Two Different World

Two Different World
#Episod 20 Kecerdikan 2 wanita yang bersaing


__ADS_3

Suasana pagi yang begitu cerah terlihat Putra Mahkota yang telah berjalan bersama Putri Hwang,Putra Mahkota yang menatap Putri Hwang tersenyum ramah hanya bisa menghela nafas diam-diam dan mencoba tenang dengan situasi disana.


 


“Aku tidak pernah melihat taman ini sebelumnya ternyata taman diistana sangat indah”Puji Putri Hwang dengan nada ramah.


 


Putra Mahkota yang berjalan bersama Putri Hwang Hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Tiba-tiba Putri Hwang yang melihat Soo Yun tak jauh dari sana mulai menatap Putra Mahkota yang membuang muka kearahnya tanpa menatapnya mulai merencanakan sesuatu.


Sembari menatap hiasan gelang yang dipakainya dan dilepaskan perlahan tiba-tiba Putri Hwang Melempar perlahan .


 


“Oh Tidak Gelang ku”Ujarnya Putri Hwang yang pura\-pura terkejut dan akan mengambil Gelangnya terjatuh dikolam dekat taman itu,


 


Dengan kemampuan Akting yang luar biasa Putri Hwang Seolah terpeleset dan akan terjatuh dikolam itu.Putra Mahkota Yang Melihat Putri Hwang akan terjatuh segera memegang tangannya dengan sigap dan menarik Tubuh Putri Hwang.


Suasana dimana Putri Hwang yang masih dalam pegangan Putra Mahkota dan saling menatap. Bertepatan dengan itu Soo Yun yang tak jauh dari sana melihat pemandangan itu Sembari menatap tajam dari kejauhan dan menggigit giginya Kesal Soo Yun mulai mendatangi Mereka berdua.


Putra Mahkota yang melihat apa yang dia lakukan segera melepas pegangannya dengan tergupuh ketakutan,Soo Yun yang datang dengan langkah tenang membuat Putra Mahkota menatapnya gugup.


 


“Apa Yang terjadi”Tanya Soo Yun dengan tenang.


“Sebenarnya..”Jelasnya Putra Mahkota dengan nada tergupuh dan disela oleh Putri Hwang.


“Gelangku jatuh dikolam dan aku terpeleset saat akan mengambilnya dan dengan Sigap Putra Mahkota meraih tanganku dan menolongku dipelukannya”Jelasnnya Putri Hwang dengan nada tenang.


 


Soo Yun mendengar Penjelasan Putri Hwang hanya tersenyum remeh kearahnya dan Putra Mahkota yang melihatnya ketakutan.


 


“Kalian sangat serasi.Andai jika aku dalam posisimu mungkin untuk mendapatkan perhatiaan Putra Mahkota aku harus pura\-pura terjatuh dan masuk dalam kolam agar dia menarikku dan tertarik pada wajah dan Kedua bbola mataku itu,Tapi Kau tidak sengaja melakukan ini kan pasti kau sangat beruntung bisa berada ditangan Putra Mahkota”Jelasnya Soo Yun dengan tenang sembari menatap Mereka Berdua dengan nada tenang.


 


Putra Mahkota yang semakin Canggung menatap Soo Yun membuat Putri Hwang mengerutkan keningnya menatap Soo Yun kesal.


“Karna aku orang yang sangat peduli dengan orang lain aku akan mengambil gelangmu”Ujarnya Soo Yun dengan nada dingin.


Soo Yun menatap dingin kolam yang jernih dan cukup dalam itu membuat Putra Mahkota Baek Hyeon yang menatap Soo Yun mulai menatap Khawatir entah apa yang dia fikirkan.


Sembari melepas Tusuk Rambut dari rambutnya Dan membuat Rambutnya terurai dan tersapu angin yang begitu sejuk disana membuat Soo Yun terlihat seperti wanita elegant sembari menatap tajam dan penuh kedinginan Tiba-tiba…


Byur…


Soo Yun menjauhkan tubuhnya dengan tatapan tenang.Putra Mahkota Baek Hyeon yang menatap Soo Yun menjatuhkan tubuhnya berusaha menggapai tangannya tapi semua terlambat.Putri Hwang yang melihatnya megerutkan keningnya terkejut dengan apa yang dilakukan Soo Yun.


