
Masih dalam Suasana Ruangan Yang begitu sepi terlihat Soo Yun yang masih dipegang bahunya dan dipojokan oleh Putra Mahkota yang semakin membuatnya melotot Gugup.
“Kenapa kau melakukan itu”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan nada dingin.
Soo Yun yang melihat Pangeran Baek Hyeon yang menurutnya lancang mulai melepas kedua tangannya dari kedua bahunya dengan geram.
“Apa maksudmu lepaskan tanganmu itu.Harusnya kau berterima kasih padaku karna membantumu menghukum perdana mentri licik itu”Ujarnya Soo Yun kesal.
Pangeran Baek Hyeon yang melihat Soo Yun begitu percaya diri mulai membuatnya semakin marah.
“Apa kau bodoh,Jika kau melakukan itu kau sama saja menjerusmuskan dirimu dalam bahaya kau tidak tahu musuh sebenarnya diistana ini “Gertak Pangeran Baek Hyeon yang terlihat Khawatir.
Soo Yun yang melihat Pangeran Baek Hyeon begitu khawatir mulai menatapnya bahwa dirinya banyak kehilangan orang-orang yang sangat penting baginya.
Soo Yun tersenyum ramah kearanya dan menyedekapkan tangannya dengan tenang.
“Jangan Khawatir aku akan baik\-baik saja lagi pula mereka tidak tahu identitasku yang asli.Aku sudah memikirkannya dari awal karna itu aku mengungkap kasus ini dengan menyamar.Sangat puas menghukum para perdana mentri licik itu”Jawab Soo Yun dengan tenang dengan nada tenang.
Putra Mahkota yang Melihat Soo Yun begitu tenang mulai menatap Dam Myung Sik yang kebingungan dan membuang muka menghindari Pertanyaan putra mahkota yang mengarah kearahnya.
Putra Mahkota yang melihatnya Mulai menatap Soo Yun yang masih menatapnya dengan gugup.
“Bagaimana kau ikut campur masalah ini dan tahu semuanya, ”Tanya Pangeran Baek Hyeon curiga.
“Itu Yha Sebenarnya”Ujarnya Soo Yun yang mencoba mengingat kejadian sebelumnya.
FLASHBACK
Suasana dimana Soo Yun bertemu dengan pangeran Seok dia telah melihat Dam Myung Sik yang berjalan dengan tergesa-gesa dan membuat Soo Yun bergegas mengikutinya.
Disisi lain Dam Myung-Sik yang sibuk mencari dokumen asli dari Para perdana mentri yang disimpan diruangan itu.
“Kau sedang apa”Tanya Soo Yun dengan tenang dibelakan Dam Myung Sik.
Dam Myung Sik yang terkejut menatap ketakutan ulai menghela nafas melihat Soo Yun yang telah berada dibelakangnya menatap tenang.
“Kau sedang apa disini”Tanya Dam Myung Sik terkejut.
“Kau mencari ini”Ujarnya Soo Yun sembari memberikan gulungan yang bertuliskan dokumen perdana mentri keuangan.
Dam Myung Sik yang menatap Soo Yun begitu tenang mulai termenung dan menatapnya seolah tak percaya.
“Kau ingin mengungkap kejahatan para Mentri itu tanpa kehadiranku yha lalu kenapa membawaku,Kau jangan khawatir aku akan menuntaskan ini dalam satu langkah kau tenang saja sebelum itu kumpulkan Rakyat yang mmenjadi korban paramentri itu”Jelasnya Soo Yun dengan begitu tenang sembari menepuk bahu Dam Myung Sik dengan tenang.
__ADS_1
Dam Myung Sik yang melihat tangan Soo Yun menepuk bahunya mulai melihatnya dengan tatapan tenang dan dingin.
Kembali pada suasana Soo Yun yang menatap Pangeran Baek Hyeon yang menatapnya curiga.
