Two Different World

Two Different World
#Episod 9 Kecerdikan memikat Hati seseorang


__ADS_3

Masih dalam suasana malam yang begitu dingin terlihat Soo Yun yang masih menatap terkejut Sosok Berbaju dan bercadar hitam yang membawa busur didepannya yang juga menatapnya terbelalak.


Disisi lain tak jauh dari sana dimana Yang Mulia Raja diserang dia mulai marah dengan keamanan istana.


 


“Cepat cari siapa yang mencoba memberontak diistana”Perintah Yang Mulia Raja dengan nada penuh amarah.


 


 Soo Yun yang terkejut mulai menatap Curiga tatapan mata  Sosok bercadar itu yang tak asing baginya.Sosok Bercadar itu meninggalkan Soo Yun dengan tergupuh melihat Prajurit istana yang semakin mendekatinya.


 


“Sepertinya aku mengenal tatapan kedua mata itu tapi dimana Yha apa mungkin aku mengenalnya”Gumamnya Soo Yun yang masih berfikir sembari menatap keatas  mengingat seseorang yang pernah bertemu dengannya.


 


Saat Soo Yun akan membalikan tubuhnya tiba-tiba ..


 


“Berhenti”Ujarnya Prajurit yang mendekati Soo Yun.


 


Soo Yun yang menatap prajurit memanggilnya membuatnya kebingungan sembari menatap kesekelilingnya dan hanya dirinya satu-satunya orang yang ada disana.


 


“ Aku”Ujarnya Soo Yun memastikan.


 


Para prajuri dengan wajah datar menghampiri Soo Yung yang mulai memiliki fiirasat yang tidak baik.


 


“Kau Harus ikut kami “Perintah  Prajurit itu dengan nada datar sembari menghampiri Soo Yun.


 


Para Prajurit itu terhenti melihat Soo Yun yang menatap mereka aneh dan melihat Soo Yun yang tak takut sedikitpun.


 


“Berhenti Aku bisa berjalan sendiri”Ujarnya Soo Yun sembari menatap aneh para Prajurit itu.


 


Para prajurit itu saling menatap curiga karna pertama kali melihat Soo Yun berada diistana.Disisi lain Raja Dam Ryung yang menunggu begitu lama dengan ekspresi marah menunggu penjaga membawa para pemberontak itu dihadapannya.


 


Tak Lama kemudian Soo Yun datang dengan tenang dihadapan Yang Mulia Raja yang telihat marah.


Yang Mulia Raja menatap Soo Yun yang begitu tenang tanpa pelawanan membuatnya tersenyum tipis kearahnya.


 


“Baru kali ini aku melihat seorang pemberontak dengan tenang menuju kehadapanku tanpa melawan sedikitpun”Ujarnya Raja Dam Ryung sembai tetawa.


 


Soo Yun yang mendengar penjelasan Raja Dam Ryung Mulai menatap terbelalak sebmbari mengedipkan matanya terkejut.


 


“Apa pemberontak”Ujarnya Soo Yun kebingungan.


 


Soo Yun mulai mengingat seseorang bercadar hitam yang tiba-tiba terjatuh  didepannya Kemudian Soo Yun mulai sadar bahwa seseorang yang ditemuinya  adalah seorang pemberontak.


 


“Tunggu-Tunggu kalian salah faham.Aku bukan pemberontak.Mungkin yang kalian maksud sudah pergi meninggalkan tempat ini”Jelasnya Soo Yun mencoba meyakinkan mereka yang ada ditaman itu.


 


Semua tatapan curiga yang mengarah kearahnya semakin membuatnya menggigit giginya geram menatap semua pandangan tidak percaya dengannya.


 


“ Lihat tatapan mereka .Astaga selama ini aku menangkap seorang kriminal tapi kenapa sekarang malah aku yang terjebak menjadi seorang kriminal oleh mereka”Batinnya Soo Yun sembari memutar bola matanya kesal.


 


Setelah memikirkan begitu lama dia mulai curiga dengan sosok berbaju dan bercadar hitam yang tampak gugup didepannya dan lansung pergi meninggalkannya.


