Two Different World

Two Different World
#Episod 18 Romansa dalam sekejap


__ADS_3

Matahari telah terbit terlihat para dayang istana yang telah melakukan aktivitasnya begitu pun Gwang Soo yang telah membawa makanan menuju ruangan Soo Yun.


Pangeran Seok yang melihat Gwang Soo menuju Paviliun Soo Yun mulai menatap tersenyum kearahnya.


“Tunggu”Panggil Pangeran Seok dengan nada tenang.


Gwang So menghentikan langkahnya dan menatap Pangeran Seok yang menghampirinya.


“Yha Tuan”Jawab Gwang So terkejut.


“Aku hanya ingin memberikan ini ,Berikan ini pada Nona Soo Yun”Ujarnya Pangeran Seok sembari memberikan kesemek kering untuk Gwang Soo.


“Baik Tuanku”Jawab Gwang So Sembari menerima sebuah kotak yang berisi Kesemek kering itu.


Sembari menatap Gwang So yang menerima makanannya Pangeran Seok mulai tersenyum puas.


Tak lama kemudian Gwang So berjalan menuju kepaviliun Soo Yun sembari membara nampan yang berisi makanan Gwang So masuk kekamar Soo Yun dan menutup pintu kamarnya kembali.


Sembari melihat Soo Yun yang membelakanginya dan menyanggak kepalanya dengan tangannya membuat Gwang Soo perlahan mendekatinya dan melihat apa yang terjadi.


“Oh Astaga “Ujarnya Gwang So terkejut menatap Soo Yun.


Wajah Soo Yun yang terlihat lesuh dengan mata panda membuat Gwang So terkejut dan khawatir.Gwang So meletakan nampan yang dipegangnya dan mulai cemas dengan Soo Yun.


“Nona Soo Yun apa yang terjadi padamu apa kau sakit oh astaga..Ada apa dengan kedua matamu”Tanya Gwang So dengan nada cemas.


Gwang So yang cemas langsung memegang tangan Soo Yun dalam sekejap rasa cemasnya semakin bertambah setelah merasakan tangannya yang panas.


“Nona Soo Yun tanganmu panas sekali apa kau benar baik-baik saja”Tanya Gwang Soo yang terkejut.


Soo Yun yang melihat Gwang So terus mengoceh didepannya mulai menghela nafas lelah menatap Gwang So yang begitu cemas ,Gwang So yang menatap Soo Yun begitu lelah mulai menutup mulutnya dan mengedipkan matanya malu.


“Tenang saja aku baik-baik saja aku hanya kurang tidur ,Apa yang kau bawa”Jelasnya Soo Yun sembari bertanya dengan nada lesuh.


“Nona Pangeran Seok mengirim Kesemek kering untukmu sepertinya ini sangat lezat”Jelasnya Gwang So dengan nada tergupuh dan ekspresi ceria.


Soo Yun yang menatap Makanan disampingnya membuatnya semakin tidak berselera dan mengehela nafas berat.


“Aku sedang tidak berselera untuk makan bagi semua ini untuk para dayang diistana aku harus mencari udara segar “Ujarnya Soo Yun sembari beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari sana.


Gwang So yang melihat Soo Yun keluar dengan langkah malas mulai menatapnya penuh pertanyaan.Pangeran Seok yang menatap Soo Yun pergi dengan raut wajah malas mulai curiga.


Tak lama mengawasi Soo Yun Gwang So keluar dengan membawa Kotak yang berisi Kesek kering yang diberikannya ,Pageran Seok segera menghampiri Gwang So yang baru keluar dari Paviliun Soo Yun.


“Apa dia tidak suka dengan cemilan itu”Tanya Pengawal Seok dengan nada tenang.

__ADS_1


“Tidak bukan itu tapi Nona Soo Yun sedang tidak enak badan jadi dia memberikan cemilan ini untuk para dayang”Jelasnya Gwang So dengan nada ketakutan.


“Jangan Khawatir aku tidak masalah dengan itu kalian makan saja”Jelasnya Pangeran Seok dengan nada tenang.


