
Masih dalam Suasana malam bertepatan dengan bulan purnama terlihat Perdana mentri Choi yang mengancam Raja Dam Ryung dengan pedangnya dengan disaksikan semua pejabat istana disana Tiba-tiba..
Sret…Sret…Sret…
Tiba-tiba suara anak panah melesat mengenai pasukan pemberontak itu dan menjatuhkan mereka satu persatu.Perdana mentri Yang melihat Pasukannya mulai gusar.
Sret…Sring…
Panah melesat dan menjatuhkan pedang Perdana Mentri Choi yang membuatnya terkejut dan ketakutan,Ratu Yun yang melihat situasi berubah dalam sekejap mulai membuatnya semakin ketakutan.
“Maaf kami terlambat”Ucapnya Soo Yun yang telah berada diatas ruangan disana.
Ratu Yun yang melihat Soo Yun dan Putranya yang telah bersekongkol mulai menatap terbelalak dan juga jengkel.
“Dasar anak tidak tahu diri,Dan kau bagaimana bisa”Ujarnya Ratu Yun dengan nada gugup.
“Jangan terkejut kau mengatakan semua didepanku saat aku tertidur untungnya telingaku lebih tajam dari yang kau duga”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang.
Ratu Yun menatap terbelalak karna dirinya terjebak dalam permainan Soo Yun.
FLASHBACK
Tepat dimana Ratu Yun meninggalkan Soo Yun disana terlihat Pangeran Baek Hyeon yang berdiri dengan perasaan marah Tiba-tiba Soo Yun bangun dengan tatapan tenang dan membuat Pangeran Baek Hyeon terkejut.
“Soo Yun ka…Ka…Kau”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan nada terbata-bata.
“Wanita itu benar-benar sangat licik”Ucapnya Soo Yun dengan tatapan tenang sembari duduk.
Dalam sekejap Dam Myung-Sik dan Kasim Hang datang dengan tergesa dan sama terkejutnya dengan Pangeran Baek Hyeon.
“Astaga dia masih hidup”Ujarnya Kasim Hang dengan nada terkejut.
Dalam sekejap Soo Yun menatapnya kesal dan Kasim Hang yang melihat Tatatapan Tajam Soo Yun mulai gugup ketakutan.
“Maksudku syukurlah kau sudah bangun,Kau hebat sekali”Puji Kasim Hang dengan nada gugup.
Dam Myung-Sik yang melihat Soo Yun pulih begitu cepat mulai menatap curiga.
“Bagaimana bisa kau pulih dengan cepat kata tabib kau”Tanya Dam Myung-Sik penuh kecurigaan.
“Aku baru ingin bertanya padanya”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenanng.
“Tenang-tenang sebenarnya aku hanya mengeluarkan Racun itu,Aku meminta Ramuan yang bisa menyelamatkanku dari racun yang akan aku minum”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.
Mereka masih menyimak penjelasan Soo Yun dan mulai bertanya lagi soal kedaannya.
“Lalu kenapa Tabib Istana bilang kau butuh waktu lama untuk sadar”Tanya Dam Myung-Sik dan menatap penasaran.
“Astaga kalian ini.Kalian benar-benar tidak mengenali tabib itu.Dia itu anak buah Nona Mi-Sun dan sekarang dia berada disini,Aku sudah merencanakan sesuatu dengannya”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.
Kasim Hang Yang menatap Soo Yun ketakutan dan melangkah perlahan bersembunyi dibelakang Pengawal Dam Myung-Sik,Soo Yun yang menatap Kasim Hang hanya mengedipkan matanya matapnya kebingungan.
“Apa kalian tidak curiga bagaimana jika yang didepan kita ini hantu”Ujarnya Kasim Hang dengan tatapan aneh.
Soo Yun yang mendengar Ucapan Konyol Kasim Hang mulai tersenyum tipis dan dalam sekejap Tatapannya berubah menjadi kesal menatap Kasim Hang.
“Biar aku yang menjelaskan pada Anak buahmu ini”Ujarnya Soo Yun Geram dan mengejar Kasim Hang dan bersiap dengan kepalan tangannya.
“Oh Astaga baiklah aku percaya dengan mu Nona Soo Yun”Ucapnya Kasim Hang yang menghindari Soo Yun.
Tiba-tiba …
Jgrek..
Suara Pintu Terbuka dan membuat mereka semua menatap terbelalak melihat seseorang yang masuk didalam kamar itu ,Yang Tak Lain adalah Pangeran Seok dan Juga Raja Dam Ryung.
__ADS_1
Mereka hanya mengedipkan matanya terkejut melihat Soo Yun yang telah mengejar Kasim Hang.
Tak lama kemudian Ruangan itu menjadi hening dan semua terlihat menatap kebingungan menjelaskan semuanya.
