
EPISOD 10
Masih dalam suasana pagi yang begitu tegang terlihat Soo Yun yang masih berhadapan dengan Ratu Yun yang Akan menampar Soo Yun.
TAP…
Suara tangan Putra Mahkota yang menggenggam tangan Permaisuri yang akan menampar Soo Yun.
Soo Yun yang menoleh kearah tangan yang menolongnya dengan tenang dan dalam sekejap matanya melotot terbelalak melihat seseorang yang ada didepannya yang tak asing baginya.
“Astaga”Ujarnya Soo Yun sembari menutup mulutnya terkejut.
Ratu Yun yang melihat seseorang didepannya yang tak lain adalah Putra Mahkota yang berani mencampuri urusannya mulai menatap kesal.
“Lepaskan tanganku kenapa kau selalu mencampuri urusanku “Ujarnya Ratu Yun Geram.
“Ini akan menjadi urusanku selama kau marah tanpa alasan yang jelas.Apa menyiksa dayang istana belum cukup bagimu,Jangan Sakiti dia atau tanganmu yang akan terluka karna menyakiti orang yang tidak bersalah”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan nada Dingin.
“Heh..Aku tidak percaya kau melindungi gadis murahan ini kau fikir aku tidak tahu bahwa kau yang telah membawanya dari tempat Gisaeng itu”Ujarnya Ratu Yun sembari tersenyum Sumringah.
Soo Yun yang mendengar Ratu Yun begitu penuh kebencian mulai menatapnya tenang ,Pangeran Baek Hyeon mulai melepaskan genggamannya dan menatap Ratu Yun dengan tatapan dingin.
Ratu Yun yang geram menatap Pangeran Baek Hyeon mulai tersenyum geram kearahnya dan pergi meninggalkan mereka berdua dengan perasaaan kesal.
Setelah Ratu Yun pergi Soo Yun mulai dihadapkan putra Mahkota yang tak lain adalah Hyeon Seorang Jendral yang dikenalnya, sembari memalingkan pandangannya Soo Yun mengerutkan Alisnya dan memukul keningnya.
Tak lama kemudian Soo Yun telah berjalan dengan cangung disamping putra Mahkota yang berjalan bersama tepat disampingnya.
“Aku sangat terkejut kau berada dipaviliun almarhum ibuku jadi aku sengaja datang kesini karna aku tahu Dia tidak akan membiarkan itu”Jelasnya Pangeran Baek Hyeon memecah suasana hening itu.
“Apa …Jadi ini paviliun ibumu Emm… Apa kau akan melarangku tinggal disini”Ujarnya Soo Yun dengan ragu.
“Tentu saja tidak kenapa aku melarangmu tinggal disana, sepertinya aku harus pergi sebentar”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon sembari menghentikan langkahnya dan menatap Soo Yun dengan tenang.
Soo Yun yang berada didepan Putra Mahkota yang menatapnya tenang semakin canggung sembari mengedipkan matanya.
“Oh Baiklah”Jawab Soo Yun dengan nada gugup.
“Aku hanya pergi sebentar tapi bukan berarti kau bisa bebas pergi dari sini pergilah keperpustakaan aku akan menunggumu disana dayang istana akan menemanimu pergi ”Perintah Putra Mahkota dengan nada dingin.
“Baiklah oke”Jawab Soo Yun dengan santai.
Putra Mahkota pergi dari sana dan Soo Yun mulai bisa bernafas lega dia mulai mengerutkan alisnya tidak nyaman melihat kedua dayang yang telah berada disampingnya sembari menundukan kepala mereka dengan sopan.
Disisi lain tak jauh dari taman istana terlihat Pangeran Seok yang berjalan dengan diikuti seorang kasim istana dengan raut wajah datar.
__ADS_1
Kasim Do adalah kasim kepercayaan Ratu Yun yang ditugaskan untuk mengawasi Pangeran Seok.
