Transmigrasi Tania

Transmigrasi Tania
BAB 32


__ADS_3

Cklek


" tuan muda, ada keluarga nona klara yang datang " kata gilang saat dia telat terlihat dan berdiri di pintu ruangan itu.


" biarkan mereka masuk " kata raka yang mempersilahkan keluarga klara masuk.


Anggel, bram, laras dan anggapun langsung menasuki ruang rawat inap klara saat telah di persilakan masuk oleh gilang yang menjaga di depan pintu.


" apa yang terjadi dengan klara! kenapa dia bisa begini? " tanya anggel saat telah sampai di samping brangka klara, kepada raka yang berada di dalam ruangan klara saat mereka masuk.


" alergi makanan " kata raka yang dengan muka datanya tampah mengalihkan tatapanya kepada klara.


" alergi! apakah klara memakan makanan yang terdapat campur dengan jamur? " kata bram yang kaget dengan jawaban yang di katakan raka.


Raka yang mendengar apa yang di katakan brampun, mengerutkan keningnya.


" gilang " kata raka yang memanggil gilang ke dalam ruangan.


" katakan " kata raka saat gilang susah berdiri di sampinya.


" baik tuan, didalam makanan nona klara terdapat rempah - rempah biasa, kacang - kacangan, jamur, dan.. " kata gilang yang terputus dengan perkataan bram.


" astaga klara benar - benar memakan makanan yang terdapat jamur! jadi bagaimana? apakah dokter telah menanganinya? apakah klara sudah di operasi untuk mengeluarkan jamur itu dari perutnya? apa kata dokter? " kata bram yang bertanya kepada gilang saat mendengar apa yang di katakan gilang tadi. Raka yang mendengar berbagai pertanyaan dari brampun semakin membuat keningnya berkerut setelah mendengar kata operasi.


" tenang tuan, nona klara sudah baik - baik saja kata dokter " kata gilang yang menjelaskan kepada bram karna dia tahu bahwa tuanya tidak akan menjelaskan apapun kepada mereka.


" tidak bisa, angga kamu lekas telpon dokter pribadi klara. kita harus mengeceknya ulang kalau tidak itu akan membahayakan nyawa klara. " kata bram yang masi tidak bisa tenang denga keadaan klara.

__ADS_1


" hiks hiks hiks, iya sayang kamu telpon dokter pribadi klara ke sini. aku takut klara akan seperti dulu, yang bagaikan putri tidur yang tidak bangun dari mimpi indahnya. " kata anggel sambil membelai rambut klara dan mencium punggung tangan klara.


" cepat angga " kata bram lagi yang memerintahkan kepada angga.


" baik dad " kata angga dan lekas mengambil hpnya yang berada di saku celananya.


" dad, momy takut klara akan seperti dulu. Ini semua salah momy yang tidak menjaga pola makan klara dengan baik hiks hiks hiks " kata anggel yang masi menagis sambil memegang tangan kata yang dingin.


" hiks mom tenang mom, kak klara orang yang kuat. Pasti kakak akan sembuh dan kembali seperti semula lagi " kata laras sambil memegang pundak anggel dari samping.


" bagaimana angga! apa katanya? " kata bram saat melihat angga kembali ke dalam ruangan setelah menelpon dokter pribadi klara di luar ruang rawat inap klara.


" katanya lima belas menit lagi dia kesini " kata angga yang memberitahukan kepada bram, brampun hanya menganggukan kepalanya saat mendengar apa yang di katakan angga dan lanjut memperhatikan klara yang terbaring di atas brangka tika sakit itu.


Raka yang duduk di sofa yang ada di ruangan itu dengan gilang yang berdiri di sampingnya hanya memperhatikan apa yang terjadi di ruangan itu tampa bersuara ataupun bertanya apa yang terjadi. Lima belas menit kemudian dokter yang di telpon anggapun datang sesuai yang di janjiannya.


