
Suasana malam yang begitu dingin terlihat Ratu Yun yang menatap seseorang telah memegang tangannya yang akan menampar Permaisuri Park yang tak lain permaisuri didalam istana yang diberi hukuman oleh yang Mulia Ratu untuk tidak keluar istana.Ratu Yun menatap Orang yang lancang memegang tangannya yang tak lain adalah Soo Yun yang menatapnya dingin membuatnya semakin terlihat marah.
Semua yang berada disana terkejut melihat Soo Yun yang bersikap lancang didepan Yang Mulia Ratu.
“Beraninya kau memegang tanganku dengan lancang,Apa kau sudah bosan hidup ”Ujarnya Ratu Yun sembari menatap kesal Soo Yun.
“Aku tidak akan melakukan itu selama orang yang ada dihadapanku tidak menyerang orang lain tanpa alasan”Jelasnya Soo Yun dengan tenang.
“Kau Kalian tangkap Wanita kurang ajar ini dan buat dia berlutut dihadapanku”Perintah Ratu Yun dengan nadategas.
“Baik Yang Mulia”Jawab Dayang itu sembari melangkahkan kaki mereka kearah Soo Yun.
“Coba Saja”Ujarnya Soo Yuns dengan tenang sembari tersenyum licik.
Dayang Itu menghentikan langkahnya dan menatap Soo Yun ketakutan .
“Kudengar ada yang mencoba meracuni Yang Mulia Raja ditaman,Bukankah kau Ibu Ratu harusnya kau ikut berpatisipasi mencari pelakunya .Kalian Bilang ingin menghukumku dan membuatku bertekuk lutut dihadapan kalian kenapa diam aku ingin lihat Kepercayaan Yang Mulia Raja pada orang rendahan yang menyelamatkannya atau Seseorang yang bergelar menuruti sikap Egoisnya”Jelasnya Soo Yun dengan tenang.
Ratu Yun yang berdiri mulai muak dan memilih menahan emosinya sembari membalas senyum licik kearah Soo Yun.
“Sepertinya Kau sendiri yang menjerumuskan dirimu sendiri kelubang api disini”Ujarnya Ratu sembari tersenyum Licik.
Soo Yun yang mengerutkan keningnya mulai sedikit geram menatap Ratu Yun yang masih Sombong.
“Ada Keributan apa disini”Suara Pangeran Baek Hyeon yang terdengar disana membuat semua pandangan mengarah padanya.
Ratu Yun yang menatap Putra Mahkota menghampirinya mulai menatap dingin.
“Ada keributan apa disini?Ratu Yun kenapa anda disini”Tanya Pangeran Baek Hyeon dengan nada dingin.
“Aku mengunjungi Permaisuri Park kudengar dia tidak enak badan,Sepertinya kedatanganku membuat kalian tidak nyaman sebaiknya aku pergi ”Ujarnya Ratu Yun dengan nada tenang.
Ratu Yun yang menatap Soo Yun dengan tenang mulai meninggalkan tempat itu,Setelah suasana mencekam itu akhirnya Pangeran Baek Hyeon menatap Soo Yun yang melanggar peraturannya.
“Ikut Aku”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon sembari memgang lengan Soo Yun.
Soo Yun yang melihat Pangeran Baek Hyeon terlihat kesal mulai menatap gugup setiap Melihatnya Marah.
“Pangeran Kenapa anda buru\-buru masuklah kita makan malam bersama dan ajak temanmu juga”Pinta Permaisuri dengan lemah lembut.
Soo Yun yang tersenyum mulai memanfaatkan kesempatan itu.
“Yang Mulia anda tidak boleh menolak Permaisuri yang seperti ibumu itu ayo kita masuk sebentar”Ujarnya Soo Yun sembari tersenyum dan melepaskan tangan Pangeran Baek Hyeon yang memegang Tangannya.
Disisi Lain Sebuah ruangan Yang terlihat sangat hening terlihat Perdana mentri Choi dan Ibu Ratu Yun yang telah duduk bersama sembari meminum the.
“Ku dengar ada seseorang Anggota akuntan yang membongkar para Koruptor itu”Ujarnya Ibu Ratu dengan nada tenang.
“Kau benar aku mulai curiga ada penyusup yang menyamar diistana ini.Aku sudah mencari Anggota akuntan yang berani membongkar para perdana mentri itu tapi sangat sulit bahkan ada yang mengaku tidak ada yang pernah mengenalnya”Jelasnya Perdana Mentri Choi dengan nada ggeram.
“Jika itu benar kita harus segera mencari penyusup itu dia bisa merusak rencana kita untuk merebut kekuasaan disini”Ujarnya Ratu Yun dengan nada geram.
“Tapi aku curiga dengan seseorang tapi apa mungkin dia kurasa tidak mungkin”Ujarnya Perdana Mentri Choi dengan nada tenang.
“Kurasa aku mulai curiga dengan seseorang sekarang”Ujarnya Ratu Yun sembari menatap kosong penuh dendam.
Tanpa disadari Pangeran Seok yang mendengar percakapan Kakek dan ibunya itu Mulai murung dan memutar arah menggugurkan niatnya dan pergi dari sana.
