Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Perempuan Penggoda


__ADS_3

Haikel hanya menatap Yona tanpa menyentuh buah di meja matanya melirik bergantian Yona dan potongan buah. Yona yang benci berada di situadi itu akhirnya angkat bicara. " Apa ada yang salah?"


"Suapin"Bagai di timpa benda berat saja rasanya, Yona merasa lemas mendengar perintah Haikel yang tidak ingin ia lakukan.


"Anda punya tangan kan?Untuk apa tangan anda?" Kata Yona kesal, tidak berniat sama sekali melakukan perintah itu.


Siapa kamu? Pacar bukan, kerabat juga bukan ngapain minta di suapin lagi?


"Akan ku pastikan nilai kalian berdua jelek" Tantang Haikel dengan senyum jahil.


Sampai kapan kamu akan menjadi pembangkang? Udah manggil aku gak pake embel embel lagi.Haikel


Kenapa bawa Jema sih? Dasar manusia tanpa perasaan. Yona


"Baiklah" Ucap Haikel, lagi dan lagi menunjukkan senyum yang menjengkelkan. Ia meraih nampan yang ada di atas meja, tapi dengan cepat Yona merebutnya.


"Sini. Kalo benci ama aku gak usah bawa bawa Jema segala" Yona langsung mengambil garpu kecil di pinggir lalu menusuk buah apel yang sudah di potong.


Saat Haikel ingin bicara mulutnya langsung di isi buah oleh Yona. Ia hanya tersenyum melihat wajah kesal Yona yang menusuk nusuk buah dengan garpu kecil.


"Lama banget"Cibir Yona, tangannya sudah menggantung dengan garpu berisi buah di depan mulut Haikel. Haikel menerima suapan itu lagi dengan senyum yang bagi Yona memuakkan.


"Nanti tangannya aku patahin aja, ada juga gak di pake. Buat apa?" Sindir Yona sambil menyuap Haikel untuk yang ketiga kalinya.

__ADS_1


"Silahkan, tapi kamu jangan nyesel nanti" Jawab Haikel


"Nggak akan. Mau sekarang aku patahin?"


"Aku akan nikahin kamu biar nyuapin aku tiap makan"Balasnya sambil menerima suapan dari Yona. Yona yang mendengar itu merasa ngeri. Ayolah. Walau banyak yang mengidolakan Haikel tapi mendengar kata itu seperti beban berat baginya. Jika perempuan lain akan bersorak gembira mungkin.


"Mau? silahkan di coba"Tantangnya sambil mengangkat alisnya. Yona tidak menyahut, dia menyodorkan buah kedepan mulut Haikel agar berhenti bicara. Bukan memakannya Tuan muda itu malah memegang tangannya dan mengarahkan ke mulut gadis itu.


"Makan" Katanya lagi dengan senyum yang selalu sama menghiasi wajahnya. Dengan bodohnya lagi dan lagi Yona menurut. Bodoh atau takut? ntah lah yang penting kegiatan ini segera selesai.


Yona mengunyah buah di dalam mulutnya dalam diam dan kembali menyuapi Tuan Muda sombong itu. Hening. Sanpai buah di nampan habis tidak ada yang buka suara.


"Jika tidak ada lagi yang anda butuhkan saya permisi" Pamit Yona.


"hemm"Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Yona bangkit dari duduknya dengan nampan di tangannya, ia melangkah menuju pintu. Baru juga 2 langkah


"Modus" Teriaknya. Yona menarik tangannya yang masih di pegang Haikel dan menarik kasar tangan kanan Haikel yang memegang pinggangnya. Ia memutar tangan itu sedikit kasar membuat sang empunya mengaduh.


"Kamu beneran pengen saya nikahi"Katanya setelah merasa sedikit baik pada pergelangan tangannya yang sakit. Yona masih menatapnya dengan wajah yang sulit di artikan.


"Kamu aja yang modus. Emang dasar Buaya,kamu pikir saya gadis penggoda? Saya tau anda sengaja lakuin itu biar saya jatuh,biar anda bisa modus. peluk peluk" Kata Yona marah. Dia mengambil nampan yang terjatuh di lantai dan pergi dengan langkah lebar sebisanya.


