
Brak…
Suara Pintu Ruangan Putra Mahkota yang terbuka dengan begitu keras,Putra Mahkota yang khawatir menatap terbelalak telah melihat Ibu Ratu yang telah duduk disamping Soo Yun yang masih terbaring diranjangnya.
“Sedang apa kau disini”Tanya Putra Mahkota dengan nada datar.
“Aku sangat prihatin dengan keadaan Nona Soo Yun sekarang”Ujarnya Ratu Yun dengan nada menyesal.
“Tidak perlu berpura-pura didepanku aku sudah tahu semua kelicikanmu”Ujarnya Putra Mahkota dengan dingin.
Ibu Ratu yang mengerutkan keningnya mulai bangkit dari duduknya dan menghampiri Putra Mahkota dengan geram.
“Putra Mahkota sudah cukup kau mencurigaiku tanpa alasan yang jelas,Bagaimana mungkin ibumu bisa melakukan hal sekeji itu,Kau boleh membenciku tapi kau tidak bisa menuduhku seperti ini”Gertak Ratu Yun dengan nada tegas.
Ratu Yun pergi dengan langkah kesal meninggalkan Kediaman Putra Mahkota dengan perasaan Marah,Kasim Hang dan Dam Myung-Sik menunduk dengan sopan melihat Ratu Yun yang keluar dengan perasaan marah setelah itu dia segera menuju kedalam kediaman Putra Mahkota.
Disisi lain Perdana Mentri yang telah bertemu dengan Ratu Yun yang begitu tenang terlihat dalam suasana Ruangan Ratu Yun.
“Apa kau yakin keadannya benar-benar parah”Tanya Perdana Mentri dengan tenang.
Ratu Yun menghentikan meminum tehnya dan menatap Ayahnya sembari tersenyum licik dan Puas sembari mengingat apa yang dia lakukan.
FLASHBACK
Tepat ditempat dimana Soo Yun masih terbaring lemah Ratu Yun bisa masuk dan menatap langsung Soo Yun yang masih lemah.
Sembari menghampiri Soo Yun Ratu Yun duduk disampingnya menatap Soo Yun yang masih belum sadar.
“Lihatlah wajah angkuhmu dan semua kecerdikanmu sekarang berakhir tragis”Gumamnya Ratu Yun sembari membelai Wajah Soo Yun sembari menatap tenang.
Ratu Yun mengambil kain basah tak jauh darinya lalu menyeka Tangan Soo Yun dengan lembut.Bukan Karna khawatir tapi Ratu Yun senang dengan keadaannya yang sekarang sembari tersenyum Licik melihat Soo Yun yang keadaannya lemah.
“Aku tidak menyangka kau bisa mempermainkanku dengan trik-trik cerdikmu itu,Karna terlalu tegang kau meminumnya terlalu cepat harusnya kau menunggu acara dimulai dan saat itu akan ada pemandangan indah saat semua keluarga istana terancam punah tapi kau menggagalkannya itupun karna Putraku seharusnya dia tidak mengulur waktu dengan membongkar hubungan palsu kalian,Tapi Tak masalah aku bahagia setidaknya saingan terberatku telah tersungkur ”Ujarnya Ratu Yun disamping Soo Yun yang masih terbaring lemah sembari menyeka tangan Soo Yun dan menggenggam tangannya sembari tersenyum licik dan puas.
“Ayah tenang saja”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
Kembali disuasana ruangan Ratu Yun bersama perdana Mentri Choi yang terlihat tersenyum licik akan merencanakan hal yang licik.
“Kita akan melakukannya malam ini juga, ini adalah kesempatan kita yang terbaik”Jelasnya Perdana Mentri Choi dengan nada tenang.
Ratu Yun menatap Perdana Mentri Choi sembari tersenyum licik telah merencana pemberontakan yang akan dilakukannya.
Setelah melakukan perbincangan yang cukup lama Perdana Mentri Choi akan keluar tiba-tiba Perdana Mentri Choi dan Ratu Yun menatap terbelalak Pangeran Seok yang menatapnya dingin karna takut mendengar Rencana mereka.
Suasana kembali hening Perdana Mentri,Ratu Yun menatap Pangeran Seok yang duduk disana menatap mereka dengan dingin.
“Seok apa ada sesuatu yang membawamu kesini”Tanya Ratu Yun dengan nada tenang dan Ramah.
Pangeran Seok yang menatap ibunya masih menutupi apa yang telah diperbuatnya dengan tatapan tajam dan penuh kedinginan.
“Ibu Tidak perlu berbohong didepanku,Ibu Yang menaruh racun diminuman itu dan dalang dibalik pemberontak itu”Jelasnya Pangeran Seok dengan nada tenang.
