Two Different World

Two Different World
#Episod 23 Persaingan Yang Masih Berlanjut


__ADS_3

Suasana malam yang begitu dingin terlihat begitu tenang terlihat Ratu Yun bersama perdana Mentri Choi telah berhadapan satu sama lain.


“Ada apa ayah malam-malam kemari”Tanya Ratu Yun dengan nada tenang.


“Apa kau bisa tenang sekarang”Ujarnya Perdana Mentri dengan nada datar.


“Apa ayah Khawatir padaku aku tidak bisa setenang ini sebelumnya”Jawab Ratu Yun dengan tenang.


“Sepertinya Kau belum mendengar Hubungan Putramu sekarang yang bisa menggagalkan rencana kita”Ujarnya Perdana Mentri Choi dengan nada datar.


“Apa maksud Ayah sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti”Tanya Ratu Yun dengan Raut wajah penuh pertanyaan.


Perdana Mentri Choi menatap Ratu Yun dengan tatapan tajam yang membuat Perlahan Ratu Yun ikut menatap tajam dan kesal penuh amarah.


Suasana pagi yang begitu sejuk terlihat Soo Yun yang telah bangun dan keluar dari Paviliunnya Soo Yun mengertkan keningnya melihat Ratu Yun yang terlihat melangkahkan kaki mendekatinya dengan perasaan penuh amarah.


Plak…


Suara tamparan keras Ratu Yun mengenai pipi Soo Yun,Soo Yun yang menatap Ratu Yun begitu marah dengannya membuatnya malah tersenyum tipis kearahnya.


Soo Yun menatap tenang Ratu Yun dan menatap para dayang istana yang ketakutan dan menunduk gemetar melihat pertengkaran mereka.


“Pergilah dari sini”Perintah Soo Yun dengan nada tenang kearah para dayang yang ketakutan.


Para dayang itu menatap ragu dan memutuskan pergi untuk menjauh dari mereka berdua setelah mereka menjauh Soo Yun menatap tenang Ratu Yun yang menatapnya penuh amarah.


“Kau datang kemari hanya untuk menamparku”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang sembari tersenyum licik.


“Kau ..berani sekali bermain-main denganku apa kau tidak tahu siapa aku”Ancam Ratu Yun dengan nada geram.


“Aku sangat tahu benar orang seperti apa dirimu sekarang apa yang ingin kau katakan “Ujarnya Soo Yun dengan tenang.


“Heh(Senyum remeh) Sudah kubilang untuk menjauhi Putra Mahkota tapi kau malah bermain-main denganku dengan mencuci otak Putraku untuk dekat denganmu”Jelasnya Ratu Yun dengan nada geram.


“Seharusnya kau yang seharusnya tidak bermain-main denganku,Kau memintaku menjauhi Putra Mahkota agar dia mendapat dukungan dari pemberontak yang benci dengannya,Sebagai gantinya aku merebut jalan putramu. oh tidak maksudku jalan rencana utamamu padaku”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang sembari tersenyum licik.


“Beraninya kau lancang mempermainkan ku seperti ini aku akan membalasmu”Ancam Ratu Yun dengan nada geram.


“Seharusnya kau mempertimbangkan keputusanmu berkali-kali saat mengancamku pion mu dipihakku sekarang”Ujarnya Soo Yun dengan tenang.


“Sehebat apapun dirimu kau berurusan dengan orang yang salah”Ancam Ratu Yun dengan nada geram sembari tersenyum licik.


Ratu Yun pergi dengan menatap Soo Yun kesal ,Soo Yun yang menatap tenang Ratu Yun yang pergi dengan kesal mulai menghela nafas berat situasi yang semakin rumit membuatnya terlibat terlalu jauh dalam situasi yang berbahaya dan kebohongan yang semakin dilakukannya.


Tepat disebuah tempat dimana Bunga tumbuh subur disana terlihat Pangeran Seok yang menatap murung bunga mawar merah yang terlihat didepannya.


FlashBack


Suasana malam yang terlihat dimana Soo Yun dan Pangeran Seok berpelukan Soo Yun yang menatap murung mulai memegang bunga itu dengan kuat.


“Pangeran Seok maafkan aku”Ucapnya Soo Yun yang masih dalam pelukan Pangeran Seok.


Senyum bahagia Pangeran Seok mulai menghilang,Pangeran Seok melepas pelukannya dan Menatap Soo Yun penuh pertanyaan.


