
Masih dalam Suasana Siang hari diruangan perpustakaan Putra Mahkota masih memegang tangan Soo Yun begitu erat dan menatapnya begitu dekat dengan tatapan tajam dan dingin.
“Apa sekarang kau berani marah padaku,Kau Harus dihukum”Ujarnya Putra Mahkota Baek Hyeon dengan nada tenang.
Soo Yun yang menatap Putra Mahkota berbicara tenang kearahnya hanya bisa menatap dingin setelah lama menatap Soo Yun merubah ekspresi wajahnya datar.
“Singkirkan tanganmu sebelum aku membunuhmu “Ujarnya Soo Yun dengan nada dingin.
“Apa “Ucapnya Putra Mahkota sembari menatap kebingungan.
“Menyingkirlah. dasar kau ingin lari dari masalah yang kau perbuat yha”Ujarnya Soo Yun dengan nada geram sembari melepas genggaman tangan Putra Mahkota dengan kasar.
Putra Mahkota yang menatap Soo Yun marah padanya mulai menggigit bibirnya dan menatapnya ragu dan membuat nyalinya ciut dengan kemarahan Soo Yun.
“Dengar Apapun yang kau lihat tadi itu bukan kejadian yang sebenarnya ,dengar apapun yang terjadi aku tidak akan menggeser posisimu itu “Jelasnya Putra Mahkota dengan nada gugup meyakinkan Soo Yun.
Soo Yun meyedekapkan tangannya dan menatap Putra Mahkota dengan tenang sembari melangkahkan kaki kearahnya.
“Baiklah aku memaafkanmu untuk kali ini”Jawab Soo Yun dengan nada tenang dan wajah yang tiba-tiba murung.
Putra Mahkota yang menatap Wajah Soo Yun tiba-tiba murung mulai menarik tubuh Soo Yun dan memeluknya dengan tenang sembari tersenyum ramah.
“Dengar apapun yang terjadi tidak akan ada yang bisa memisahkan kita,untuk kali ini aku memohon padamu untuk selalu tersenyum jika didepanku “Ujarnya Putra Mahkota dengan nada tenang sembari memeluk Soo Yun.
Soo Yun yang menatap ragu mulai tersenyum kecil sembari membalas pelukan Putra Mahkota dan melepas beban dalam fikirannya.Suasana hening yang hanya ada mereka berdua membuat Ruangan itu terisi kebahagiaan yang hanya dirasakan mereka berdua.
Malam yang begitu dingin terlihat Putri Hwang ditemani Dayang Istana sembari berjalan diluar istana.
“Aku ingin bertanya Apa yang dilakukan Putra Mahkota dimalam hari seperti ini”Putra Hwang dengan nada tenang.
“Yha Putri Biasanya Putra Mahkota akan membaca Buku dikamarnya sampai dia tertidur tapi sekarang dia banyak keluar saat malam hari biasanya dia menghabiskan waktunya dengan teman lamanya”Jelasnya Dayang istana begitu sopan.
Putri Hwang Yang mendengar penjelasan itu mulai tersenyum licik dan pergi dari sana diikuti Para Dayang.
Disisi lain suasana malam yang begitu dingin terlihat Soo Yun,Dam Myung-Sik bersama Putra Mahkota telah duduk bersama dengan berbagai macam makanan yang sangat enak membuat Suasana disana seperti pertemanan yang akrab.
“Kalian Sudah tidak bertengkar”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan tenang menatap Soo Yun dan Putra Mahkota yang berwajah penuh kebahagiaan.
“Hey apa maksudmu bilang seperti itu aku tidak ada masalah sedikit pun dengan dia”Jawab Soo Yun dengan nada tergupuh mencoba mengelak dengan situasi itu.
“Baiklah kita anggap begitu sekarang kita makan ini jika tidak perut kita akan menggonggong karna hanya bisa menatap Makanan ini”Jelasnya Dam Myung Sik dengan nada tenang.
Soo Yun tersenyum kearah Dam Myung-Sik dengan tatapan tenang,Mereka bertiga tertawa bersama seperti 3 sahabat yang telah lama berhubungan mereka makan bersama dengan penuh kebahagiaan yang tidapk pernah dirasakan.
