
Bulan berganti, hari ini Yona akan Wisuda. selama selesai magang ia tidak pernah bertemu lagi dengan Haikel ataupun Delvin. Sebelum selesai ia sempat bingung dengan sifat Delvin yang seperti menjauh darinya. Walaupun selama ini Delvin memang tidak terlalu dekat dengannya tapi, Yona bisa merasakan Delvin menjauhinya.
Sama halnya dengan Haikel yang tidak pernah lagi menjahilinya maupun mengatur pekerjaannya. Yona sendiri tidak terlalu memikirkan hal itu, Gadis itu merasa beruntung dengan keadaan seperti itu.
Yona dan ketiga sahabatnya mendapat nilai memuaskan dari tempat magang.
Kini acara wisuda telah selesai. Terdengar tawa bahagia dari setiap Mahasiswa/Mahasiswi
"Mari memulai perjalanan baru!!! " Seru gadis Berambut hitam panjang.
"Guys buat kenangan dulu sini" Ajak Adi sahabatnya
Mereka asik berfoto bahagia. Sampai seseorang mengagetkan keempat sahabat itu.
"Selamat atas hari bahagianya" Suara dingin itu tidak asing di pendengaran gadis berambut hitam panjang yang tidak lain ialah Yona.
Yona membalikkan badannya melihat apakah ia salah dengar. Saat ia berbalik ia sungguh melihat laki laki itu. Laki laki yang ia hindari.
"Selamat" Laki laki itu menyerahkan seikat bunga yang sudah di rangkai sedemikian rupa. Tidak cocok dengan Wajahnya yang kaku.
"Ngapain coba?" Yona membatin.
"Ini buat orang yang sedang bahagia" Haikel menggoyangkan tangannya, menatap Yona dengan senyum yang tidak ia mengerti.
"Apa yang Anda rencanakan? " Yona menyipitkan matanya
Sahabatnya hanya diam menyaksikan kejadian itu. Juga ada beberapa orang yang mengepalkan tangannya.
Haikel mendekat, jarak mereka hanya beberapa senti. Menyerahkan bunga ke tangan Yona dengan paksa. Lalu membisikkan sesuatu, mundur beberapa langkah dan menatap Yona lagi dengan senyuman yang sama.
Yona hanya diam memandangnya dengan wajah datar. Haikel pergi dari hadapannya dengan langkah angkuhnya di ikuti oleh Delvin di belakangnya.
Semua orang sedari tadi melongo melihat pemandangan itu. Dua peria tampan yang jadi idaman semua kaum Hawa ada di kampus mereka.
"Apa yang terjadi?" Andre baru datang dari kamar mandi bingung dengan wajah adiknya.
"Kamu menghawatirkan sesuatu? " Andre sempat melihat Haikel. Ia mengguncang tubuh Yona.
"Tidak ada" Ucap Yona berusaha mengalihkan pikiran Negatif dalam otaknya
...****************...
Pagi ini Yona termenung sendiri di taman rumahnya. Semalaman ia tidak bisa memejamkan matanya.
"Apa yang di rencanakan orang itu? " Pandangannya jauh menerawang
"Kenapa? " Suara Andre mengagetkannya. Laki laki itu duduk di sebelahnya. Ia tau adiknya sedang tidak baik baik saja.
Setelah pulang dari acara semalam adiknya tampak berbeda. Tidak ada Yona yang selalu ceria di hadapan mereka, tidak ada sikap pen cicilan seperti biasa saat berkumpul bersama.
Orangtua mereka tidak dapat hadir jadi hanya Andre yang mendampingi kedua gadis itu.
"Lagi bosen aja kak" Dengan menunjukkan senyum sebaik mungkin. Walau berusaha tapi orang terdekatnya pasti akan tau membedakan senyumannya.
"Apa yang Haikel katakan kemarin? " Tanya Andre menatap Yona.
"Nggak ada, cuman bilang selamat" Yona mengalihkan pandangannya menikmati bunga yang sedang mekar di halaman.
"Jangan bohong. Dia ngancem kamu? " Andre tidak puas dengan jawaban yang di berikan Yona.
__ADS_1
"Hahaha... memang ada orang yang bisa ngancem aku? "
"Yaudah kita masuk. Udah ditungguin sarapan sama yang lain" Andre menyerah, bagaimanapun susah membuat Yona mengaku sekarang.
"Kalau ada apa apa bilang sama kakak, jangan pendam sendiri" Peringatnya
"Udah lapar kita nungguin kalian" Perotes Adi
"Kenapa? Makin jelek aja ku lihat" Raka menggoda Yona
Memasuki ruang makan mereka langsung dihadapkan dengan tiga manusia yang sudah menahan lapar menunggu mereka.
