Tuan... Cinta Ya, Bilang Cinta

Tuan... Cinta Ya, Bilang Cinta
19


__ADS_3

Di tempat yang hanya Pealga dan anak buahnya ketahui. Pealga rela bolos sekolah hanya untuk memenuhi perasaan yang terus bergejolak dalam dirinya ketika Valdo mengatakan lakukan saja apa yang kau inginkan. Jiwa lain dalam diri Pealga seolah mendapat panggilan dan mengharuskan dirinya melakukan perintah layaknya seorang majikan yang menitah bawahannya.


"perasaan ini terus saja menggangguku sedari laki-laki itu mengatakan sesuatu yang mampu membuatku tidak berdaya" gumam Pealga menuju satu pintu pintu terbuka beberapa orang menyambutnya dengan sangat sopan bahkan tidak ada yang berani menatapnya langsung. Anak buah Pealga tahu apa yang dirasakan tuannya setelah mendapat perintah mereka harus membawa orang-orang yang ditangkap malam tadi. Ya, orang-orang yang mereka tangkap malam tadi adalah sekumpulan laki-laki dewasa yang menculik dan menyekap Aileen.


"apa kalian yakin salah satu dari mereka tidak ada yang lolos? kudengar pagi hari tadi mereka berusaha kabur. Apa itu benar?" tanya Pealga membersihkan kacamatanya dengan sebuah lap khusus seraya menatap anak buahnya.


"ya, ser. Kami yakin dari mereka tidak ada satupun yang berhasil keluar dari tempat ini" ucap salah satu anak buah.


"jika itu terjadi aku pastikan kalian membayarnya. Kalian keluar lah aku ingin sendiri dulu" ucap tegas Pealga.


Setelah kepergian anak buahnya. Tinggal lah Pealga sendiri.


Dia mulai ambruk nafas terengah-engah sambil memegang kepalanya.


"ini terjadi lagi. Padahal sejauh ini aku belum pernah lagi merasakannya. Sesuatu hal menjijikan yang ada dalam diriku" gumam Pealga salah satu tangan yang bertumpu ke meja dan satu tangan lagi memegangi dadanya.


Pealga meraih sebuah pistol dia menembakkan ke sembarang arah. Anak buah yang berada di luar saling pandang satu sama lain. Dari arah luar orang kepercayaan Pealga berlari tergesa-gesa. Orang kepercayaan Pealga tahu jika ada yang tidak beres setelah mendapat perintah dari Pealga untuk tidak membebaskan para lelaki dewasa itu.

__ADS_1


Orang kepercayaan Pealga segera membuka pintu dan melihat ruangan sudah berantakkan dan banyak bekas tembakkan. Dia perlahan menghampiri Pealga yang terduudk di lantai membelakanginya.


"ser-" ucapnya terhenti kala mendapat tatapan yang sudah lama tidak pernah dia lihat.


Tatapan yang haus akan membunuh. Pealga si pembunuh berdarah dingin.


"tenang lah. Anda bisa melihatku? jika bisa berikan sebuah kode yang biasanya anda lakukan"


Pealga melepaskan pistolnya.


Orang kepercayaan Pealga sekaligus seseorang yang bisa menenangkan Pealga hingga saat ini dia adalah adik kandung nya sendiri yang bernama Franky. Franky sudah tahu apa yang terjadi dengan kakaknya. Pealga akan hilang kendali jika ada yang mengusik orang yang disayanginya.


Valdo saat mendorong tubuh Pealga hingga membentur tembok sebenarnya dia melakukan bukan tanpa sebab melainkan menempelkan alat penyadap yang berukuran sangat kecil dan bisa hancur menjadi debu jika Valdo menekan sebuah tombol yang terletak digelang berwarna hitam yang pasti dia pakai setiap hari. Dan Pealga tidak akan menyadarinya.


Franky mengeluarkan botol parfum berukuran kecil lalu mengarahkan kehidung Pealga. Dengan mencium wangi parfum tersebut Pealga akan tenang kembali seperti sebelumnya.


"bagaimana? merasa lebih baik?" tanya Franky yang khawatir dengan kondisi kakaknya.

__ADS_1


"aku baik-baik saja" ucap Pealga dingin beranjak bangun menyingkirkan tangan Franky yang ingin membantunya.


"aku tidak setua itu jadi kau jangan bersikap seperti ini" ucap ketus Pealga.


Franky hanya terdiam. Pandangannya mengikuti kemana pun Pealga bergerak.


"apa ini karena wanita itu? wanita yang selalu mendengarkan permainan alat musikmu saat kau berada di taman" ucap Franky yang penasaran kenapa kakaknya bisa kembali lagi seperti dulu. Padahal sisi lain dari kakaknya yang sama sekali tidak diharapkan kemunculannya.


"kau jangan berharap lebih padanya. Apalagi saat ini yang berada disisinya bukan kau saja" ucap jelas Franky membuat Pealga menatap nyalang padanya.


Pealga adalah orang yang bermain alat musik yang menggunakan stik biola dan pagar saat di taman tempo hari. Dari awal masuk sekolah Aileen selalu menghentikan langkah kakinya untuk mendengarkan permainan musik darinya yang menurutnya unik begitu juga Valdo. Valdo tidak mendengarkan permainan alat musik melainkan mengikuti langkah kaki Aileen.


Beberapa saat Pealga tidak menyadari jika ada yang memperhatikannya. Namun, satu waktu dia memergoki Aileen dan Valdo memandang kearahnya dengan ekor matanya. Dan saat itu juga Pealga yang sedang kabur dari rumah memutuskan untuk bersekolah dan sekelas bersama Aileen dan Valdo.


Di kediaman Ghimaz tidak ada satu orang pun yang mau mendengarkan permainan alat musik dari Pealga yang menurut mereka aneh. Dan yang mau mendengarkannya hanya ibunya dan adiknya Franky.


Lalu, sang ayah Eldera Ghimaz tidak pernah mengomentari apa yang dilakukan Pealga selama Pealga menuruti semua perintahnya itu tidak masalah untuknya.

__ADS_1


Eldera menjadikan anak tertuanya ini sebagai mesin pembunuh.


__ADS_2