
" sudah nona " kata salah satu dari mereka yang merupakan kapten dari bodyguard yang di utus Dady Klara.
" apa yang kamu katakan kepadanya? Dan apa yang di katakan Dady?" kata Klara yang meminta penjelasan kepada kapten itu.
" saya mengatakan jika kita telah sampai dengan selamat dan tinggal di sebuah mansion milik teman nona, dan tuan besar mengatakan jika kami harus terus mengawasi nona karna tuan besar Masi tidak percaya jika nona memiliki teman di Indonesia yang merupakan negara asing bagi nona....." kata kapten bodyguard itu secara panjang dan Masi banyak lagi yang dia ceritakan sesuai dengan apa yang di katakan kepada Bram dan apa yang di katakan Bram kepada kapten itu.
" hmm bagus, kalian boleh lanjut tetapi jangan katakan jika mansion ini terletak di tengah hutan belantara, kalian paham " kata Klara yang memperingati kepada para bodyguard itu.
" PAHAM NONA " kata mereka serentak dan klarapun lekas pergi setelah mendapatkan jawaban dari para bodyguard itu.
...****************...
tok tok tok
Setelah mengetuk pintu tiga kali, Klara langsung masuk kedalam tanpa menunggu jawaban dari dalam.
krek
" ada apa kakak mengumpulkan kita semua? " kata Klara setelah masuk dan langsung berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan itu.
" kebiasaan buruk " kata Angga yang melihat kebiasaan Klara tidak berubah dari dulu.
" kakak ingin membicarakan tentang selama berita kamu yang sudah meninggal di organisasi kami sempat mencari tahu penyebab dari bocornya misi yang kamu kerjakan kepada musuh. " kata putra yang mengawali pembicaraan serius itu agar segerah di mulai Tampa adanya perdebatan dana candaan lagi.
" lanjutkan " kata Klara yang ingin mendengar apa yang di temukan para kakak - kakaknya itu.
" ternyata misi yang kamu kerjakan waktu itu adalah jebakan yang di buat oleh atasan dengan bersekongkol bersama orang - orang yang tidak menyukaimu. " kata Angga yang ikut menimpali perkataan putra dan Klara.
" mereka melakukan itu Karna atasan berpikir jika kamu adalah ancaman untuk posisinya saat ini " lanjut sandi yang ikut menimpali juga.
" dan yang paling mengagetkan adalah orang itu ikut dalam rencana ini " kata irman yang juga ikut menimpali.
" orang itu? " kata Klara yang tidak mengerti siapa yang di maksud dengan kata orang itu.
" orang yang kamu anggap sahabat baik, padahal aku sudah bilang kalau dia itu bukan orang yang baik " kata Irman lagi yang sangat membenci orang yang mereka bicarakan.
__ADS_1
" oh dia, aku sudah tahu jika dia terlibat " kata Klara yang sekarang tahu siapa yang di maksud Irman Karna orang itu adalah sahabat baiknya tapi ternyata menusuknya dari belakan.
" oh jadi sekarang princes matanya sudah terbuka " kata sandi yang juga ikut kesal saat mendengar pembicaraan antara Klara dan Irman.
" dari dulu kata princes tidak tertutup ataupun buta tapi dia ingin bermain - main waktu itu tapi princes malah melupakan orang itu saat melakukan misi " kata Angga yang menceritakan tetang apa yang sebenarnya terjadi
" maksudnya apa? " kata Irman yang mulai dengan mode lalodnya.
" maksudnya princes cuma mau bermain " kata sandi lagi yang menjelaskan kepada Irman yang mulai tidak mengerti dengan pembicaraan mereka.
" jadi selama ini? " kata sandi yang terpotong dan langsung melihat ke arah Klara. Klara yang melihat dan mendengar perkataan merekapun menganggukkan kepalanya sekali bertanda menyetujui perkataan mereka.
" tapi kenapa bisa kecolongan? " kata putra yang masi tidak terima dengan kematian Klara saat itu.