__ADS_1
Ratu Yun dan Perdana Mentri Choi yang mendengar Pangeran Seok berkata dengan nada dingin mulai menatap terkejut dan gugup.
“Jika kau tahu semuanya apa yang akan kau lakukan,Apa kau akan mengacaukan semuanya dan memberitahu didepan Yang Mulia dan melihat Kakek dan ibumu dihukum mati itu yang kau inginkan”Ujarnya Perdana Mentri Choi yang nada geram.
“Aku ingin membantu kalian membunuh Putra Mahkota dan menghancurkan anggota keluarga kerajaan ini”Ujarnya Pangeran Seok sembari menatap dingin kearah ibunya.
Ratu Yun dan Perdana Mentri Choi yang menatap Pangeran Seok yang menatap dingin dan penuh dendam berbeda dari biasanya mulai menatap tenang.
Suasana semakin berubah Pangeran Seok yang memutuskan bergabung sebagai pemberontak membuat Mereka berdua tersenyum licik.
Suasana Malam yang begitu dingin tepat dikediaman Yang Mulia Raja yang menatap murung dengan keadaan suasana yang semakin kacau Tatapannya mulai menatap kertas putih yang berada dimejanya yang bertuliskan Permaisuri Park.
Yang Mulia mengambil surat yang ada dimeja itu dan membukanya sembari menatap curiga.
(Yang Mulia Temui aku sendiri diluar dihalaman kerajaan aku ingin mengatakan sesuatu yang penting untuk anda )
Yang Mulia Raja Yang membaca isi Surat dari Permaisuri Park mulai menatap curiga.
“Sejak kapan Permaisuri Park menuliskan Surat untukku apa mungki ada hal penting yang memang ingin dia katakan”Ujarnya Yang Mulia Raja yang mulai khawatir.
Disisi lain Putra Mahkota dan Pangeran Seok yang berjalan bersama menggunakan handbook perang mulai menyelidiki diam-diam siapa orang istana yang telah melakukan kekacauan.
“Trima kasih telah membantuku”Ujarnya Putra Mahkota Baek Hyeon dengan nada tenang sembari tersenyum ramah.
“Tak masalah lagipula ini sudah tugasku”Jawab Pangeran Seok dengan nada tenang.
Suasana Damai itu sangat terlihat indah tapi Pangeran Seok yang menatap senyum Putra Mahkota yang sama sekali tidak curiga dengannya membuatnya menatap tenang.
“Yang Mulia kami menemukan sesuatu digudang”Ujarnya Prajurit yang datang dengan tergupuh.
Pangeran Seok dan Pangeran Baek Hyeon yang menatap terkejut mulai menuju gudang istana dengan tergupuh.
Setelah lama berlari Pangeran Seok dan Putra Mahkota Baek Hyeon telah sampai digudang yang dijaga oleh Prajurit istana,Pangeran Baek Hyeon yang menatap ragu mulai masuk kedalam.Pangeran Seok yang menatap tenang mulai menatap prajurit yang ada disana dengan tatapan tenang.
Pangeran Seok yang masuk kedalam gudang Istana mulai menatap dingin,Putra Mahkota yang terlihat menatap seseorang yang duduk disekap dengan kepala ditutup kain hitam membuatnya curiga dan mendekatinya,
Pangeran Seok yang menatap dingin Putra Mahkota yang akan membuka kain hitam itu mulai mengeluarkan pedangnya.
Saat Putra Mahkota membuka kain hitam itu Dia terkejut bukan kepayang Melihat Kasim Hang yang telah disekap ,Saat akan membalikan tubuhny a Tiba-tiba..
Sring…
Suara tebasan pedang terdengar dari Luar yang membuat Prajurit saling menatap.
Tak lama kemudian Terlihat Putra Mahkota yang berlumur darah sembari duduk tak berdaya bersandar didinding kayu Gudang itu Kasim Hang yang menatap Putra Mahkota terluka parah mulai menangis tersedu.
“Yang Mulia …Yang Mulia…Dasar Penghianat”Panggil Kasim Hang yang khawatir sembari menggertak Pangeran Seok yang telah memegang pedang dengan berlumuran darah.
“Kenapa kau melakukan ini “Tanya Putra Mahkota dengan nada merintih kesakitan.
“Aku ingin posisimu, aku juga sangat benci denganmu malam ini keluargamu akan habis ditanganku”Jelasnya Pangeran Seok dengan nada dingin.
__ADS_1
“Kau…Arghh…”Ujarnya Putra Mahkota yang kesakitan dan terjatuh tak sadarkan diri,
“Putra Mahkota….”Teriak Kasim Hang dengan nada keras melihat Putra Mahkota gugur didepannya.
