
Sebelumnya....
Valdo dan ibunya, Huria merupakan korban ledakan bom saat mereka berada dalam perjalanan pulang setelah menghadiri sebuah pesta jamuan para orang-orang yang memiliki kekuasaan. Yang menjadi sorotan publik ialah keberadaan suami Huria sekaligus ayah Valdo yang bernama Emric. Pesta yang berlangsung dari awal hingga akhir Emric tidak menunjukkan batang hidungnya.
Valdo ketika menginjak umur sepuluh tahun hingga empat belas tahun dia mencari tahu sedikit tentang keluarganya dan sudah cukup mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Dia mendesak sang ayah untuk menelusuri kasus kematian ibunya namun Emric hanya diam dan memilih menyiksa Valdo. Jika Valdo mempertanyakan tentang kematian ibunya Emric tidak segan menyiksa Valdo bahkan bawahannya kerap terlibat dalam aksi penyiksaan sang anak.
Tidak mendapatkan keadilan dan kasih sayang yang seharusnya dapatkan dari seorang ayah Valdo bertekad keluar dari rumah. Dan keputusannya itu disetujui sang ayah.
"jika kau ingin pergi dari rumah ini pergi lah. Tapi dengan satu syarat" ucap Emric penuh tekanan membalikan badannya menghadap Valdo yang berdiri tegap meski badannya masih terluka akibat penyiksaan kemarin siang oleh bawahan Emric.
"kutegaskan kau jangan pernah mencari tahu penyebab kematian ibumu" ucap Emric dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"ingat itu, Val. Lalu, meski pun kau tidak tinggal di sini lagi aku akan memindahkan semua apa yang seh menjadi milikmu" ucap Emric melangkah mendekati anaknya.
Bugh
Emric memukul untuk terakhir kalinya.
"keluar lah aku tidak membutuhkan anak sepertimu" ucap Emric membalikkan badan membelakangi Valdo. Terlihat mata Emric berkaca-kaca.
" dan satu lagi mulai saat ini aku mengakhiri hubungan kita. Tunggu apalagi. Cepat pergi dari tempatku " ucap Emric dengan nada bergetar namun berusaha dia tahan.
Valdo melangkah pergi waktu yang sama Rowan mengikutinya dengan perasaan campur aduk. Hubungan anak dan ayah harus terputus karena masalah yang cukup pelik. Rowan merupakan seorang pengasuh sekaligus orang kepercayaan Huria semasa hidupnya. Ketika Huria meninggal Rowan memutuskan untuk merawat dan membesarkan Valdo dan tentu saja disetujui Emric. Emric sejak kematian istrinya dia tidak peduli dengan apa yang terjadi dan yang dilakukan Valdo.
__ADS_1
Valdo semakin membenci sang ayah sampai saat ini.
Sebelum pergi Valdo menemui teman perempuannya yang sebaya dengannya. Memakan waktu sepuluh menit agar sampai di rumahnya tapi saat sampai dia tidak menemukan temannya itu. Valdo semakin resah. Dia menjerit sejadi-jadinya memukuli badan mobil dengan kedua tangannya. Dan yang bisa menenangkannya hanya Rowan.
..._____________...
Valdo mengikuti pelajaran secara khusus sesuai usianya. Dia sangat pintar dan cerdas tidak memakan waktu lama untuk mengajarinya.
Sementara waktu dia tinggal di perusahaan milik ibunya. Tiga tahun dia habiskan belajar dan bekerja. Meski kebanyakan waktu yang dia gunakan hanya untuk bekerja. Di tengah kesibukan pekerjaannya Valdo memerintahkan Rowan untuk menemukan teman perempuannya itu. Butuh waktu satu tahun setengah untuk menemukannya meski Rowan dalam pencariannya dihiasi ocehan dan uring-uringan Valdo. Rowan memang memiliki stok kesabaran seluas kebun kelapa sawit.
Valdo merasa cukup senang saat mendapat kabar jika temannya itu berhasil ditemukan. Valdo tersenyum lebar menyandarkan tubuhnya dikursi kebesarannya seraya menatap langit ruangan.
__ADS_1