Tune In, Dropped

Tune In, Dropped
Bagian 6 ~ Sepanjang Hari (Astrid POV)


__ADS_3

Itu sangat menyenangkan. Membuat adonan dipagi buta. Menjadikannya sepotong bolu atau menunggu sejenak agar aku bisa membuat donat. Pernak-pernik gula yang membuatku benar-benar gila. Warna-warni cokelat glaze yang aku sangat suka. Belum lagi, buah-buahan kering. Aku benar-benar menyukai nya.


Tirai penutup kaca sudah berganti warna dari putih ke pink soft. Setelah mengikatnya agar rak bisa terlihat, ku taruh beberapa beberapa kotak kue-kue kecil yang begitu membahagiakan. Aku masih saja tersenyum melihatnya.


Kaca pembatas juga sudah terpampang nama toko tua ini dengan hiasan lampu kecil. Daun kering yang sengaja ku susun serta beberapa bunga Daisy palsu yang sengaja ku letakan.


Hari ini daun maple bahkan jatuh di mejaku. Apakah ini pertanda jika hari berganti?


Apa harapan di pagi ini cukup berpengaruh pada keajaiban kecil di siang hari? Kamu bisa mengatakannya. Inilah, sesuatu yang menarik itu.


Kemudian, kita akan berlari. Lalu tersenyum melihat matahari dan kita akan berkata 'hari ini cukup panjang. Oh, panas sekali' begitulah.


Aku masih duduk dengan suara radio yang masih keras berceloteh. Menunggu seseorang datang dan mengatakan 'oh, ini enak sekali'. Cuacanya bagus dengan cahaya matahari yang menyinari. Kicauan burung juga terdengar riang bernyanyi. Sesekali, orang berseloroh saat lewat ditrotoar depan toko ku. Mereka juga menikmati, betapa cerah hari yang bersinar ini.


"Kamu benar-benar melakukannya?"


Aku berbalik dari sesuatu yang sedang kukerjakan. Ku dapati laki-laki muda itu sudah berdiri didepan pintu toko yang terbuka.


Dia mulai memilah cupcake hijau dengan hiasan cokelat hitam yang terdapat pola bintang diatasnya. Setelahnya, dia menghampiriku dan membayar semua kue-kue itu.


"Woa, ini enak sekali."

__ADS_1


Untuk pertama kali, dia melontarkan kata yang sangat ingin ku harapkan. Guratan senyum terlukis diwajahku. Aku begitu merasa bahagia. Melihatnya tersenyum memakan kue itu. Keceriaan dan tanpa beban, dia benar-benar menikmatinya.


Kami hanya saling diam. Dia sibuk dengan mulutnya yang penuh kue dan aku sibuk berdiri menatapinya dengan suka cita. Hari berjalan begitu saja, dan kami saling berdiri dengan emosi yang begitu meletup.


"Selamat datang."


Beberapa orang datang dan kemudian pergi setelah mengucap salam. Aku masih saja bahagia karena itu. Sungguh begitu kecil namun sangat menyenangkan. Aku harus tersenyum sepanjang hari hingga toko di tutup setelah aku menutup tirai berwarna pink dan menaruh papan menu ke dalam.


Pintu terkunci dan aku menutup tas yang tergantung di pundak ku setelah kunci mendarat disana.


Aku tertahan setelah melihat laki-laki itu tersenyum karena menunggu di samping gang toko.


"Hai?"


"Hai?"


"Pasti melelahkan? Aku sudah memintamu agar tidak mengantarku."


"Tidak apa-apa."


"Apa kamu benar-benar berdiri disana sepanjang hari?"

__ADS_1


"Seperti itulah."


Aku tertawa kecil. Laki-laki itu cukup tangguh juga untuk menunggu aku selesai dan menutup toko.


Perjalanan akhirnya mengantarkan kaki kami pada sebuah pintu menuju tempat tinggalku.


"Jadi inilah tempat tinggalku."


Aku menunjuk rumah atap di atas dan dia mengangguk sambil melihat kesana.


"Oh jadi disini."


"Baiklah."


Dia memutar tubuhnya dan berjalan menjauh di tengah cahaya lampu jalanan yang berwarna kuning. Beberapa saat kemudian, dia berlari kembali sebelum aku sempat menaiki anak tangga.


"Boby."


Dia berdiri sambil mencari napas. Dia juga sempat tersenyum di tengah engah-an napas nya yang terlihat setengah-setengah.


"Astrid."

__ADS_1


Kami saling diam dalam tegaknya kaki yang meminta untuk tinggal. Boby bahkan masih kembang kempis karena belum menemukan tarikan napas yang sempurna.


Derikan jangkrik yang begitu khas di sekitar tempat tinggalku. Lampu jalanan kecil yang begitu temaram, serta suasana sepi. Mendengar lagu dari kejauhan, mungkin tetangga yang sedang menyalakan radionya. Sepoi, angin juga terasa mampir untuk sekedar menyapa atau singgah sebentar menyapu deraian rambut ku dan pergi setelahnya. Dan hari, masih saja biasa.


__ADS_2