Pangeran Seok yang membiarkan Kasim Hang masih terikat dan menangis tersedu meninggalkan mereka berdua sembari menatap dingin,Pangeran Seok yang membuka pintu sembari menatap dingin membuat Prajurit yang sebenarnya adalah anak buahnya menatapnya tenang dan menatap Arah Pintu dimana terlihat Putra Mahkota yang terlihat tergeletak penuh darah .Pangeran Seok menutup pintu itu dengan tatapan dingin.
“Biarkan Jazad itu membusuk sampai pagi datang dan Biarkan pelayan itu menangis darah sampai pagi datang ,Beritahu Perdana Mentri Putra Mahkota telah tiada”Perintahnya Pangeran Seok dengan nada tenang sembari menatap tajam dan berdaarah dingin.
“Baik”Jawab Kedua Prajurit itu dengan nada tegas lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Pangeran Seok yang menatap Arah Pintu Dimana Kasim Hang masih menangis tersedu membuatnya menjadi sosok yang berdarah dingin dan haus akan kekuasaan.
Disisi lain Yang Mulia Raja yang telah sampai dihalaman istana mulai mencari dimana Permaisuri Park berada.
“Bukankah Permaisuri menyuruhku kemari dimana dia”Gumamnya Yang Mulia Raja dengan tatapan penuh pertanyaan.
Tiba-Tiba..
Sring…
Suara Pedang telah mengancam Leher Yang Mulia Raja dan membuatnya terkejut bukan kepayang.
“Siapa kalian beraninya kalian penjaga –penjaga”Panggil Yang Mulia Raja sembari menggertak penuh amarah.
Yang Mulia Raja terbelalak dengan langkah kaki seseorang yang tak asing baginya Sembari tersenyum menyeringai dan membawa pedang Yang Mulia Raja melihat Perdana Mentri yang menatapnya licik.
“Perdana mentri Choi”Ujarnya Yang Mulia Raja terkejut menatap Perdana Mentri menghampirinya.
Pemberontak itu menurunkan pedangnya dan menunduk kearah Perdana Menteri Choi yang membuatnya semakin menahan amarah.
“Jadi orang yang kucari selama ini ternyata ada didalam istana “Ujarnya Yang Mulia Raja geram.
“Tenanglah jangan terlalu terkejut, Sudah lama aku menantikan ini “Jelasnya Perdana Mentri Choi dengan nada tenang.
Bruk…
Suara Permaisuri Park yang terjatuh sembari menangis tersedu didorong Oleh Ratu Yun yang telah tersenyum licik.Yang Mulia Raja yang terkejut dengan sifat asli Ratu mulai menatap geram dan penuh amarah.
“Ratu Yun apa kau ..aku tidak menyangka kau terlibat dalam hal ini”Ujarnya Yang Mulia Raja dengan nada geram.
“Ini salah mu Yang Mulia Seharusnya anda percaya dengan Putra Mahkota yang selalu menggagalkan rencanaku diam-diam,Dia yang menggagalkanku meracuni mu saat itu dan dia juga yang membawa Gadis itu untuk menggagalkan semua rencanaku tapi aku puas sekarang karna Pangeran Seok telah menghabisi Putra Mahkota dan sekarang Aku akan membuat Pangeran Seok menjadi penggantimu setelah ini”Jelasnya Ratu Yun dengan nada tenang Sembari tersenyum menyeringai.
Yang Mulia Raja dan Ratu Yun yang mendengar Putra Mahkota telah tewas menatap terkejut dan berlinang air mata,Penyesalan yang terlihat Dimata Yang Mulia Raja membuatnya terjatuh lemas mendengar kabar kematian Putra Mahkota.
Rasa Penyesalan yang terlihat dimalam yang dingin itu membuat Yang Mulia Raja mengerutkan alisnya mendengar Putranya tewas dan sekarang dirinya dikelilingi orang-orang yang licik yang selama ini tinggal diistananya.
Tiba-Tiba …
Sret….
Suara Anak panah melesat tiba-tiba dari atas ditengah-tengah Suasana tegang itu,Semua menatap kearah dimana Anak panah itu melesat dalam sekejap Semua menatap terbelalak kearah seseorang yang melesatkan anak panah itu dengan menggunakan Baju serba hitam.Tatapan mata ketakutan mulai terlihat dari sorotan mata semua orang disana menatap sosok yang menyerang mereka tiba-tiba.
__ADS_1
Hallo Teman-teman dan Author semuanya Semoga sehat selalu yha 😊😊Bantu Vote and Like cerita ini dan Beri pendapat kalian tentang Cerita ini dikolom Komentar trima kasih🌟🌟🌟😊😉