
" Oh iya, jangan lupa dengan makan malamnya yah klara. Setelah ini kamu langsung saja mandi dan berdandan cantik, ok " kata ibu tika yang mengingatkan klara sebelum mereka masuk ke kamar mereka masing - masing.
Klara yang mendengar ocehan dari ibu tika pun hanya menganggukan kepalanya dan langsung masuk ke dalam kamar.
...****************...
Malam pun tiba dan makan malam yang di jadwalkan di jam tuju malam itu akan segera tiba.
tok tok tok
" klara, apakah kamu sudah selesai bersiap? " tanya ibu tika yang tadi mengetuk pintu kamar klara.
tok tok tok
" klara, buka pintunya
tok tok tok
" klara.. " kata ibu tika yang terpotong karna mendengar suara pintu di buka.
cklek
__ADS_1
" astaga bu, ini masi jam enam, kenapa ibu sudah seheboh ini? " tanya klara yang merasa terganggu dengan keheboan yang dilakukan ibu tika.
" Astaga klara, kamu belum juga bersiap - siap? ini sudah jam berapa! ayo cepat kamu harus mandi dan dandan yang cantik, astaga apakah nanti akan keburu. Bagaimana kalau kita nanti telat dan menyinggung investor itu? " kata ibu tika yang kembali beb sambil mendorong klara masuk ke kamar masi yang ada di kamar klara.
" kalau ibu takut telat, bagaimana kalau ibu ke tempat perlakuan itu saja dulu. Nanti saya nyus ibu dalam tuju menit kemudia. " kata klara yang memberikan saran kepada ibu tika.
" memangnya tidak apa - apa Yah? " tanya ibu tika yang ragu akan saran yang di berikan klara.
" iya bu, tidak apa - apa. Kan perjamuannya masi dua puluh menit lagi. " kata klara sambil melihat jam yang ada di dinding kamar hotelnya.
" baiklah ibu duluan, nanti kalau kamu sudah selesai langsung menuju ke restoran yang ada di lantai atas hotel ini dan sebutkan saja reservasi atas nama CEO RA KUSUMA GRUP. " kata ibu tika yang menjelaskan kepada klara dimana tempat perjamuan itu berlangsung.
" iya bu, lantai atas! di lantai berapa bu? " tanya klara yang tidak tau di lantai berapa restoran hotel itu berada.
" siap bu, silahkan ibu duluan nati saya langsung menyusul ibu kalau saya susah selesai " kata klara yang mengantar ibu tika keluar dari kamarnya dan ibu tika pun hanya menurut saja di antar ke depan kamar klara.
...****************...
sembilan menit berlalu dan klara sedang melangkah ke arah ruangan yang di tunjukkan kepadanya setelah bertanya dimana reservasi atas nama CEO RA KUSUMA GRUP.
cklek
__ADS_1
tak tak tak
Baru beberpa langkah klara masuk ke ruangan itu klara sudah bisa melihat ibu tika yang berbicara dengan seorang laki - laki yang duduk agak jauh dari ibu tika yang menurut klara agak familiar menurutnya. Ibu tika dan laki - laki itupun menoleh ke arah pintu masuk saya mendengar siaran langkah kaki yang mendekat sehinga klara dan laki - laki itu saling tatap beberapa saat.
" kak raka? " kata klara saat melihat siapa laki - laki itu.
" hai klara, kita bertemu lagi " kata raka sambil menampilkan senyum penuh artinya.
" wah kalian saling kenal! Kebetulan sekali, ayo sini klara, ini pak raka yang menjadi investor di olimpiade yang sedang kamu ikuti. " kata ibu tika yang memberitahukan kepada klara.
" dan pak raka, ini anak didik saya yang mengikuti olimpiade yang kita cerita tadi " kata ibu tika yang memberitahukan ke pada raka.
" kami sudah saling kenal ko bu, dan ini pertemuan kedua kami. Iya kan klara " kata raka yang kembali tersenyum ke arah klara.
" iya bu kami saling kenal " kata klara yang merasa ada yang aneh dengan senyum yang raka berikan kepadanya.
" saya tidak menyangka kalau klara yang kami cerita tadi adalah kamu, oh iyah selamat yah karna kamu sudah lolos sampai ke tahap tiga ini. " kata raka yang mengulurkan tangannya kepada klara dan klarapun menerima uluran tangan itu hingga raka menarik tangan klara sampai klara terduduk di bangku dekat kevin.
Akh
" Eh! " kaget ibu tika saat melihat apa yang di lakukan raka kepada klara sampai klara dan raka duduk berdampingan. Klarapun langsung menatap tajam ke arah kevin yang tidak terima dengan perlakuan raka.
__ADS_1
" duduk di samping saya, saya tidak terlalu suka duduk dengan orang asin " kata raka yang berbisik di dekat telinga klara.
" ha! orang asing katakanya? terus gue apa? orang kita baru ketemu dua kali aja malah sudah merasa seperti sudah kenal lama " kata klara di dalam hatinya saat mendengar apa yang di katakan raka.