
" ha! orang asing katakanya? terus gue apa? orang kita baru ketemu dua kali aja malah sudah merasa seperti sudah kenal lama " kata klara di dalam hatinya saat mendengar apa yang di katakan raka.
" karna klara sudah datang, bagaimana kalau kita makan malam terlebih dahulu? " kata raka yang mulai berbicara setelah beberapa saat ruangan itu diam karna aksi dari raka yang menarik klara.
" iya tuan muda, itu ide yang baik " kata ibu tika yang langsung saja menyetujui perkataan raka sedangkan klara hanya menganggukan kepalanya sekali sebagai tanda persetujuannya.
" pelayan " kata raka dan seketika beberapa pelayang masuk membawa beberapa menu makanan sehingga memenuhi meja bundar yang besar di depan mereka.
" saya tidak tahu selera makan kalian jadi saya pesan semua menu terbaik di restoran ini " kata raka saat semua menu yang dia pesan telah tersedia di atas meja.
" terima kasi tuan muda, apapun yang anda pesan kami pasti akan terima " kata ibu tika lagi sedangkan klara hanya diam tanpa ingin menimpali perkataan keduanya.
" baiklah silakan nikmati " kata raka yang mempersilahkan untuk memulai makan malam itu dan merekapun makan tampa ada perbincangan lagi.
Klarapun juga lekas mengambil beberapa makanan. dan langsung memakan yang dia ambil tampa bertanya itu apa. Saat siapa ke dua tiba - tiba klara merasakan panas di tengorokannya dan gatal - gatal.
klang
" huk huk.. ssst gatal, hung pa nas " kata klara sambil memegang tengorokannya dan tangan satu lagi mengaruk pergelangan tangannya.
" astaga klara kamu kenapa? " tanya ibu tika yang kaget dan langsung berdiri menghampiri klara, saat klara menjatuhkan sendoknya dan memegang lehernya.
" hung bu tenggorokan saya panas huk huk " kata klara yang beberapa kali terbatuk saat berbicara dengan ibu tika.
" kenapa kamu bisa begini! apa yang kamu makan? " tanya raka yang mulai panik melihat kondisi klara.
" GILANG... " teriak raka yang memanggil asistennya yang sedang berjaga di depan ruang VVIP itu.
cklek
" ada apa tuan? " tanya gilang yang langsung memasuki ruangan itu saat dia mendengar namanya di panggil.
__ADS_1
" cepat siapkan mobil di parkiran khusu, kita ke rumah sakit " kata raka dan langsung menggendong tubuh klara keluar dari ruangan itu menuju ke parkiran khusus hotel dengan mengunakan lif khusus.
Gilang yang mendengar perintah dari raka langsung melaksanakan apa yang di perintahkan kepadanya.
" mobil audah siap tuan dan saya sudah menghubungi rumah sakit terdekat untuk bersiap untuk kedatangan kita di sana. " kata gilang yang melaporkan kepada raka saat mereka berjalan keluar dari lif.
Raka yang mendengar laporan dari gilang hanya menganggukan kepalanya dan mempercepat langkahnya. Sedangkan ibu tika tidak ikut dengan mereka dan di suruh kembali ke kamar hotel terlebih dahulu oleh gilang dan akan melaporkan kepada ibu tika tentang kondisi klara sehingga ibu tika setuju dengan apa yang di katakan gilang.
" lebih cepat gilang " kata raka yang menyuruh gilang untuk membawa mobil yang mereka tumpangi untuk lebih cepat lagi.
" baik tuan " jawab gilang dan langsung menaikkan laju mobil yang mereka tumpangi.
" bertahanlah klara " kata raka yang semakin khawatir kepada klara yang mulai tidak sadarkan diri saat sampai di parkiran khusus.
brum crit
" tuan kita telah sampai " kata gilang yang langsung memarkirkan mobil di dekat ruangan ICU dan rakapun langsung menggendong tubuh klara keluar mobil yang langsung si sabut oleh beberapa perawat dan dokter.
" cepat periksa dia, kenapa dia bisa begitu? " kata raka saat dia telah menyimpang tubuh klara di atas brangka.
" tuan muda, sepertinya nona ini mengalami alergi terhadap makanan dan jika tebakan saya benar kita harus cepat menanganinya terlebih dulu " kata dokter itu dan langsung memberikan perintah kepada para perawat untuk mendorong brangka itu ke ruang gawat darurat.
" apapun itu kalian haru menyelamatkan dia " kata raka yang semakin khawatir saat mendengar apa yang di katakan dokter itu.
" baik tuan " kata dokter itu dan merekapun lekas pergi ke ruang rawat darurat.
...****************...
Sudah satu jam lebih klara di tangani oleh beberpa dokter tapi sampai sekarang belum ada yang keluar untuk memberi tahukan kepada raka apa yang terjadi di dalam sana. Raka yang semakin khawatir menjadi tidak tenang.
" gilang kamu urus semuanya, dan jika klara tidak sadarkan diri kamu harus mengundurkan jadwal olimpiade besok karna aku tidak mau klara menjadi kecewa nanti. " kata raka yang memberikan perintah kepada gilang
__ADS_1
" baik tuan " kata gilang
" dan jangan lupa untuk memberikan kabar kepada guru pembimbing klara serta keluarganya jika klara masi di tangani oleh dokter. " kata raka lagi.
" baik tuan " kata gilang dan langsung melangkah pergi untuk melakukan apa yang di katakan raka.
cklek
" bagaimana keadaannya dok " kata raka saat melihat dokter keluar dan langsung menghampirinya untuk menanyakan kondisi klara.
" nona sudah stabil tuan dan dia sudah membaik, hanya saja bengkak di tangannya buru beberapa waktu untuk kembali semula karna nona sempat mengaruknya bunga bengkak " jelas dokter itu yang memberitahu kepada raka jika klara sudah membaik.
" huf baik lah dok, kalau boleh tahu dia alergi apa dok? sampai dia begitu? " tanya raka kepada dokter yang menangani klara.
" kalau itu, kita harus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahuinya. kecuali mungkin nona atau keluarganya yang lain sudah tahu dia alergi apa, ada bisa menanyakan kepada mereka " kata dokter itu yang juga tidak tahu klara alergi dengan apa.
" baiklah dok " kata raka yang paham denga apa yang di katakan dokter itu.
" baiklah, nona klara akan di pindahkan ke ruang rawat inap dan anda bisa menj3nguknya nanti di sana " kata dokter itu yang memberitahukan kepada raka bahwa klara akan di pindahkan.
" pindahkan dia ke ruang VVIP rumah sakit ini dok " kata raka yang ingin tempat terbaik untuk klara.
" baik tuan, kalau begitu saya peemisi " kata dokter itu dan langsung pergi saat mendapatkan angka kepala dari raka.
...****************...
" kenapa kamu secoroboh itu sih, masa kamu tidam tahu kalau kamu alergi sama sebuah makan " kata raka yang tidak habis fikir dengan klara.
" apa jangan - jangan kamu lupa kalau ada alergi? tapi mana mungkin! " kata raka yang masi tidak habis fikir dengan kejadian hari ini. Raka yang bicara sendiri di ruanga itu karna klara yang belum sadarkan diri membuat orang yang melihatnya mungkin akan berpikir dia sedang gila karna mengoceh sendirian untuk mencari tahu jawaban dari semua ini.
cklek
__ADS_1
" tuan muda, ada keluarga nona klara yang datang " kata gilang saat dia telat terlihat dan berdiri di pintu ruangan itu.
" biarkan mereka masuk " kata raka yang mempersilahkan keluarga klara masuk.