Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Pulang Awal


__ADS_3

YONA POV


Pagi ini aku sedang memasak sarapan bersama Jema, mengingat Kakakku pulang besok, hari ini kami ingin jalan jalan sepuasnya jika kemarin shoping hari ini kami akan berkeliling Ibu Kota.


Saat asik memikirkan itu aku tersadar oleh teriakan seseorang. Suara itu sungguh ku kenal tapi kenapa?


"Yona........ Jema......."


"Kakak?" Ucapku pada Jema. Segera aku lari menghampirinya di ruang tamu


"Yona....... Jema......" Teriaknya sekali lagi dengan nada marah, saat itu juga aku sampai di depannya. Peria tampan khas rupa Indonesia asli.


Nananya ANDRE ITO, ia kakak tiri terbaik sedunia menurut ku. Selalu melindungi dan menjagaku bagainya aku permata yang harus dilindungi.


"Kakak udah pulang? Bukannya besok?" Ucapku menatapnya


"Kemana kalian kemarin?" Tanya balik dengan tatapan kesal namun terlihat kehangatan disana


"Kak Andre?" Ucap Jema yang datang dari dapur


"Kami diawasi?" Batinku seketika aku menegang mendapat pertanyaan itu


"Jawab" ucap kak Andere dengan lebih lembut menatap kami bergantian. Kami saling memandang memikirkan kesalahan kami.


"Kalian dengar Kakak?"


"Cuma belanja ke Mall Kak" Ucap Jema ragu


"Apa yang kalian lakukan disana?"


"Hanya belanja. Kami pulang cepat kok" ucapku cepat takut ia marah


"Kalian tidak buat keributan kan?"


Kami saling memandang lagi keributan apa? Begitulah mungkin arti tatapan kami yang ditangkap oleh kakak. Kami menggeleng setelah menatap Kak Andere kembali.


"Baiklah kalau kalian tidak merasa bersalah. Mulai besok kalian tidak boleh keluar selain pergi kuliah dengan diantar supir" Ucapnya tegas


"Sampai kapan kak?" tanyaku dengan polosnya padahal jelas saja itu bukan pertanyaan yang seharusnya.


"Sampai kalian tau kesalahan kalian dimana"Ucapnya melangkah pergi menaiki anak tangga


Tinggal kami berdua saling diam memikirkan semua kejadian masih dengan posisi tadi. Sampai kami berbarengan seperti mengingat sesuatu


"Peria itu?"ucap kami bersamaan lalu menggelengkan kepala


"Itu bukan kesalahan Jema" Ucapku menatap Jema


"Aku rasa juga bukan" Ucapnya meyakinkan


"Baiklah kita akan temukan nanti. Aku tidak bisa berfikir sekarang" Ucapku

__ADS_1


"Memang kapan kau bisa berfikir? Biasanya juga cuma komen" ejek Jema


"Jangan meledek ku disaat seperti ini" Ucapku kesal


🌻🌻🌻🌻


RAJATA GRUP nama gedung yang menjulang tinggi, diruang teratas gedung yang bertuliskan Direktur terlihat 2 laki laki tampan sedang duduk di sofa empuk berwarna hitam.


"Vin ada kabar?" Tanya peria bermata hitam pekat


"Tidak ada Tuan" ucap peria bermata abu


"jangan panggil begitu kita hanya berdua"


"Saya sudah berjanji pada Kakek dan Tuan Besar, Tuan"


"Terserah lah kau selalu begitu. Jelaskan" ucap nya lagi


"Sulit mencarinya Tuan sepertinya ada yang menutup identitas orang itu"


"Kenapa bisa? Apa dia orang terpandang? Aku harus memberinya pelajaran telah mempermalukan ku"


"Saya akan berusaha lebih keras Tuan"


"Baiklah. Kau tau.. dia gadis sombong jadi harus segera kau temukan dan bawa dia kehadapanku"


"Baik Tuan Muda"


🌻🌻🌻🌻


Yona, Jema, dan Kakaknya sedang berada di ruang keluarga. Mereka duduk dengan Yona dan jema di sofa kecil kanan kiri sofa panjang yang diduduki Andre.