“Trima kasih Tuan “Ucapnya Gwang so kegirangan.


Pangeran Seok tersenyum dengan Gwang So yang begitu senang tapi yang sebenarnya dia menyembunyikan kekecewaannya dan mulai khawatir dengan kondisi Soo Yun yang tidak sehat.


Ditempat dimana Dam Myung-Sik bersama Yang Mulia Raja dan perdana mentri Choi dalam situasi khawatir terjadinya pemerontakan diistana karna penyusup itu.


“Pengawal Dam Myung-Sik apa sudah ada kabar tentang penyusup yang masuk keistana”Tanya Yang Mulia Raja dengan nada cemas.


“Mohon maaf yang mulia kami telah mencarinya saat kejadian itu tapi mereka sangat cepat menghilang tapi kami tetap berusaha mencarinya orang-orang yang terlihat mencurigakan”Jelasnya Dam Myung-Sik dengan nada tenang.


“Yang Mulia mungkin akan sulit mencari mereka bagaimana jika kita mencari jalan keluar untuk para prajurit baru untuk mendukung kita dan memperkuat kerajaan ini”Jelasnya Perdana Mentri Choi dengan nada tenang dan cemas.


“Maaf untuk saranku ini Yang Mulia mungkin sebaiknya kita mengusut penyusup yang telah datang diistana jika Penyusup itu hilang dalam sekejap dari pengawasan kami itu artinya ada orang istana yang membantunya”Jelasnya Pengawal Dam Myung-Sik dengan tenang.


“Yang dikatakan Pengawal Dam Myung-sik benar”Jawab Yang Mulia Raja dengan eksperi wajah serius.


Perdana mentri yang kalah dengan usul Pengawal Dam Myung-Sik mulai menatapnya tenang dan mulai berfikir keadaan semakin lama berubah setelah setelah Soo Yun datang.Yang Mulia yang selalu percaya dengannya sekarang berubah dingin dan lebih banyak penolakan darinya.


Disisi lain Disebuah Taman dengan pemandangan bunga yang terlihat begitu indah dan dibawah pohon yang tidak banyak didatangi orang istana terlihat Soo Yun yang masih menatap kosong dan tidak bisa tidur selalu memikirkan Ciuman pertamanya pada malam itu.


“Astaga mungkin tidur disini sedikit tenang “Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang dan lemah lesuh.


Saat Soo Yun telah tertidur pulas dan tak sadar perlahan kepalanya akan jatuh tiba-tiba Sosok Bahu telah berada disampingnya dan membuat Kepala Soo Yun bersandar dibahunya.


Wajah Soo Yun yang terlihat tenang membuat Seseorang disampingnya yang tak lain adalah Putra Mahkota Baek hyeon tersenyum menatap Wajah tenang Soo Yun.


Tepat dibawah pohon yang rindang itu Putra Mahkota Baek Hyeon dan Soo Yun duduk bersama.Suasana Sejuk dan pemandangan indah disana membuat ketenangan tersendiri untuk mereka berdua.


Tak lama kemudian Soo Yun membuka matanya perlahan sembari merasakan Bahu yang hangat yang digunakannya untuk bersandar jelas itu bukan pohon.


Setelah bangun Soo Yun mulai menatap Pangeran Baek Hyeon yang telah berada disampingnya menatapnya tenang.


“Dasar…Lihat matamu seperti panda lihatlah kau sedang tidak enak badan”Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan nada penuh canda.


Soo Yun yang menatapnya hanya mengedipkan matanya bungkam seribu bahasa.


“Kau tidak makan kan bagaimana kau bisa sembuh jika tidak au makan sedikitpun”Ujarnya Putra Mahkota Baek Hyeon sembari mengambil Kesemek kering dikotak kecil yang dibawanya dan menyuapi Soo Yun.


Soo Yun yang menatap Putra Mahkota begitu berbeda hanya bisa menuruti semua perintahnya meski tidak ingin dia tetap menurutinya dan menatapnya canggung.