“Apa ada orang lain”Tanya Pangeran Seok dengan nada dingin.


Soo Yun tersenyum kearah Pangeran Seok.


“Tidak untuk saat ini.Aku ingin kita hanya berteman tapi untuk pertama dan terakhir kalinya aku ingin meminta bantuanmu”Ujarnya Soo Yun sembari tersenyum ramah.


Lamunan itu menghilang sekarang yang terlihat adalah Pangeran Seok yang berdiri dengan tatapan dinginnya.Belum lama memikirkan Soo Yun tiba-tiba dia melihat Soo Yun berjalan sembari menundukan kepalanya Soo Yun yang tak sadar Pangeran Seok datang kesana baru sadar dan hanya menatap canggung.


Tak lama kemudian mereka akhirnya telah berdiri berdua dengan suasana yang berbeda dari biasanya.


“Aku yakin kau akan membenciku setelah kejadian itu”Ujarnya Pangeran Seok dengan nada tenang.


“Kau bercanda bagimana aku bisa membencimu setelah sekian lama aku belum pernah memiliki teman sepertimu”Ujarnya Soo Yun sembari tersenyum.


Tak lama kemudian Tatapan mereka terpaku pada seseorang yang berjalan melewati tempat yang sama.Seseorang yang tak lain adalah Putra Mahkota yang tak menyangka bertemu Soo Yun hanya menatap terpaku dan canggung begitupun Soo Yun sembari menatap Putri Hwang yang bersama Putra Mahkota sembari memegang tangannya membuat Soo Yun menatap dingin kearah Putri Hwang.


Berbeda dengan Pangeran Seok yang menatap persaingan itu mulai memecah suasana hening itu.

__ADS_1


“Kebetulan sekali kita bisa bertemu disini”Ujarnya Pangeran Seok dengan nada tenang.


“Senang bertemu denganmu”Ujarnya Putra Mahkota dengan nada dingin.


Putri Hwang yang menatap Soo Yun bersama Pangeran Seok mulai tersenyum senang.


“Ku dengar kalian sedang menjalin hubungan menurutku itu sangat bagus karna kalian sangat cocok,ku dengar Kalian tadi malam kalian terlihat romantis itu membuatku senang”Ujarnya Putri Hwang dengan nada ceria.


Putri Seok yang mendengar kabar itu mulai menatap terpaku dan Soo Yun menatap Putri Hwang yang sengaja membuat suasana disana semakin memanas membuatnya menatap kesal dan mengerutkan keningnya.


“Selamat untuk hubungan kalian”Ucapnya Putra Mahkota Baek Hyeon dengan nada datar.


“Apa”Ujarnya Pangeran Seok sembari mengerutkan keningnya kebingungan.


“Sama-sama,Kuucapkan selamat juga untuk pernikahanmu yang akan dilaksanakan”Jawab Soo Yun dengan nada tenang.


Putra Mahkota dan Soo Yun saling menatap dingin yang membuat Pangeran Seok mulai yakin bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih.Suasana kembali hening dengan kebohongan tentang perasaan mereka masing-masing.


Tiba-Tiba seorang Prajurit datang dengan tergupuh membawa kabar untuk Putra Mahkota.


“Ada apa”Tanya Putra Mahkota dengan nada dingin.


“Yang Mulia memanggil anda berempat untuk menemuinya diruangannya”Ujarnya Prajurit itu.


“Aku…Aku tidak punya urusan dengan Yang Mulia sepertinya aku..”Ujarnya Soo Yun dengan tatapan terbelalak.


“Kami akan kesana,Kau boleh pergi”Jawab Putra Mahkota Baek Hyeon menyela Ucapan Soo Yun yang belum selesai dengan nada tenang.


Pangeran Seok dan Soo Yun menatap tenang kearah Putra Mahkota yang terlihat dingin.


“Bagaimana jika kita pergi bersama agar yang mulia tidak lama menunggu”Saran Putri Hwang dengan nada licik sembari menatap Soo Yun yang semakin kesal.


“Tidak perlu kami akan segera datang ,Kalian pergilah dulu”Ujarnya Pangeran Seok dengan nada tenang.


“Baiklah kami pergi dulu”Ujarnya Putri Hwang sembari memegang tangan Putra Mahkota.


Putra Mahkota pergi bersama Putri Hwang dengan bergandengan tangan Soo Yun yang menatap mereka Murung membuat Pangeran Seok menatapnya tenang.