 


Soo Yun mengerutkan keningnya dan mendatangi tempat dimana Raja Dam Ryung duduk dan mendapat serangan sembari menatap anak panah yang telah tertancap pada dinding kayu disana.Sembari melihat Arah pohon dimana pemberontak itu bersembunyi.


 


Soo Yun mencabut anak panah yang tertancap pada diding itu sembari tersenyum terkekeh.


 


“Heh..Astaga bahkan yang kalian fikir pemberontak bukan lah pemberontak  sebenarnya”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.


 


“Beraninya kau mengelak dari kesalahanmu sendiri”Gertak Prajurit Dengan kasar.


 


Raja Dam Ryung mengangkat tangannya menandakan diam pada prajuritnya dan menatap Soo Yun penuh pertanyaan yang kemudian membuat Soo Yun tersenyum licik.


 


“Kalian tahu benar jika memang orang itu berniat membunuh yang mulia dia tidak akan melakukan kesalahan sebesar ini,Panah ini mengarah pada pohon besar disana  dan disana  adalah tempat yang cukup mudah untuk membunuh Yang Mulia Raja.Tapi pada nyatanya panah itu hanya mengenai cangkir yang mulia itu artinya dia menyelamatkan nyawa  anda”Jelasnya Soo Yun sembari mengoleskan teh herbal yang mulia keanak panah itu.

__ADS_1


 


Semua terkejut melihat logam anak panah itu berubah warna menjadi hitam.


 


“Mungkin kalian harus bisa membedakan mana pemberontak dan mana orang yang memihak kalian disekitar kalian”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.


 


Kedua Prajurit itu mulai menunduk ketakutan,Soo Yun yang menatapnya hanya tersenyum kesal,Yang Mulia Raja yang melihat Soo Yun memiliki  bakat dan bukan orang biasa mulai menatapnya dengan cermat.


 


“Nona Siapa namamu?”Tanya Yang Mulia Raja Dam Ryung dengan nada tenang.


 


“Kalian Bisa memanggilku Soo Yun”Jawab Soo Yun dengan nada tenang.


Para dayang yang melihat tingkah tidak sopan Soo Yun mulai kesal dan mereka hanya bisa diam karna Raja memerintahkkan mereka untuk diam.


 


“Karna kesalahan ini aku akan memberimu sebuah permintaan apa saja yang kau inginkan sebagai ucapan permintaan maafku”Tawarnya Yang Mulia Raja dengan nada tenang.


 


Soo Yun yang mendengar Tawaran itu mulai menatap Yang Mulia Raja sembari tersenyum licik.


 


“Benarkah anda yakin akan menuruti semua permintaanku”Tanya Soo


 Yun dengan nada tenang sembari tersenyum.


 


“Tentu apapun”Jawab Yang Mulia Raja dengan nada tenang.


 


Soo Yun mulai tersenyum kearah Yang Mulia Raja entah apa yang ada dalam fikirannya tapi dalam senyumnya terlintas sebuah rencana yang sangat sulit dipahami.Dalam sekejap Pengawal Dam Myung-Sik yang berjalan tak jauh dari sana melihat dari kejauhan  Soo Yun telah berada dihadapan Yang Mulia Raja,Dam Myung-Sik bergegas menuju kearah Soo Yun dengan nafas terengah-engah.


 


“Soo Yun bagaimana kau bisa disini”Tanya Pengawal Dam Myung Sik yang tergupuh.


 


Yang Mulia Raja yang melihat Dam Myung-Sik mengenal Soo Yun terkejut dengan kehadirannya.


 


“Pengawal Dam Myung-sik kau mengenal Nona Soo Yun”Tanya Yang Mulia Raja dengan nada penuh pertanyaan.


 


“Maafkan Hamba Yang mulia dia adik ku maafkan dia jika memilliki kesalahan”Pinta Pengawal Dam Myung Sik semberi menundukan kepalanya.


 


 


Dam Myung Sik yang mendengar penjelasan Yang Mulia Raja mulai mmengangkat kepalanya dan menatap perlahan Soo Yun yang telah tersenyum tipis dan licik disampingnya.


