Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Makan Siang


__ADS_3

"Dasar!!" Yona terlihat kesal melihat pintu yang baru di tutup oleh Delvin. Pasalnya jam makan siang sudah terlewat satu jam lalu. Delvin tidak mengijinkan dia meninggalkan ruangan sebelum dia selesai. Sekarang malah dia di tinggalkan di sana karena laki laki itu lapar katanya.


Padahal setelah dari ruangan Haikel dia tidak ada kerjaan sama sekali. Karna bosan ia sempat bertany tapi laki laki itu tidak menanggapi sama sekali. Tapi, ketika jam makan siang laki laki itu berkata


Saya belum lapar, tunggu sebentar lagi.


Setelah ia lapar ia hanya berkata 'saya lapar' lalu pergi meninggalkan Yona tanpa ada kata yang terucap lagi.


"Apa coba? memang dia itu siapa? Berani buat aku kelaparan, awas aja" cibir Yona sambil bangkit dari duduknya menuju kantin.


🌻🌻🌻🌻


Delvin dan Haikel keluar dari ruangan Direktur. Delvin membukakan pintu kepada Tuan Mudanya itu dan menutupnya lagi setelahnya. Memasuki life kusus Direktur, sebelum pintu tertutup terlihat Yona keluar dari ruangan Delvin.


Haikel tersenyum melihat wajah gadis itu. Wajahnya memerah dan menahan marah. Ya kejadian makan siang itu memang terjadi karena perintah Tuan Muda tanpa perasaan itu.


"Menahan lapar sedikit saja tidak bisa" Cibir Haikel setelah pintu life tertutup, wajahnya terlihat sangat bahagia.


Delvin yang mendengar itu hanya terdiam.


"Anda kekanakan sekali" batinnya


"Vin, bagaimana kerjanya?" Tanyanya pada sekertarisnya yang berdiri di dekat tombol life, didepannya.


"Saya belum memberi dia pekerjaan tuan"


"Suruh saja dia melakukan semua pekerjaan mu, buat dia sekapok mungkin"


Jika boleh jujur ingin trasanya Delvin meneriaki Tuan Muda itu. Menempatkan gadis itu di ruangannya saja menguras ketenangan apalagi memberinya pekerjaan. Kalau ada masalah dengan laporan pasti dia yang susah kan?


"Baik Tuan" Pada akhirnya hanya kata itu yang terucap.


"Satu lagi. Keperluan ku di kantor suruh dia yang ambil alih" Seringai kelicikan terukir sempurna di wajah laki laki itu.


"Saya kawatir Tuan tidak akan nyaman nantinya" Delvin menatap Haikel lekat. Apa anda serius? yang ada dalam pikiran Delvin.


Dia sangat paham Tuan mudanya yang satu ini tidak suka orang sembarangan mengurusi kebutuhannya. Bahkan masuk saja ke ruangannya di dalam kantor itu hanya Delvin yang di ijinkan. kecuali ada hal mendesak.


Ia sampai lupa tadi pagi Haikel meminta gadis itu mengantar dokumen ke ruangannya. Sekarang permintaan yang lebih tidak masuk akal lagi.


"Aku ingin lihat seberapa hebat di rinya. Bahkan Papi saja menganggab dia istimewa"

__ADS_1


"Sesuai permintaan anda Tuan"Patuh Delvin. Walau sedikit kawatir, tapi ini permintaan Tuan mudanya.


Pintu life terbuka, kedua laki laki tampan itu keluar. Berjalan keluar kantor dan meninggalkan gedung Rajata Grub.


Sedangkan di sini, kantin kantor. Yona menggerutu sambil melahap makan siangnya. Kenapa aku harus terdampar di sini sih? lebih baik terdampar di sebuah pulau saja. Semua orang di kantor ini sama seperti Direkturnya. Kaku, sinis, sesuka hati dan menyeramkan. Pikirnya.


Yona yang sedang menikmati makan siangnya tiba tiba terkejut karna bunyi benda pipih yang ia letakkan di atas meja sebelah makannan.


Diliriknya nema yang tertera di sana, wajahnya berubah menjadi ceria. Rasa jengkel dan marah di hatinya hilang melihat nama yang tertera di layar. Dengan gerakan cepat di raihnya benda pipih itu dan langsung menggeser tombol hijau.


Aga💖 nama yang tertera.


"Hai" Sapanya terlebih dahulu sebelum orang di seberang sana mengeluarkan suara.


"Hai" Jawab orang di seberang sana.


"Kenapa?"Tanyannya lalu memasukkan makanan terakhir kedalam mulutnya.


