Tuan... Cinta Ya, Bilang Cinta

Tuan... Cinta Ya, Bilang Cinta
7


__ADS_3

Valdo terlentang di atas kasur sambil menatap layar ponsel yang berisikan video masa kecil dirinya bersama seorang anak perempuan. Terlihat jelas senyum hangat terukir dibibisr Valdo.


Saat upacara meninggal ibunya Valdo, Huria hanya tatapan tulus yang berasa dari anak perempuan tersebut.


Layar ponsel berdering panggilan masuk dari seseorang.


📱 Tuan, perusahaan di daerah 1 saat ini memerlukan anda. Keadaannya sangat darurat. Saya sudah melakukan apa yang sudah anda perintahkan hanya saja hasilnya-


Valdo: satu jam setengah aku akan berada di tempat.


Valdo menutup panggilan sepihak. Dia segera mengganti pakaian dengan pakaian casual dan topi merah.


"****. Ada apa lagi hingga dia menghubungiku ditengah malam seperti ini" gumam kesal Valdo bergegas segera pergi ke daerah 1.


Diwaktu yang sama Aileen saat ini sedang berada di minimarket untuk membeli makanan ringan untuk menemaninya saat belajar.


Valdo berjalan menjauhi bangunan Hotel BloodX dan seseorang bersama mobilnya menunggu kedatangan Valdo.


Valdo memasuki mobil tersebut dikursi belakang disamping jok sudah ada baju lengkap.


"apa kau yang menghubungiku?" ucap datar Valdo terkesan ancaman.


"i-iya, tuan" jawab terbata seseorang itu.


"bulan ini aku tidak akan memberikanmu gaji" ucap Valdo penuh tekanan.


Deugh


"tapi setelah aku tahu alasan tepat kenapa mengharuskan lu memanggilku aku akan memberikan gajimu dua kali lipat" ucap Valdo dengan senyum tipis.

__ADS_1


Seseorang yang sedang mengemudi merasa lega.


Valdo mengotak ngatik tab yang ada dipangkuannya.


Di minimarket Aileen mengantri di kasir beberapa lelaki umuran dua puluh lima tahun memperhatikannya dari luar.


"apa benar dia orangnya?" tanya seorang lelaki.


"ya kau jangan banyak tanya" jawab seorang lelaki seraya menghisap rokok.


"t-tapi aku tidak percaya"


"kenapa? apa karena kau melihat bentuk tubuhnya hah. Kau ini memangnya wanita cantik saja yang memerlukan banyak uang"


"bukan seperti itu. Tapi wanita seperti dia tidak mungkin menghabiskan uang sebanyak itu. Apalagi dia menghabiskannya hanya dalam waktu dua tahun. Kau tahu kan jumlah yang dihabiskan lima belas miliar. Lima belas miliar, bro"


"sudahlah-"


Jalanan yang sepi. Aileen tidak menundukkan seperti biasa. Dia menatap lurus kedepan sesekali menatap langit malam. Sekumpulan lelaki tadi terus mengikuti Aileen tanpa Aileen sadari.


Dengan sigap salah seorang lelaki dari mereka membekap mulut Aileen dan sebagian lagi menyeret tubuhnya yang gemuk.


Braak


Tas belanja minimarket yang dipegang Aileen terjatuh di tengah jalan. Aileen berusaha meronta agar terlepas dari mereka namun percuma meski tubuh Aileen lebih besar dari mereka tapi kekuatan sekumpulan lelaki itu jauh lebih besar.


Aileen dibawa ke sebuah tempat dengan minim cahaya. Pandangan Aileen mulai kabur dan tidak sadarkan diri.


Diwaktu yang sama Valdo dan seorang sopir yang berada dalam mobil menghentikan laju mobil melihat sebuah tas minimarket yang tergeletak begitu saja di tengah jalan.

__ADS_1


"kenapa berhenti?" tanya Valdo yang masih pokus dengan layar tab.


"sepertinya ada sesuatu yang sengaja diletakkan di tengah jalan. Aku akan melihatnya" jawab sopir itu.


Valdo mengalihkan pandangan dari layar tab menuju kearah luar.


"periksa. Aku tidak ingin ambil resiko. Takutnya ada seseorang yang menjebak dan berusaha mencelakai kita"


Sopir segera turun dari mobil mengerti dengan ucapan Valdo. Setelah melihat dan mengambil tas minimarket itu sopir segera kembali dan memberitahukan apa yang dia temukan.


"sepertinya ini tas belanja milik seseorang yang terjatuh atau sengaja menjatuhkannya" ucap jelas sopir.


"berikan padaku" ucap Valdo yang membuka kaca jendela menerima tas tersebut.


Seketika wajah Valdo terlihat tegang dan cemas.


"ini-" ucapan Valdo terhenti kala melihat dompet kecil milik Aileen.


Ya, Aileen selalu membawa dompet kecil itu. Valdo sangat tahu karena saat Aileen membeli sesuatu di warung menuju sekolah dia selalu membawa dompet itu.


Valdo bergegas keluar dari mobil mengedarkan pandangannya. Dia baru tersadar di mana dirinya saat ini. Wilayah yang tidak jauh dari rumah Aileen.


"dia tidak mungkin meninggalkan barang miliknya dengan ceroboh seperti ini" gumam Valdo yang berjalan tergesa-gesa meninggalkan mobilnya begitu saja dan diikuti sopir yang terlihat bingung karena Valdo tidak bicara dia hanya terlihat panik dan cemas.


"tu-tuan" ucap sopir memberanikan diri.


Langkah Valdo terhenti dengan nafas yang memburu takut terjadi sesuatu terhadap Aileen.


Valdo menoleh kearah sopir dengan tatapan sangat tajam.

__ADS_1


"beri saya perintah dengan senang hati saya akan segera melakukannya" ucap sopir sedikit menundukkan kepalanya.


Valdo menghela nafas kasar berusaha menenangkan diri sedari tadi pikirannya berkecamuk jika hal buruk sedang terjadi pada Aileen.


__ADS_2