Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Kuntil Anak


__ADS_3

"Kalok kakak gak kasih keluar sama yang lain, gimana kalo kita pergi bersama?" kata Yona senyum senyum pada kakaknya. Dia tau kalau kakak nya pasti punya kerjaan penting hari ini karna tidak biasanya dia kerja akhir pekan.


Andre seketika menatapnya intens sambil mengerutkan keningnya. Apa lagi yang kalian rencanakan? tidak mau menyerah rupanya. begitulah arti tatapannya menurut kedua gadis muda itu.


"Baiklah. Kalian boleh pergi dengan bersama Raka dan Adi" kata Andre pasrah. Siapa sih yang bisa menolak keinginan kedua gadis itu jika mereka sudah nekat? yang ada malah dia yang tidak jadi pergi nantinya.


"Yeyyyyy akhirnya bisa jalan jalan lagi..." teriak Yona, kedua orang itu hanya tersenyum sambil menutup kuping.


Setelah kepergian Andre mereka langsung membereskan bekas sarapan tadi setelah semua bersih mereka bersiap. Tidak butuh waktu lama kedua gadis itu telah siap berangkat, mereka menunggu dibangku teras.


"Kita berangkat......." teriak mereka bersama saat melihat sebuah mobil sport merah memasuki halaman. Mobil itu sangat mereka kenali, mobil yang sering mengantar jemput mereka.


"Silahkan masuk tuan putri" kata Adi setelah turun dari mobil lalu membuka pintu bagian penumpang. Jema yang lebih dulu berdiri tadi langsung masuk.


"Lah gue?" tanya Yona menunjuk dirinya sendiri. Setelah Jema masuk Adi langsung menutup pintu tanpa mempedulikan Yona yang berdiri di belakangnya.


"Punya tangan sama kakik kan" katanya acuh masuk kembali ke kursi kemudi lalu menutup pintu. "Cepet masuk, mau ditinggal?" Kata Adi lagi menatap Yona masih belum bergerak.


Mendengar itu Yona langsung membuka pintu mobil yang sudah di tutup Adi tadi


"Siapa suruh lo di belakang?" perotes Adi menatap ke arahnya. Yona yang tadi sudah menaikkan kakinya sebelah kembali menariknya keluar mobil. Dengan wajah masam dan mata tajamnya di tatapnya Adi tanpa berkedip.


Apa sih mau elo? Carik ribut? Adi tertawa mengartikan sendiri raut wajah Yona lalu ia kembali angkat suara"Sebelah gue lo, Gue bukan supir" katanya lalu kembali tertawa.


BAM......


Seketika tawa Adi berhenti karna Yona membanting pintu mobil. Ia memutari mobil seperti perintah Adi ia duduk di sebelah peria resek itu.

__ADS_1


BAM.....


Untuk kedua kalinya kedua manusia itu kaget karna kali ini ia menarik pintu sekuat tenaganya lagi. Yona diam tak bergeming sama sekali, wajahnya dingin, tatapan tajam fokus ke depan tanpa peduli apapun.


"Hahaha wajah elo serem Yon" kata Jema yang sedari tadi diam melihat.


"Yon elo cantik deh kalok senyum" kata Adi lagi


"Jalan atau gue bawa mobil sendiri" suara tegas Yona membuat suasana didalam menjadi tambah mencekam, seperti orang yang didatangi setan dan minta di antar ke pemakaman saja.


Adi menjalankan mobil menuju tempat janji mereka. Sepanjang perjalanan Yona hanya diam, walau banyak yang di bicarakan Jema tapi tidak ada respon sama sekali Adi yang menanggapi hanya bisa berkata ya, hemm atau kadang tertawa hambar. Melihat Yona bagai mayat mati membuatnya sedikit pucat.


"Hey..... asik asik asik...." senandung Jema dengan nada sederamatis mungkin, biasanya akan langsung di sambut lebih gila lagi oleh Yona. Saat ini situasi itu malah membuat adi makin merinding saja melihat Yona yang tatapannya fokus kedepan sedari tadi dan tidak ada reaksi apa pun seakan bernapas pun tidak.