"Gak Papa"Jawab Aga.


"Bilang aja kangen"Kata Yona dengan cengar cengir sendiri.


"Maaf ya, aku terlalu sibuk selama ini. Gak ada waktu sekedar nelfon" Suara Aga terdengar lirih. Jika bertatap muka Yona yakin Aga pasti sekarang akan menunduk dalam.


"Makasih buat pengertiannya"


"Hahahah Apaan sih?"


"Kamu di mana? bisa panggilan video gak?"


"Aku lagi makan siang, nanti aku telfon lagi ya. Aku mau ke ruangan kalok Bos resek gak ada aku langsung hubungin kamu. Ok" Pinta Yona.


"Jangan lama" Jawab Aga dengan nada tegas.


Yona langsung mematikan panggilan dan berjalan meninggalkan kantin. Dengan langkah terburu buru menuju ruangan Delvin.


Aku masih punya waktu, semoga laki laki itu belum kembali. Aku kangen Aga, di sini tempat yang mengerikan. Batinnya


Setelah menaiki life dia sampai juga di sana. Ia langsung masuk ke ruangan tanpa mempedulikan ketiga orang di depan ruangan Direktur.


Jema menatap lama sahabat sekaligus saudaranya itu. "Kenapa sih anak itu?" batin Jema.

__ADS_1


Sungguh sikabnya hari ini membuat Jema pusing. Jema sendiri sudah tau ia akan bertemu dengan Haikel dan Delvin. Tentunya ia tau dari Andre, dia memang kepo jadi dia menanyai Andre banyak hal tentang Haikel.


Apa karena rasa kepo itu? Atau karena ada yang lain? Hanya dia dan Tuhan yang tau alasannya.


Yona yang baru masuk melihat ke kursi Delvin, belum sempat ia menutup pintu. Ia kembali keluar dan menghampiri staf sekertaria dan Jema.


"Kak apa Tuan Delvin sudah kembali?" Tanyanya langsung.


"Belum" Kata Setaf berambut panjang dengan senyum khasnya.


"Makasih ya Kak, aku masuk dulu. Jema bay.." Yona langsung ijin pergi lalu melihat ke arah Jema dan melambai sambil melangkah kembali ke ruangan Delvin.


"Apa Tuan Drlvin memberinya banyak tugas? Sepertinya dia sangat sibuk" Ucap Setaf tadi.


"Mungkin saja"Jawab Temannya yang berambut pendek. Jema hanya diam. Pasti dia tersiksa, semoga betah. batin Jema.


Dia paling tau bagaimana gadis itu, dia pernah menjadi sosok yang setegar batu karang. Tpi,jangan tanya sekarang. Semenjak kedatangan Andre dan Ibunya dia jauh berubah.


Berubah dalam segalanya, sekarang dirinya yang dulu benar benar hilang. Besar sekali pengaruh kehdiran Ibu dan kakaknya. Bahkan sampai detik ini Jema belum pernah melihat Yona yang dulu.


Yona langsung mendudukkan dirinya di kursinya. membelakangi pintu masuk, diotak atiknya benda pipih di tangannya. Saat panggilan vidio tersambung memperlihatkan wajah manis dan terlihat ramah.


"Aga" Katanya dengan senyum mengembang.


Mereka bercerita banyak hal tentang kegiatan mereka setiap harinya, Yona juga menceritakan bagaimana kehidupan magangnya yang bertemu dengan orang orang aneh. Sampai pada Yona tertawa lepas dan menunjukkan semua wajahnya yang tadi hanya setengah setengah terlihat.


"Kamu kenapa" Tanya Yona karena sejak berapa detik ia menunggu tidak ada suara dari Aga. laki laki seusia Yona itu hanya menatapnya lekat.


"Kamu makin cantik"Sebuah senyuman yang memperlihatkan lesung pipinya menghiasi wajah manis laki laki yang bernama Aga itu.


"Gak usah gombal"


"Aku jadi takut. Gimana kalau ada yang rebut kamu? Disana pasti banyak laki laki tampan dan kaya. Apa mereka ngejar kamu?" Suara Aga terdengar getir dan wajahnya murung.


"Aga? Aku selalu jngat janji kita" Jeda Yona, di tatapnya Aga melalui layar Hpnya.


🌻🌻🌻🌻


***Akhirnya bisa Up lagi. Maaf buat kakak yang udah nunggu up nya, semoga gak pada bosan dan selalu mampif ya kak...


Tinggalin Like dan Vote nya dong...

__ADS_1


Like geratis kok kakak kakak***...


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2