Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Yona, Jema dan Radit


__ADS_3

Sesampainya di taman mereka tidak melihat Andre mereka jalan terus sampai dibelakang rumah yang ada kolam renangnya, disana juga tidak ada Andere mereka pikir Andre berenang dan sembunyi di bawah meahan napas mereka menunggu beberapa menit ingin mengetes tapi nihil tidak ada yang muncul. Karena penasaran mereka mencoba memeriksanya mendekat ke tepi kolam dan sialnya.......


Byurrrr.....(anggap suara nyebur ya sobat) Bersamaan dengan


"Woi....." Seseorang mengagetkan mereka dan mendorong mereka dari belakang sehingga kedua gadis itu terjatuh kedalam kolam.


"Aaaa...." teriak kedua gadis yang masuk ke kolam itu, mungkin akan terjadi hal buruk yang tidak di inginkan jika mereaka tidak tau berenang.


"Kak Andre.... jahat banget sih" rengek Yona


"Gimana cobak kelo kita gak bisa berenang?" kesal Jema


"maaf deh tadi niatnya cuma ngagetin kok. Sini biar kakak bantu naik" kata Andre mengulurkan tangannya lalu membantu Yona dan Jema bergantian.


Dua gadis muda itu telah keluar, mereka berdua cemberut dengan wajah yang sangat masam. Andere menatap kedua gadis itu bergantian


"Jangan marah. kakak kan gak sengaja" kata Andere sambil tertawa


"Hehhh... gak lucu tau kk, coba aja kalau aku masih sebodoh dulu gimana?" perotes Yona lagi


"Ia lagian kalok di air kan bahaya. Kakak tau kan banyak petuah dari nenek moyang kita, salah satunya ya ini gak boleh sembarangan main di air nanti mati." peringat Jema panjang lebar.


Wajah datar dan kesal kedua gadis itu membuat Andre sangat merasa bersalah. Setelah mengatakan itu kedua gadis itu berbalik ingin pergi sebelum mereka melangkah Andere berkata"maaf kakak gak sengaja" kata yang keluar dari mulut Andere membuat mereka berhenti.


"Jangan ngambek" ucap Andere lagi ingin menggapai sang adik. Kedua gadis kembalik berbalik melihat Andre, mereka menatap Andere dari atas sampai bawah tanpa mengubah raut wajah mereka, mengulurkan tangan ke depan saat melihat itu Andre tampak bahgia karna merek memaafkan dia.


Byur........ sekali lagi suara itu memecah kesunyian


" Hahahahah....." tangan mereka dipakai bukan menjabat tangan sang kakak namun mendorong Andre terjatuh kedalam kolam renang, setelah itu raut wajah mereka berubah jadi sangat bahagia.


"Bay..." ucap Yona dan Jema bersamaan melangkah pergi tanpa menolong Andere, bahkan karna terkejut peria muda itu tak bisa berkata kata.


🌻🌻🌻🌻


Hari begitu cepat berlalu bagi yang bahagia tapi ketahuilah orang yang tidak mendapat kebahagiaan mereka akan merasa hari begitu lambat, seakan jarum jam selalu telat. Seperti keadaan di ruang tertinggi Rajata Grup. Masih diruangan direktur sama seperti sebelumnya 2 Peria muda idaman semua wanita.


HAIKEL ABARA RAJATA pewaris tunggal keluarga Rajata. Tubuh atletis, pintar dan berkuasa.


DELVIN ARNIUS Sekertaris Haikel. Tubuh atletis hampir sama dengan Haikel yang membedakan hanya, matanya abu abu sedangkan Haikel hitam pekat dan kulit lebih terang.


"Vin apa sudah ada kabar mengenai gadis itu?" tanya Haikel sambil mengunyah makan siangnya, ia sedang makan siang di sofa ruang direktur.


"Belum ada kabar Tuan" jawab Delvin yang duduk di sofa sebelah tuannya sambil menunggu Tuan mudanya itu selesai.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Haikel lagi

__ADS_1


"Sudah Tuan"


"Hentikan saja pencariannya, ini sudah seminggu" perintahnya lalu memasukkan makanan lagi ke mulutnya.


"Baik Tuan" kata Delvin tapi terlihat sedikit nada terkejut diwajah peria itu, bagaimana orang sekejam ini bisa menarik perintah begitu saja? sungguh beruntung orang yang dilepas itu, tapi apa orang itu yang beruntung atau dia yang terlalu lambat ntah lah. Tapi ada rasa bersalah di wajah terkejutnya.


"Kenapa dengan wajah mu? Apa yang kamu pikirkan" tanya Haikel melihat wajah terkejut bercampur bersalah sekertarisnya itu sambil mulai mengelap makmulutnya dengan tisu.


"Tidak ada Tuan"


"Heh jangan berbohong. Aku tau apa yang kau pikirkan" sindir Haikel


"Saya tidak berani tuan" ucap Delvin menunduk


"Aku rasa mereka bukan orang dari kota ini" jelaskan Haikel, Delvin tau itu berarti tidak ada untungnya mencari mereka dan biarkan mereka pergi saja. Walaupun mereka bisa melacak sampai luar Negeri tapi bagi Haikel tidak ada gunanya semua itu, setelah berfikir ulang ia juga tidak tertarik.


"Saya mengerti Tuan" ucap Delvin, lalu ia memanggil bawahannya untuk membersihkan bekas makan Tuannya itu.


