
Masih di ruang UKS.
Valdo dan Pealga masih berada argumen tentang siapa yang mengantar Aileen ke rumah sakit. Akhirnya Valdo memutuskan untuk berbagi tugas. Valdo yang mencurigai Pealga bukan orang biasa saja begitu juga sebaliknya.
"aku ingin kau menemukan siapa orang yang dibalik semua ini setelah itu lakukan saja selanjutnya terserah ap yang kau inginkan" ucap Valdo menatap intens Pealga.
Terlihat Pealga dengan senyum smirknya seperti seorang psikopat.
"apa tidak sebaiknya kita tidak menyerahkannya ke pihak keamanan?" tanya Pealga yang tanpa disadari menjawab pertanyaan Valdo yang semalam dia pikirkan tentang dirinya siapa Pealga sebenarnya padahal kejadian semalam Valdo berada di tempat hanya tidak diketahui oleh Pealga dan Aileen. Valdo mengetahui jika semalam yang menangkap sekumpulan lelaki dewasa itu bukan pihak keamanan kota melainkan para pengawal Pealga. Valdo memiliki kemampuan menghafal postur tubuh hingga mendetail hanya dalam hitungan detik. Jadi dia tahu betul seperti apa bentukan pihak keamanan kota.
"tidak perlu. Akan sangat merepotkan jika berurusan dengan mereka. Aku tidak terlalu menyukai berurusan dengannya" ucap Valdo dengan senyum tipis yang tidak terlihat.
"kau tadi mengatakannya jika aku boleh melakukan apa yang kuinginkan terhadap mereka. Tentu saja dengan senang hati aku akan melakukannya" ucap Pealga dengan bangga.
"ya, setelah itu kau bisa menyusul kami ke rumah sakit" ucap Valdo penuh keyakinan.
Pealga mengisyaratkan menyetujuinya.
"apa aku boleh pergi sekarang dan melakukannya?" tanya Pealga dengan wajah sumiringah tidak dapat disembunyikan lagi sejak Valdo mengatakan boleh melakukan apa yang diinginkannya.
Valdo mengangguk kecil.
__ADS_1
Pealga segera pergi dari ruangan UKS meninggalkan Valdo dan Aileen yang masih terbaring tidak sadarkan diri di brankar.
Valdo duduk di kursi di samping brankar menatap nanar Aileen.
"hei, Aileen. Sampai kapan kau akan tidur? aku akan mengantarmu ke rumah sakit dan mengobati semua luka yang ada ditubuhmu hingga pulih. Aku tidak akan membiarkan luka sekecil sekali pun tinggal lama ditubuhmu" ucap Valdo dengan nada berbisik.
Valdo ingin menyentuh tangan Aileen yang gempal namun, terhenti begitu saja saat matanya menangkap luka memar. Raut wajah Valdo seketika berubah menjadi merah padam.
Valdo beranjak menghampiri dokter yang berjaga di ruang UKS.
Dokter sedang duduk ganteng dengan beberapa lembar kertas di atas mejanya.
"sampai kapan obat penahan sakit yang kau berikan bereaksi?" tanya Valdo tiba-tiba.
"jawab pertanyaanku" ucap dingin Valdo.
"sekitar dua sampai tiga jam" ucap dokter itu yang tidak berani memandang Valdo.
Nama sang dokter adalah Victoria. Dia adalah dokter pribadi keluarga Valdo turun menurun saat ini dia sedang menangani ayah Valdo, Emric. Saat mengetahui hal ini Valdo bersikap dingin terhadap Victoria.
"apa kinerjamu selama ini seperti ini? hah" tanya ketus Valdo tatapannya mengarah ke arah lembaran kertas yang ada di atas meja. Terlihat jelas nama Emric.
__ADS_1
Valdo tersenyum getir.
"kau mengabaikan pasien lain hanya untuk seorang lelaki tua yang sudah tidak memiliki hati nurani ibarat sebuah patung. Jangan bercanda" ucap Valdo merobek kertas itu.
Sreek
Sreek
Victoria hanya terdiam. Dia tahu ini pasti akan terjadi karena tahu betul bagaimana hubungan ayah dan anak yang ada dihadapannya sekarang ini.
"dengar, Victoria. Aku akan membawanya ke rumah sakit saat ini juga. Kau tahu bukan apa yang harus kau lakukan?" tanya Valdo penuh penekanan.
"t-tapi tuan ini bukan jam saya untuk berkunjung ke rumah sakit" jawab terbata Victoria tangan saling bertautan.
"baik lah. Aku akan menyuruh seseorang untuk membawakan perlengkapan yang kau maksud. Cepat sebutkan" ucap Valdo menyilangkan kedua tangannya.
"dengan begitu murid di sekolah ini akan tahu siapa kau ini. Dokter Victoria yang menangani keluarga ternama Emric Herges. Kau paham maksudku?" tanya Valdo menatap nyalang Victoria.
Valdo setelah keluar dari rumahnya saat itu dia berbuat hal yang jauh diluar perkiraan bagaimana tidak dia mencemarkan nama baik ayahnya sendiri. Memuat berita jika Emric Herges seorang lelaki ternama yang tidak bertanggung jawab terhadap istrinya yang meninggal puluhan tahun lalu dia tidak mengambil tindakan apapun bahkan menikmati hidupnya dengan penuh ketenangan dan kedamaian setelah sang istri meninggalkannya.
Berita tersebut membuat guncang dunia bisnis dan masyarakat umum. Hingga saat ini masyarakat umum memandangnya tidak suka. Jika Emric muncul di layar tv mereka akan segera memindahkan salurannya. Berita yang terus memakan image seorang Emric Herges yang terkenal romantis menjadi berubah total.
__ADS_1
Emric Herges sendiri membiarkan berita itu semakin muncul kepermukaan dan tahu siapa yang melakukannya tapi, Emric hanya terdiam menerima perlakuan anak semata wayang terhadapnya.