“Jadi Putra Mahkota,Untuk ini kau melakukan ini bukankah itu sama saja membohongi dirimu sendiri”Ujarnya Pangeran Seok dengan nada tenang.


“Kau sudah cukup jauh masuk dalam masalah politik ini,Ibuku tidak akan tinggal diam jika mengetahu ini,Aku sangat ingin menentangnya tapi jika dia tahu kabar ini bukankah dia akan sering mengancammu”Jelasnya Pangeran Seok dengan nada cemas.


“Jangan khawatir aku akan baik-baik saja perlu kau tahu aku itu wanita yang sangat cerdik dari siapapun jadi jangan khawatir”Ujarnya Soo Yun sembari menepuk Bahu Pangeran Seok.


Pangeran Seok yang menatap Soo Yun menepuk bahunya mulai mengedipkan matanya terkejut dan pipinya tiba-tiba memerah.


“Kalian disini”Ujarnya Dam Myung –Sik yang mengejutkan Mereka berdua.


Soo Yun mulai menatap Gugup Dam Myung-Sik yang telah ada disana mulai canggung dan takut rencananya terbongkar.Pangeran Seok yang menatap Terkejut mulai berpamitan pergi dengan gugup.


“Aku akan menunggumu depan kediaman Raja aku pergi dulu”Pamit Pangeran Seok dengan canggung dan pergi dari sana.


Soo Yun yang gugup menatap Dam Myung-Sik yang menatapnya dingin mulai tersenyum kearah Dam Myung-Sik berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa.


“Kau disini kebetulan sekali”Ujarnya Soo Yun sembari bercanda.


“Jangan kau fikir aku bodoh tidak tahu semuannya”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan nada dingin.


Soo Yun yang menatap Dam Myung-Sik serius mulai mengedipkan matanya gugup karna rencananya yang telah diketahuinya.


“Tentang kebohonganmu menipu kami semua dan menyembunyikan strategi licikmu itu mempermainkan Putra Mahkota menurutmu bagaimana perasaannya melihatnya kenapa kau melakukan ini”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan nada marah.


Sembari menyedekapkan tangannya Soo Yun yang mendengar ocehan Dam Myung –Sik mulai geram dan menatapnya dingin sembari mengangkat salah satu alisnya dan menggigit giginya geram menahan marah,Dam Myung-Sik yang baru menyadari Soo Yun menatapnya mengerikan mulai menatap ketakutan.


“Kenapa kau menatapku seperti itu”Tanya Dam Myung-Sik yang gugup.


“Begitukah sekarang coba jelaskan tentang kejadian dikediaman Putra Mahkota kemarin malam jika kau tidak jujur aku akan merobek mulutmu itu”Ancam Soo Yun dengan nada datar sembari menatap Devil kearah Dam Myung-Sik.


“Apa”Ujarnya Dam Myung-Sik yang gugup.


Dam Myung –Sik yang menatap Soo Yun tajam membuatnya gugup dan mengingat rahasiannya bersama Putra Mahkota.

__ADS_1


Tepat dimalam dimana Putra Mahkota dan Dam Myung-Sik yang berlari keluar terlihat para dayang yang menatap ketakutan.


Tatapan Putra Mahkota dan Dam Myung-Sik terbelalak menatap Jazad dayang bersimbah darah yang tak jauh dari tempatnya.


“Dam Myung-Sik tolong jangan beri tahu ini kepada Soo Yun jika itu terjadi dia pasti khawatir ini Perintah”Perintah Putra Mahkota dengan nada cemas.


Dam Myung Sik mulai menatap Putra Mahkota dengan tatapan tenang dan menuruti perintahnya.


Cerita dan ingatan Dam Myung-Sik menghilang dan sekarang yang terlihat Soo Yun yang telah menatapnya dingin membuatnya semakin gugup.


“Dengar dia melakukan ini karna…”Jelasnya Dam Myung-Sik yang terhenti.


“Sudahlah aku tidak mau mendengarnya”Gertak Soo Yun kesal menyela Penjelasan Dam Myung-Sik.


“Kau sudah mendengarnya”Sahutnya Dam Myung-Sik dengan nada gugup.


Soo Yun yang menatap Dam Myung-Sik masih menyangkal mulai membuka mulutnya seakan takk percaya.


