
Masih dalam suasana malam yang hening berbeda dari biasanya Soo Yun masuk dikamarnya Tatapannya berubah setelah melihat Ratu Yun yang telah duduk didalam kamarnya sembari tersenyum Licik.
Suasana Ruangan yang terlihat Soo Yun dan Ratu Yun duduk bersama sembari menatap tenang.
“Apa tujuanmu datang kemari”Tanya Soo Yun dengan nada tenang.
“ Kenapa kau bertanya Kau tahu kedatanganku kemari”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
“Apa maksudmu?”Tanya Soo Yun sembari mengerutkan keningnya penuh pertanyaan.
“Aku kesini untuk memperingatkanmu dengan Hubunganmu sekarang”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
“Hah\(Hela nafas\)Kau boleh pergi jika hanya ingin membuatku marah”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang.
“Aku tidak membuatmu marah aku hanya ingin mengingatkanmu dengan hubunganmu bersama Putra Mahkota,Aku tahu kau tidak akan menjauhinya dengan apapun yang terjadi tapi kau tahu semakin kau dekat dengan Putra Mahkota dia akan semakin dalam bahaya oh iya apa kejadian tadi tidak membuatmu berfikir bahwa kau harus menjauhi Putra Mahkota”Jelasnya Ratu Yun dengan nada tenang.
“Apa?”Tanya Soo Yun dengan nada penuh pertanyaan tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“Mungkin Putra Mahkota merahasiakan kejadian ini bahkan para dayang dan semua yang ada dalam istana ini sudah mendengar, Bagaimana hanya Kau yang tidak mendengarnya,Kau tahu tadi ada seorang dayang yang terbunuh dikediaman Putra Mahkota apa itu kebetulan,Menurutmu kenapa Putra Mahkota menyembunyikan hal besar ini darimu”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang membuat suasana menjadi panas.
Soo Yun yang menatap Ratu Yun hanya mengerutkan keningnya menahan amarah setiap ucapannya.
“Ketahuilah kuharapkan kau merelakannya agar mencari Ratu Yang tepat untuknya demi keselamatannya dengan dia menikahi Putri Hwang dia akan mendapat banyak dukungan untuk melawan dan menentang Penyusup bahkan pemberontak diistana,Tapi jika dia bersamamu kupastikan dia akan mendapat banyak masalah karna mendukungmu ”Jelasnya Ratu Yun dengan senyum liciknya.
Soo Yun yang Menatap Ratu Yun dengan kesal dan menahan amarah dihatinya membuatnya semakin cemas dengan ancaman dan ucapan Ratu Yun yang sekarang telah tersenyum licik kearahnya.
Lamunana itu sekejap Menghilang, tepat didekat kolam diistana dipagi hari sekarang Soo Yun telah berdiri menatap kosong dan merasakan bimbang untuk pertama kalinya.
“Baru kali ini aku melihat raut wajahmu begitu resah”Ujarnya Pangeran Seok sembari menghampiri Soo Yun.
Soo Yun yang terkejut melihat Pangeran Seok telah berada disana hanya mengedipkan matanya gugup membuat Pangeran Seok tersenyum kearahnya.
“Kau disini sejak kapan”Tanya Soo Yun yang terkejut sembari salah tingkah menatap Pangeran Seok.
“Apa yang kau fikirkan apa ada sesuatu yang terjadi”Tanya Pangeran Seok dengan nada tenang.
“Tidak ada aku hanya menghirup udara pagi yang segar disini,Udara dipagi harii sangatlah sejuk dan sehat”Jawab Soo Yun menyangkal dengan keadaannya sekarang.
“Heh(Senyum Remeh) Jika kau mengatakan itu pada orang lain pasti dia akan percaya tapi tidak diriku”Ujarnya Pangeran Seok dengan nada tenang.
Soo Yun yang mendengar Pangeran Seok dapat membaca suasana Hatinya hanya menghela nafas berat sembari kembali menatap Kolam yang ada didepannya.
“Kau benar aku merasa hidup ini sangat singkat”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang.