“Kau ini bagaimana kau kan yang membawaku kesini tentu kau tahu kemampuanku meramal kerajaanmu ini kan aku sudah tahu semuannya”Jelasnya Soo Yun sembari tersenyum kecil.
“Bagaimana kau dapat pakaian itu”Tanya Pangeran Baek Hyeon masih curiga.
Soo Yun menatap keatas sembari mengingat apa yang dia lakukan.
Masih dalam suasana dimana Soo Yun dan Dam Myung-Sik yang masih merundingkan rencananya.
“Bagaimana kau bisa masuk diruangan sidang itu kau wanita dan baru disini bagaimana kau bisa berfikir sejauh itu”Jelasnya Dam Myung\-Sik dengan tenang.
Soo Yun menghela nafas berat sembari berfikir untuk masuk kedalam ruangan itu.
Disisi lain sebuah ruangan yang penuh buku terlihat anggota bagian keuangan yang sedang mencari buku disana tiba-tiba..
Bruk..
Tubuhnya terjatuh dan terlihat Soo Yun yang telah tersenyum dengan nafas beratnya.Dam Myung Sik yang melihat Soo Yun menendang Orang itu sampai pingsan hanya menatapnya seolah tak percaya.
“Sekarang tugasmu aku akan menunggu disini”Perintah Soo Yun sembari menunjuk kearah seseorang yang jatuh itu.
Dam Myung Sik melakukan tugasnya membawa orang itu ketempat aman dan tak lama kemudian Soo Yun telah memakai pakaian orang yang baru dihajarnya.
Kembali Pada Suasana Soo Yun yang mulai menatap Pangeran Baek Hyeon dengan begitu polosnya.
Pangeran Baek Hyeon yang melihat Soo Yun kesal mulai menatap Dam Myung-Sik dan menatapnya tajam.
Tak lama kemudian Perdana Mentri bersama Ratu Yun telah bertemu dan berbincang disebuah taman dengan tatapan serius.
“Hari ini sangat melelahkan bagiku “Ujarnya Perdana Mentri dengan nada mengeluh.
“Apa Yang terjadi”Tanya Ratu Yun dengan nada cemas.
“Semua Perdana mentri itu tertangkap dan kejahatan mereka terbukti dalam sekejap oleh Anggota Akuntan rendahan itu,Aku berusaha mencari Anggota Akuntan itu tapi mereka bilang dia telah keluar dari istana, ini membuat rencanaku gagal”Jelasnya Perdana Mentri Choi dengan nada kesal.
Tak lama kemudian Soo Yun telah berganti pakaian dan keluar dengan rasa amarah.
“Dasar Laki\-laki Sialan .Harusnya dia berterima kasih padaku bukan malah memojokanku seperti itu,Aku melakukan itu juga karna aku ingin segera keluar dari dunia yang tidak jelas ini”Gumamnya Soo Yun dengan nada kesal.
Tiba-tiba Soo Yun mengentikan langkahnya dan menatap canggung Seseorang yang telah menatapnya Aneh.
“Astaga Belum putra Mahkota angkuh itu sekarang aku dihadapkan para ular licik ini”Batinnya Soo Yun yang menatap tenang dan mengabaikan mereka.
Ratu Yun yang tahu mulai tersenyum licik dan menghampirinya dengan langkah tenang bersama perdana Mentri yang baru mengenal Soo Yun.
__ADS_1
“Sepertinya ada seseorang yang mengganggumu sampai kau berjalan sambil mencaci orang itu”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
Soo Yun menundukan kepalanya sebagai rasa Hormat dan kemudian melempar tatapan tajam sembari tersenyum tipis kearah Ratu Yun.
“Kau terlalu mengkhawatirkanku Yang Mulia Ratu jangan terlalu Khawatir padaku,Aku Yang seharusnya aku kau mengkhawatirkan dirimu sendiri saat ini”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.