"Yon gue tadi cuma becanda kok" kata adi akhirnya. Takut. Tentu saja siapa juga yang tidak takut melihat orang seperti ini hanya Jema yang sedari tadi bisa bicara seperti biasa.


"Diem atau elo mau mati!" kata Yona tegas tanpa mengubah air mukanya, Yang membuat orang yang mendengarnya bisa terkena serangan jantung. Lihat lah Wajah Adi sekarang sudah pucat.


"Yon gue minta maaf deh" kata Adi


"Aaaaaa" disusul dengan bunyi


CIT......


BRUG.....


Adi yang melihat sekilas ke arah Yona sangat terkejut karna kini gadis itu telah menatapnya melotot dan entah sejak kapan bibirnya jadi pucat dan dengan rambut panjangnya yang jatuh ditambah t shirt yang berwarna putih. Kuntil Anak. Sungguh panggilan yang tepat menyebut gadis itu.

__ADS_1


Adi ngerem mendadak yang mana membuat Jema menabrak kursi Yona. Wajah Adi benar benar pucat seakan tanpa darah menatap intens, sedangkan Jema tanpa suara memperbaiki duduknya dan merekam lagi.


"Yo....." kata Adi menggantung sungguh saat ini kepalanya sangat pusing dia tidak tau harus bersikap seperti apa.


Beberapa menit mereka hanya diam, Adi menatap yona intens dengan wajah pucat, Yona menatap nya tajam dan Jema senyum senyum merekam fokus pada wajah Adi.


"Hahahahah" tawa yang sangat keras dari kedua gadis muda itu.


"Udah ah.... hahaha... aku kasian Je" kata Yona diiringi tawa dan tangan yang memegangi perut seakan kejadian barusan sangat menghiburnya. Sama dengan Jema di belakang sana juga merasakan hal yang sama.


"Kalian??"kata Adi geram menatap mereka bergantian dan melihat hp Jema yang masih setia merekam, sungguh sangat menjengkelkan kedua gadis ini. Tapi tunggu, apa mereka bisa bicara dalam hati kenapa mereka tau sekali sih apa yang harus di lakukan.


Walau sudah cukup lama bersama kedua gadis ini sampai saat ini Adi masih bingung bagaimana tanpa mengatakan apapun mereka selalu saling memahami. Pastinya yang Adi tau setiap salah satu melakukan aksinya yang satunya pasti tau apa yang harus ia lakukan. Sungguh memusingkan memang kedua orang ini.


Dengan perasaan jengkel Adi kembali menjalankan mobilnya takut ada yang marah, untung saja tadi jalanan sepi kalau tidak sudah lah terjadi tabrakan. Kedua gadis itu masih tertawa sampai mereka memasuki parkiran mal.


Raka telah menunggu mereka di sana, melihat mereka turun Raka langsung mendekat dan melepas rindu, berapa hari ini mereka tidak bertemu karena Raka sibuk mengurus masalah magang.


Memasuki mal bersama kalau orang yang tidak tau akan mengira mereka sedang kencan. Tapi tujuan mereka kesini memang itu sih kencan berkedok sahabat.


Setelah lelah berkeliling dan tidak membeli apa pun mereka memutuskan untuk keluar dari sana. Sungguh manusia yang aneh, ngapain jalan jalan ke mal kalo tujuan bukan belanja?


"Kita ke taman ganggu orang pacaran yok" ajak Jema


"Berangkat" kata Yona setuju dengan ide gila sohibnya itu.


Tanpa minta persetujuan pada 2 laki laki disana gadis itu sudah tau mereka tidak akan membantah, dan itu terbukti mereka langsung merjalan menuju mobil masing masing dan menunggu penumpang setia mereka.

__ADS_1


Yona menuju mobil yang di kendarai Raka dan Jema dengan Adi. Sesampainya di taman mereka langsung menuju tempat tempat yang dikira akan ada orang pacaran.


Melihat sepasang manusia sedang bercerita di sebuah bangku mereka tersenyum lalu mendekat pada sepasang kasih itu. Dan dengan tidak tau malunya......


__ADS_2