Tuan Muda Demi Sekertaris

Tuan Muda Demi Sekertaris
Cinta pertama Yona


__ADS_3

"Aku mau pergi" hendak melangkah, belum juga dua langkah tangannya di tarik, yang membuat dia duduk kembali.


"Kamu harus tanggung jawab" kata Haikel, mereka saling menatap dan tangan Haikel masih memegang tangan Yona.


"Apa?" tanya Yona galak.


"Tanganku terluka jadi kamu akan nikah sama aku"


"Hah.... gak sudi. Mana lihat, pasti bohong kan?" Haikel menjulurkan tangannya yang sakit itu. Yona menatapnya lalu mencengkram kuat pergelangan Haikel.


"Awwww" Haikel kesakitan, mendengar itu Yona terkekeh dan lari keluar sekencang mungkin.


"Hai..." panggil Haikel


BRUG...


"Hahaha.... Rasain" ucap Yona sambil bersandar di pintu yang baru di tutupnya keras. Wajahnya penugh kemenangan.


"Yona" panggilan Jema menyadarkan Yona.


"Makan bareng yok, Adi sama Raka udah kangen katanya" ajak Jema yang ingin pergi makan di kantin bersama kedua sahabatnya. Raka magang di gedung yang sama dan adi di kantor seberang tidak terlalu jauh dari kantor Rajata Groub. Ia tinggal sendiri di sana, sedangkan kedua setaf lainnya sudah pergi ntah kemana.


"Masih sibuk aku, bay..." Yona langsung pergi meninggalkan Jema kembali ke ruangan sekertaris Delvin.


"Awas lo sakit ntar"


Jema pergi ke Restoran depan kantor, disana sudah ada Adi dan Raka yang sudah menunggunya. "Sorry lama"


"Yona mana?" tanya Raka.


"Biasa sibuk" ucap Jema acuh sambil menunggu pesanan yang sudah di pesan oleh kedua peria itu.


Sementara di sini, Yona sedang vodeo call dengan cowok pujaan hatinya yang jauh disana. Sedari tadi pagi hatinya tidak tenang, selalu mengingat dan merasa kawatir. Ia merasa sangat rindu sosok laki laki itu, jika bisa ia ingin terbang menemui peria berlesung pipi itu.


"Kenapa? Kok wajahnya gitu?" tanya Haganta dengan wajah di hiasi senyum menggoda juga lesung pipinya, wajah Yona saat ini ditekuk dan terlihat kesal


"Kamu sibuk banget ya? Udah lupa sama aku?" tanyanya jutek


"Kamu kok jadi sensi sih? Jangan marah, nanti cantiknya hilang. Aku inget kamu kok"


"Bohong,kamu udah punya yang lain kan? Kenapa jarang telfon?"

__ADS_1


"Nggak cantik, sayangku, dihati aku cuma ada kamu. Aku lagi fokus cari uang biar bisa bayar sinamot" diakhiri dengan tawa


"Gak lucu ah, kamu nyebelin" Kata Yona lagi.


"Jangan marah 'Nde iting'Ku sayang, cepet tua lo ntar." tawanya lagi, tapi beda dengan matanya yang terlihat membawa beban banyak. Dari mata coklat beriris itu terlihat ia lelah dan banyak masalah. Tapi senyum selalu ia paksakan agar gadis tercintanya itu tidak curiga.


Nde Iting dalam tanda petik adalah marga mereka. Biasanya di panggil untuk perempuan kata Nde sedangkan laki laki memakai kata Ma. Contohnya: Ma Iting.


Disisi lain, tepatnya di ruangan Direktur, tiga peria sedang menonton laptop, Cctv dari ruangan Delvin yang lengkap dengan suaranya. Menyaksikan sikap Yona dan kemanjaanya pada Haganta.


"Ternyata mereka masih berhubungan ya" kata Andre, menatap sinis pada layar yang menunjukkan wajah adik tirinya.


"Siapa orang itu?" tanya Haikel


"Cinta pertama Yona, berharap menjadi cinta terakhirnya juga" jawab Andre, ekspresi wajahnya belum berubah.


"Hahahahahah.... Jaman sekarang memang masih ada yang seperti itu?" Tawa Haikel


"Apa kamu akan membiarkan mereka bersatu? Bukan kamu sangat mencintai adik tirimu itu?" tanya Haikel lagi, Delvin yang mendengar itu menoleh menatap Andre, ada rasa terkejut dan tidak menyangka.