 


“Dan sebbagai gantinya Nona Soo Yun aku akan menuruti perintaanmu memiliki paviliun diistana ini,Bagiamanapun juga pengawal Dam Myung-Sik adalah orang kepercayaan kami jadi kami tidak perlu khawatir tentang itu”Perintah Yang Mulia Raja dengan nada tenang.


 


“Apa”Ujarnya Pengawal Dam Myung-Sik terkejut.


 


“Kakak jangan khawatir itu permintaan Yang Mulia Raja aku tidak bisa menolaknya”Ujarnya Soo Yun sembari menepuk Bahu dam Myung Sik dengan tatapan tenang.


 


Dam Myung-Sik hanya bisa melihat Soo Yun dengan tatapan penuh pertanyaan dan terkejut melihat keputusan itu.


 


Tak lama kemudian Soo Yun telah berjalan bersama,Pengawal Dam-Myung Sik yang menatap Soo Yun yang berjalan dengan tenang.


         


“Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan nada dingin.


 


“Tenanglah kalian yang membawaku kesini untuk membantu kalian jadi aku bebas melakukan apapun disini kakakku aku akan menyelesaikan masalah kalian jadi ikuti saja permainan ditempat kalian ini”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.


 


“Yang Benar saja kau fikir mudah menjadi orang didalam istana ini,terlebih kau telah menguak Racun yang ditunjukan pada Yang Mulia Raja apapun bisa terjadi”Ujarnya Pengawal Dam  Myung-Sik dengan nada kesal.


 


“Tenang lah aku sudah memenangkan salah satu pion diistana ini sekarang aku tinggal meyakinkannya,dan juga aku akan segera menyelesaikan parasit yang ada didalam istana ini”Ujarnya Soo Yun dengan nada tenang sembari tersenyum tenang.


 


Dam Myung-Sik yang menatap Soo Yun penuh pertanyaan dan tidak mengerti sama sekali dengan jalan fikirannya Mulai Curiga terhadapnya dan khawatir dengan ualahnya yang gegabah.


Tak lama mereka berincang dua dayang istana menghampiri mereka berdua.


 


“Nona Soo Yun kami ditugaskan Yang Mulia untuk menunjukan paviliun anda”Ujarnya Dayang  istana sembari menundukan kepala mereka.


 

__ADS_1


“Kau benar benar akan tinggal dipaviliun istana kerajaan”Tanya Pengawal Dam Myung-Sik penuh pertanyaan.


 


“Tentu saja”Jawab Soo Yun dengan nada tenang.


 


Soo Yun menatap Kearah Dam Myung-Sik sebari tersenyum tenang kearahnya.


FLASHBACK


Bertepatan dengan suasana dimana Yang Mulia Raja Dam Ryung bersama Soo Yun yang menatapnya semmbari tersenyum ramah.


         


“Nona Soo Yun apa yang anda inginkan”Tanya Yang Mulia Raja dengan nada tenang.


 


Soo Yun yang menatap Yang Mulia Raja mulai tersenyum kearahnya.


         


“Anda bisa memberikanku tempat dimana aku bisa tinggal diistana dengan tenang selama 2 Minggu atau lebih untuk menetap disini sebagai imbalan aku akan memberikan sesuatu yang akan membuatmu Bahagia dalam hidupmu”Jelasnya Soo Yun dengan nada tenang.


 


“Benarkah Baiklah”Ujarnya Yang Mulia Raja yang tiba-tiba percaya dengan mudahnya.


 


Dalam sekejap lamunan Soo Yun hilang ersamaan dengan dirinya menatap Dam Myung Sik yang menatapnya khawatir.


 


 “Sudahlah kakak aku akan tinggal ditempat baruku mulai sekarng selamat malam”Jelasnya Soo Yun sembari menyedekapkan kedua tangannya dan pergi meninggalkan Dam Myung Sik.


 


Dam Myung-Sik yang melihat Soo Yun berjalan bersama pra dayang itu dengan tenang membuatnya menatap khawatir dan juga cemas.


 


Tak lama kemudian Soo Yun telah berada disebuah paviliun yang telah lama tidak ditempati.Sembari melihat suasana ruangan yang terlihat kuno  dan ukiran unga sakura yang indah membuatnya tenang.