"Sepertinya kau sudah terlalu tua, sebaiknya kau cari orang yang menjadi asistenmu juga" perintah Haikel "Akan saya pikirkan Tuan"


"Heh... terserah padamu" ucap Haikel karna ia tau Delvin tidak bisa membiarkan orang membantunya memeriksa data penting, walaupun ia mempunyai banyak bawahan namun mereka semua hanya di perintah tidak ada yang membantu mengurusi berkas rahasia di ruangannya.


Sedangkan di tempat ini, tepatnya di kampus Negeri terbesar dan yang terkenal di Ibukota, Yona dan Jema sedang bersantai di kantin, menikmati jus kesukaan mereka, duduk bersebelahan bagai dilem. Namun, tidak ada sedikitpun percakapan mereka menunduk bagai orang kena marah terkadang meminum jus mereka sesaat lalu menunduk lagi, 🌻ohhhh ya ia lah... orang mereka lagi asik di dunia maya🌻


Seorang peria dengan mengendap endap berjalan menuju mereka, setelah di belakang mereka peria itu berdiri tegak menatap ke bawah tepatnya benda yang mereka mainkan.


"Kodok, kodok" ucap Jema kaget.


Buggg.....


Rfleks Yona melayangkan tinjunya ke atas dan berdiri kebetulan sekali mengenai dagu orang itu bersama hpnya yang terjatuh ke lantai.


"Awww....." ucap orang itu memegang dagunya sambil mencoba berdiri


"Radit...." ucap Jema marah menatap peria itu, jangan tanya Yona ia masih mengelus elus dadanya sambil mengatur napasnya sangking kagetnya.


Ya mnamanya RADIT PUTRA ASA sahabat Yona dan Jema, mereka sudah berteman selama masuk di kampus. sebenarnya mereka mempunyai satu sahabat lagi yang bernama RAKA ANDARA.


"Kejam lo Yon" ucap Adi sambil berdiri


"Apa lo bilang gue kejam? Kalok jantung gue jatuh gimana?" bentak Yona, napasnya masih cepat sama seperti detak jantungnya.


"Elo pada asik banget,gue pengen tau lah. Ini minum dulu biar tenang lo" ucap Adi menyodorkan air putih dalam botol. "Elo sih di main aja terus buat gue mana?" perotes Jema


Yona menerima botol air itu, dengan 3 kali teguk tanpa henti ia menghabiskan setengah isinya. Rasanya detak jantungnya dan pernapasannya sudah beraturan, setengahnya di habiskan oleh Jema.

__ADS_1


"Aaaaaaa hp ku" teriak Yona melihat benda persegi berwarna pink tergeletak di lantai.


"Dasar tukang ribut" ejek adi lalu memeutari meja duduk di depan Jema dan Yona.


"Oh Sayangku... bagaimana bisa seperti ini?" ujar yona dengan nada lebay dan wajah sadih.


"Hih... kadang ni ya gue ngeri juga liat elo" kata adi memandang Yona


"A..a...a ni gara elo nih, retak kan. Ntar gue lihat foto Aga gimana?" ucap Yona menghentak hentakkan kakinya dia bawah meja dengan bibirnya yang monyong


"Cuma layar kok bisa diganti juga" ucap Adi enteng.


"Mana uangnya?" Pinta Yona mengulurkan tangannya


"Mana punya uang dia" ejek Jema


"Lagian yang jatuhin siapa, yang ganti siapa?" bela Adi lagi


"Nggak mau, harus ganti titik" ucap Yona menekan kata ganti.


"Ia ia ia. Ntar pulang ngampus kita ganti." ucap Adi cepat agar masalah selesai.


"Mau ngapain lo ke sini?" tanya Jema


"Kepo" ucap Adi ketus.


" Foto siapa yang lo liatin tadi?" tanya Adi ke Yona.


" Gak ada" ucap Yona masih fokus pada hpnya ntah apa yang di lakukanya pada benda persegi itu.


"Terserah lo aja lah" kesalnya " lo pada udah dapet tempat magang?" tanya Adi lagi


"Udah, hasilnya juga udah keluar" kata Jema


"Emang elo belum? minggu depan lo, lo emang gak bisa ngapa ngapain ya" ejek Yona sinis


Waktu terus berputar dan mentari mulai menghilang perlahan tanpa disadari, jam menunjukkan pukul 17:00. 3 manusia yang selalu berdebat itu terlihat keluar dari kantin menuju parkiran, setelah sampai di parkiran mereka langsung menaiki roda 4 itu yang di kendarai oleh Adi, Jema di samping nya sedangkan Yona di belakang. seharusnya hari ini supir yang mengantar jemput Yona dan Jema, dengan buju rayu dari mereka Andre membiarkan asal bersama Adi pulang perginya.


Sesuai perjanjian mereka akan memperbaiki hp Yona terlebih dahulu sebelum pulang. Setelah selesai mereka langsung pulang, mereka melewati gedung Rajata Grup mereka biasa saja tapi lihatlah sekarang saat melewati sulermarket yang tidak jauh dari gedung itu, kalau dilihat apa ya yang bisa membuat 2 gadis itu tak berkedip menatap supermarket itu? ntah lah yang pasti mereka sekarang menatap ke belakang saat mobil melewati supermarket sampai menghilang.


"Lopada kenapa? Ada apa di belakang?" tanya Adi menyadari sikap sahabatnya yang masih menoleh belakang, padahal jelas saja supermarket telah menghilang dari pandangan mereka.


"Ada.....


🌻Hai semua sobat.....

__ADS_1


Tinggalin jejaknya ya... biar akunya semangat gitu😊 semoga kalian suka tetap setia dan dukung aku. makasih banyak buat yang tinggalin jejak, buat yang belum mungkin lupa semoga di episode selanjutnya mereka ingat🌻


__ADS_2