“Tuanku apa anda ingin aku melakukan sesuatu”Tanya Kasim Do kepercayaan Pangeran Seok.
“Aku tidak menginginkan apapun, meski aku ingin mungkin kalian tidak akan memperbolehkannya”Jawab Pangeran Seok sembari tersenyum.
Kasim Do menundukan kepalanya membuat Pangeran Seok menghela nafas dengan keadaanya yang selalu terkurung diistana.
Pandangan Pangeran Seok mulai tertuju pada Seseorang yang berdiri diatas jembatan istana sembari menghirup nafas dalam ditemani dengan kedua dayang istana.
Perlahan Pangeran Seok mulai penasaran dengan wanita yang dilihatnya mungkin membuatnya tertarik senyum yang terlihat dari bibirnya membuat Pangeran Seok semakin terpaku dan mulai membuat bibirnya ikut tersenyum.
Disisi lain Wanita yang tak lain adalah Soo Yun yang masih berdiri diatas jembatan sembari menikmati udara segar disana membuat para dayang khawatir karna Soo Yun tidak segera menuju keperpustakaan yang diperintahkan putra mahkota.
“Nona maaf atas kelancangan kami, tapi anda harus segera menuju keperpustakaan jika Putra mahkota melihat nona masih belum ada disana kami akan dihukumnya”Pinta Dayang itu dengan ekspresi ketakutan.
Soo Yun Yang melihat dayang itu ketakutan mulai menghela nafas dan kehilangan senyum dibibirnya dalam sekejap Soo Yun yang jengkel dengan ketakutan para dayang yang terlalu sopan mulai menarik tangan mereka berdua dan membuat kedua dayang istana tersebut terkejut.
“Kemari jangan bicara formal padaku biasa saja aku bukan pejabat seperti yang kalian fikirkan jadi anggap saja aku teman kalian ok jika kalian tidak mau anggap saja ini perintah bagiku yang harus kalian patuhi”Jelasnya Soo Yun sembari merangkul kedua dayang itu.
Kedua dayang itu awalnya takut dan akhirnya mulai saling tersenyum dan terbiasa dengan sikap Soo Yun.
Para Dayang itu mulai tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan Soo Yun memanfaatkan kesempatan yang tenang itu untuk beristirahat.
Saat Salah satu dayang menghirup udara dengan tenang disana tiba-tiba terlihat ulat bulu yang menempel dipagar jembatan itu.
“A…Ulat Bulu”Teriak Salahh satu dayang itu ketakutan dan terkejut.
Suasana tenang itu menjadi kacau karna Soo Yun juga takut dengan seekor ulat bulu.Karna terlalu terkejut Soo Yun tiba-tiba terpeleset dan akan jatuh dari jembatan itu.
Para dayang yang terkejut dan khawatir hanya melotot terkejut melihat Soo Yun yang akan terjatuh dibawah.Ketegangan itu berubah setelah sosok tangan menangkap tangan Soo Yun.
Soo Yun menatap seseorang yang menolongnya yang tak lain adalah Pangeran Seok,Pangeran Seok yang memandang Soo Yun mulai tersenyum dan menarik tangannya dan menuju kepelukannya.Mereka saling memandang seolah menatap pertama kalinya.
“Kau Baik-baik saja”Tanya Pangeran Seok dengan tenang sembari tersenyum tipis.
Soo Yun yang masih menatap Pangeran Seok yang begitu ramah membuatnya terpaku melotot kearah Pangeran Seok yang menatapnya tenang sembari tersenyum kecil kearahnya dalam sekejap Suasana tenang itu berubah tegang .
“Oh astaga”Ujarnya Soo Yun terkejut tangannya tiba-tiba ditarik oleh Pangeran Baek Hyeon yang terlihat marah.
Pangeran Seok yang melihat Pangeran Baek Hyeon yang terlihat sangat marah mulai menatap dingin kearahnya,Soo Yun yang melihat kedua orang disampingnya yang terlihat seperti musuh mulai khawatir.
