
Di tengah perjalanan Valdo meminta memberhentikan mobilnya. Tergesa-gesa segera keluar dari mobil ternyata Valdo melihat Aileen tidak jauh darinya.
"tuan, jangan lupakan nanti pertemuan dengan tuan Ghimaz pukul satu siang" ucap Rowan sedikit berteriak melihat Valdo bergegas mengejar Aileen.
Rowan menghela nafas kasar. Terbayang wajah ceria Valdo ketika melihat Aileen dari dalam mobil.
"aku tidak tahu persis wanita itu seperti apa tapi aku yakin jika wanita itu wanita yang sangat baik. Kau begitu senang saat melihatnya" gumam Rowan menggelengkan kepalanya sambil berdecak.
"keluar lah. Aku tahu kau menunggu dan mengikuti kami. Sepertinya tuan Reece sudah mengetahuinya" ucap Rowan membalikkan badannya menghadap seseorang yang keluar dari gang sempit di dekat mobil berhenti.
"instingmu masih tajam seperti binatang buas, Rowan" ucap seorang wanita yang terlihat sangat cantik.
Dia adalah Klia adik Reece. Klia tersenyum lebar melangkah mendekati Rowan.
__ADS_1
"bagaimana penampilanku?" tanya Klia memutarkan badannya.
"apa maksudmu?" tanya balik Rowan dengan wajah datar.
"ayo lah. Apa kau tidak lihat aku merubah penampilanku dengan pergi ke luar negri dan memakan biaya mahal agar dia melirikku" ucap kesal Klia yang mendapat respon biasa saja dari Rowan bagaimana dengan Valdo jika Rowan saja seperti itu.
"aku tidak tahu, nona Klia. Dilihat darimana pun anda tetap sama saja dimataku" ucap Rowan yang berhasil memancing kemarahan Klia.
"nona Klia saya harus segera pergi jika perlu sesuatu panggil saja pengawal anda. Aku sedang memiliki banyak pekerjaan jadi tidak bisa menemani anda hari ini dan seterusnya" ucap Rowan ingin segera masuk ke dalam mobil namun segera berhenti mendengar Klia mengucapkan sesuatu.
Rowan tidak ingin lagi pergi berdua bersama Klia yang membuatnya trauma. Rowan harus menemani Klia bermain wahana extrim dilakukannya berulang kali hingga wahana permainan tutup. Setelah itu Rowan dijadikan target balon-balon yang ditempel beberapa bagian tubuh Rowan lalu Klia melemparkan anak panah kecil ke arah balon-balon itu.
"bagaimana jika kakakku tahu ada mata-mata di dalam organisasinya saat ini?" ucap Klia menatap ke atas.
__ADS_1
"kalian pasti akan dilenyapkan saat itu juga. Bukankah begitu, pak tua?ah atau mungkin kau ingin segera mati karena sudah bosan melayani tuan muda-mu? jika begitu aku saja yang menggantikanmu dengan begitu aku dengan leluasa memakaikan dia selimut sapi dan yang terlihat hanya wajahnya saja. Ah pasti lucu sekali "ucap Klia membayangkan Valdo memakai selimut karakter sapi. Dimata Klia Valdo tetap anak kecil pada saat mereka bertemu pertama kalinya.
Klia yang awalnya tomboy seperti lelaki pakaian yang selalu serba hitam sekarang ini dia berubah menjadi feminin karena dia bercinta-cita ingin menjadi seorang ibu. Tapi, tidak ada satu lelaki pun yang ingin dekat dengannya karena pengaruh kekuasaan kakaknya, Reece menjauhkan dirinya dari kaum adam. Bohong jika merasa frustrasi setiap lelaki yang dia sukai akhirnya akan meninggalkannya setelah mengetahui statusnya. Tapi, berbeda jika Valdo Valdo selalu mendengarkan keluh kesah Klia menjadikan hubungan mereka dekat dan semakin dekat saat itu lah Klia mulai menaruh rasa dan mengingat kembali awal pertama bertemu Valdo.
"apa yang nina inginkan? tuan Valdo sudah berangkat sekolah jika ingin bertemu dengannya anda bisa bertemu dengannya nanti setelah urusan kami selesai" ucap ketus Rowan.
"dengar, memangnya aku mengikuti kalian hingga ke sini bukan karena ada sesuatu? aku tidak mungkin melakukan sesuatu jika tidak ada sesuatu yang harus aku sampaikan. Apa kau lupa tujuan kalian masuk ke organisasi kakakku? hah" ucap Klia tatapannya yang berubah menjadi lebih tega s.
Rowan benar-benar melupakan apa tujuannya. Maklum sudah tua. Rowan yang berumur empat puluh sembilan tahun.
"ingat. Nanti malam akan diadakan ujian psikis khusus anggota baru. Bisa saja kau juga termasuk setelah tuan muda-mu melakukannya" ucap Klia berlari-lari kecil berniat menyusul Valdo.
"tidak tidak ini tidak boleh terjadi. Jika itu terjadi padaku bagaimana bisa aku menahannya selama ini aku belum pernah melakukannya dengan wanita mana pun karena sebagian besar hidupku kugunakan untuk bekerja dengan nyonya Huria dan tuan Valdo" gumam Rowan yang terlihat panik takut akan terjadi sesuatu padanya. Dia segera melajukan mobilnya pergi ke suatu tempat membeli banyak obat penawar dengan dosis tinggi.
__ADS_1