"Kamu salah. Aku mencintainya sebagai adik bukan ingin memiliki, aku ingin dia bersama orang yang pantas dan bisa membahagiakannya" Jawab Andre dengan santai


"Hahah benarkah? aku pikir kamu ingin memilikinya. Orang seperti apa yang kamu inginkan bersama adikmu itu?" tanya Haikel tatapanya kembali pada layar yang menampilkan wajah tersenyum Yona


"Gombal banget, jangan pikirkan apa apa. Kamu terlihat sangat banyak beban" kata Yona dengan tawa mengejek


"Hey... nona pencuri. Ini semua terjadi juga salah kamu"


"Apa salah aku? Lagian siapa itu nona pencuri?" Wajahnya terlihat marah namun tidak dengan hatinya yang terobati dengan bertengkar dengan orang yang membuat dia gusar sedari bangun pagi.


"Kamu lah, Yona sayang kamu harus tanggung jawab" ucap peria di seberang sana lagi dengan wajah yang selalu tersenyum.


"Apa? Tanggung jawab apa coba? Emang kamu bunting?" Tawa Yona pecah memenuhi ruangan itu


"Lebih parah, karena kamu mencuri dan membawa kabur hatiku" kata Haganta yang membuat Yona berhenti tertawa dan menatap wajah manis yang selalu tersenyum padanya. Seketika wajahnya memerah, ia menutup kamera agar haganta tidak bisa melihat wajah tomatnya itu.


"Kenapa di tutup? Wajah kamu merah ya sayang?"tanyanya lagi menggoda


"Kamu jahat ya, yang ada kamu yang sembunyiin hati aku waktu kita ketemu terakhir" belanya, ia kembali menunjukkan Wajahnya yang sudah bisa ia kendalikan.


"Kamu selalu ya, masih sama"

__ADS_1


"Kalau aku berubah ntar hati aku juga berubah"


"Kamu gitu aja, aku gak mau kamu berubah kok" Kata Haganta. Mereka saling diam dan sesekali melempar senyum memandang wajah di layar Hp.


Kembali ke ruangan Direktur yang di sebut Yona si Raja Tega.


"Orang yang bisa menuhi semua keinginannya dan bahagiain dia tanpa syarat" Ucap Andre menatap Haikel


"Elo punya calon?" tanya Haikel lagi, matanya tetap fokus pada layar laptop, tidak jauh beda dengan Delvin. Wajah Delvin saat ini sungguh tidak bisa bekerja dengan baik, tidak seperti biasanya selalu santai dan termasuk golongan tanpa ekspresi.


"Tidak, aku gak mau jodohin dia. Biar dia yang pilih calon sendiri, aku hanya akan menilai"


"Akan ku dapatkan adik tersayangmu itu" senyum licik menghiasi wajah Haikel. Ia sangat teropsesi dengan kelakuan gadis manja nan pembangkang itu.


Deg....


Tanpa ada yang menyadari ada hati yang sakit mendengar perkataan Haikel itu. Bahkan sang empunya nyaris tidak sadar karena perkataan Haikel hatinya terasa perih.


"Oh ia, Vin elo kenapa? Gue lihat Elo gak ke ruangan elo dan laptop juga ada di sini" tanya Andre mengalihkan pembicaraan. Jujur, walau Haikel punya segalanya namun ia merasa Haikel bukan pilihan terbaik buat adik nya.


"Adik elo, buat dia gak nyaman. Dia kan takut sama cewek" ejek Haikel sedangakan orang yang di tanyai hanya diam dan terus memandang laptop di depannya.


"Kenapa lo tempatin dia di ruangan Delvin sih? Tempatin aja dia kayak anak lainnya" Kata Andre


"Permintaan Papa" Jawaban yang tidak bisa di tawar. Jika ini permintaan Tuan Besar berarti semua ini ada tujuannya. Mengharuskan Andre semakin berhati hati. Sekatika perasaan menyesal melintas di kepalanya.


Kenapa ia harus mengenalkan Yona pada Tuan Besar? Kenapa ia harus melibatkan adikanya dalam keluarga Rajata?


Hai hai semua......


Jangan lupa tinggalin jejak ya


-Like


-Komen


-vote


Plissss.....🙏🙏🙏🙏🙏


Beri dukungan buat aku, satu jejak dari kalian sangat berarti bagi semangat ku dalan berkarya.

__ADS_1


__ADS_2