__ADS_1
Tiba-Tiba..
Brak Pintu terbuka dalam sekejap tawa mereka terhenti setelah melihat seseorang yang membuka pintu Kamar Putra Mahkota,Tatapan Soo Yun yang tajam sembari menggigit giginya geram dan tersenyum terpaksa dengan seseorang yang berada didepan pintu yang tak lain adalah Putri Hwang,Putra Mahkota yang menatap Putri Hwang yang mendatanginya mulai khawatir sembari menatap Soo Yun yang menatapnya tajam,Dam Myung-Sik yang melihat suasana yang membingungkan itu hanya menatapnya penuh tanda Tanya.
Tak lama kemudian suasana yang tadinya penuh tawa sekarang berubah menjadi usasana yang mencekam Kedua laki-laki yang menatap tatapan Tajam kedua gadis itu semakin khawatir.
“Oh Beruntung sekali kita bisa berkumpul seperti ini “Ujarnya Dam Myung-Sik secara tiba-tiba memecah suasana hening itu.
Putri Hwang mulai tersenyum ramah dan menatap Putra Mahkota yang gugup berbeda dari biasanya.
“Yha beruntung sekali kita bisa bertemu disini,Yang Mulia mengutusku untuk datang ketempat Putra Mahkota untuk lebih dekat dengannya jadi ini membuatku lebih beruntung dari apapun”Jelasnya Putri Hwang dengan nada tenang dan Ramah.
Putra Mahkota yang menatap Soo Yun begitu kesal mulai menatap kebingungan dengan situasi disana.
“Benarkah kau harus minum senang bisa melihatmu bergabung dengan kami”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang sembari menuangkan teh kecangkir Putri Hwang.
“Trima kasih kau baik sekali sebenarnya kau tidak perlu terlalu baik padaku aku bisa melakukan semuanya sendiri”Jawab Putri Hwang dengan nada tenang.
“Jadi begitu”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang.
Soo Yun yang tersenyum tenang sembari memakan danging dengan sumpitnya Dan Putri Hwang yang tersenyum tenang sembari meinum tehnya yang terlihat saling menatap tenang sembari tersenyum tapi tidak mengubah dengan kebencian mereka yang terlihat jelas didepan Mata Putra Mahkota dan Dam Myung sik yang menatap mereka seperti aka nada perang yang sangat menakutkan yang akan terjadi.
“Dasar Wanita licik bagaimana kau bisa menipu semua orang dengan sikap sopanmu yan pura-pura”Batinnya Soo Yun sembari tersenyum.
“Kau adalah saingan terberat dari berbagi wanita penghibur dikota ini tapi kau fikir aku akan menyerah”Batin Putri Hwang yang tersenyum tenang.
Suasana yang terlihat tenang tapi yang sebenarnya penuh persaingan itu membuat suasana menjadi mencekam.
Setelah suasana tegang itu mereka akhirnya tetap melaksanakan makan malam bersama sampai selesai tiba-tiba Kasim Hang datang dengan tergupuh
“Yang Mulia anda harus ikut bersamaku”Ujarnya Kasim Hang dengan tergupuh.
Putra Mahkota dan Dam Myung-Sik saling menatap curiga sembari beranjak dari posisi duduk membuat Soo Yun dan Putri Hwang Khawatir.
“Kalian berdua tunggu disini”Perintah Putra Mahkota dengan nada cemas dan pergi bersama Dam Myung-Sik mengikuti Kasim Hang.
Putri Hwang dan Soo Yun yang sekarang duduk berdua diruangan itu mulai menatap tenang dengan wajah datar.
“Kau sangat keras kepala”Ujarnya Putri Hwang dengan nada remeh.
“Apa maksudmu?”Jawab Soo Yun dengan nada tenang.
“Kau sepertinya sangat egois karna berhubungan dengan putra Mahkota padahal kau jelas-jelas tahu keadaannya sekarang”Ujarya Putri Hwang dengan nada tenang.
__ADS_1
“Kau ingin mengancamku dengan kabar penyusup itu untuk mejauhi Putra Mahkota yang benar saja”Jawab Soo Yun dengan nada tenang sembari tersenyum licik.