         


“Meski sederhana tempat ini terlihat indah bagiku dari pada ruangan mengerikan itu”Gumamnya Soo Yun sembari menatap semua barang kuno yang ada disana.


 


Disisi lain suasana ruangan Ratu Yun yang terlihat dengan cahaya lilin yang redup terlihat Ratu Yun yang menatap penuh kebencian dan penuh amarah.


 


“Bagaimana orang asing bisa menempati tempat itu sedangkan aku meski sudah menjadi ratu tidak diperbolehkan menginjak sedikitpun diddalam tempat itu,Lihat saja tidak ada yang bisa menikmati kemewahan diistana kecuali aku lihat saja”Gumamnya Ratu Yun dengan nada kesal dan tersenyum licik.


 


Tak lama kemudian Pagi telah datang terlihat Ratu Yun telah berjalan dengan tergesa-gesa dengan diikuti para dayang dibelakangnya.Semua yang menunduk melihatnya terbaca jelas bahwa dia sedang marah besar.


 


Disisi lain suasana Ruangan Putra Mahkota terlihat Dam Myung-Sik yang telah bersama Putra Mahkota yang duduk dengan tenang.


 


“Kemampuanya memang tidak bisa diremehkan jujur aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi”Ujarnya Dam Myung-Sik dengan tenang.


 


“Jadi sekarang dia berada dipaviliun bulan,Aku benci situasi ini aku akan pergi dulu”Ujarnya Putra Mahkota dengan nada tenang sembari beranjak dari kursinya.


Dam Myung Sik yang melihat Pangeran Baek Hyeon meninggalkannya hanya menatap tenang.


 


Disisi lain Tepat diruangan Soo Yun yang baru dia telah bangun dengan rambut Yang masih basah karna selesai mandi Tiba-Tiba..tatapannya mulai terpaku setelah mendengar kehadiran seseorang yang datang dipaviliunnya.


 


“Yang Mulia Ratu datang”Ujarnya seorang Kasim dengan nada keras.


 


Soo Yun yang mendengar tamu yang datang dipaviliunnya  menatap tajam dan tersenyum licik.


 


Sedangkan Ratu Yun yang akan masuk dengan paksa tiba-tiba menghentikan langkahnya melihat Soo Yun yang keluar dari ruangannya dengan tatapan tenang menuju kehadapannya.Ratu Yun yang melihat Soo Yun dan tidak pernah melihatnya mulai curiga.


         


“Anda Yang Mulia Ratu senang bertemu dengan anda ,Apa ada yang isa ku bantu?” Sapa Soo Yun sembari Bertanya  dengan nada tenang.


         


“Jadi kau adik Pengawal Dam Myung-Sik,Kudengar Kau tidur ditempat yang seharusnya bukan milikmu”Ujarnya Rat Yun dengan nada amarah.


         


“Benarkah Yang Mulia Raja Yang memberikan tempat ini untukku sebagai hadiah karna menyelamatkannya ,Dia memberiku hak untuk tempat ini  dan tinggal disini selama yang aku inginkan sepertinya kita akan banyak bertemu”Ujarnya Soo Yun sembari menatap Ratu Yun dengan senyum tipisnya.


 


“Beraninya Kau..”Gertak Ratu Yun sembari  mengayunkan tangannya akan menampar Soo Yun.


Tap…


Sebuah tangan memegang tangan Ratu Yun yang akan menampar Soo Yun,Ratu Yun yang kesal mulai menatap sosok yang berani menghalanginya.


Soo Yun yang menatap tenang Seseorang yang membantunya mulai melotot terkejut bukan kepayang dengan orang yang berada disampingnya yang tak lain adalah Hyeon yang menggunakan jubah Putra Mahkota.

__ADS_1


Putra Mahkota Baek Hyeon yang menatap Ratu Yun dengan tenang membuat Ratu Yun semakin marah.Sedangkan Soo Yun yang melihat Sosok Putra Mahkota adalah seseorang yang dikenalnya hanya melotot terkejut.


Hallo teman-teman dan Author semuanya semoga sehat selalu yha😊😊Dibantu Like and Vote klik tanda bintang 🌟 beri pendapat kalian untuk cerita ini yha Trima kasih.


__ADS_2