
Ternyata seseorang yang menerobos masuk keberadaan mereka ialah teman sekelas Aileen saat menyontek jawaban ujian mata pelejaran Sejarah. Dia bernama Pealga.
Pealga yang berada di minimarket yang sama dengan Aileen awalnya dia ingin meminta maaf perihal menyontek tadi namun niatnya diurungkan kala melihat Aileen yang diseret paksa sekumpulan lelaki dewasa.
Pealga dengan membawa sebuah paralon dengan menahan rasa takutnya dia menantang sekumpulan lelaki dewasa itu.
"berhenti mengganggunya atau aku akan memukul kalian dengan benda ini tanpa belas kasih" ucap Pealga terbata karena jujur saja badannya gemetar ketakutan.
"wah wah wah ada pahlawan nasional" ucap ejek salah seorang lelaki. Kedua mata Pealga dengannya saling beradu.
"bukan pahlawan nasional, bodoh. Mana mungkin seorang pahlawan berpenampilan layaknya orang bodoh seperti ini"
Sebelumnya, Pealga sudah menghubungi pihak keamanan.
"aku harus bertahan sampai mereka datang ke tempat ini," gumam Pealga yang terlihat jelas cemas melihat kondisi Aileen.
Aileen berusaha terbangun agar bisa memastikan siapa yang datang untuk menolongnya.
Sreeet
Rambut panjang yang sering menutupi wajahnya sekarang terlihat jelas terpampang wajah Aileen seperti apa. Pealga yang melihatnya baru kali pertama membuat jantungnya berdetak seperti arena pacuan kuda.
Aileen dengan air mata yang membanjiri pipi gembulnya wajahnya yang kotor akibat menahan tendangan tersenyum lebar mengarah pada Pealga. Pealga terdiam terpaku.
"cantik dan imut," gumam Pealga.
Meski gerakan mulut Pealga mengerti apa yang diucapkan Aileen. Aileen mengucapkan terima kasih padanya.
__ADS_1
Greeep
Pealga memegang erat paralon berniat memukul salah satu lelaki itu. Setidaknya dia bisa menumbangkan salah satu dari mereka dan tentu saja keberuntungan berpihak padanya. Pealga memukul tepat dibelakang kepala salah satu lelaki dewasa hingga tersungkur ke permukaan tanah.
Kekuatan Pealga mendadak jauh lebih besar padahal sebelumnya dia tidak pernah terlibat pertarungan atau tawuran.
Saat sekumpulan lelaki dewasa itu akan menyerang Pealga secara bergerombol tiba-tiba terdengar suara sirine menandakan datangnya petugas keamanan. Mereka berhamburan kecuali Pealga yang bergegas mendekati Aileen.
"kau tidak apa-apa?" ucap Pealga dengan nada penuh kekhawatiran mengangkat kepala Aileen kepangkuannya.
"aku baik-baik saja. Ini sudah biasa terjadi padaku" ucap Aileen tersenyum tipis.
"aku akan membawamu ke rumah sakit. Ayo bangunlah" ucap Pealga berusaha membantu membangunkan Aileen tapi perbedaan positif tubuh mereka Aileen menolaknya dengan halus.
"terima kasih. Kau tidak perlu bertindak sejauh ini aku bisa mengobati lukaku saat tiba di rumah. Sebaiknya kita pulang saja. Aku ingin membersihkan tubuhku" ucap Aileen beranjak berdiri menyeka wajahnya dengan punggung tangannya.
Aileen berjalan di depan diikuti Pealga beberapa petugas keamanan menghampirinya.
Aileen mengangguk kecil. Dia duduk dibelakang mobil petugas keamanan. Petugas keamanan itu memberikan kotak peralatan pengobatan pada Pealga.
"aku akan mengobati lukamu. Apa kau tidak keberatan?" tanya Pealga dengan nada lembut.
Aileen menagguk kecil.
Dari dalam mobil Valdo melihat mereka menaikkan satu alisnya.
"bocah tengik," gumam kesal Valdo memperhatikan mereka.
__ADS_1
Sebelumnya, saat Valdo dna sopir ingin masuk ke ruangan di mana Aileen berada tiba-tiba suara sirine menghentikan aksi mereka. Valdo sama sekali tidak ingin terlibat dengan anggota petugas keamanan karena menurutnya sangat ribet dan menyebalkan jika harus berurusan dengan mereka. Akhirnya Valdo dan sopir meninjau dari kejauhan. Hanya memastikan kondisi Aileen. Saat melihat Aileen keluar bersama Pealga semakin membuat Valdo menghentikan apa yang akan dia lakukan sedari tadi. Namun, tetap saja Valdo sangat marah kala melihat wajah Aileen yang kotor dan terdapat goresan luka.
Ditengah kekesalan, kemarahan dan kecemburuan Valdo dia merasa senang karena melihat langsung wajah Aileen dengan memakai pakaian sehari-hari bukan seragam.
"cepat hubungi Rawon. Tanyakan padanya apa dia sudah mendatangi sebuah rumah yang ditempati kedua orang tua beserta ketiga anaknya" ucap Valdo dengan nada datar seperti biasanya.
Sopir tersebut tanpa menjawab segera menghubungi Rawon.
...__________...
Aileen yang sedang diobati oleh Pealga.
"maaf maafkan aku" ucap Pealga tiba-tiba.
Aileen menaikkan satu alisnya.
"a-aku sudah menyontek semua jawaban saat ujian Sejarah hari ini dan hasilnya aku mendapatkan nilai yang sama denganmu" ucap jelas Pealga. Meski jawaban sama dengan Aileen tapi Pealga mengubah beberapa kata dilembar jawaban itu hingga tidak diketahui oleh guru.
Mendengar hal itu Aileen merasa kecewa dia mengepalkan erat tangannya hingga uratnya menonjol. Tapi dia tidak ingin egois bagaimana pun saat ini dia selamat karena pertolongan Pealga.
"ah begitu" ucap singkat Aileen membuat Pealga semakin merasa bersalah.
"aku akan mengikuti ujian ulang. Jadi kau tidak perlu khawatir. Besok aku akan mengakui perbuatanku dihadapan guru" ucap Pealga tersenyum lebar dan Aileen membalasnya dengan senyuman pula.
Di dalam mobil Valdo merasa terbakar padahal ac mobil menyala.
"tuan, Rawon mengatakan jika dirinya sudah mendatangi rumah yang tuan maksud tapi rumah itu kosong tidak siapa pun bahkan tidak ada tanda kehidupan" ucap sopir berusaha menjelaskan agar Valdo tidak marah padanya.
__ADS_1
"euumhh" hanya kata ini yang terdengar ditelinga sopir.
Valdo terus menatap kearah Aileen.