Yona hanya tersenyum menanggapi kedua sahabatnya. Bukan tanpa alasan kedua laki laki itu menggoda Yona. Mereka tau Yona sedang tidak baik baik saja. Tapi, mereka tidak akan memaksanya untuk bercerita.
Setelah selesai menyantap sarapan mereka. Kelima manusia itu berkumpul di ruang keluarga. Membicarakan banyak hal tentang rencana mereka kedepannya.
"Kak. Yona mau pulang" Ucapan Yona membuat suasana tiba-tiba hening.
"Kenapa? Kamu gak jadi bantuin kakak kembangin perusahaan? " Tanya Andre setelah beberapa detik.
"Sementara aku cari kerja di kota kita aja. Nanti aku balik lagi kok kesini" Ucapan Yona membuat Andre semakin yakin ada sesuatu terjadi saat kedatangan Haikel.
"Elo serius? " Raka buka suara
"Serius lah. Buat apa coba bohong?" Sungut Yona
"Elo mau ninggalin kita" Kini Adi juga buka suara
"Elo di sini aja"
"Ngapain sih pulang segala? Yona kamu ada masalah apa sih?" Jema ikut angkat bicara.
"Kapan mau pulangnya? " Tanya Andre
"Besok aja kalok bisa kak" Ucapannya membuat sahabatnya melotot
"Kak Andre" Jema menatap Andre dengan pandangan memohon
"Kok buru-buru? " Andre mengabaikan Jema.
"Ngapain juga ditunda? " Yona mengangkat bahunya
"Kenapa sih Yona? Bukan Elo paling semangat kemarin kita kesini? " Jema protes dengan keputusan Yona
"Nanti aku balik kok Jema"
"Sebenarnya kamu punya masalah apa sih? " Raka mendesak apa yang terjadi.
"Dibilang nggak ada" Yona bangkit dari Sofa melangkah menuju tangga.
"Mau kemana. Kita belum siap bicara" Teriak Raka
"Mau beres beres" Yona terus berjalan tanpa menghiraukan mereka
"Kak Andre? "
"Biarkan dia pergi dulu, kalian tidak usah khawatir" Andre juga bergegas meninggalkan mereka.
"Kakak mau kemana? "Tanya Jema
__ADS_1
" Siapin kebutuhan Yona Pulang" Andre berlalu dari ruangan itu.
"Yona kenapa sih? " Jema jengkel sendiri
"Elo yang paling tau keadaannya" sungut Adi
"Pasti ada sesuatu yang terjadi saat dia datang kemarin" Kata Raka
"Elo ingat gak pas dia mendekat kayak bisikin sesuatu gitu" Adi menerawang ke acara kemarin
Sementara pikiran mereka dipenuhi tanda tanya, ditempat lain. Kamar mewah yang di tempati Yona.
Gadis itu termenung di atas kasur menatap pakaiannya yang sudah berserakan di sana. Siap dimasukkan kedalam koper.
"Dasar orang gila"
"Orang itu!!!!! " Ia membesarkan matanya, meremas pakaian yang di peganganya.
"Kenapa orang kaya selalu berbuat semaunya? "
"Mentang mentang punya kekuasaan"
Akhirnya air matanya jatuh tanpa di minta
"Apa yang di inginkan nya? "
"Kenapa sayang? " Dengan segera ia menghapus jejak air mata di pipinya mendengar suara Andre memasuki kamarnya.
"Kakak"
"Cerita sama kakak ada apa? " Andre duduk di sebelahnya mengelus rambut adiknya.
"Apa Haikel sangat berkuasa kak? "
"Kenapa nanya gitu? " Andre semakin yakin penyebab keinginan adiknya pergi adalah Haikel.
"Mau tau aja sih" Lagi lagi senyuman yang membuat Andre jengkel terukir di wajah cantik itu.
"Kamu takut sama dia? "
"Jangan becanda kak"
"Terus kok nanyak kayak gitu? " Berusaha mengorek informasi
"Siapa tau bisa jadi calon suami" ucapnya sambil terkekeh
"Ada ada aja kamu ini"
"Dia gak mau kan pastinya sama cewek kayak aku? Padahal kalo mau aku siap banget" Sok manja kepada kakaknya
"Udah jangan berharap sama orang itu. Kakak gak akan setuju kalok sama dia"
"Idih... kakak" memantulkan bibirnya
"Kita beda jauh sama dia sayang. Kakak gak akan biarin dia sama kamu"
"Kenapa emang? "
"Kakak gak mau kamu nikah sama orang arogan. Harus sama cowok lembut yang bisa jadiin kamu ratu dalam hidupnya"
__ADS_1
Yona menghambur kedalam pelukan Delvin. Ada rasa lega di hatinya, sebagian bebannya terangkat mendengar ucapan kakaknya.