
Di lampu merah Valdo terlihat tertidur Rowan menatap lekat tuannya yang sekaligus dianggap anak baginya. Ada tatapan merasa bersalah yang berkecamuk dalam dirinya seandainya saat itu Rowan tetap bersikeras untuk mengantarkan Huria dan Valdo ke pesta itu.
"maaf maafkan aku" ucap lirih Rowan.
"berhenti menatapku seperti itu. Apa kau selama ini menyukaiku? hah" celetuk Valdo membuat Rowan terperanjat kaget.
"kau pasti menyukaiku karena kau rela tidak dibayar dan merawatku hingga saat ini" ucap Valdo membuka matanya.
Valdo berhasil menggoda Rowan hingga Rowan terlihat bingung. Menurutnya melihat tingkah bingung Rowan membuat dirinya terhibur. Selama ini Rowan selalu bersikap formal Valdo sudah menegurnya berulang kali agar tidak melakukannya tapi Rowan tidak mengindahkan ucapannya sama halnya dengan Zivan.
"sudah tiga tahun kita mencarinya tapi belum ada petunjuk apapun" ucap Rowan melanjutkan mobilnya lampu merah sudah berganti menjadi lampu hijau.
Valdo tersenyum smirk.
"aku rasa sebentar lagi orang sebenarnya bahkan inti siapa pelakunya akan aku dapatkan. Kau jangan meragukan kinerjaku" ucap Valdo membanggakan diri.
__ADS_1
"apa terjadi sesuatu saat anda membantu pekerjaan di perusahaan yang dipegang tuan Zivan?" tanya Rowan penasaran. Melihat reaksi Valdo Rowan yakin jika Valdo menemukan sesuatu yang berharga baginya.
Valdo menyalakan layar tabletnya dan menggambarkan sesuatu sebuah kode dan menyimpannya difile yang hanya dirinya yang bisa melihatnya. Sekilas Rowan melirik dan melihatnya.
"jangan mengintip atau aku congkel matamu" ucap Valdo memukul bahu Rowan dengan tablet yang dia pegang.
Bugh
"maaf, maaf aku tidak akan mengulanginya" rintih Rowan yang memegang bahunya yang terasa ngilu akibat dari pukulan Valdo barusan.
Valdo menghela nafas kasar. Sebenarnya bisa saja dia meminta bantuan Rowan dan mungkin saja akan lebih cepat menemukannya. Tapi, Valdo tidak ingin orang yang dia sayangi menanggung resiko. Untuk saat ini biar lah dia sendiri yang mencarinya sendiri.
"aku tahu kau pasti bisa melakukannya tapi aku tidak ingin mengambil resiko membahayakan nyawamu. Dengan kau berbuat sejauh ini untukku aku sangat menghargaimu jadi biar aku saja yang melakukannya. Kau mengerti apa yang aku katakan?" ucap jelas Valdo yang berhasil membuat Rowan merasa terharu. Dia tersentuh dengan ucapan Valdo.
Valdo kecil yang sudah tumbuh dewasa bahkan melebihi apa yang diharapkan. Jauh lebih dewasa daripada umurnya karena keadaan tertentu. Rowan semakin bertekad dan bersumpah akan selalu menjaga Valdo hingga dirinya sudah tidak lagi bernyawa.
__ADS_1
"sepertinya anda yang mulai menyukaiku, tuan" goda Rowan. Valdo menaikkan satu alisnya dan memukul kembali bahu Valdo dengan tablet yang masih dia pegang.
berhenti bicara atau aku akan melarangmu untuk mengikutiku" ancam Valdo dengan memperlihatkan wajah serius.
Ancaman Valdo berhasil membuat Rowan terdiam.
"tuan, apa hari ini anda pertemuan dengan tuan Ghimaz?" tanya Rowan yang khawatir karena baru kali pertama Valdo dengan Ghimaz. Dan Valdo baru kali pertama dalam hidupnya bicara langsung dengan seorang bangsawan. Biasanya yang melakukannya adalah Huria ibu Valdo.
" apa Zivan yang memberitahumu? "
" ya. Sepertinya dia khawatir dengan anda karena dia tahu jika anda pertama kali bertemu dan bicara dengannya"
"eheemmm. Apa aku terlihat bodoh sehingga kalian harus mengkhawatirkan diriku? hah" tanya Valdo yang membuat Rowan salah tingkah.
"b-bukan seperti itu. Harusnya anda senang jika Zivan mengkhawatirkan anda" jawab Rowan terbata. Padahal memang sebenarnya Rowan menganggap Valdo tidak akan mampu memenangkan hati Ghimaz yang terkenal sebagai bangsawan. Bangsawan yang berhati dingin terhadap pesaing bisnisnya terutama seorang lelaki.
__ADS_1