Pangeran Seok menatap Soo Yun dengan tatapan penuh pertanyaan sembari tersenyum ramah menyembunyikan perasaannya.
“Kau benar,Soo Yun apa ada seseorang yang kau sukai”Tanya Pangeran Seok dengan nada ragu.
__ADS_1
“Dulu Ada seseorang yang aku sukai tapi sekarang aku tidak bisa menyukainya”Jawab Soo Yun dengan nada tenang.
Soo Yun mulai menatap Pangeran Seok dengan tenang dan membuatnya canggung dengan tatapan Soo Yun yang tajam dan dingin.
Dalam sekejap tawa Soo Yun pecah yang membuat Pangeran Seok terkejut.
“Astaga kenapa memang aku belum punya seseorang yang kau maksud,Jangan jangan kau sudah punya wanita diam-diam dan bingung cara mengungkapkannya”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang dan ekspresi wajah bahagia.
Pangeran Seok yang menatap Soo Yun ikut tersenyum dan mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya.
“Sebenarnya ada gadis yang ingin kujadikan sebagai temanku untuk selamanya “Jelasnya Pangeran Seok dengan nada tenang ramah.
“Tenang saja kau percayalah padaku meski aku belum berpengalaman tapi setiap rencanaku itu akan tepat sasaran cukup bawa bunga mawar untuknya dan nyatakan perasaanmu dihadapannya dalam sekejap dia akan luluh”Jelasnya Soo Yun yang begitu Yakin.
Pangeran Seok yang melihat Soo Yun begitu ceria mulai menatapnya sembari tersenyum ramah kearahnya.Mereka saling tertawa dan tersenyum seperti suasana Baru bagi Pangeran Seok untuk pertama kalinya dia bisa berbincang dengan seorang wanita.
Tepat dari kejauhan Putra Mahkota Baek Hyeon yang melihat keakraban Soo Yun dengan saudara tirinya membuat matanya menatap tajam penuh kebencian.Dengan langkah tergesa Putra Mahkota Baek Hyeon menghampiri mereka berdua.
Soo Yun dan Pangeran Baek Hyeon yang menatap Putra Mahkota terlihat begitu marah dengan tenang.Putra Mahkota menarik tangan Soo Yun dengan kasar dan membuat Soo Yun sontak terkejut Dengan Sigap Pangeran Seok memegang tangan Putra Mahkota dengan erat dan menatapnya tajam.
“Jangan kasar padanya”Ujarnya Pangeran Seok dengan nada tenang.
“Kau Fikir kau siapa,Aku bebas melakukan apapun”Ujarnya Putra Mahkota Baek Hyeon dengan nada dingin.
Kedua saudara itu saling menatap tajam Soo Yun melihat tatapan yangmereka lontarkan mulai melepaskan genggaman tangan Putra Mahkota,Putra Mahkota yang melihat Soo Yun melepaskan genggamannya mulai menatap kebingungan dengan sikapnya.
“Kalian Hentikan,Pangeran Seok benar harusnya kau tidak bersikap kasar padaku,Kita tidak memiliki hubungan apapun jika ada yang tahu Bahwa seorang Putra Mahkota melakukan ini namamu akan buruk dimata orang-orang”Jelasnya Soo Yun dengan tatapan tenang.
Soo Yun menatap keduannya dengan tatapan jengkel dan pergi meninggalkan kegaduhan itu.Putra Mahkota yang menatap Soo Yun berbeda dari biasanya dan berubah mulai menatap Pangeran Seok dengan tatapan kesal.
“Itu bukan urusanmu saat ini Bagimanapun juga kau tidak bisa menentukan aku bisa dekat dan jauh dengan siapa saja”Jawab Pangeran Seok dengan nada tenang.
“Kau tidak tahu Apapun yang terjadi,Jadi ku ingatkan sekali lagi jauhi dia”Ujarnya Putra Mahkota Baek Hyeon dengan nada kesal.
