
Pealga.
Pealga dari kecil sudah berlatih berbagai senjata. Salah satu yang dia kuasai adalah pistol pistol yang dia buat sendiri dan hanya dirinya yang bisa menggunakannya. Eldera menjadikan anak tertuanya ini dijadikan mesin pembunuh. Membunuh orang-orang yang berani mengusiknya. Sejak umur tujuh tahun Pealga sudah mulai debut menjadi alat pembunuh untuk Eldera. Ya, dia membunuh orang-orang yang membantah kebijakan yang dibuat Eldera. Alat yang digunakannya saat itu sebuah pedang.
Beberapa saat berlalu...
Kehidupan Pealga jauh berbeda dengan Valdo. Pealga yang sedari kecil hanya tahu tentang senjata sedangkan Valdo kenyang dengan berbagai pendidikan akademis dan juga senjata. Pealga menjadi berubah total ketika melihat dengan mata kapala sendiri ibunya diperlakukan tidak baik oleh selir-selir ayahnya hingga meregang nyawa. Seperti diperlakukan tidak senonoh selir-selir itu mendatangkan pria hidung belang yang didapat dari jalanan, menyandera berhati-hari tidak diberi makan dan minum. Saat itu umur Pealga berumur sebelas tahun dan Franky enam tahun mereka harus melihat hal keji terhadap ibunya setiap hari selama satu tahun. Dan akhir dari penderitaan sang ibu difitnah oleh salah satu selir mencuri barang miliknya dan melapornya kada Eldera. Eldera yang terhipnotis dengan kecantikan selir tersebut percaya begitu saja dan menghukum istri pertamanya yang tidak lain ibu Pealga dan Franky dengan mencambuknya hingga tidak bernyawa. Dari kematian ibunya yang disaksikan mata kepalanya sendiri Pealga dan Franky sepakat untuk kabur diumur yang masih kecil. Rencana mereka diketahui oleh beberapa pengawal dan ikut serta dalam rencana untuk kabur dari kediaman yang termewah di kota itu.
Mereka berhasil kabur saat beberapa pengawal mengelabui pengawal lain jika mereka ditugaskan untuk memantau lokasi di ujung barat. Pengawal yang membawa bekal padahal di dalamnya terdapat Pealga dan Franky yang meringkuk.
Langit dan bumi menyetujui pelarian mereka dan berhasil keluar dari kediaman mewah itu dan diberi pengwal yang senantiasa mendampinginya hingga saat ini.
Meski pengawal sudah tidak lagi muda seperti sebelumnya Pealga dan Franky sudah menganggap mereka seperti keluarga. Untuk menjaga diri Pealga dengan telaten mengajarkan mereka beberapa senjata pistol, pedang, belati memanah dan mengendarai alat berat.
..._______________...
Kembali saat ini...
Pealga yang sudah merasa dirinya jauh lebih baik. Dia meninggalkan ruangan menuju tempat sekumpulan lelaki dewasa itu.
__ADS_1
"antarkan aku ke tempat mereka" ucap Pealga yang diikuti Franky dan beberapa anak buah lainnya.
"apa kalian sudah makan siang?" ucap Pealga meski dirinya seorang pembunuh tapi dia masih memiliki sisi lembut dalam hatinya.
Franky dan beberapa anak buahnya yang mengekori Pealga mendengar pertanyaan yang Pealga ucapkan membuat mereka terharu.
"s-sudah. Jika anda merasa lapar kami akan menyiapkan makan siang setelah ini" jawab Franky yang terlihat sangat senang dengan sikap kakaknya meski hanya sesaat. Setelah bertemu lelaki dewasa itu Pealga akan berubah sepenuhnya.
Pealga meraih engsel pintu yang berukuran besar.
Jrrrrrggggg
Langkah kaki jenjang memasuki ruangan itu dengan senyuman smirk.
"kalian terlihat santai sekali. Padahal hidup kalian berada diujung tanduk" ucap Pealga menatap remeh mereka.
"siapa kau? keluarkan kami dari tempat busuk ini" bentak beberapa laki-laki dewasa itu.
Mereka harus membuang air di ruangan yang sama karena sengaja Pealga tidak menyediakannya. Ruangan itu khusus untuk orang-orang yang akan Pealga eksekusi.
__ADS_1
"apa kalian benar-benar tidak mengingatku?" tanya Pealga dingin aura membunuhnya semakin terasa memenuhi ruangan besar itu.
"ayolah lihat baik-baik. Kalian pasti mengingatnya" ucap Pealga menghadap ke arah mereka berdiri tegap lurus dan meraih kacamata yang berada disaku baju seragamnya.
Kumpulan lelaki dewasa itu menatap intens Pealga. Dan mereka baru tersadar siapa lelaki yang ada dihadapannya saat ini.
"k-kau" ucap mereka serempak.
"kau murid culun yang berusaha menolong wanita kerba* itu" ucap salah satu lelaki dewasa.
Tanpa aba-aba Pealga menendang perut lelaki itu dan menginjaknya. Ketika dia mengatakan wanita kerba* emosi Pealga tidak bisa dibendung lagi.
"sialan!" ucap marah Pealga wajahnya merah padam urat diwajahnya terlihat jelas.
"apa aku harus memulai darimu lebih dulu? hah. Sepertinya memang ini yang kau inginkan" ucap Pealga yang siap melenyapkan mereka.
Franky yang menyaksikan kakaknya kembali seperti dulu dia hanya terdiam namun, hati dan pikirannya ingin sekali menghentikannya. Tapi apa lah daya dia tidak ingin kakaknya kecewa terhadapnya. Hanya diri lah yang saat ini Pealga miliki.
Di seberang sana, Valdo mendengar dan membayangkan apa yang sedang terjadi pada Pealga. Valdo yang memasang alat penyadap berukuran sangat kecil di baju Pealga tanpa Pealga sadari.
__ADS_1
"tidak perlu memakai umpan besar. Ikan besar masuk dengan sendirinya ke dalam jaring yang telah kusediakan" gumam Valdo yang saat ini berada di rumah sakit menemani Aileen.