
Jam istirahat...
Aileen hanya duduk di kelas saat teman yang lainnya berhamburan keluar kelas menuju kantin sekolah.
Aileen mengeluarkan roti dan air mineral dari dalam tasnya. Dia memakannya tanpa menyadari keberadaan seseorang. Seseorang yang sedari tadi memperhatikannya.
"aku harus belajar lebih rajin lagi jika tidak bisa saja ada murid lain yang mencoba merebut peringkatku saat ini"
"aku tidak akan menyerah. Dengan begitu aku bisa dengan mudah mencari pekerjaan dan menemukan orang tuaku"
Deugh
Gumaman Aileen terdengar jelas ditelinga Valdo. Ya, sedari tadi Valdo memperhatikan Aileen.
Dia sedang mencari kedua orang tuanya. Memangnya apa yang telah terjadi. Batin Valdo.
Valdo tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Aileen. Sehingga mengharuskan Aileen mencari kedua orang tuanya.
Aileen menyelesaikan makannya beranjak dari bangku ya untuk membuang sampah. Pandangan Valdo terus mengikutinya.
Saat membuang sampah dua orang murid perempuan dari arah lain akan membuang sampah pula membawa keranjang sampah dengan sengaja menumpahkan kearah baju Aileen.
"haduh, sorry kami sengaja melakukannya" ucap salah satu murid perempuan itu dengan nada mengejek.
Baju seragam yang putih bersih terlihat bercak kotor.
"ya aku tahu itu" ucap Aileen nada pelan.
Aileen berniat meninggalkan mereka namun lagi, lagi salah satu mereka menghalangi.
"badanmu ini sangat besar dan gemuk jadi tidak bisa lewat dengan mudah"
"karena adanya dirimu pandangan kami jadi sempit"
Aileen menahan rasa amarahnya seperti ini semenjak duduk sekolah menengah pertama. Namun dia, memiliki mental yang sangat kuat sesuai ukuran badannya semenjak kedua orang tuanya pergi begitu saja dari rumah sederhananya.
Valdo menyaksikan itu. Dia segera beranjak dari bangkunya dan mendekati mereka.
__ADS_1
"sampai kapan kalian akan menghalangi jalan? adanya kalian didepanku membuat mataku sakit dan perih"
Dua murid perempuan yang mendengar suara Valdo awalnya senang tapi berubah sedih ketika Valdo mengucapkan itu.
"oh ya dan juga nafasku menjadi sesak. Apa kalian memiliki badan yang bau? hah" ucapan Valdo menusuk.
Dua murid perempuan itu segera meninggalkan tempatnya.
Aileen berlalu begitu saja tanpa mengucapkan apapun.
"ah sudah kuduga dia tidak akan mau bicara denganku" gumam Valdo dengan wajah kecewa.
...__________...
Hasil ujian pelajaran Sejarah telah dibagikan. Murid yang tadi menyontek jawaban Aileen mendapat nilai yang sama dengan Aileen dan Valdo mengetahuinya.
...___________...
Jam pulang sekolah...
Fenomena alam yang ditunggu akhirnya datang juga Aileen terlihat senang terukur senyum hangat diwajahnya.
Di waktu bersamaan...
Valdo yang berada di sebuah jalan tengah menunggu seseorang.
"kemana dia? apa dia tahu aku akan mencegatnya?" ucap Valdo mengedarkan pandangan.
Pandangan Valdo melihat ciri-ciri kedatangan orang itu dari kaca jendela sebuah rumah. Ya, seorang murid lelaki yang menyontek jawaban Aileen dan membuat Valdo marah dia mendapat nilai yang sama dengan Aileen.
Valdo tahu betul bagaimana Aileen belajar dengan rajin mengurangi jam tidurnya.
"dia datang juga. Cukup punya nyali"
Pandangan mereka bertemu.
"Valdo..." lirih murid lelaki itu dengan raut wajah takut.
__ADS_1
"seperti yang kau tahu aku tidak akan bicara dan melakukan apapun jika memang tidak ada hal yang menggangguku"
Murid lelaki itu dengan susah payah menelan salivanya.
"aku... aku tahu sudah melakukan kesalahan" ucap terbata murid lelaki itu.
"lalu?"
"tapi aku tidak menyesal telah melakukannya"
Valdo mengerutkan dahinya. Menahan amarah yang sebentar lagi akan meledak.
"dia selalu beruntung. Mendapat peringkat umum sedari sekolah menengah pertama. Padahal dia tidak mengikuti kelas tambahan ataupun les"
"semua pelajaran dia menguasainya" ucap murid lelaki itu dengan smirk.
"dan aku... aku mengikuti kelas tambahan bahkan les hingga malam hari. Dan aku mengorbankan semua dunia yang kupunya"
Valdo jengah dengan ucapan yang dia dengar dengan kasar Valdo menarik kerah baju murid itu.
"kau... kau katakan sekali lagi! apa maksudmu dengan mengatakan dia beruntung? hah"
"apa kau tahu dia rela begadang mengurangi jam tidurnya hingga bisa berada diposisi sekarang ini. Dia tidur hanya dua jam dalam sehari"
Valdo mengatakan apa yang dia ketahui tentang Aileen.
"kau dan dia tidak pantas dibandingkan" ucap Valdo dengan tatapan sangat tajam.
"jika kau tidak melakukan apa yang harus kau lakukan. Kau tahu bukan apa, yang akan aku lakukan padamu"
Murid lelaki itu terlihat gemetar baru kali ini melihat Valdo marah karena seseorang. Yang dia tahu Valdo murid lelaki yang tenang.
Sebagian murid sekolah sudah tahu siapa Valdo sebenarnya hanya mereka memilih tutup mulut karena sangat takut Valdo akan melakukan sesuatu jika mereka atau salah satu dari mereka membocorkan tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
"pergi!" bentak Valdo sambil mendorong murid lelaki itu.
"cepat pergi! sebelum aku menghajarmu" ucap kembali Valdo melirik kearah murid itu dengan tajam.
__ADS_1