
Reece menyiramkan air dingin beserta es batu ketubuh Valdo. Valdo seketika terbangun berpura-pura kaget nafas terengah-engah.
Reece mencengkram dagu Valdo dengan erat hingga Valdo meringis kesakitan.
"sebelum selesai kau tidak diperbolehkan untuk mati" ucap Reece penuh penekanan.
Valdo tersenyum tipis tidak terlihat.
"bukankah kau ingat jelas siapa aku ini? aku hanya orang miskin. Jelas berbeda dengan anda tuan yang memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Apa kau mengerti maksudku?" ucap pujian dan sindiran Valdo membuat Reece terdiam jika dipikir lagi memang benar kekuatan fisik antara si miskin dan si kaya jelas sekali berbeda.
Reece tersenyum lebar.
" kau pandai memuji. Lalu, bagian pukulan manakah yang membuatmu terkapar seperti tadi?" tanya Reece kedua tatapan mereka saling beradu.
Sialan. Dia memang haus pujian. Aku harus pandai membuatnya terbang setinggi mungkin. Batin Valdo.
"semua pukulan anda memiliki kelebihan tersendiri karena anda memukul tepat dibeberapa titik pital. Anda sangat pandai dan cerdas mungkin jika anda terjun ke dunia perfilman bisa saja kau bersanding dengan Jet Li* atau bahkan Jackie Ch*n" ucap panjang lebar Valdo memuji Reece yang sebenarnya membuat dirinya merasakan mual sekaligus jijik.
Deugh
__ADS_1
Reece beranjak berdiri dan menendang paha Valdo.
"kau jangan mengatakan yang seharusnya tidak kau katakan. Sialan. Ingat besok kau harus ujian psikis. Persiapkan dirimu mungkin tidak semudah seperti ini" ucap Reece meninggalkan Valdo begitu saja.
Beberapa anak buah menghampiri untuk membantu Valdo terutama Rowan yang sedrai tadi sangat mengkhawatirkan kondisi Valdo. Rowan memapah Valdo menuju kamarnya.
Ya, kamar yang difisalitasi layaknya hotel bintang lima. Ingat kan jika Reece bukan orang biasa dia memiliki kekayaan yang tidak pernah dia perlihatkan pada publik bahkan keluarganya.
Di dalam kamar Rawon dengan telaten mengobati Valdo.
"tuan, apa sebaiknya kita pergi ke rumah sakit?" ucap Rawon yang memberhentikan aktifitas mengobati Valdo. Berharap Valdo menyetujui untuk pergi ke rumah sakit.
"ada informasi dari nina Klia" ucap Rawon melanjutkan mengobati Valdo.
"apa yang dia katakan?" tanya Valdo menatap lurus tertuju sebuah mobil mainan berwarna hitam yang tersimpan dipinggir meja tv.
Rawon berisik ditelinga Valdo seketika Valdo membulatkan matanya.
"baj*ngan. Ingat tugasmu Rawon selama disini jangan kau lewatkan satu pukulan yang mengenai tubuhku. Kau harus mencatat semuanya dengan baik. Jika sampai terlewatkan maka kau yang harus menerima hukuman dariku" ucap Valdo penuh penekanan dengan kedua tangannya mengepal hingga urat-uratnya menonjol.
__ADS_1
...________________...
Di ruangan Reece dia tengah bicara dengan seorang pegawai berpakaian sangat rapi dan sopan.
"ada apa?" tanya singkat Reece.
"tuan, besok perekrutan karyawan untuk tempat ini. Sesuai yang anda katakan agar tidak mengundang kecurigaan orang lain terhadap Blood Holly maka tempat ini akan dibuka secara resmi dijadikan sebuah hotel" ucap jelas pegawai tersebut.
"urus saja semuanya. Aku mempercayakan hal kecil ini padamu jika sampai terjadi kesalahan seujung kuku sekali pun maka aku tidak segan menjatuhkanmu dari bangunan ini" ucap Reece penuh tekanan tidak menatap langsung pegawai tersebut dia pokus menatap layar ponselnya.
"dan satu lagi besok kau datangkan beberapa wanita murahan diluaran sana ke ruangan itu jika selesai berikan mereka sejumlah uang. Mengerti?" tanya Reece sekilas menatap pegawai itu.
"ba-baik" jawab singkat pegawai itu.
...____________...
Di kosan kecil tapi cukup untuk ditinggali sendirian. Aileen duduk di lantai dekat jendela yang terbuka memperhatikan layar ponselnya mencari pekerjaan untuk menyambung hidupnya. Belum lagi dia harus membayar sewa kos dan hutang kedua orang tuanya. Ya, kehidupan Aileen terbilang kekurangan dari ada kedua orang tuanya atau pun saat ini kedua orang tuanya meninggalkan begitu saja entah tahu kemana.
"dibutuhkan untuk berbagai posisi di Hotel BloodX. Ini kan hotel baru yang ada di dekat pusat kota searah menuju sekolah" gumam Aileen seraya tersenyum lebar.
__ADS_1
"jika aku diterima bekerja bisa melakukannya setelah pulang sekolah jadi tidak perlu mengambil arah jalan lain. Benar-benar keberuntungan berada dipihakku" ucap Aileen senang padahal belum tentu diterima bekerja di hotel tersebut.