Putra Mahkota yang terlihat begitu ketakutan Soo Yun masuk kedalam air itu mulai berisiap akan menolongnya karna takut terjadi apa-apa padanya

__ADS_1


Dalam Sekejap …


Byar….


Tak lama kemudian Soo Yun keluar dari air dengan memegang gelang Putri Hwang yang terjatuh.


Putra Mahkota yang melihat Soo Yun keluar dari air menatap terkejut begitupun Putri Hwang yang melihat Soo Yun yang begitu berani masuk keair itu.


Sembari keluar dari Kolam Soo Yun mulai mengibaskan rambutnya dengan tatapan tenangnya.Putra Mahkota yang menatap Soo Yun hanya menatapnya tenang dan terpaku pada Soo Yun.


Sedangkan Putri Hwang yang tahu dengan Soo Yun mulai menatap kesal kearahnya.


Soo Yun berjalan kearah Putri Hwang dengan tatapan tenang sembari membawa gelangnya yang terjatuh.


Setelah dihadapan Putri Hwang yang menatapnya dingin Soo Yun menatap tenang kearahnya.Putra Mahkota yang menatap kedua wanita yang saling melontarkan tatapan persaingan itu hanya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa.


 


“Ini Gelangmu pastikan tidak terlepas lagi dipergelangan tanganmu karna kebetulan lewat jadi aku bisa membantumu jika itu terjadi lagi aku tidak yakin bisa membantumu lagi”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.


“Tentu saja aku tidak sungkan\-sungkan untuk meminta bantuan darimu untuk mencari sesuatu yang berharga dariku “Jawab Putri Hwang Dengan nada tenang.


 


Persaingan kedua Wanita itu semakin terlihat dengan tatapan kesal yang disembunyiakan masing-masing seperti adanya perang.


Tak lama kemudian Soo Yun yang telah berganti baju telah berada dibawah pohon Persik ditaman itu dengan rambut yang masih basah dan tatapan dingin dan tajam menatap kosong sembari mengingat Putra Mahkota bersama Putri Hwang.


“Heh…(Senyum remeh Soo Yun) Yang benar saja”Gumamnya Soo Yun kesal.


“Beraninya dia melakukan itu didepanku Dasar Brengsek”Gumam Soo Yun geram dan tiba-tiba menggertak dengan nada tinggi.


Pengawal Dam Myung-Sik yang mendengar Soo Yun tiba-tiba marah hanya mengedipkan matanya terkejut dan menarik tangannya kembali.


“Aish…Dasar harusnya aku membunuhmu dari awal saat melakukan itu dasar laki-laki brengsek Argh…Harusnya aku memukul kepalamu agar sadar saat melakukan itu”Ocehnya Soo Yun dengan nada kesal sembari mengepalkan tangannya kesal dan menginjak rumput liar ditaman itu.


Dalam sekejap Soo Yun mulai menghentikan ocehannya setelah membalikan tubuhnya dan terdiam terpaku melihat Dam Myung-Sik yang menatapnya canggung.


 


“Sepertinya aku datang diwaktu yang tidak tepat”Ujarnya Pengawal Dam Myung Sik dengan nada gugup.


 


Tak lama kemudian Soo Yun ,Dam Myung-Sik dan Putra Mahkota Baek Hyeon telah duduk diruangan perpustakaan dengan suasana hening dan saling membungkam mulut mereka tanpa sepatah katapun membuat Dam Myung-Sik menatap mereka berdua lelah dan menghela nafas tenang.


 


“Apa kalian sedang memiliki masalah”Tanya Dam Myung\-Sik dengan nada tenang.


“Tidak”Jawab Keduannya dengan nada tenang.


 


Dam Myung-Sik yang melihat tingkah mereka berdua hanya tersenyum remeh dan menghela nafas perlahan.


 

__ADS_1


“Dari sikap kalian, kalian sedang memiliki masalah,Tapi aku ingin mengatakan masalah yang lainnya tentang penyusup yang menyerang Soo Yun waktu itu”Jelasnya Dam Myung\-Sik dengan nada tenang.