“Apa\-apaan ini beraninya Wanita ini berbicara Formal dengan Ratu ,Tunggu sepertinya aku pernah melihatmu “Ujarnya Perdana Mentri Choi dengan nada tinggi dan tiba\-tiba mulai curiga dengan Soo Yun.
“Sepertinya Kakek Tua ini ketinggalan berita yha.Sudahlah sebaiknya aku pergi semua telah mengenalku Tanya saja pada mereka”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Ratu Yun yang menahan amarahnya mulai menggigit giginya geram melihat Soo Yun yang pergi dengan sikap tenangnya.
Suasana berganti menjadi malam , Soo Yun yang telah berada diperpustakaan Putra Mahkota terkejut melihat Dam Myung-Sik yang berada disana.
“Myung\-Sik kau ada disini bagaimana bisa ,Aku tidak bertemu Putra Mahkota setelah kejadian itu dia sekarang dimana”Jelasnya Soo Yun sembari bertanya pada Dam Myung\-Sik.
“Dia menenangkan fikirannya agar bisa tenang tanpa dirimu dalam sehari”Ujarnya Dam Myung\-Sik dengan tenang.
“Yang benar saja dia fikir aku pengganggu”Ujarnya Soo Yun kesal dan pergi dari Ruangan itu dengan langkah cepat penuh amarah.
Dam Myung-Sik yang melihat Soo Yun terlalu cepat marah hanya menghela nafas tenang.
Disisi lain Ratu Yun yang terlihat tersenyum licik terlihat berada didepan paviliun yang jarang didatangi oleh orang-orang tapi terlihat dua dayang yang menjaga tempat itu.Ratu Yun yang melihat Salah satu Dayang begitu gugup dan menundukan kepala tanpa menatap Ratu mulai mendekatinya Tiba-Tiba..
PLAK..
Suara tamparan keras telah mengenai Pipi dayang itu
“Beraninya Kau tidak menataapku sama sekali apa ini yang diajarkan oleh Permaisuri Park padamu”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
Dayang istana yang memegang pipinya kesakitan dan ketakutan mulai tersenyum puas kearah Dayang itu.Dayang istana yang tidak tahu harus berbuat apa hanya menunduk ketakutan sembari meminta maaf.
“Maaf kan aku Ratu “Ucapnya Dayang itu dengan nada ketakutan.
“Hentikan itu dia tidak bersalah”Perintah Permasuri Park dengan nada cemas.
Ratu Yun tersenyum kearah Wanita yang menggunakan gaun putih dan terlihat cemas diwajahnya yang tak lain adalah Permaisuri Park.Ratu Yun menghampiri Permaisuri Park dengan senyum liciknya entah apa yang akan diperbuatnya dengan statusnya yang telah menjadi Ibu Ratu diistana.
“Aku senang kau keluar dari kediamanmu ini Dayang itu tidak sopan padaku jadi wajar aku menamparnya”Jelasnya Ratu Yun dengan Nada tenang.
“Dia Sama sekali tidak berbuat apa-apa kenapa kau memperlakukannya dengan kejam”Gertak Permaisuri Park dengan nada kesal.
“Kalau begitu kau saja yang menggantikannya”Ujarnya Ratu Yun dengan nada kesal sembari mengayunkan tangannya untuk menampar Permaisuri Park.
Tap…
Sekali lagi Tamparan Ratu Yun digagalkan oleh tangan yang telah memegang pergelangan tangannya .Tatapan tenang sembari tersenyum licik membuat Ratu Yun mengerutkan keningnya dan semakin marah dengan orang Yang dikenalnya yang tak lain adalah Soo Yun.
__ADS_1
Permaisuri Park yang tiba-tiba melihat Seorang wanita yang berani memegang Tangan Ratu Yun hanya menatapnya cemas,Sedangkan Ratu Yun dan Soo Yun saling melontarkan tatapan tenang dan kebencian yang membuat suasana semakin tegang.
Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha😊😊Dibantu Like and Vote klik tanda bintang 🌟 beri pendapat kalian untuk cerita ini yha Trima kasih.