Disisi lain Pangeran Baek Hyeon yang menatap Soo Yun dengan tenang membuat Soo Yun semakin canggung dan membuat Permaisuri Park tersenyum.
“Melihat kalian berdua seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar”Ujarnya Permaisuri Park dengan nada ramah.
__ADS_1
“Apa”Ujarnya Soo Yun dan Pangeran Baek Hyeon keduannya dengan nada gugup.
“Sudahlah ayo kita makan ,Makanan ini akan terasa sangat istimewa karna bersama\-sama”Ujarnya Permaisuri Park.
Putra Mahkota dan Soo Yun memakan makananya dengan Canggung membuat suasana ruang Makan itu menjadi hening.
Tiba-tiba…
Krukkkk….
Bunyi perut dayang yang terdengar keras membuat Semua berhenti makan dan menatap dayang yang masih sangat muda itu.
“Maaf kan aku Yang Mulia”Pinta Dayang yang masih sangat muda itu sembari membungkuk ketakutan.
“Hahahaha”Tawa Soo Yun yang membuat Semua tatapan tertuju padanya.
Pangeran Baek Hyeon yang melihat Sikap Soo Yun mulai menatap Permaisuri Park yang mungkin terganggu olehnya.
“Kau dari tadi menahan lapar disini,Kemarilah Duduk disini itu perintah”Ujarnya Soo Yun yang menahan Tawa sembari menunjuk duduk didekatnya.
Dayang Itu ketakutan sembari mendekati Soo Yun dengan Ragu,Sembari melihat
makanan yang begitu banyak dimejanya Soo Yun mencari hidangan yang tidak disukainnya.
Soo Yun mengambil sup udang yang berada didepannya.
“Makanlah ini karna aku alergi udang jadi makanlah ini dan akan kami anggap kau telah menyelamatkanku”Jelasnya Soo Yun dengan penuh canda.
“Apa..”Ujarnya Dayang istana sembari menatap kebingungan.
“Soo Yun sepertinya kau lupa sedang makan dengan siapa”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon sembari menatap Permaisuri Park penuh rasa sungkan.
“Tak masalah bagaimanapun juga apa salahnya berbagi”Ujarnya Permaisuri sembari tersenyum ramah.
Soo Yun tersenyum kearah Dayang yang masih muda itu dan memberika semangkuk sup udang itu.Dayang itu tersenyum kearah Soo Yun dan menerima sup udang itu.
Suasana Hangat yang penuh senyum bahagia tanpa memandang status mereka membuat Soo Yun semakin tersenyum senang ,Pangeran Baek Hyeon yang melihat Soo Yun mulai tersenyum kecil menatapnya .Permaisuri yang melihat Putra Mahkota mulai tersenyum membuatnya lega dan ikut dalam kebahagiaan itu.
Disisi lain Dam Myung Sik yang berada diluar menatap ruangan Permasuri Park yang terlihat hangat dan penuh canda membuatnya menggugurkan niatnya untuk bertemu Pangeran Baek Hyeon sembari tersenyum Dam Myung-Sik memutar arah meninggalkan tempat itu.
Tak lama kemudian Selesai mengunjungi Permaisuri Park Pangeran Baek Hyeon terlihat telah berjalan berdua dengan tenang bersama Soo Yun.
“Udara malam ini berbeda dari biasanya”Ujarnya Soo Yun sembari menatap langit yang penuh dengan bintang.
“Apa kau tidak takut mendukungku “Tanya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
“Kau ini bicara apa ,Sejak aku disini dan melihat orang\-orang licik disini aku ingin membantumu dan membongkar semuanya,Jangan terlalu khawatir padaku aku ini Jaksa hebat dan agen FBI yang sangat mahir dalam hal ini”Jelasnya Soo Yun sembari menpuk bahu Pangeran Baek Hyeon.
“Heh\(Senyum Pangeran Baek Hyeon\)Apa itu Agen FBI”Tanya Pangeran Baek Hyeon.
“Kau tidak perlu tahu itu intinya mereka adalah orang\-orang yang akan menangkap orang\-orang licik dan melakukan bisnis illegal disana.Jadi kau tenang saja Ngomong\-ngomong bukankah dayang itu seumuran dengan adikmu”Jelasnya Soo Yun sembari tersenyum ramah.
“Kau benar melihatnya sepertinya aku ingin menjaganya”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
“Kau bercanda kenapa keinginanmu tidak kau lakukan. dengar aku tahu Kau itu putra Mahkota tapi semua orang tidak bisa mengatur semua keinginanmu”Jelasnya Soo Yun dengan tenang.
Pangeran Baek Hyeon yang melihat Soo Yun mulai tersenyum menatap Soo Yun yang begitu bahagia.
__ADS_1
Disisi lain Pangeran Seok yang melihat Soo Yun berdua dengan Pangeran Seok mulai menatap murung dan memilih pergi meninggalkan tempat itu untuk tidak melihat pemandangan kebersamaan Pangeran Baek Hyeon.