Putra Mahkota Baek Hyeon yang menatap Soo Yun diam membeku membuat Putra Mahkota Baek Hyeon mulai kehilangan senyumnya dan merasa cemas dengan Soo Yun.

__ADS_1


“Mungkin ini salah ku harusnya aku tidak melakukan itu.Makan ini aku akan pergi kau bisa melupakan semuannya”Ujarnya Putra Mahkota ynag merasa bersalah.


Soo Yun yang melihat Putra Mahkota yang akan beranjak pergi merasa bersalah dan sebenarnya salah faham langsung menarik tangannya dengan sigap,Putra Mahkota yang melihat Soo Yun tiba-tiba menariknya mulai melotot dan terkejut melihatnya.


“Ini bukan salahmu jangan katakan itu lagi sebenarnya aku ingin kau lebih lama disini karnamu aku bisa tidur dengan nyenyak”Jelasnya Soo Yun yang canggung dan malu.


Putra Mahkota yang melihat Soo Yun memiliki perasaan yang sama akhirnya tersenyum ramah dalam sekejap Soo Yun terenyum ramah kearah Putra Mahkota.


Soo Yun dengan tenang menyandarkan Kepalanya dipangkuan putra mahkota dan menatap wajah Putra Mahkota yang terlihat jelas sembari tersenyum manis Soo Yun memegang tangan Putra Mahkota dan menutup matanya tenang,Putra Mahkota yang melihat Senyum Soo Yun mulai menatapnya bahagia.


Tepat dikediaman Yang Mulia Raja terlihat Ibu Ratu Yang berjalan sembari tersenyum licik menuju kediamannya dengan berbagai rencana licik untuk meracuni fikiran Yang Mulia Raja.


“Ibu Ratu datang”Ujarnya Kasim kerjaaan dengan nada lantang.


Ratu Yun melanjutkan perjalannya menuju kediaman Raja dengan tatapan tenang.


Malam telah datang Soo Yun yang berjalan bersama Putra Mahkota denagan perasaan senang menyelimuti mereka.Putra Mahkota Yang melihat Soo Yun berjalan disampingnya mulai menghentikan langkahnya.


“Ada Apa?”Tanya Soo Yun dengan nada terkejut.



“Aku ingin kau mala mini menemanik,Itu perintah”Ujarnya Putra Mahkota dengan nada tenang.



“Yah sebenarnya aku benci dengan sebuah perintah tapi aku akan menurutimu untuk yang satu ini” Jawab Soo Yun dengan nada tenang.


Pangeran Baek Hyeon yang melihat Soo Yun kembali seperti biasanya mulai tersenyum remeh dan menatapnya tenang.


Tepat dikamar didepan Putra Mahkota Soo Yun dan Putra Mahkota berjalan dengan tenang akan masuk kemarnya.


“Telur ayam”Ejek Putra Mahkota dengan nada penuh canda.


“Apa tarik kata-katamu kau pasti ingin mati”Ujarnya Soo Yun yang menatapnya melotot.


Brak..


Suara Pintu terbuka dan terlihat Soo Yun dan Putra Mahkota yang tersenyum bahagia.


Tawa mereka terhenti setelah melihat Seseorang yang berada dihadapan mereka.


“Kau sudah kembali”Ucapnya Yang Mulia Raja dengan nada penuh kebahagiaan.


Putra Mahkota yang menatap Ayahnya membawa seorang wanita dengan gaun HanBook sembari tersenyum ramah telah berada disana hanya menatap terpaku.Suasana disana menjadi tegang Soo Yun yang melepaskan genggaman tangan Putra Mahkota membuat Putra Mahkota menatap Khawatir dengan suasana disana.

__ADS_1


Tatapan Tajam Soo Yun pada Wanita Yang berada dikamar itu membuat Suasana menjadi seperti persaingan baginya.


Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha😊😊Dibantu Like and Vote klik tanda bintang 🌟 beri pendapat kalian untuk cerita ini yha Trima kasih.


__ADS_2