
Valdo yang mengekori Aileen dari belakang terlihat punggung Aileen membuat Valdo tersenyum lebar. Murid lain yang sama sedang berjalan kaki untuk pergi sekolah melihat senyum Valdo merasa terheran karena Valdo terkenal cuek dan tatapannya sangat dingin.
Aileen sesekali menghentikan langkahnya tangannya memegangi tembok rumah orang lain. Pandangannya mulai kabur.
"jangan jangan sampai aku pingsan. Aku tidak akan bolos sekolah karena sakit seperti ini" gumam Aileen merasakan area perutnya sakit sekali.
Valdo ingin segera menghampiri khawatir karena melihat posisi Aileen namun Pealga lebih dulu menghampirinya.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Pealga mensejajarkan posisi dengan Aileen.
"aku baik-baik saja" ucap Aileen nada pelan.
Tanpa persetujuan pemilik Pealga memapah Aileen.
"aku akan mengantarkanmu ke UKS. Jangan membantah kau tidak ingin bolos sekolah, kan?" ucap Pealga tidak ingin Aileen menolak bantuannya.
"semalam kau menolakku untuk mengantarkanmu ke rumah sakit. Kau lihat sendiri akhirnya seperti ini" ucap kesal Pealga sengaja bernada keras.
"jadi sekarang kau jangan membantahku. Tutur saja kali ini" Pealga terus mengoceh seperti emak-emak pada umumnya.
Pealga terlihat keberatan menahan beban tubuh Aileen. Aileen tidak merespon apapun dia sedang meringis menahan sakit di area perutnya.
Mereka akan terjatuh tapi Valdo dengan sigap menahan tubuh Aileen. Pandangan Pealga terlihat tidak suka begitu juga sebaliknya.
"jika tidak becus seharusnya meminta bantuan yang lain" ucap ketus Valdo.
__ADS_1
"apa maksudmu? apa mereka akan membantu? tentu saja tidak. Kau lebih tahu bagaimana mereka memperlakukan Aileen" ucap Pealga tak kalah ketus dari Valdo.
Saat memasuki gerbang sekolah semua mata tertuju pada mereka.
"tatapan mereka menjijikan sekali. Ingin sekali aku membunuh dan melenyapkan mereka dengan kedua tanganku" ucap Pealga yang terdengar jelas oleh Valdo.
Valdo sangat kaget dengan apa yang didengarnya langsung dari mulut Pealga yang terkenal pendiam dan culun.
...______________...
Di UKS...
Aileen terbaring di brankar dengan mata tertutup. Kedua lelaki itu terlihat khawatir.
"kenapa kau tidak membawanya ke rumah sakit malam tadi? sebenarnya apa yang kalian lakukan hingga teledor menjaga keselamatan diri sendiri?" ucap Valdo yang terlihat jelas khawatir dengan kondisi Aileen.
Seorang dokter menghampiri mereka.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan Aileen?" tanya dokter menatap Valdo dan Pealga silih berganti namun, Valdo dan Pealga saling melemparkan pandangan.
Dokter menghela nafas kasar mendekati Aileen mengusap pucuk kepalanya.
"dia mengalami luka dalam" ucap berat dokter yang menatap kembali Valdo dan Pealga.
"terutama bagian perutnya sepertinya dia dipukuli benda tumpul atau ditendang keras. Aku sudah memberikan obat penahan sakit tapi sebaiknya dia diperiksa lebih lanjut ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di rumah sakit aku yang menanganinya sendiri. Kebetulan hari ini ada jadwal kunjungan" ucap dokter menatap Aileen.
__ADS_1
"apa kalian berteman dengannya? jika memang iya syukur lah. Dari kecil hingga saat ini tidak ada yang mau berteman dengannya karena perilaku kedua orang tuanya yang sudah menyebar tentang keburukan mereka dan berimbas padanya" ucap lirih dokter.
"memangnya apa yang kedua orang tuanya lakukan?" tanya serempak Valdo dan Pealga.
Dokter tersenyum tipis melihat masih ada orang yang peduli dengan Aileen.
"menurut yang kudengar mereka memiliki banyak hutang karena masalah keluarga" ucap dokter dengan tatapan nanar.
"entah itu apa tapi kondisi mereka sudah menjelaskan dengan memiliki banyaknya hutang dan dengan teganya kedua orang tua meninggalkan anak kecil umur empat tahun dengan meninggalkan hutang yang cukup banyak mungkin hingga saat ini dia masih menanggung beban itu " ucap dokter dengan nafas naik turun. Dokter tersebut tahu seluk beluk tentang Aileen karena beberapa bulan sempat tinggal di dekat kosan Aileen.
" sebaiknya salah satu dari kalian menemaninya saat nanti pergi ke rumah sakit "ucap dokter meninggalkan mereka.
Valdo dan Pealga beradu pandangan.
" aku yang akan mengantarnya. Sebaiknya kau pulang saja. Ibumu pasti menunggumu" ucap Valdo mendekati Aileen.
"tidak tidak kau saja yang pulang. Aku yang mengantarkannya. Ingat aku adalah orang yang pertama kali menolongnya" ucap Pealga dengan bangga.
"aku tidak percaya padamu. Kau pasti mencari kesempatan dalam kesempitan. Jangan harap kau bisa menyentuh Aileen-ku" ucap Valdo tanpa sadar membuat Pealga merasa geli dengan ucapan Valdo barusan.
Pealga menahan tawanya seraya memegang perutnya.
"kau benar-benar menyukainya. Ya, kau benar-benar menyukainya. Bagaimana jika pemujamu di luar sana tahu tentang hal ini? aku yakin mereka akan sangat kecewa-" ucap Pealga terhenti kala melihat tatapan Valdo yang sangat menakutkan bersiap membunuh.
"jangan pernah mengatakan hal yang tidak perlu. Jika kau berani aku tidak akan segan untuk melakukan hal yang sangat buruk padamu" ucap Valdo penuh penekanan mendorong tubuh Pealga yang lebih kecil darinya ke arah tembok.
__ADS_1
Seketika nyali Pealga ciut.