Pagi kembali datang Ruangan yang sunyi terlihat Soo Yun yang masih tidur
Pulas mulai membuka matanya perlahan.Sembari memegang pinggangnya Soo Yun bangkit dari ranjangnya.
Sembari mengingat Kejadian malam yang indah bersama putra mahkota dia mulai memegang pipinya dan menghela nafas gugup.
“Nona Soo Yun apa ada sudah bangun”Tanya Dayang dari Luar ruangan Soo Yun.
“Masuklah”Jawab Soo Yun dengan tenang.
Dayang itu masuk betapa terkejutnya Soo Yun melihat Dayang yang masih sangat muda yang ditemuinya dipaviliun Permaisuri Park.
“Kau disini “Ujarnya Soo Yun senang.
“Putra Mahkota menugaskan hamba untuk melayanimu”Jelasnya Dayang Muda itu ketakutan.
“Benarkah Siapa namamu”Tanya Soo Yun dengan ramah.
“Namaku Gwang So”Jawab Dayang Muda itu yang tak lain Bernama Gwang So.
Soo Yun mulai tersenyum ramah kearah Gwang So dan mulai saat itu Soo Yun telah menganggapnya sebagai adiknya dan akan menjaganya seperti Yang diinginkan Putra Mahkota.
Tepat dipaviliun Soo Yun yang terlihat tenang dan Gwang So yang menatap Soo Yun yang terlihat memikirkan sesuatu membuatnya canggung bertanya ditempat itu.
“Nona apa ada yang anda fikirkan”Tanya Gwang Soo dengan nada lirih.
“Entahlah Sebuah tatapan mata yang membuatku harus memikirkannya terus menerus sepertinya aku mengenalnya”Ujarnya Soo Yun dengan nada lemah lesu memikirkan seseorang berbaju hitam yang menatapnya.
Tak lama kemudian Soo Yun mulai terfikir dengan orang yang dikenalnya Sembari mengingat tatapan pangeran Baek Hyeon yang menatapnya cemas membuatnya mulai ingin mencari tahu.
“Pasti bukan dia tidak mungkin”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang dan tiba\-tiba menatap cemas.
“Gwang Soo kau disini tunggu aku sampai kembali ok”Perintah Soo Yun dengan nada tergupuh yang membuat Gwang Soo Terkejut.
Dengan tergupuh Soo Yun keluar dari Paviliunnya.
Tak lama kemudian Soo Yun telah bersiap dan menggunakan pakaian seperti biasa dengan langkah tergesa Soo Yun menuju ruangan Putra Mahkota.Saat akan masuk ruangannya Soo Yun dihadang oleh Kasim Hang yang menatapnya sebal.
“Lancang sekali kau masuk kekamar Putra Mahkota ,Apa yang akan ingin kau sampaikan aku akan menyampaikannya”Jelasnya Kasim Hang yang memberontak.
“Aku ada urusan dengan Yang Mulia bukan denganmu”Jawab Soo Yun dengan nada dingin.
“Beraninya kau,Jika kau laki\-laki aku akan menghajarmu sampai pergi dari sini”Gertak Kasim Hang yang marah.
Soo Yun yang mendengar kata-kata Kasim Hang mulai menatapnya dingin dan mendekatinya dengan ekspresi geram.
“Kau fikir karna aku wanita aku lemah kenapa tidak mencoba kita berkelahi disini,Aku tidak pernah memiliki perasaan untuk membunuh seseorang sebelumnya tapi melihatmu rasanya Tanganku kaku”Ujarnya Soo Yun sembari mendekati Kasim Hang yang tiba-tiba melangkah mundur ketakutan.
Soo Yun menggigit giginya geram dan mendorong Kasim Hang dengan Kasar.
Kasim Hang yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menuruti Putra Mahkota yang melarangnya masuk.
Brak…
Suara Pintu kamar Putra mahkota yang tebuka dengan keras.Soo Yun mencari keberadaan Putra Mahkota yang tidak ada didalam istana .Tatapan kesal dan penuh amarah tiba-tiba menjadi tenang setelah melihat benda Hitam yang tersembunyi dibawah lantai yang masih terlihat.
Sebuah Baju berwarna hitam yang tak asing baginya membuat menganga terkejut .
“Hoh…. Astaga”Ucapnya Soo Yun terkejut.
Tak lama setelah Soo Yun terkejut tiba-tiba Putra Mahkota keluar dari kamar mandi dengan baju yang masih belum rapi dan terbuka.Matanya melotot terkejut melihat Soo Yun yang telah Baju berwarna Hitamnya.
Soo Yun yang menatap terkejut Putra Mahkota membuat Putra Mahkota mendorongnya membungkam mulutnya dan memojokkannya didinding.
Tatapan Putra Mahkota yang cemas membuat Soo Yun semakin menatap Putra Mahkota terkejut.
Dalam suasana Yang hening itu Soo Yun dan Putra Mahkota saling menatap terkejut dan cemas.
__ADS_1
Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha😊😊Dibantu Like and Vote klik tanda bintang 🌟 beri pendapat kalian untuk cerita ini yha Trima kasih.