Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Pendusta


__ADS_3

"Elo pada kenapa? Ada apa di belakang?" tanya Adi menyadari sikap sahabatnya yang masih menoleh belakang, padahal jelas saja supermarket telah menghilang dari pandangan mereka.


"Ada cogan" ucap Jema dengan mata berbinar. Ya taulah si Jema kn emang gitu.


"Dasar pemangsa. Gue laper Di" kata Yona sinis menatap Jema dan beralih pada Adi dengan tatapan memelas.


"Hahaha lo sebenarnya suka cowok gak sih? gue pikir lotadi lihat cogan itu ternyata mau makan aja lo" kata Jema tetawa mengejek.


"Lo tau Di kemarin dia tabrak cogan, terus lo tau gak habis dimau tuh cogan" ejek Jema lagi semakin memanasi


"Wajah bisa ganteng tapi lolihat perlakuannya nyebelin banget" kata Yona terpancing


"Emang napa Yon?" tanya Adi ikut penasaran sedangkan Jema sekarang ketawa ketiwi seperti orang gila


"Lotau pas gue nolong dia gue kagum liat wajahnya dia eh pasgue tolong, udah kayak kerbo tu orang" tutur Yona dengan wajah masam yang membuat kedua temennya tertawa melihat tingkah anak satu ini.


Mereka terus bercerita sampai Adi mengantar mereka ke rumah Andre. Sampai di rumah 2 gadis muda itu langsung bersih bersih lalu menyiapkan makan malam bersama sambil menunggu Andre pulang. Tidak lama menunggu Andre pulang, langsung membersihkan diri dan bergabung bersama Jema dan Yona.


"Kak besok kita ijin keluar ya" pinta Yona lalu memakan makanan terakhirnya.


"Kalian udah tau apa kesalahan kalian?" tanya Andre


"kakak kok gitu? bilang aja lh, kita mana tau lagian kayaknya gak ada" protes Jema


"Ia kak, masak gara gara aku nabrak cowok kemarin kk marah kn gak mungkin" timpal Yona tanpa sadar. padahal ucapanya barusan membuat Jema dan Adre menatapnya tajam.


"Kenapa sih ni anak pake bilang segala, tambah deh masalah" batin Jema


"Hehehe akhirnya kamu tau juga" kekeh peria itu sambil mengalap tangannya.


"Hah?"kini Yona yang terkejut dengan ucapanya sendiri tangannya menutup mulutnya dengan kedua tangan."Dasar mulut...., tapi apa benar cuma karna cowok sialan itu?" batinnya.


"Maksud kakak cuma gara gara dia?" tanya Jema tak percaya

__ADS_1


"Ia. Yona kenapa kamu memaki orang sembarangan? Kamu tidak takut kalau orang itu bisa berbuat apa saja? kamu harus bisa menahan diri, kamu sudah besar bukan anak kecil seperti dulu" peringat Andre menatap Yona.


"Memang kenapa? orang aku udah minta maaf lagian dia yang salah kok" perotes Yona menatap kesal peria yang menjadi kakaknya itu."Dasar cowok sialan, memang kamu siapa kakak ku saja takut"


"Kakak tau dari mana memang?" tanya Jema penasaran, apa benar peria di depan mereka ini menyuruh orang memata matai kegiatan mereka setiap hari?


"Itu tidak penting. Mulai sekarang jaga sikap" ucap Andre tegas lalu begegas pergi dari maja makan.


"Jadi kita udah bisa keluar kan?" setelah mendapat ancaman dua gadis itu masih memikirkan bisa keluar kembali seperti semula.


"Tidak" kata Andre acuh tanpa menoleh.


Kedua gadis muda itu jadi kesal, kesalahan sudah di ketahui tetap saja tidak di ijinkan keluar seperti biasa. Ya walaupun seperyi biasa juga bukan kebebasan sih hanya saja mereka tidak usah di antar jemput bagai anak Tk.


"Pendusta" kesal Yona


"Besok akan kita coba membujuknya lagi" Kata Jema menatap Yona dengan senyum liciknya. Apa yang akan dia lakukan besok meluluhkan hati Andre? yangpasti hanya dia dan Tuhan yang tau. Yona hanya mengangguk karna baginya apapun yang terjadi Jema pasti punya seribu cara.