" obat bius! apakah maksud dari dokter albert bahwa yang menangani klara tadi adalah anda? " tanya bram yang tidak paham dengan apa ya g di katakan oleh dokter albert.


" betul pak, saya yang menangani nona klara karna saya sekarang di pindah tugaskan ke sini " kata dokter albert yang membenarkan perkataan bram.


" huf syukurlah kalau anda yang menangani klara, karna saya hanya bisa tenang jika anda yang menangani langsung anak saya " kata bram yang bernafas lega dengan apa yang di katakan oleh dokter albert.


" jadi bagaimana keadaan anak saya sekarang dok? " tanya bram kepada dokter albert tentang kondisi klara sekarang.


" sekarang keadaan nona klara sudah lebih baik dari tadi dan sekarang kita hanya tinggal menunggu pengaruh obat bius yang di hirup nona klara menghilang " kata dokter albert yang menjelaskan keadaan klara sekarang.


" baik dok terimakasih karna sudah menyelamatkan putri saya " kata anggel yang ikut tenang saat mendengar bahwa klara sudah baik - baik saja sekarang.

__ADS_1


" itu kewajiban saya nyonya, yang lebih pantas mendapatkan perkataan itu adalah tuan muda raka karna membawa nona klara dengan tepat waktu sehinga kami dapat menyelamatkan nona klara. " kata dokter albert sambil melihat kepada raka yang duduk di sofa ruangan itu.


" kalau begitu saya pamit dulu nyonya dan tuan, kalau terjadi sesuatu an ada boleh menghubungi saya " kata dokter bram yang berpamitan untuk kembali ke ruangannya kembali.


" iya dok " kata anggel yang mengiyakan perkataan dokter albert.


Sepeninggal dokter albert dari ruangan itu, semua orang beralih melihat ke arah raka dan gilang yang masi setia diam di sanĂ . Brampun melangkah ke arah raka dan duduk di sofa singel yang ada di depan raka sambil mengulurkan tangan ya ke arah raka untuk berjabat tangan sambil berkata.


" halo tuan muda Raka, perkenalkan Bram Putra Mahesa saya selaku dadynya klara mengucapkan banyak terima kasih kar a susah mau menolong putri saya. " kata bram yang berterima kasih kepada raka.


" Saya selaku investor terbesar di olimpiade matematika yang di ikuti klara meminta maaf atas kejadian ini " kata raka ya g langsung to the point.


" anda investor olimpiade yang di ikuti anak saya? " tanya bram yang kaget dengan apa yang di katakan oleh raka.


" iya, dan tolong katakan kepada klara jika olimpiade akan di mundurkan dua hari kemudian " kata raka yang memberitahukan kepada bram tentang pengunduran jadwal olimpiade.


" baik tuan muda, dan sekali lagi terima kasi karna telah menyelamatkan putri saya " kata bram ya g kembali berterima kasi kepada raka.


" sama - sama, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu " kata bram sambil berdiri dari sofa dan memperbaiki jas yang di kenakannya.


" tunggu dulu tuan muda, boleh kan saya mengundang tuan muda raka untuk makan malam di rumah kani sebagai tanda terima kasi kami " tanya anggel yang ingin mengundang raka makan malam di rumah mahesa.


" boleh " kata raka yang langsung menyetujui undangan yang di katakan anggel.


" terima kasih tuan muda, kami akan mengajari ada untuk waktu makan malamnya nati setelah klara sembuh dan menyelesaikan olimpiadenya " kata anggel lagi dan walapun hanya menganggukan kepalanya dan langsung beralih melihat kepada gilang, seakan tahu apa yang di inginkan tuan mudahnya hilangkan langsung memberikan kartu nama kepada anggel.


" anda bisa menghubungi saya nanti nyonya mahesa " kata gilang sambil membungkukkan badannya ke arah anggel.

__ADS_1


" baik tuan, terima kasih '' kata anggel yang mendapatkan anggukan dari keduanya dan merekapun lekas keluar dari ruang inap klara.


__ADS_2