coklatnya nanti saja Yah, lebih baik kamu belajar seperti peserta yang lain " kata ibu tika yang langsung mengeluarkan buku pelajaran matematika yang ada di dalam tasnya.
__ADS_1
" Tidak, klara hanya mau coklat sekarang " kata klara yang tidak mau belajar
" kan coklatnya bisa nanti saja " kata ibu tika yang mencoba membujuk klara yang entah kenapa hari ini dia tiba - tiba menjadi manja yang menurutnya agak aneh karna tidak biasanya klara akan bersikap seperti ini.
" ih klara mau coklat sekarang bu...., kalau tidak ada coklat nanti klara tidak mau lanjut olimpiade. " kata tika yang ngambek karna keinginannya tidak di penuhi.
" eh! jangan, iya iya ibu akan belikan coklat yah. Tunggu sebentar ibu carikan coklat, ok. " kata ibu tika yang langsung pergi mencarikan coklat untuk klara karna ibu tika tahu bahwa ancaman klara yang dia katakan tadi tidak main - main saat melihat bagaimana klara mengatakannya dengan serius.
Pada akhirnya keinginan klarapun terpenuhi dan pada sàat panitia mengumumkan tentang peraturan babak final yang akan di mulai klara tiba - tiba memiliki rencana agar dia tidak perlu terlalu mengeluarkan banyak tenaga untuk babak final ini.
" wah peraturannya sangat membantu, ternyata nasib gue hari ini masi ada yang baik " kata klara di dalam hatinya yang merasa senang dengan pengumuman yang di beritahukan oleh panitia, walaupun di dalam hati klara senang dia tetap menampilkan muka datarnya tampa ada raut senang di sana.
Tetapi siapa sangka dengan kedatangan tiba - tiba raka yang membuat mood klara tambah buruk saat raka memasuki ruang olimpiade itu dengan di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dan berbagai tatapan menambah oleh semua kaum hawa yang ada di ruangan itu.
" ngapain tu bocah di sini, itu juga mata para perempuan kenapa liar banget sih liat ke manusia dengan spesial pria yang sempurna itu. " kata klara di dalam hatinya tiba - tiba tidak suka dengan tatapan menambah dari para perempuan kepada raka.
" eh lah kenapa gue gini sih " kata klara lagi di dalam hatinya yang tersadar dari pikiran konnyolnya itu.
Tampa di sengaja kini tatapan mereka saling bertemu dan saling memberikan tatapan seakan mereka bertelapati dan saling mengerti sampai panitia menyatakan babak final di mulai dan klarapun melancarkan rencananya dengan lancar dan tampa hambatan.
Samapai babak final itu selesai dan kini klara telah berada di depan raka yang akan menyerahkan piala, piagam, mendali emas dan uang sebesar 5jt usd sebagai juara pertama dari olimpiade matematika itu.
POV KLARA END
__ADS_1
" selamat karna telah mendapatkan juara pertama, dan tunggu aku kita akan pulang bersama ke rumahmu karan momy bilang untuk datang ke mansion bersamamu " kata raka di samping telinganya setelah menyerahkan berbagai penyerahan yang di dapatkan klara selaku juara pertama olimpiade matematika itu