🌻🌻🌻🌻


"Kenapa kami harus membawanya ke kantor pusat sih pi?"tanya Haikel teringat perintah sang Ayah sebelum makan agar Delvin membawa anak magang ke kantor pusat.


"Jangan banyak tanya" ucap papinya acuh lalu pergi meninggalkan mereka di meja makan.


"Mami nyusul papi ya" ucap wanita paruh baya yang bersetatus sebagai maminya mengikuti langkah suaminya.


Tinggallah Haikel dan Dalvin di ruangan itu. Delvin memang sering makan bersama keluarga itu karna dia selalu pulang setelah Tuan mudanya istirahat.


"Ikuti saja perintahnya Vin" tegas Haikel


"Baik tuan" kata sekertarisnya patuh


Mereka juga meninggalkan meja mekan menuju ruang kerja. Ya inilah dia Haikel tuan muda si gila kerja sehingga Delvin juga harus selalu pulang larut demi menemani tuan mudanya itu.

__ADS_1


Setelah sampai didalam Haikel langsung disibukkan dengan dokumen dokumen yang menumpuk di meja kerjanya, sedangkan Delvin sibuk memeriksa laporan dari orang orang kepercayaan Rajata Group.


"Vin periksa orang yang dimaksut Papi tadi" perintah Haikel. Dia tiba tiba teringat percakapannya dengan papinya tadi"seperti apa orang itu? kenapa papi peduli sekali?" batinnya. Papinya hanya berkata 'bawa ke kantor pusat anak magang dari Universitas Negri xx jurusan Manajemen bisnis'.


"Ada 2 gadis yang terpilih dari sana tuan muda" kata Delvin setelah memeriksa semua anak magang yang terdaftar.


"Bawa saja keduanya" Ucapnya tetap fokus pada kerjaannya


"Baik tuan"


🌻🌻🌻🌻


Kehidupan? Ya inilah kehidupan terus berjalan. Walau kau terus berjuang mengikuti jalannya atau bermalas malasaan waktu tidak akan tau itu. Tidak terasa gelap akan digantikan oleh terang, mahluk hidup kembali lagi pada aktifitasnya.


Seperti pagi ini setelah selesai membersihkan diri Yona dan Jema kembali menjalankan aktifitas mereka seperti biasa. Memasak dan bersih bersih. Kedua menusia itu terlihat sangat bahagia pagi ini mereka menunggu kakak tersayang mereka untuk sarapan bersama, 10 menit kemudian Andre pun bergabung bersama mereka.


"Pagi kak" sapa mereka serentak


"Pagi" kata Andre sabil tersenyum dan duduk di kursinya diantara Yona dan Jema.


Sepanjang sarapan dua gadis itu melayani Andre dengan sangat berbeda, biasanya mereka akan membiarkan andre mengambil sendiri makanannya tapi pagi ini mereka berlomba melayaninya menanya mau itu ini dan sebagainya. Andre sampai bingung melihat kelakuan mereka.


"Kakak kok udah siap? mau nambah lagi? yang mana biar aku ambil" kata Jema


"Katakan" kata Andre menatap mereka bergantian. Dua gadis itu saling pandang dan tersenyum.


"Kak ijinin kita keluar ya, nanti siang kok pulangnya gak malam janji" Kata Jema lagi dengan wajah memelas


"Kakak juga mau ketemu kakak ipar kan? jadi biarkanlah kedua adukmu ini menikmati akhir pekan ini" timpal Yona dengan wajah sok imut.


"Apa alasan kakak mengijinkan kalian?"


"Masak kakak jahat banget sih? kita juga ingin cuci mata kalik" kata Jema

__ADS_1


"Kalok kakak gak kasih keluar sama yang lain, gimana kalo kita pergi bersama?" kata Yona senyum senyum pada kakaknya. Dia tau kalou kakak nya pasti punya kerjaan penting hari ini karna tidak biasanya dia kerja akhir pekan.


__ADS_2