"Kakak marah?" Tanya Yona


"Tidak" ucap Andre tetap menatap tv


"Kenapa hanya diam?" Ucap Yona lagi sedangkan Jema hanya diam dan menikmati setroberinya


"Ini Kakak bicara" Ucap Andre


"Kenapa kakak pulang cepat?" Tanya Yona


"Kamu malas ketemu Kakak?" balik nanya


"Bukan rasanya aneh aj. Gak biasa bahkan gak pernah balik awal" Ucap Yona menusuk buah dalam mangkuk lalu memakannya


"Kakak takut kamu kenapa napa" Jawaban yang singkat tapi mengharukan bagi yona


"Kerja Kakak udah siap? Aku ngerepotin ya?" Ucap Yona haru


" Bukan. Sejak kapan adik manja ini ngerepotin sih?" Ucap Andre lalu meletakkan jus ditangannya bangkit, berjongkok didepannya lalu memegang tangan Yona.

__ADS_1


"Makasih kak" ucap Yona mata mulai berkaca kaca.


"Dek Kakak gak mau kamu salah jalan dan terkena masalah"jedanya lalu mengangkat wajah Yona yang menunduk


"Kakak udah janji bahagiain kamu Kakak akan lakukan apa pun agar tidak ada air mata yang menetes lagi dari mata indah ini" Lanjut Andre. Seketika Yona berhambur ke pelukan sang Kakak, Andre langsung berdiri dan membalas pelukan adik nya itu.


"Makasih kak makasih buat segalanya" Ucap Yona sambil mengeratkan pelukannya


"Kamu tersiksa dengan semua ini?" tanya Andre mengusap surai Yona yang ada dalam pelukannya


"Nggak cuma kemarin pengen keluar aja. Lagian aku percaya Kakak lakuin ini demi aku kok" ucap Yona sambil melepas pelukannya Andre berdiri ingin kembali ke tempatnya semula


"Aaaaaa pengen ikut"


"Hahahahaha" mereka tertawa melihat Jema yang merengek merasa di abaikan.


"Gak asik ah masak aku dilupain" Ucap Jema sok marah


"Baiklah. Berpelukan....." ucap Andre dengan gelak tawanya sambil merentangkan tangannya ia sudah berdiri ditempat tadi ai duduk. Melihat itu Jema berlari kearahnya begitu juga dengan yona yang masih tertawa ditempatnya.


"Yeeeee" ucap Yona dan Jema bersamaan dan saat sampai


Brug......


Mereka bertiga jatuh disofa panjang itu dengan Andere di bawah


"Hahahahahaha" setelah itu terdengar tawa bahagia dari tiga manusia itu memenuhi ruangan.


Setelah sekian menit mereka masih nyaman pada posisi itu sampai Andre frustasi


"Hei udah juga kali"


"Masih rindu"


"Gak mau"Ucap mereka bersamaan lalu menggeser sedikit.


"Berat. Kalian mau Kakak mati" ucap Andere mulai kehabisan nafas memang sekarang mereka udah disamping kanan kiri Andere tapi ya kalo di peluk gitu siapa yang gak sesak coba.


"Kakak udah habis nafas" ucap Andere yang membuat mereka melepas dan tertawa


"Hahaha lebai" Ucap mereka bersamaan


"Kalian kerjain kakak kan?" ucap Andere memincingkan matanya


"Mana ada" Jema


"Gak lh" Yona


Mereka saling menatap tersenyum jahil. Kedua gadis itu memang sengaja memeluk Andre seerat mungkin. Andere tau itu ia tersenyum sinis mengambil ancang ancang "Dasar belut sama kancil" ucapnya segera memegang kuat hidung kedua gadis itu saat mereka menatapnya.


"Kakak...." ucap mereka bersamaan mengejar andre yang telah pergi ke arah taman sebelah rumah.

__ADS_1


Sesampainya di taman mereka tidak melihat Andre mereka jalan terus sampai dibelakang rumah yang ada kolam renangnya, disana juga tidak ada Andere mereka pikir Andre berenang dan sembunyi di bawah meahan napas mereka menunggu beberapa menit ingin mengetes tapi nihil tidak ada yang muncul. Karena penasaran mereka mencoba memeriksanya mendekat ke tepi kolam dan sialnya.......


__ADS_2