“Apa Yang terjadi ,AKu tak mengerti semua ini”Tanya Raja Da Ryung dengan tenang.
“Beruntung Kita sudah berkumpul disini aku ingin mengatakan sesuatu”Ujarnya Pangeran Seok menyela pembicaraan Yang Mulia.
“Baiklah Apa katakan”Jawab Yang Mulia Raja dengan nada tenang.
“Malam ini akan ada rencana jahat yang sangat besar untuk menyerang istana”Jelasnya Pangeran Seok dnegan nada tenang.
“Apa Bagaimana kau bisa tahu”Tanya Yang Mulia Raja yang terkejut bukan kepayang.
“Dengar ini bukan waktunya menjelaskan semua yang terjadi,Waktu kita tidak banyak”Jelasnya Soo Yun dengan wajah serius.
“Kita Harus menangkap pemberontak itu sekarang”Perintah Yang Mulia Raja dengan nada marah.
“Tunggu jangan terburu - buru.Kita harus membuat rencana yang cerdik agar semua orang tahu siapa pemberontak itu “Jelasnya Soo Yun sembari tersenyum tenang.
“Bagaimana caranya”Tanya Pangeran Seok dengan tatapan penuh pertanyaan.
“Kita bisa memulainya dengan Kau membunuh Putra Mahkota”Jelasnya Soo Yun sembari tersenyum Devil.
Tepat dimana Prajurit Perdana mentri Choi yang mengawasi Pangeran Baek Hyeon dan Pangeran Seok yang berjalan menuju gudang istana.
Setelah masuk ruangan itu mereka saling menatap tajam dan mulai berpura-pura membunuh Putra Mahkota.
“Astaga kenapa aku yang terikat disini”Keluh Kasim Hang yang diikat digudang itu.
Sring …
“Tebasanmu itu terlalu nyata bagiku”Ujarnya Putra Mahkota Baek Hyeon sembari menatap Pangeran Seok.
“Sudahlah bukankah ini harus terlihhat nyata,Aku tidak akan benar-benar membunuhmu”Jawab Pangeran Seok sembari tersenyum tenang.
Tak Soo Yun yang bersembunyi didalam ruangan itu mulai menunjukan dirinya dengan mengendap-endap sembari membawa sebuah tong kecil dan menghampiri Kedua Pangeran itu.
“Kalian Hebat sekali”Puji Soo Yun dengan senang.
“Tunggu Kau membawa apa”Tanya Pangeran Baek Hyeon curiga.
Soo Yun yang menatap Pangeran Baek Hyeon mulai tsersenyum dan berbohong.
“Ini Cat berwarna merah memangnya kalian tidak berfikir jika kalian bertarung dengan serius tadi harusnya kalian penuh darah agar terlihat Nyata,Bagaimana jika mereka memeriksa Putra Mahkota”Jelasnya Soo Yun dengan tenang.
Mereka akhirnya setuju dan Soo Yun mulai mencipratkan cairan berwarna merah itu ketubuh Kedua Pangeran Itu.Kedua Pangeran Itu mulai menatap Soo Yun dan curiga dengan cairan kental itu yang berbau amis.
“Kenapa Cat Ini berbau amis”Tanya Pangeran Seok dengan tatapan tenang.
“Oh Aku mencampurkan sesuatu pada warna ini tenang saja”Ujarnya Soo Yun dengan tenang.
Kasim Hang yang kesal dengan kebohongan Soo Yun mulai menatap kesal kearahnya.
“Kenapa harus berbohong ,Aku Yang susah payah mengumpulkan Darah Ayam itu kan”Gumamnya Kasim Hang yang masih terikat.
“Apa”Ujarnya Kedua Pangeran Itu bersamaan dan terkejut menatap Soo Yun.
Kasim Hang yang tak menyangka kedua Pangeran itu mendengarnya mulai gugup dan membuat Soo Yun jengkel.
__ADS_1
“Sudahlah tak masalah ini demi kebaikan kita semua kan ,Sana-sana keluar dan Kau bersiaplah pura-pura terluka,Dan kau jika kau tidak menangis dengan keras aku yang akan membuatmu menangis setelah ini”Perintah Soo Yun seenaknya pada kedua pangeran itu dan Menatap Kasim Hang yang terikat dengan senyum devil.
Tak lama kemudian Soo Yun kembali bersembunyi Dan Kasim Hang berteriak Histeris menangis seolah Putra Mahkota meninggal,Pangeran Seok yang berjalan menatap tenang mulai menghentikan langkahnya saat Prajurit akan memeriksa Putra Mahkota.
“Biarkan dia,kita harus bergegas”Perintah Pangeran Seok dengan nada dingin.