Putra Mahkota Baek Hyeon menatap Tajam kearah Pangeran Seok memberikan peringatan tegas menjauhi Soo Yun dan langsung pergi meninggalkan Pangeran Seok dengan tatapan yang masih menunjukan Rasa kesal.
Pangeran Seok yang menatap Putra Mahkota begitu kasar untuk pertama kalinya membuatnya ragu dengan perasaannya sendiri.
Tepat dibawah pohon terlihat Soo Yun yang telah berdiri dengan tatapan kesal mengingat Putra Mahkota yang memegang tangannya begitu erat dan Soo Yun yang mengatakan kebohongan didepan Putra Mahkota.Tak lama memikirkannya tiba-tiba Putra Mahkota telah berada didepannya dan membuat Soo Yun terkejut.
“Kenapa kau mengatakan itu dengan mudah apa benar kau tidak memiliki perasaan apapun denganku”Ujarnya PutraMahkota Baek Hyeon dengan nada cemas.
Soo Yun yang mendengar Putra Mahkota mengatakan hal serius itu mulai berpura-pura tersenyum remeh dan menghela nafas tenang Sembari menyedekapkan kedua tangannya Soo Yun menatap Putra Mahkota yang terihat cemas dengan tatapan tenang.
“Seharusnya aku tidak melakukannya dari awal,Kebaikan yang aku berikan padamu tidak lebih dari aku merasa iba bagaimanapun ini adalah tugasku aku tidak pernah memiliki niatan untuk yang lainnya,Dan Juga tentang Putri Hwang aku hanya berpura-pura seolah aku bersaing merebutkanmu dan melihat apakah dia yang terbaik untukmu,Melihat dia sangat antusias dia lebih cocok denganmu jadi jangan salah faham”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.
Soo Yun menatap Putra Mahkota dengan tenang didepannya mulai melangkahkan kaki pergi meninggalkan Putra Mahkota ,Putra Mahkota yang masih tidak percaya menarik tangan Soo Yun dan menatapnya dengan tatapan yang menusuk.
Soo Yun yang melihat Putra Mahkota mulai bersikap kasar hanya mengerutkan keningnya.
“Jika memang benar Katakan dari mulutmu kau tidak menyukaiku,Cepat katakan “Perintah Putra Mahkota dengan nada tenang dan menatap tajam Soo Yun.
Soo Yun kembali menatap tenang dan melepas genggaman Tangan Putra Mahkota perlahan seolah memberinya kepaastian dan kejujuran.
“Aku tidak menyukaimu kau puas”Jawab Soo Yun dengan nada tenang.
__ADS_1
Putra Mahkota Yang mendengar Kata-kata yang keluar dari mulut Soo Yun membuat hatinya hancur perasaan yang lama terbendung sekarang pecah bagai kaca yang tertimpa Batu.Soo Yun yang seolah-olah tidak peduli meninggalkan Putra Mahkota disana sendiri dengan langkah tenang.
Suasana Keindahan musim salju yang indah kini berubah menjadi dingin mengerikan mendinginkan hati dan perasaan tepat dihari.
Setelah jauh dari Putra Mahkota Soo Yun menghentikan langkahnya menatap dingin kearah seseorang yang sekarang telah berada didepannya.Yang tak lain adalah Ratu Yun yang telah tersenyum Puas dengan apa yang dilakukan Soo Yun.
Ratu Yun menghampiri Soo Yun yang menatapnya dingin dengan tenang.
“Aku sangat senang bertemu dengan mu.Kau melakukan hal yang benar”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
Soo Yun tersenyum tenang Kearah Ratu Yun yang telah mengenal kelicikan nya.
“Kuharap Kau jangan macam-macam dan jangan berusaha membodohiku agar akau terlihat menyedihkan didepanmu ingat aku bukan orang yang mudah kau bodohi”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.
Ratu Yun yang menatap Soo Yun masih begitu angkuh hanya tersenyum licik dan meninggalkan Soo Yun sendiri.Soo Yun melanjutkan perjalananya dengan tatapan kesal.
