Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Kejahilan Yona dan Jema


__ADS_3

Melihat sepasang manusia sedang bercerita di sebuah bangku mereka tersenyum lalu mendekat pada sepasang kasih itu. Dan dengan tidak tau malunya......


"Ehem..." dehem Yona


"huk huk" Jema sok batuk. Mendengar suara mereka sepasang kasih di sana langsung menoleh.


"Hy kak bisa gabung?" Jema buka suara dengan wajah tak berdosanya memandang pasangan itu.


"Silahkan kak" ucap peria itu tersenyum yang mana membuat sang kekasih risih, tapi ia masih diam.


Jema duduk di sebelah peria itu dan Yona di sebelahnya, saat pasangan itu mulai berbincang lagi Yona angkat bicara


"Sempit banget ya Je" katanya


"Ia. Kalian gak ngerasa kak?" tanya Jema pada sepasang manusia di sana.


Sang peria menoleh lagi pada mereka dan hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kalian udah lama pacaran?" tanya Jema lagi saat peria itu ingin menoleh wanita di sebelahnya.


"Sekitar 2 tahun" kata peria itu menatap Jema


"Cie.... langgeng ya" timpal Yona dan hanya di angguki oleh si peria dan masih banyak lagi pertanyaan yang di lontarkan oleh mereka berdua. Hanya si peria yang menaggapi dan si wanita terlihat sudah sangat kesal.


"Tadi kita kira kakak yang minggu kemarin jalan sama temen sekampus kita lo" kata jema yang langsung membuat siwanita menatap kekasihnya dengan wajah memerah, si peria gelagapan melihat itu.


"Oh salah ya, maaf deh" kata jema lagi


"Kayaknya kita mengganggu deh" kata Yona menahan tawanya melihat wajah wanita itu.


"Ini minum nya" kata Raka yang datang bersama Adi membawa minuman bersoda masing masing 2.


"Cepet ya, yuk Je" kata Yona langsung berdiri lalu pergi begitu saja menarik Raka. Disusul oleh Jema "Kita pergi dulu ya, kayak nya gak muat deh di sini, silahkan nikmati waktunya" kata Jema dengan senyum menghiasi wajahnya lalu berlalu pergi bersama Adi.


"Kamu selingkuh"


"Nggak kok yang"


"Tadi aja buktinya kamu ladenin 2 gadis itu, lihat mereka udah punya pacar. Kamu gatel banget sih" pertengkaran yang langsung datang saat mereka menjauh masih terdengar di telinga ke4 orang pembuat onar itu.


"Hahaha" tawa mereka tanpa menoleh sedangakan kedua peria yang bersama mereka hanya geleng kepala. Mereka duduk di bawah pohon diatas rumput yang dipangkas rapi, menghabiskan minum mereka sambil membahas acara selanjutnya. Sampai Jema melihat seorang fotografer peria yang mungkin masih seusia mereka, dengan senyum menghiasi wajahnya ia bangkit dari duduknya menuju peria itu.


"Kak bisa numpang foto?" katanya saat sudah mendekat ke peria itu.


"Bisa kak, biayanya 25 k langsung cetak" kata si peria. Jema mengangguk lalu mulailah sesi pemotretan bak seorang model.


"Mau pilih yang mana kak? biar langsung di cetak" kata peria itu mendekat ingin menunjukkan hasilnya.

__ADS_1


"Ya mau semua.. kok aku bisa secantik ini sih" kata Jema memandang 1 per1 gambar dirinya.


"Ambil semua kk?" tanya peria itu lagi.


"Ini banyak banget biayanya, kak kasih diskon dong" kata Jema. Ini lah sifat anak yang satu ini suka foto foto.


"Sendiri ke sini? suruh aja bayarin kekasihnya" kata peria itu lagi melihat Jema enggan meninggalkan 1 foto pun.


"Kekasih dari kubur? gebetan aja gak ada" kata Jema tertawa


"Cantik cantik kok gak punya kekasih? mau jadi kekasih saya dikasih geratis deh" kata si peria mulai menggoda. Udah kelihatan deh modusnya. melihat itu ketiga orang yang sedari tadi hanya memperhatikan jadi jahil.


"Biar gue yang atasi" kata Adi menyeringai lalu bangkit berdiri menghampiri Jema.


"Nanti pacar kakak marah lo" kata Jema,


berharap sang peria berkata tidak punya pacar.


"Ngg...." belum selesai kalimatnya sudah ada suara yang mengagetkan mereka


"Sayang kamu lagi ngapain?" potong Adi langsung merangkul Jema dan menatapnya sambil mengedipkan mata.


"Kamu godain kekasih saya?" katanya lagi menatap sang peria.


"Bukan kakak ini cuma minta foto tadi kami hanya sedang.."


"Adi...... elo apaan deh, udah hanpir dapat pacar juga" kata yona kesal meninggalkan Adi yang masih berdiri tertawa.


"Kenapa lo?" kata Yona


"Tau ah malas gue" kesal Jema langsung duduk, yang membuat kedua orang itu tertawa.