Pangeran Seok meninggalkan tempat itu sembari menyembunyikan ekspreesi jijik dengan darah yang menempel di tubuhnya,Prajurit mengikutinya Dan Kasim Hang berhenti menangis.
Karna sudah aman mereka melanjutkan rencananya yang kedua.
Tepat didepan gerbang istana disana terlihat dua pemberontak prajurit perdana Mentri Choi telah menyamar didepan gerbang tersebut.
Disana Soo Yun mengalihkan perhatiannya dengan menggoda dan membawanya pergi,Kedua Prajurit itu tergoda dan menghampiri Soo Yun Tiba-Tiba..
BRAK…
Suara Tendangan dan pukulan Dam Myung-Sik yang telah membuat kedua penjaga itu pingsan,Soo Yun tersenyum lega melihat rencananya berjalan dengan baik.
Tak lama kemudian Dam Myung-Sik dan penjaga mengambil alih posisi depan gerbang dan menunggu Perdana Mentri Choi datang.
Setelah datang tanpa menyadari Dam Myung-Sik yang menyamar Perdana Mentri Choi masuk dan Tak lama kemudian Soo Yun,Kasim Hang ,dan Pangeran Seok dan juga Pangeran Baek Hyeon mulai masuk dengan tenang.
Dam Myung-Sik memberikan aba-aba untuk para prajurit kerajaan yang bersembunyi diluar agar masuk dengan perlahan.
Putra Mahkota Mengambil alih pasukan istana dan mengendap-endap masuk kedalam istana dan mengatasi para pemberontak.
Sedangkan Soo Yun,Pangeran Seok dan Kasim Hang diberi aba-aba oleh Dam Myung-Sik agar mengikutinya.
Setelah sampai diruangan senjata disana semua pasukan Nona Mi Sun yang telah berada disana juga ikut berperan dalam penyerangan itu,Soo Yun memberikan aba-aba agar mereka menunggunya diluar semua bergegas keluar menunggu Soo Yun menyiapkan senjatanya Pangeran Seok dan Dam Myung-Sik y menatap Soo Yun yang sibuk menyiapkan busur dan panah.
“Kau bisa membidik”Tanya Pangeran Seok ragu.
Soo Yun mulai berhenti berkemas dan menatap Pangeran Seok dan juga Dam Myung-Sik yang menatapnya Ragu.
“Aku belum mencobanya”Jawab Soo Yun sembari mengedipkan matanya.
Pangeran Seok dan Dam Myung-Sik menatap Soo Yun aneh dan Soo Yun yang menatap mereka mulai kesal.
“Tapi Aku bisa mencobanya sekarang”Ujarnya Soo Yun dengan sigap dan dalam sekejap Soo Yun membidik tepat pada titik merah.
Semua terkejut melihat Soo Yun yang cepat dalam belajar dan membuatnya semakin tercengang.
“Who… Lihat aku bisa ayo kita berangkat”Ujarnya Soo Yun dengan nada tergupuh.
Soo Yun pergi dan keduaanya yang masih tercengang mulai mengikuti Soo Yun.
“Astaga aku bahkan perlu dua tahu untuk mempelajari itu”Ujarnya Kasim Hang yang menatap terkejut dan kagum dengan kecepatan Soo Yun.
Tepat dimana Semua Pasukan pemberontak berdiri sebenarnya disana telah siap ratusan Parjurit istana yang siap menyerang Para pemberontak itu.
Dam Myung-Sik berpencar bersama prajurit lainnya sedangkan Pangeran Seok dan Soo Yun bergerak bersama dari atas.
Sampai Waktunya tiba akhirnya rencana mereka berjalan dengan Lancar.Ratu Yun dan Perdana Mentri melihat Pasukannya yang telah menjadi sandraan pasukan istana mulai ketakutan.
“Lihatlah disekeliling kalian apa mungkin kejahatan kalian dimaafkan,Semua sudah tahu akal busuk dan sikap kalian sebenarnya”Ujarnya Soo Yun dengan tenang.
Ratu Yun yang melihat Putranya ikut dalam konspirasi ini mulai menatap kesal,Sedangkan Pangeran Seok yang kecewa hanya membuang muka pada kedua orang terdekatnya.
Tak lama kemudian Raja Dam Ryung menatap penuh amarah pada Perdana Mentri Choi.
“Putra Mahkota keluarlah”Perintah Yang Mulia Raja dengan nada tegas,Langkah perlahan keluar dan membuat Perdana Mentri Choi dan Ratu Yun terbelalak.
__ADS_1
Hallo Teman teman dan Author semua maaf baru nexs lagi soalnya masih sakit semoga suka Yha sama cerita ini Vote and Like untuk mendukung cerita ini dan beri masukan dan pendapat kalian Yha trima kadih😊😊