“Dengar Putra Mahkota Melakukan semuanya agar kau tidak khawatir dan merasa bersalah jika itu terjadi dia takut kau akan menyetujui pernikahannya dengan Putri Hwang”Jelasnya Dam Myung –Sik dengan nadagugup.


“Itu sudah terjadi aku tidak mau mendengarnya dengan menyembunyikan ini dan membohongiku kalian fikir aku bodoh kau bilang aku pembohong padahal kalian yang memulainya,Sekarang dengar perintahku jika hubunganku dengan Pangeran Seok terbongkar aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri”Ujarnya Soo Yun dengan nada geram dan mengancam Dam Myung-Sik.


Soo Yun menatap tajam dan Pergi dari sana dengan langkah tergesa dan penuh amarah Dam Myung-Sik yang menatap Soo Yun pergi dari sana mulai bisa bernafas lega tapi yang sebenarnya Masalah menjadi semakin runyam.


Setelah pergi dari sana Soo Yun menatap murung dan menghela nafas berat seolah melepas beban berat yang dihadapinya.


Disisi lain Ratu Yun dan Yang Mulia Raja begitupun Permaisuri Park yang berada disana menunggu seseorang yang akan datang disana.


“Apa yang sebenarnya anda umumkan Yang Mulia”Tanya Ratu Yun dengan nadaramah.


“Aku akan mengumumkan kebahagiaan diistana ini”Ujarnya Yang Mulia Raja dengan nada penuh kebahagiaan.


“Yang Mulia Apa anda sedang menunggu seseorang yang sangat membuatmu bahagia”Ujarnya Permaisuri Park dengan tenang sembari tersenyum ramah.


Ratu Yun yang menatap Permaisuri Park terlihat tersenyum bahagia mulai menatap kesal dan tersenyum remeh kearahnya.


“Anda sangat percaya diri seolah tahu segala hal”Ejeknya Ratu Yun sembari tersenyum remeh.


“Putra Mahkota dan Putri Hwang telah tiba..”Ujarnya Seorang Kasim dengan nada lantang.


Ekspresi Ratu Yun berubah seketika mendengar kedatangan Putra Mahkota yang tidak terduga.


“Izinkan mereka masuk”Perintah Yang Mulia Raja.


Putra Mahkota dan Putri Hwang Masuk dengan menyapa Yang Mulia Ratu Yun menatap dengan tersenyum kesal seolah tak percaya dengan kedatangan mereka.


“Pangeran Seok Telah tiba”Ujarnya Seorang Kasim dengan nada lantang.


“Izinkan dia masuk”Perintah Yang Mulia Raja dengan nada gembira.


Pangeran Seok yang masuk dengan tatapan dingin membuat Ratu Yun mengerutkan keningnya terkejut dengan kehadirannya.


Mereka duduk dengan tenang Putra Mahkota yang tak melihat Pangeran Seok sedikit pun membuatnya menghela nafas pelan.


Yang Mulia Raja yang tersenyum puas dan terlihat bahagia mulai mengerutkan keningnya melihat bangku yang kosong disamping Pangeran Seok.


“Dimana Nona Soo Yun kalian tidak mengajaknya”Tanya Permaisuri Park dengan nada cemas.


“Sepertinya dia tidak akan datang kenapa Yang Mulia Tidak memulai pembicaraan ini”Ujarnya Putri Hwang dengan nada sopan.


Ratu Yun yang khawatir mulai menatap tenang mendengar Penjelasan Putri Hwang yang terlihat memiliki masalah dengan Soo Yun.


“Bagaimana bisa Nona Soo Yun harus berada disini bagaimanapun juga dia telah menjadi bagian keluarga diistana”Tegur Permaisuri Park dengan nada ramah.


Jgrakkkk…


Suara Pintu terbuka perlahan Ratu Yun semua menatap kearah Pintu yang terbuka.


Ratu Yun mulai berubah menatap tajam dan terkejut sembari mengerutkan keningnya cemas.


“Maaf terlambat”Ucapnya Soo Yun sembari menatap tenang dan tersenyum remeh .

__ADS_1


Pertarungan masih berlanjut Soo Yun yang menatap tajam sembari tersenyum remeh membuat Ratu Yun menatapnya kesal sembari mengerutkan keningnya.


Hallo teman teman dan Author semua semoga sehat selalu yha 😊😊 Yuk bantu dukung karya baruku dengan Vote Dan like 😚😚 beri pendapat kalian tentang novel ini dikolom kometar yha..trima kasih


__ADS_2