Disisi lain Ibu Ratu Yun yang berjalan tiba-tiba teringat dengan kertas yang dibawanya yang tiba-tiba hilang.
“Dimana kertas pemberian ayahku astaga aku harusnya mmnyimpanna kenapa bisa hilang tapi tak masalah lagipula itu kertas tidak berguna “Gumamnya Ratu Yun sembari tersenyum tenang dan melanjutkan perjalannya.
Hari berganti malam tepat dikediaman Paviliun Soo Yun terlihat sebuah kertas yang berisikan Pesan Ditaman istana sekarang,Soo Yun menghela nafas berat melihat Kertas yang dimeja itu karna menduga bahwa Ratu Yun akan tersu mengganggunya.
Tak lama kemudian Soo Yun telah berada ditaman itu sembari menatap tenang pemandangan yang tidak asing baginya sekarang,Dalam sekejap Bunga Mawar terlihat didepannya Tangan seseorang yang membawa Bunga MawarDidepannya membuatnya terkejut dengan mata melotot.
Soo Yun menoleh kearah Seseorang yang memberinya bunga yang tak lain adalah Pangeran Seok yang telah tersenyum ramah.
“Aku ingin memberikan ini padamu”Ujarnya Pangeran Seok sembari tersenyum.
Soo Yun yang menatap Pangeran Seok mulai menatap sayup seolah tak percaya dengan situasi yang dihadapinya.
Sembari menerima Bunga itu dengan Ragu dan menatap Pangeran Seok dengan tenang,Membuat Pangeran Seok yang menatap Soo Yun mulai tersenyum ramah padanya mulai memeluknya bahagia.
Bertepatan dengan Putra Mahkota Baek Heon bersama Dam Mung-Sik ang sedang berada ditaman pandangan mereka mulai tertuju menatap Soo Yun bersama Pangeran Seok yang terlihat dari kejauhan.
Sembari menatap Soo Yun dengan tatapan cemas dari kejauhan yang tiba-tiba menerima Bunga dari Pangeran Seok dan bersedia dipeluknya membuat Putra Mahkota semakin dalam keadaan terpuruk.Dan membuatnya yakin dengan perasaanya yang bertepuk sebelah tangan.
Disisi lain Soo Yun yang menatap kosong membuatnya merasa dirinya telah membohongi dirinya sendiri.
Dengan perasaan penuh kecewa Putra Mahkota memilih pergi dari tempat itu Dam Myung-Sik yang menatap suasana menjadi Rumit mengikuti Putra Mahkota yang pergi meninggalkannya.
Tak lama kemudian setelah bertemu dengan Pangeran Seok Terlihat Soo Yun telah kembali keruangannya sembari duduk dilantai Soo Yun menatap lemas dengan perasaannya yang semakin membuatnya kesakitan.perlahan Soo Yun menitihkan air mata.
“Hiks..Hiks..Hiks…”Suara Tangisan Soo Yun yang semakin tersedu.
Disisi lain Putra Mahkota yang terlihat sedang membaca Buku diruangannya mulai meletakkan bukunya dan menatap dingin sembari mengingat kenangan pahit dimana Soo Yun dipeluk oleh Pangeran Seok lamunan itu buyar tetesan hangat yang tiba-tiba menetes diwajahnya membuat Putra Mahkota menyeka air mata yang tiba-tiba keluar dengan tangannya.
“Hiks..Hiks..”Tangis Putra Mahkota yang tidak terbendung dengan Hatinya yang sedang kacau.
Disuasana yang hening dan berbeda mereka merasakan kesedihan yang sama Putra Mahkota Baek Hyeon yang masih tidak bisa melupakan perasaannya dengan Mudah Begitupun Soo Yun yang merasa sedih dengan perasaannyya yang semakin membuatnya masuk dalam kebohongan.
Kesedihan yang datang secara tiba-tiba membuat mereka merasakan sakit yang sama dimalam yang baru pertama kalinya mereka rasakan.
__ADS_1
Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha😊😊 Bantu Vote dan like dan beri pendapat kalian tentang cerita yha ini Trima kasih.