 


Putra Mahkota dan Soo Yun yang mendengar Dam Myung-Sik mulai menatap serius kearahnya.Dam Myung-Sik yang menatapnya mulai menatap tajam kearah mereka.


FLASHBACK


Tepat dimalam Yang begitu dingin terlihat Dam Myung-Sik yang melakukan penyamaran dengan para anak buahnya sedang mencari para Penyusup yang datang keistana.


“Jendral Sepertinya tidak ada yang mencurigakan disini “Ujarnya Prajurit disana.


“Baiklah kita kembali keistana besok kita lanjutkan sekarang kita kembali”Perintah Dam Myung-Sik dengan tenang.


Tanpa disadari Seorang telah mengawasi mereka secara diam-diam sembari tersenyum licik Orang itu pergi dengan tergupuh Tiba-tiba Seseorang itu menghentikan langkah kakinya setelah pedang berada dilehernya.Dam Myung Sik yang menatap Seseorang itu dengan dingin sebenarnya sudah tahu semuannya.


“Siapa yang menyuruhmu “Tanya Dam Myung-Sik dengan nada tenang.


Seseorang yang tak lain adalah Salah satu anggota Penyusup itu mulai menatap ketakutan saat akan menjawab pelaku yang sebenarnya tiba-tiba..


Sret…


Anak panah melesat mengenai salah satu anggota penyusup itu dan membuatnya Tewas.


Kembali pada suasana Dimana Dam Myung-Sik menatap dingin sembari memperlihatkan surat dari pimpinan penyusup itu.


“Aku menemukan surat ini dala jazad itu”Jelasnya Dam Myung-Sik dengan nada tenang.


Putra Mahkota yang mengambil kertas putih itu mulai membuka pesan yang bertuliskan Awasi semua orang yang mencari tahu tentang Penyusup diistana.


Soo Yun yang menatap Dam Myung-Sik dan Putra Mahkota Baek Hyeon yang menatap tegang hanya menghela nafas berat.


“Sudahlah kalian jangan terlalu serius dengan masalah ini lakukan perlahan untuk kasus ini kita lupakan masalah ini seolah tak peduli”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.


“Apa maksudmu?”Tanya Dam Myung-Sik yang kebingungan.


“Simpan saja surat itu bagaimanapun juga kita akan menemukan siapa pemilik surat itu kita tidak perlu terburu-buru mengungkap itu semua”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang sembari tersenyum licik.


Setelah lama melakukan diskusi mengusut penyusup istana mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk tidak mengusut tentang dalam pemberontakan diistana itu ,Dam Myung-Sik yang menatap tenang mulai menatap Soo Yun dan Putra Mahkota yang terlihat tak berbicara sepatah katapun mulai menghela nafas pelan.


“Aku akan pergi.Ngomong-ngomong tentang laki-laki berengsek yang kau ceritakan tadi kau harus memukulnya sekeras mungkin”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan nada tenang sembari menatap Soo Yun dingin.


Soo Yun yang mendengar Dam Myung-Sik membocorkan ceritanya menatap terkejut sembari mengedipkan matanya terkejut Sedangkan Putra Mahkota Baek Hyeon yang mendengar itu hanya menatap terpaku dengan penjelasan Dam Myung-Sik.


Dam Myung-Sik segera pergi dari sana membuat suasan semakin hening Soo Yun yang menghela nafas tenang mulai melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu tiba-tiba…


Sret…


Tangan Putra Mahkota menarik tangan Soo Yun dengan tenang,Soo Yun yang terkejut dengan Tangannya yang tiba-tiba ditarik oleh Putra Mahkota mulai menatap kearah Matanya yang dingin dan tenang.


“Apa sekarang kau berani marah dengan ku”Ujarnya Putra Mahkota dengan tatapan Devil.


Soo Yun yang menatap tatapan Putra Mahkota semakin dingin dan devil membuatnya Hatinya berdegup kencang.


Suasana hening dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela membuat suasana romantic itu terlihat jelas diruangan itu.


Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha😊😊Dibantu Like and Vote klik tanda bintang 🌟 beri pendapat kalian untuk cerita ini yha Trima kasih.

__ADS_1


__ADS_2