“Kau berfikir aku mengancammu bagaimana bisa pada kenyataannya itulah yang terjadi kau fikir kenapa Yang Mulia memilihku agar menjadi pendampingnya agar dia bisa selamat dengan situasi sekarang yang mungkin isa membahayakannya saat ini tapi Yang kau fikirkan hanya perasaanmu dengan putra Mahkota ketahuilah jika dia bersamaku Yang Mulia Raja akan mendapat dukungan yang bahkan bisa mengalahkan para Penyusup itu”Jelasnya Putri Hwang dengan nada tenang sembari tersenyum Licik.
Soo Yun yang menatap Putri Hwang mulai mengerutkan keningnya menahan emosi dalam hatinya yang sekarang menjadi keraguan dan berubah menjadi rasa cemas.
Masih dalam suasana malam yang begitu dingin terlihat Soo Yun yang menatap tenang dan Dam Myung-Sik yang menatap Soo Yun berwajah datar dan banyak yang difikirkannya.
“Tenang saja q yakin Putra Mahkota Hanya akan memiliki satu nama dalam hatinya yaitu kau”Jelasnya Dam Myung-Sik menenangkan Soo Yun.
Soo Yun yang masih menatap dingin dengan wajah Ragu membuat Dam Myung-Sik semakin curiga.
“Apa kau sedang tidak enak badan?”Tanya Dam Myung Sik cemas.
“Tidak apa yang terjadi tadi”Tanya Soo Yun dengan nada dingin.
“Tidak ada ,Kasim Hang hanya salah faham dengan Kasim lain”Jawab Dam Myung-Sik dengan nada tenang.
Dam Myung Sik yang melihat Soo Yun tidak seperti biasanya seperti ada yang difikirkannya mulai menghela nafas geram dan menghentikan langkahnya dengan teman sejatinya itu.
“Sebenarnya Apa yang kau fikirkan”Tanya Dam Myung Sik dengan Nada sedikit kesal.
Soo Yun yang melihat Dam Myung –Sik menatapnya serius mulai menatap kesal kearahnya dan kembali menatap tenang.
“Entahlah ada hal lain yang aku fikirkan,Jika kita menyelesaikan tugas mungkin aku akan pergi jauh,Apa aku terlau Egois ?”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.
Dam Myung-Sik yang menatap Soo Yun bersikap aneh mulai menghentikan langkahnya.
“Apa maksudmu jika kau menyelesaikan tugas ini kau akan diberi gelar oleh Yang Mulia Raja mungkin kau akan menjadi pendamping Putra mahkota nantinya.
“Aku hanya bercanda kau terlalu menganggapnya serius sudahlah pergilah kau ingin ikut dipaviliun ku,Atau kau ingin tidur disana”Jawab Soo Yun dengn canda kembali tersenyum ceria.
“Heh(Senyum Remeh)Yang Benar Saja”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan nada tenang dan pergi meninggalkan Soo Yun.
Soo Yun yang terlihat ceria mulai menatap datar dan kembali dengan wajah lesuh sembari memikirkan Putra Mahkota.
“Aku seperti tidak ingin kembali keduniaku tapi jika aku disini mungkin akan menyakiti orang lain atau bahkan menyakiti diriku sendiri”Gumamnya Soo Yun dengan nada datar dan penuh keluh kesah.
Tanpa disadari Pangeran Seok yang tak jauh dari sana menatap Soo Yun yang berbeda dari biasanya mulai menatap Curiga ,saat langkah kakinya akan menuju kearah Soo Yun dan bertanya Apa yang terjadi Pangeran Seok memutuskan untuk pergi dan mengabaikan Soo Yun.
Tak lama kemudian Soo Yun telah berada dipavilunnya sembari menatap kosong Soo Yun membuka Pintu Kamarnya .Tatapannya Mulai berubah sembari mengerutkan keningnya dan menatap Seseorang yang telah berada didalam kamarnya.
Suasana yang hening Soo Yun menatap Seseorang yang tak lain adalah Ratu Yun yang telah duduk disana dengan senyum licik menatapnya.
__ADS_1
**Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha..😊😊 Jangan Lupa Like and Vote untuk mendukung Cerita ini😍🤗 beri pendapat kalian tenatang cerita ini.
Trimakasih**