" entah, itu yang ku cari tahu " kata Klara yang juga tidak tahu kenapa dia bisa kecolongan.
" baiklah, kita akan cari tahu dan membalasnya juga " kata putra dengan nada dinginnya.
" tapi aku merasa jika ada orang yang membantunya di belakan sampai bisa secerdik itu " kata Klara yang mengatakan tentang kecurigaannya.
" akan ku cari tahu " kata Angga yang mulai ikut bicara setelah lama diam.
" baiklah, tapi kita akan apakan atasan yang bodoh itu? " kata Irman yang ingin memberi pelajaran kepada atasannya yang dia anggap tidak becus dan tidak berguna itu.
" kita bermain " kata Klara dengan senyum liciknya yang biasa dia tampilkan jika ingin bermain.
" hah baiklah, jika kamu yang mau begitu " kata putra yang membiarkan Klara bermain.
" tapi ingat agar terus waspada, kakak tidak mau kejadian waktu itu terulang lagi Karna tidak mungkin kamu akan di beri kesempatan seperti ini lagi nanti " kata putra yang memperingati Klara agar kali ini tidak terlalu menyepelekan mainannya itu.
" iya kak " kata Klara yang mengerti akan kekhawatiran mereka kepadanya.
...****************...
Sedangkan di suatu negara Raka sedang memandangi kaca jendela kamar yang menampilkan pemandangan kota yang pada akan aktivitas yang di lakukan penduduknya.
__ADS_1
" Gilang " panggil Raka Tampa mengalihkan pandanganya dari padatnya kota itu.
" saya tuan muda " kata Gilang yang langsung menghampiri Raka saat mendengar namanya di panggil.
" bagaiamana kabarnya? " kata Raka lagi yang hanya melihat lurus ke depan seakan memikirkan sesuatu yang rumit.
" menurut yang saya dengar nona Klara sedang bepergian tuan muda " kata Gilang yang membaca laporan yang dia terima dan mengerti siapa orang yang di maksud tuan mudahnya itu.
Raka sedang ang mendengar laporan dari Gilang pun mengerutkan alisnya dan langsung membalikkan badannya menghadap ke arah Gilang.
" dia kemana? " tanya Raka yang meminta penjelasan dari Gilang.
" maaf tuan, anak buah kita tidak bisa melacaknya. Entah bagaimana tetapi kami tidak menemukan jejak perjalanan nona Klara " jelas Gilang dengan cepat Karna melihat muka dingin Raka yang tidak bersahabat.
" kenapa bisa? apakah kinerja kerjamu mulai menurun hmmm? " kata Raka yang tidak terima dengan laporan dari Gilang yang membuat dia tidak puas.
" maaf tuan " kata Gilang lagi yang hanya bisa meminta maaf
" cari tahu secepatnya " kata Raka dengan nada dinginnya.
" baik tuan muda, saya permisi " kata Gilang dan lekas keluar dari sana setelah mendapatkan persetujuan dari Raka
" kamu kemana? " kata Raka sambil melihat lurus ke depan dengan tatapan kosongnya.
" kamu mau kabur dari saya? " kata Raka lagi setelah beberapa menit terdiam dengan pikiran - pikiran negatifnya yang mengira Klara berusaha untuk menghindarinya.
" jangan harap kamu bisa pergi dari saya " kata Raka dengan rahangnya yang mengeras pertanda dia sangat marah dan ingin segerah menangkap Klara yang selalu membuatnya tidak tenang.
...****************...
" hacchu " suara bersing Klara secara tiba - tiba saat dia sedang mengunyah cemilannya sambil menonton drama kesukaannya.
" kenapa tiba - tiba dingin yah? " kata Klara sambil mengelus pundaknya yang tiba - tiba merasa kedinginan.
" hmm mungkin hanya perasaanku saja " kata Klara dan malah melanjutkan menonton dan mengunyah cemilannya.
__ADS_1