Vionalia

Vionalia
Siapa Pesaing Itu


__ADS_3

Bang Risky pun hanya terdiam, setelah mendengar kalimat itu dari ku.


"Saya mohon, Abang jangan marah dulu, saya tahu kalau Kak Viona itu adalah pacar Abang . Tapi, Kak Viona lah wanita yang membuat saya menjadi semangat untuk mengikuti MOS ini, yang membuat saya merasakan yang namanya jatuh cinta dan saya tidak tahu ini salah atau tidak, saya berharap Abang mengijinkan kalau saya memiliki Kak Viona ..."


Semua hal yang aku pendam dari tadi kepada Bang Risky telah aku katakan betapa inginnya diriku memliki Kak Viona. Aku puas mengatakan semuanya kepada Bang Riski, walau pun Bang Riski memukul ku sungguh aku tidak akan memperdulikan hal itu, akan tetapi anehnya dari tadi Bang Risky masih terlihat diam dan tak berbicara satu patah kata pun.


Melihat sikap Bang Risky yang hanya diam, aku pun bingung mau mengatakan apalagi dan akhirnya aku pun kembali minum es teh yang telah di sajikan Bang Risky. Namun baru aku ingin mengambil gelas itu Bang Risky pun mulai menunjukan wajah yang akan berbicara.


"Kau yakin suka sama Viona!" ucap Bang Risky lirih.


Aku yang tadi ingin mengambil gelas pun Mengurunginya dan menjawab pertanyaan Bang Risky dengan penuh keyakinan.


"Iya Bang, aku suka Dia!"kata ku dengan tegas


"Dan dari mana Arik tahu kalau Abang adalah pacarnya?" gumam Bang Risky sembari memicingkan mata.


"Dari teman Arik Bang, Deni!" ucapku lirih


Bang Risky pun kembali terdiam setelah aku mengatakan nama Deni. Aku pun saat itu bertambah bingung harus berbuat dan melakukan apalagi, saat itu aku berpikir apakah aku harus pergi saja meninggalkan Bang risky yang terdiam, karena pintu hanya berjarak dua meter dari tempat duduk ku, tapi jika aku pergi lari meninggalkan Bang Risky aku merasa sayang karena selangkah lagi aku akan tahu kebenaran status antara mereka berdua dan aku pun memtuskan untuk tetap diam menunggu apa tindakan yang di lakukan Bang Risky. Ayo Bang tunjukan pembelaan mu jika kau sungguh-sungguh mencintai Viona, pukul aku dan sungguh aku akan siap menerima segala resikonya.


"Hahahaha …." tawa Bang Risky terbahak-bahak. Bukan sebuah pukulan yang akan melayang di wajahku tapi suara tawa yang terbahak-bahak yang keluar dari wajah Bang Risky, aku hanya terdiam heran mendengar tawa Bang Risky.


"Rik, teman mu itu salah informasi Abang bukan pacarnya Viona, hahaha!" jelas Bang Risky sembari tertawa.


"Serius Bang, terus Kak Viona kerumah Abang ngapain kalau bukan untuk ketemu sama Abang?"


"Iya, masa Adik sepupu nggak boleh main ke rumah Abang sepupunya!"


"Haa, Abang sepupu Kak Viona!" kata ku sedikit kaget


"Iya itu, kamu lihat foto wanita yang di sebelah Abang itu, itu Ibunya Viona dan sebelahnya lagi itu mamanya Abang. Gimana mirip nggak mereka!" jelas Bang Risky sembari menunjuk sebuah foto yang berada didinding.


"Iya Bang, mirip ..." kataku senang mendengar bahwa Bang Risky bukan lah pacar Kak Viona.

__ADS_1


"Hahaha ... ada-ada aja teman kamu ngatain Abang pacar Viona ..."


"Alhamdulillah ..." ucapku lirih.


"Kenapa Rik?" tanya Bang Risky, mendengar ku bersyukur.


"Enggak apa-apa Bang, sebenarnya aku juga udah ngira kalau Kak Viona itu cuman bohong aja kalau dia udah punya pacar!"


"Maksudnya, Rik?"


"Iya, soalnya saat Kak Viona memperkenalkan diri di kelas, aku sempat bertanya apa Kak Viona sudah punya pacar dan Dia mengatakan Ia memiliki seorang pacar dan aku nggak percaya kalau Kak Viona itu udah punya pacar, Dia pasti hanya berbohong atau hanya menjaga dirinya agar tidak di ganggu para cowok-cowok yang hanya ingin mempermainkan dirinya. Aku sangat yakin itu Bang!" kataku menjelaskan kepada Bang Risky.