__ADS_1
“Tenang saja kami baik-baik saja”Ujarnya Soo Yun memecah suasana tegang itu..
“Jangan dekatii dia”Perintah Pangeran Baek Hyeon dengan nada dingin dan menatap datar Pangeran Seok..
Soo Yun mulai menatap terkejut Pangeran Baek Hyeon yang tiba-tiba mengatakan hal yang membuatnya mungkin semakin dalam masalah.
“Sudah lama seperinya aku mengalah mungkin sekarang aku harus belajar melawan dihadapanmu”Jawab Pangeran Seok dengan nada tenang.
Soo Yun yang berada ditengah tengah tatapan penuh kebencian itu hanya diam dan khawatir,Tak lama kemudian Pangeran Baek Hyeon menarik tangan Soo Yun dan mengajaknya pergi meninggalkan Pangeran Seok,Pangeran Seok yang menatap Pnageran Baek Hyeon memegang tangan Soo Yun dengan tenang membuatnya semakin menatap datar kearahnya.
Tak lama kemudian Pangeran Baek Hyeon telah menarik Soo Yun sampai perpustakaan.
“Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk keperpustakaan kenapa kau tidak datang”Gertak Pangeran Baek Hyeon dengan nada kesal.
“Memangnya kenapa?Dengar yha putra mahkota aku ini memiliki dunia sendiri kenapa jadi kau yang mengaturku”Balas gertak Soo Yun kesal.
“Karna kau berada dikawasanku jadi kau harus menuruti semua perintahku”Gertak Pangeran Baek Hyeon dengan kesal.
“Wah-wah lihat ini kau ini belum paham diriku benar yha dasar putra mahkota menyebalkan”Balas gertak Soo Yun sembari menggigit giginya geram.
“Lancang sekali kau mengatakan itu”Gertak Putra Mahkota dengan kesal.
“Dengar kau yang membutuhkanku disini”Balas gertak Soo Yun.
Jgrek…
Tiba-tiba suara pintu perpustakaan terbuka seseorang yang tak lain adalah Pengawal Dam Myung-Sik terpaku menatap Soo Yun dan putra Mahkota yang saling menatap kesal.
“Permisi”Ucapnya Pengawal Dam Myung-Sik dengan canggung.
Tak lama kemudian Mereka bertiga telah duduk diperpustakaan Pengawal Dam Myung Sik yang menatap mereka berdua tanpa berbicara mulai meminum teh didepannya perlahan dan meletakan tehnya dengan tenang.Tiba-tiba…
“Apa yang ingin kau katakan”Tanya Soo Yun dan Pangeran Baek Hyeon bersamaan.
Pengawal Dam Myung-Sik yang mendengarnya mulai menatap mereka berdua dengan tenang sedangkan mereka hanya memalingkan wajah mereka karna masih kesal.
“Entah apa yang telah terjadi ,Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa para perdana mentri itu mencoba meracuni pikiran Yang Mulia Raja mengatas namakan namamu besok pagi”Jelasnya Pengawal Dam Myung- Sik.
Dalam sekejap ekspresi wajah Putra mahkota berubah menjadi dingin Soo Yun yang melihat kebencian diwajah Putra Mahkota mulai menatapnya tenang.
“Biarkan mereka berbuat apapun sesuka hati mereka,Aku akan tetap menantang mereka”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan nada datar.
Suasana disana menjadi tegang Soo Yun yang mulai menatap Pangeran Baek Hyeon yang terlihat tenang sekarang berubah menjadi sosok yang penuh dendam.
__ADS_1
Soo Yun mulai tersenyum licik mendengar Para perdana mentri yang mencoba bermain kotor,dalam ruangan itu mereka mulai menatap tenang dan tajam menunggu hari esok yang mungkin melelahkan.
Hallo teman -teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha.. 😊😊 Bantu Like and Vote ❤🌟 yha dan isi colong coment pendapat kalian tentang cerita ini Trima kasih