Waktu telah menunjukkan pukul 02:00 siang. keempat orang itumasih duduk ditempat tadi.


"Laper, makan yuk" kata Yona yang di angguki oleh ketiga temannya.


Mereka berjalan keluar taman menuju sebuah warung. untuk ukuran warung biasa sih terlalu besar, setiap pembeli harus mengambil pesanan masing masing, tidak ada yang melayani.


"Yon elo yang pesan gih" kata mereka


"Buat apa lo ada berdua kalo harus gue?" seot Yona, tapi ia langsung berdiri untuk memesan.


"Emang elo tau apa yang mau kita makan?" tanya Adi melihat Yona pergi.


"Kalok gue yang pesan terserah gue lah" kata Yona tanpa menoleh.


Yona harus mengantri untuk memesan ia berdiri di urutan ke8, ia menatap kedepan di urutan ke tiga ada seorang peria yang memakai topi hitam dan jaket kulit, melihat itu ia berjalan kedepan yang membuat 2 orang di belakangnya bingung.

__ADS_1


"Kak" panggilnya memegang pundak orang itu. orang yang merasa di sentuh itu menoleh ke arahnya, seorang peria memakai masker dan kacamata hitam.


Sedangkan ketiga temannya itu hanya melihat dan terheran sama seperti orang di belakang Yona tadi.


"Ngapain tu si cerewet?" kata Adi bingung


"Tau ah" kata Jema acuh. sedangkan Raka hanya diam melihat kearah Yona.


"Boleh gak saya di sini" kata Yona langsung karena peria itu hanya menatapnya, Ya dia memilih orang ini karena dibarisan kedua seorang peria yang tadi sempat dilihat Yona melambai kepada seorang wanita hamil dan yang pertama sedang memesan.


Peria itu masih belum bergeming memberhatikan Yona dari atas sampai kebawah.


"Saya sangat lapar kk, lagian lihat itu 3 teman saya hampir pingsan karna lapar" kata Yona lagi karna tidak ada tanggapan dari orang didepannya.


Peria itu bingung dan hanya menatap sekilas mengikuti jari Yona " Yasudah lah kakak pasti lapar juga kan" kata Yona kecewa lalu berbalik badan ingin kembali ke barisan belakang.


Ntah apa yang merasuki peria itu, ia meraih tangan Yona dan menatapnya sekilas, tanpa bicara ia menarik Yona ketempatnya dan pergi ke belakang.


"Aneh banget, masak gak bicara sama sekali sih? apa jangan jangan dia bisu ya?" batin Yona sambil tersenyum.


"Kok gue nurut amet sih? mereka kan ber 4, gue cuma sendiri" batin sang peria sambil jalan kebarisan belakang.


"Kenapa sih bodoh banget, apa apaan coba nganteri dari jauh lagi" batinnya lagi sambil menatap ke arah depan.


Yona langsung memesan 4 mangkok baksok tanpa mie dan 4 jus sirsak+buah naga. Selama membujuk peria tadi ternyata orang yang didepan sudah selesai jadi saat peria itu pergi langsung tiba giliran Yona. Ia memegang 2 nampan di tangannya, nampan besar berisi 4 mangkok bakso ditangan kanan dan nampan kecil berisi 4 jus di tangan kirinya.


Dengan hati hati ia melangkah, terlihat ia sangat kesulitan. Saat melewati peria tadi ia hanya tersenyum. Peria itu diam menatapnya sekilas.


Sebelum ia melangkah terlalu jauh dan belum sempat melewati orang yang mengantri, Tanpa aba aba si peria mengambil nampan ditangan kananya. Yona yang terkejut langsung menoleh


"Biar saya bantu" kata peria itu.


"percuma punya cowok" batin peria itu


Yona yang mudah terkejut itu masih terdiam melihat peria itu berjalan ke arah mejanya dan teman temannya. Belum sempat ia mencerna semua tapi ia berjalan mengikuti peria itu.


"Apa gunanya kalian para cowok" katanya sambil meletakkan nampan itu, lalu langsung berbalik pergi


"Kak makasih banyak, kakak sangat membantu" kata Yona. Sungguh merasa bersalah ia sekarang tadi saja ia tidak sempat berterima kasih. Tadinya cuma iseng kalo di kaaih syukur kalo nggak ya sudah, tapi peria itu malah membuatnya merasa berhutang budi.


"Nikmatilah makanannya, lainkali jangan pergi dengan cowok yang ingin dilayani" katanya lalu pergi menjauh, tapi bukan kembali memesan ia malah keluar dari tempat itu. "Dia tidak bisu? hahaha tapi malas bicara" batin yona.


"Apaan sih tu orang, gak tau malah sok" kata Adi jengkel


"Dengerin" kata Yona ketus sambil duduk dengan kasar hingga terdengar bunyi ngilu.


Sebenarnya melihat Yona kesusahan tadi Adi dan Raka ingin membantu, Saat melihat peria itu membantunya mereka kembali duduk dan menunggu.

__ADS_1


__ADS_2