"Gadis Aneh" Gumam Haikel. Baru kali ini ada gadis yang memperlakukan ia selayaknya manusia biasa. Biasanya para gadis akan menganggab ia seperti Dewa. Tidak jarang ada wanita yang menawarkan diri terang terangan untuk dinikmatinya.

__ADS_1


"Ada masalah?" Tanya Delvin. Yona masuk dengan wajah kesal, sedikit pucat dan mata memerah seperti menahan sesuatu. Ia mengetok pintu, setelah ada suara dari dalam ia masuk dan membungkuk lalu duduk di kursinya tanpa bicara sedikitpun.


" Kenapa? Kamu buat kesalahan?" Tanya Delbin memastikan. Apa Haikel membentak gadis itu? Jangan sampai lebih dari bentakan seperti memukul? Jika hal itu terjadi apa yang akan terjadi selanjutnya? Delvin yang sudah lama bersama keluarga ini saja masih buram dengan kejadian jika gadis ini kenapa napa.


"Kamu kenapa?" Tanya Delvin langsung berdiri. Sekarang wajah Yona sudah merah padam menahan sesuatu yang akan meledak. Air mata jatuh membasahi pipi mulusnya,dengan kasar ia menghapus air yang membasahi pipinya.


Delvin yang sudah berdiri di depan mejanya tidak tau apa yang harus ia lakukan. Yona menutup wajahnya dengan kedua telapak tangnnya. Perlahan mulai terdengar suara isakan yang seperti orang tertekan.


Delvin yang panik tanpa sadar langsung menarik tangan itu, ia menatap mata Yona dan Yona menatapnya juga karena kaget tangannya di tarik kasar. Air mata masih mengalir dan sesegukan masih terdengar jelas.


"Kenapa? Apa yang terjadi?" Kekuatirannya pada Haikel hilang diganti kawatir melihat air mata Yona. Belum pernah ia merasa sekawatir ini, sungguh ia merasa ada yang sesuatu yang mengganggu pada dirinya. Tidak tau apa itu, Hatinya? Pikirannya? atau yang lainnya. Dia tidak punya jawaban atas semua itu.


"Kenapa dia sesukannya? Aku benci dia. Dia pikir aku sama seperti perempuan yang suka menggodanya?"Ucapnya sambil berusaha melwpas tangannya yang di pegang Delvin. Nihil. Tenaga Delvin jauh lebih kuat.


"Apa yang Tuan lakukan?" Pikiran Delvin mulai mengarah ke mana mana mendengar kata 'Perempuan penggoda' tapi ia yakin bahwa Tuan mudanya tidak mungkin melakukan hal yang tidak tidak.


Yona hanya diam, ia tiba tiba merasa bingung sendiri. Jika di pikir itu hanya kecelakaan, tapi sikapnya sudah berlebih. Tidak. Haikel menjulurkan kakinya sehingga ia hampir jatuh. Pikirannya membantah kata hatinya.


Jujur dia sendiri tidak tau dengan sikapnya. Sebelum tangisan itu pecah ia sempat mengingat omongan orang kampung,orang tuanya, Andre dan Aga. Pastinya yang ia tau, ia merasa telab mewujudkan omong kosong ibu ibu, mghianati Orang tua dan Kakaknya yang telah menjaganya dan selalu berpesan agar dia menjaga harga dirinya.


Satu lagi ia merasa telah menghianati Aga. Karena dia selalu di lindungi hanya Ayah, kakak dan 2 sahabatnya yang bisa dekat eengannya. Memang banyak teman laki laki tapi menyentuh tangannya saja tidak di ijinkan. Terkecuali saat ia mengikuti acara di kampung, Seperti tarian daerah berpasangan.


"Jangan menangis lagi, kalau kamu ingin cerita kamu bisa cerita nanti" Putus Delvin pada akhirnya karena tidak ada suara dari Yona. Delvin melepas tangan Yona lalu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya menyerahkannya pada Yona.

__ADS_1


"Cuci wajah dulu" Katanya. Yona menerima sapu tangan itu dan bangkit. Ia kembali menatap Delvin yang masih berdiri di tempat tadi.


"Masuk aja kedalam sana, didalam ada kamar mandi" Kata Delvin seakan mengerti maksud Yona. Yona mengangguk dan melangkah menuju ruangan di belakang meja Delvin yang ditunjuk laki laki itu.


__ADS_2