"Mungkin juga, tapi Abang itu udah kenal Banget sama Viona, walaupun Dia tidak pernah cerita sama Abang tentang pacarnya. Berbohong bukan lah sifat Viona Rik!"


Mendengar itu aku sempat terdiam sejenak, yang tadinya sangat senang mendengar Bang Risky bukan lah pacar Kak Viona. Menjadi sedikit bimbang dengan keyakinan ku tentang Kak Viona, karena saat Bang Risky mengatakan Kak Viona bukanlah orang yang suka berbohong, perkataannya sungguh membuat aku yakin kalau berbohong memang bukan sifat Kak Viona. Dan jelas perkataan Iyan, sepertinya Kak Viona memang telah memiliki seorang pacar.


"Tapi Rik, jika kau memang benar-benar suka sama Viona, Abang saran, kan kau berusaha untuk mendapatkan hatinya walaupun Viona sudah punya pacar, jangan jadikan itu masalah untuk mu, tapi jadikan motivasi dirimu untuk mendapat, kan hatinya, yakinkan diri mu pacarnya bukan lah penghalang untuk mu Rik!" kata Bang Risky memberikan ku semangat.


"Baik Bang, saya akan berusaha untuk mendapatkan hatinya, terimakasih atas saran dan segelas teh esnya Bang, saya izin pamit ya Bang ..." ucapku sembari beranjak dari sofa .


Namun saat aku ingin berdiri, datanglah Ibu Siti Asiyah.


"Assalamualaikum ..." Ibu Siti Asiyah, mengucapkan salam.


"Walaikum sallam …" jawab aku dan Bang Risky.


"Eh ada tamu!" ucap Ibu Siti Asiyah.


"Ini Kak ada-"


Aku pun langsung memotong perkataan Bang Risky. "Buk, pamit Assalamualaikum ..." sembari mencium tangan Ibu Siti Asiyah.


"Walaikum sallam ..." balas Ibu Siti Asiyah.

__ADS_1


Dan kulihat Bang Risky pun terdiam heran melihat sikap ku, melihat aku buru-buru pergi menghindari Ibu Siti Asiyah.


Ya tujuan ku buru-buru pergi karena Yang sebenarnya Ibu Siti Asiyah itu tidak mengenal ku, karena sewaktu aku masih SMP Ibu Siti Asiyah memang salah satu Guru di SMP ku, tapi beliau tidak pernah menjadi Guru mata pelajaran di kalas ku. Karena memang tujuan ku kesini bukan untuk bertemu beliau, tapi untuk bertemu Bang Risky aku pun segera buru-buru mengambil sepatu dan berjalan cepat kearah Deni.


Sesampainya aku di dekat Deni, aku pun langsung bergegas menaiki motor dan memberikan arahan kepada Deni untuk segera cepat pergi dari rumah Ibu Siti Asiyah.


Sedangkan Bang Risky masih kulihat diam dan terlihat heran melihat tingkah ku.


"Siapa Ki, kok manggil Kakak Ibu?" tanya Ibu Siti Asiyah.


"Hahaha, Kakak nggak kenal?"


"Nggak, emang siapa?"


"Dasar Arik ..." ucap Bang Risky sembari tersenyum


"Ih ... gila kamu Ki senyum-senyum sendiri!"


Di perjalanan menuju rumahku. Di motor aku begitu sangat senang, bahwa aku mengetahui kebenaran bahwa Bang Risky bukanlah pacar dari Kak Viona, sampai-sampai aku berteriak kegirangan.


"Huaaaaaa …." teriak ku sembari berdiri diatas motor.


Baru saja satu teriakan yang aku lantangkan, tiba-tiba dari arah sebelah kanan ada Ibu-Ibu melempar aku dan Deni dengan sebuah gayung yang berisi air sembari teriak


Byaear ...


"Ada yang sakit!" teriak Ibu itu.


Aku pun meminta maaf kepada Ibu itu dengan juga berteriak kalimat maaf, sembari Deni masih memacu sepeda motornya.


"Maaf Buk!" teriak ku.


Sore itu menjadi kesan manis bagiku karena mengetahui Bang Riski bukanlah pacar ya Kak Viona, akan tetapi disisi lain aku juga masih terbesit ingatan ku tentang perkataan Bang Riski yang mengatakan kalau Kak Viona bukanlah seorang pembohong. Dan ucapan Kak Viona mengatakan kalau Dia telah memiliki pacar, berarti benar adanya, lalu pertanyaannya, siapa pacar Kak Viona sebenarnya, siapa pesaing berat itu, akankah aku siap menghadapi pesaing itu, datanglah aku akan siap menghadapi mu.

__ADS_1


__ADS_2